Perfezione

Perfezione
Episode 41



Candra dan Nesya sudah menapakkan kaki di rumah mereka, disambut hangat oleh Jordan, dan Kiran.


"Akhirnya kalian sampai, sini biar aku bawakan barang-barang kakak ipar," ucap Jordan mengambil alih semua barang-barang yang dibawa oleh Nesya, disusul Kiran yang mengandeng tangan Nesya untuk masuk ke dalam rumah.


Nesya menatap setiap sudut rumah ini Candra.


Rumah yang cukup besar


"Ini rumah yang akan kita tinggali. Kamar kita ada di atas, sedangkan kamar Kiran dan Jordan ada di lantai bawah," jelas Candra.


Nesya mengangguk paham, "Bisakah kau antar aku ke kamar sekarang? aku sangat lelah setelah perjalanan jauh, aku ingin beristirahat sebentar," pinta Nesya yang disetujui oleh Candra.


Mereka berjalan beriringan naik menuju kamar mereka, diiringi dengan tatapan penuh harapan dari Jordan dan Kiran.


Semoga saja mereka bisa hidup bahagia


...***...


"Kamu beristirahatlah dulu, aku akan membersihkan tubuhku," ucap Candra yang hanya diangguki oleh Nesya.


Nesya perlahan merebahkan tubuhnya, menatap nanar langit-langit kamar.


Apakah ini nyata? Apakah benar saat ini aku sedang berada di atas ranjang Candra? Apakah pernikahan ini benar adanya, atau hanya ilusiku saja?


Nesya menggelengkan kepalanya, mencoba meraih kesadarannya kembali. Dia perlahan duduk menatap kopernya yang masih tersimpan rapi di sebelah lemari.


"Lebih baik aku membereskan barang-barangku, daripada berpikiran yang tidak-tidak." Menghela nafas, kemudian mulai menata satu-persatu barangnya di kamar Candra.


Lama berselang, kegiatan Nesya menata barang-barang sudah selesai. Tapi Candra masih belum juga keluar dari kamar mandi.


"Kebiasaan kalau mandi kayak cewek, lama banget," dumel Nesya. Ia kemudia mengetuk pintu kamar mandi. "Candra, masih lama kah?"


Hening, tidak ada sautan dari dalam. Nesya menghela nafas, kemudian mengetuk pintu kamar mandi lagi, kali ini sedikit lebih keras.


"CANDRA, Masih lama kahhh? aku mau pakai juga kamar mandinya!"


Nesya menghela nafas lega, ia sudah berpikir buruk tadi tentang Candra.


Candra keluar sudah dengan pakaian lengkapnya, tersenyum sekilas saat melewati Nesya yang sudah menunggunya di depan pintu kamar mandi.


"Dih... kesambet apa dia?" Nesya bergidik ngeri. Kemudian ia mengambil handuk, dan peralatan mandinya yang sudah ia siapkan dari tadi.


Nesya berendam, untuk menghilangkan penatnya. Penat akan masalah hidupnya, juga penat tubuhnya setelah perjalanan jauh. Tak terasa ia tertidur di dalam bathtup.


"Nesya, sya... bangun sya..." samar-samar Nesya mendengar suara itu.


Nesya hendak membuka mata, tapi entahlah rasanya sangat sulit. Lalu ia merasa dengan sekejap, tubuhnya terangkat dari air dan mulai mengambang.


Tuhan, apakah aku akan segera menyusul Bagas?


"Sya, aku mohon bangun sya!"


Nesya mengenali suara itu, itu suara Candra. Nesya berusaha sekeras mungkin untuk bisa membuka matanya, namun saat ia membuka mata yang ia lihat adalah Candra yang sedang memeluknya erat, sembari terus meminta Nesya untuk bangun.


"Lepas, Cand!" Sentak Nesya.


Candra, akhirnya bernafas lega saat melihat Nesya sadar. "Untunglah kamu sadar, aku kira kamu--"


"Aku gak mati Cand, tadi itu aku cuma ketiduran, kenapa kamu heboh banget sihh," sarkis Nesya.


"Maaf, aku cuma takut kamu nekat, Sya." Menatap lekat mata Nesya.


"Kamu tenang aja, Cand. Aku udah janji sama diri aku sendiri kalau aku gak bakalan lakuin hal bodoh kayak gitu. Tenang aja." Nesya memberikan senyum tipis untuk meyakinkan Candra.


Candra mengangguk, paham "Kalau begitu aku tinggal dulu ya, kamu bisa berganti pakaian sekarang," ucap Candra, yang kemudian pergi dari dalam kamar.


Mendengar itu, Nesya kemudian melihat dirinya sendiri.


"Astagfirullah, jadi dia tadi gendong aku pas aku gak pakai baju?! Candra sialan, dasar mesummmmm!"