Perfezione

Perfezione
Episode 23



Nesya,Bunda dan Ayah sampai di rumah pukul 8 malam.Saat mereka sampai dirumah sudah ada nenek yang menunggunya di teras rumah.


Nesya turun dari mobil,matanya terlihat sedikit sembab karena menangis tadi.


"Asalamualaikum..." Salam mereka serempak.


"Waalaikumsalam.."sahut nenek dan langsung menghampiri Nesya.


"Ayo nak,lekas masuk di luar sangat dingin!"Ujar Nenek sambil merangkul Nesya masuk ke dalam


"Nesya gapapa nek,seharusnya yang gaboleh di luar lama-lama itu nenek!" Nesya melepas rangkulan Nenek dan beralih tangannya merangkul tubuh tua Nenek agar tak kedinginan.


"Kalian sudah makan?kalau belum biar tak suruh mbak di belakang nyiapin makanan buat kalian ya" Ujar Nenek saat sudah ada di dalam rumah.


"Tidak usah bu terima kasih,kalau kami lapar kami akan buat makanan sendiri.Kasihan mbak nya biar istirahat." sahut Ayah yang kini menatap bunda.


"Iya buk,tidak perlu kalau begitu kami akan naik ke kamar dulu ya."Pamit Bunda pada Nenek dan Nesya.


"Nesya kamu udah makan?mau nenek buatin teh atau apa gitu?" Tawar nenek pada Nesya.


Nesya menggeleng "Tidak usah nek,Nesya masih kenyang,tadi sempet makan pas waktu mau pulang.Oh iya nek kalau boleh hari ini Nesya mau tidur sama nenek boleh?" Tanya Nesya pada Nenek.


Nenek tersenyum lalu mengangguk "Boleh dong sayang,yaudah kalau gitu kamu bersih-bersih badan dulu nanti nenek ke kamar kamu ya nak!" Sambil menepuk lembut kepala Nesya.


Nesya bergegas ke kamar nya membersihkan diri.Ia sudah menunggu nenek beberapa menit,tapi nenek tak kunjung datang ke kamar nya.


Ia lalu keluar mencari keberadaan nenek. Nesya melihat nenek telah sampai di depan kamar Bunda,yang hanya berjarak 3 ruangan.


Nesya lalu menghampiri nenek lalu mengajaknnya untuk ke kamar nya,lebih tepatnya kamar Bagas.


Nesya sudah berebahkan dirinya di pangkuan nenek,dan nenek dengan lembut menepuk-nepuk kepala Nesya.


"Nek,Nesya boleh tanya sesuatu gak?" Ujar Nesya pada Nenek


"Boleh nak,kamu mau tanya apa?"


"Bagas itu orangnya gimana sih nek kalau di rumah,yah kan kalau yang aku tau dia itu cuek sama orang ya gak di kenal,tapi kalau sama aku manjanya minta ampun,kalau di rumah gimana nek?" Tanya Nesya panjang lebar.


"Bagas itu anaknya baik banget,sayang keluarga,suka melucu kalau di depan keluarga,pokok nya dia itu konyol banget deh,dan dia juga paling suka anak kecil.


Dulu waktu istri kakak pertamanya melahirkan dia kan masih di akademi tu.Lah Bagas waktu itu bertepatan sama dia dapet libur satu minggu.Kamu tau nak,dia satu minggu penuh itu gak pulang ke rumah ini,tapi dia pulang ke rumah kakaknya dan bantuin urus si kembar.


Pas dia di suruh pulang sama kakaknya dia gamau dan dia malah bilang gini sama kakaknya 'kak nanti kalau aku gak bantu kakak rawat si kembar terus si kembar sama siapa?,Lihat kak Zima masih kayak gitu kan kasihan,lebih baik kakak urusin kak Zima aja sampai pulih biar si kembar aku yang urus' begitu nak katanya.


Padahal disana udah di siapin 2 baby sister,ada orang tua Zima ada mertua kamu juga nenek tapi ia bersikeras buat bantu jagain si kembar.


Dan akhir nya waktu seminggu dia libur di habiskan buat jadi baby sisiter nya si kembar" Ucapan nenek di akhiri kekehan kecil saat menginggat kejadian dulu.


"Bagas tu emang perfect banget ya nek!mangkannya aku jatuh cinta dan sayang banget sama dia." Ujar Nesya


"Tapi kurangnya Bagas itu nak dia gampang banget cemburu,gak suka kalau barang atau sesuatu miliknya di pakai atau di pegang orang lain.


Tapi baiknya Bagas dia setia banget orangnya." Ujar nenek


"iya nek."


"Yaudah sekarang kamu tidur ya nak,udah malem!"Titah nenek pada Nesya sambil terus menepuk-nepuk lembut kepala Nesya.Dan tak lama Nesya sudah tertidur.


