Perfezione

Perfezione
Episode 25



Malam telah tiba,saat ini Nesya sudah berada di kamar nya.Setelah tadi selesai makan malam bersama,dan ia sempat berbincang dengan keluarga di bawah bawa ia telah di terima kerja,ia memilih langsung naik ke atas untuk istirahat.


Tapi nyatanya saat di kamar ia bukannya istirahat malah bermain ponsel.Lebih tepatnya memandangi foto-foto pernikahan nya dengan Bagas beberapa hari lalu.


"Rasanya baru kemarin aku kamu tinggal dinas,tapi kenapa aku sudah rindu ya?" Ucap Nesya lirih sambil memandang wajah Bagas di layar ponsel nya.


Saat ia tengah asik dengan pikirannga,tiba-tiba ponsel yang ia pegang berdering tanda ada telpon masuk.Segera ia mengangkat telpon tersebut.


"Hallo....Asalamualaikum,kenapa cand malem-malem telpon ganggu aja!" Ketus Nesya saat mengangat panggilan dari Candra


Di sebrang telpon sana terdengar Candra terkekeh lalu tak lama ia berujar "Ya ampun galaknya pengantin baru,maaf gua ganggu olahraga malem kalian ya?" dengan nada santai ia berbicara


"Olahraga kakikmu itu!jangan aneh-aneh deh Candra!Udah kamu ada keperluan apa telpon?" Nesya menjawab sewot


"Dih ngambek,gua tu ya kangen ama kalian mangkannya gua telpon!Btw mana nih Bagas kok gak kedengeran suaranya.Jangan-janagn lu apa-apain ya Bagas!" Tuduh Candra pada Nesya yang langsung di sahuti ngegas oleh Nesga.


"Ya jelas gaada suaranya lah orang Bagas aja sekarang di luar kota!"


"Hah kok bisa Bagas di luar kota?" Tanya Candra heran


"Ya bisa lah." Jawab singkat Nesya


"Maksud gua tolong ceritain gimana Bagas bisa keluar kota,bukannya kalian baru menikah.Seharusnya kan kalian masih dalam masa bulan madu!" jiwa kepo Candra pun muncul.


Lalu akhirnya Nesya menceritakan semua kepada Candra tentang perintah tugas Bagas yang mendadak.


"Btw cand,maaf ya hadiah tiket honey moon dari lu gak kepakek,soalnya Bagas keburu ada kerjaan!" Nesya tak enak hati karena secara tidak langsung ia tak menghargai hadiah dari Candra.Tapi itu sendiri juga bukan kehendaknya.


"Santai aja kali Nes,kalau nanti Bagas udah balik gua kasih lu liburan di resort gua dah gratisssss mulai dari tiket pesawat sampai biaya selama lu liburan gimana?" Tawar Candra pada Nesya


"Kagak usah lah Cand,gua gak enak ama lagia------"


"Anggep aja ini permintaan maaf dari gua ke kalian karena gak bisa hadir pas kalian nikah!udah valid no debat." putus candra


Sedangkan Nesya hanya menghela nafas panjang,


"Yaudah tidur sono lu,bukannya di sana sekarang udah jam 11 malem ya ngapain lu begadang?!" ujar Nesya kemudian


"belum ngantuk gua!lu tau kan kalau gua tu susah tidur malem!" Jawab Candra"Gimana kalau lu bacain gua dongeng atau surat Al-Mulk,biar gua bisa tidur!" Lanjut nya lagi antusias


"Dih kurang kerjaan banget!emang gua Ibu lu apa suruh bacain dongeng sebelum tidur!" Cibir Nesya


"Yaudah deh Al-Mulk aja lu kan biasanya bacain itu kalau gua ama Bagas susah tidur!Bacain ya ya.." Pinta Candra dibalik telpon


Ya memang dulu Bagas sering menginap di rumah Candra atau sebaliknya.Dan kalau mereka sudah


gabisa tidur karena kelamaa main Ps maka mereka akan menelpon Nesya untuk membacakan Al-Mulk agar mereka bisa tidur.


Entahlah Nesya juga bingung kenapa setiap Candra atau Bagas


tak bisa tidur ia meminta Nesya membacakan


"Oke deh,gua bacain lu ambil posisi tidur dulu biar tidurnya cepet!" Titah Nesya melalui telopon


Sedangkan Candra disana sudah menempatkan diri di atas ranjang nya dan mencari posisi nyaman untuk tidur"Udah Nes,gih bacain"


Ucap nya setelah dirasa posisinya sudah nyaman


"ok..Bismilahirohmanirohimm


tabaarokallazii biyadihil-mulku wa huwa 'alaa kulli syai`ing qodiir


allazii kholaqol-mauta wal-hayaata liyabluwakum ayyukum ahsanu 'amalaa, wa huwal-'aziizul-ghofuur.


Nesya terus melantunkan ayat dari surah al-Mulk,sampai pada ayat yang terakhir


qul aro`aitum in ashbaha maaa`ukum ghourong fa may ya`tiikum bimaaa`im ma'iin


Alhamdulilah selesai." Ucap Nesya setelah selesai


"Cand udah tidur kan?kalau gitu gua matiin ya telponnya,mimpi indah ya Candra!" tut--- panggilan di akhiri oleh Nesya.


Sedangkan Nesya sendiri sekarang malah keluar ke balkon dan memandangi bintang yang sedang bertaburan indah di langit malam


"Benar kata Dilan kalau rindu itu berat!" Ucap Nesya pada dirinya sendiri.


Lalu ia kembali termenung memandangi langit yang indah.


Setelag cukup lama diluar hawa dingin mulai


menyeruak masuk menembus kulit Nesya.Ia pun masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya untuk tidur.


"Selmat malam suamiku semoga kamu mimpi indah ya!" Ucapan Nesya sebelum ia terlelap




Sedangkan di suatu tempat



"Disana tempat sandra di sembunyikan,jadi kita akan susun rencana agar bisa menyelamtkan para sandra!



Kalian harus tetap fokus apapun yang terjadi sandra harus bisa segera lepas dari tangan mereka!



Dan yang paling penting dalam misi ini ***JANGAN SAMPAI MATI*** ingat dalam otak,pikiran,jiwa dan raga kalian ***JANGAN SAMPAI MATI***,karena di rumah ada keluarga yang sedang menanti!"