Selang beberapa waktu hp Nesya berbunyi,ternyata Bagas menelfon.Nenek langsung mengangkat nya dan mengatakan bahwa Nesya baru saja tidur.


Bagas lalu meminta Nenek untuk tidak membangunkan Nesya.Ia hanya ingin memberi kabar bahwa ia sudah sampai dalam keadaan selamat.Satelah berbincang cukup lama dengan Nenek,akhirnya Bagas memutuskan sambungan telfonnya.


Nenek lalu membenarkan posisi tidur Nesya lalu ikut merebahkan diri untuk beristirahat.




Di waktu yang sama tetapi di belahan bumi yang berbeda,Candra sedang berada di dalam mobil yang di kendarai Jordan.



Hari sudah larut tapi ia masih berada di jalan,karena hari ini dia baru selesai meeting dengan klien nya.Dan ia meeting di tempat yang paling ia benci yakni club malam,yah tapi mau bagaimana lagi memang di tempat seperti itu biasannya peejanjian bisnis terjadi.



"Jo,gak lebih baik aku saja yang menyetir?kamu tadi habis minum loh!"Tawar Candra menggantikan posisi Joshep karena tadi Joshep minum anggur.



"Tidak usah Cand,aku baik-baik saja kamu pikir aku anak kecil apa minum sedikit udah mabok?!" Sahut Jo sambil masih fokus mengemudi.



"ok kalau begitu." Lalu Candra memejamkan matanya mencoba untuk mengistirahatkan tubuhnya.



**Brukk**



Belum lama Candra memejamkan mata tiba-tiba ia merasakan bahwa mobil menabrak sesuatu.



"Jo kamu nabrak apa?" Candra sedikit panik




Candra juga menghampiri korban itu,seorang gadis cantik berjilbab yang sedang tergeletak sambil memejamkan mata.



"Mbak bangun mbak,mbak gak papa kan!?" Jo mencoba menepuk pipi gadis tersebut.



Gadis tersebut membuka matanya,seraya berujar


"Saya gak papa kok mas,saya tadi hanya syok karena hampir tertabrak!"Sambil mencoba berdiri di bantu Jo dan Candra.



"Saya minta maaf ya mbak,tadi saya kurang fokus nyetir nya!"Ujar Jo merasa bersalah.



"Iya mas gak papa kok,tadi saya juga nyebrang gak lihat-lihat"sambil menepiskan senyum di bibir nya.



Sedangkan Candra hanya terdiam memandangi gadis tersebut.


"Kamu Kiran kan?temennya Nesya di kampus?" Tanya Candra setelag mengenali wajah gadis tersebut.



"Eh,iya mas ini Candra kan yang sering di ceritakan Nesya!" Sahut Kiran setelah mengalihkan pandangan ke arah Candra.



"Wah kebetulan sekali ya,oh iya kalau begitu mari kita antar ke rumah sebagai bentuk peemintaan maaf kami karena sudah menabrak kamu!" Tawar Candra pada Kiran yang di angguki oleh Jo.



Sedangkan Kiran hanya tertunduk dan tidak menjawab.



Menyadari hal itu Jo langsung bertanya "Kamu kenapa diam saja?"



Kiran menegakkan kepalanya menatap Jo dan Candra "Sebenarnya tadi saya sedang kabur dari rumah bibi saya,karena sepupu saya mencoba melecehkan saya!" Ucap nya lagi kemudian menunduk tak lama terdengar suara isakan.



Jo dan Candra kemudian saling pandang memperhatikan Kiran yang sedang menangis.Mereka mencoba mencari tau apakah yang di katakan Kiran itu benar atau hanya bualan.



Setelah di teliti lagi ternyata baju bagian lengan Kiran sedikit terkoyak.



Tak pikir lama Candra langsung melepaskan jas nya dan memakai kan di tubuh Kiran



"Di luar dingin mari masuk ke mobil dan bicarakan semua,kamu tenang saja percaya pada kami!kami ini orang baik."Ujar Candra lalu mengajak Kiran masuk di kursi penumpang.



Sedangkan Candra duduk di depan bersama dengan Jo.



"Jadi kamu mau kami mengantarkan mu kemana nona?"Tanya Jo kemudian,Sedangkan Kiran hanya menggeleng.



Ia tidak tau harus pergi ke mana karena ia di kota ini hanya kenal dengan keluarga bibi nya.Dan sekarang ia telah kabur dari rumah bibinya dengan tak membawa apapun.


Sedangkan kedua orang tua nya sedang berada di luar negeri dan tak pernah memperdulikannya.



"Baiklah kamu ikut ke rumah kami,kamu tenang saja karena di rumah kami ada pekerja perempuan yang akan menemanimu." Putus Candra setelah melihat Kiran kebinggungan.



"Tidak perlu,pinjam kan saya uang lima pulub ribu saja,saya akan pergi ke kantor polisi untuk melaporkan kasus ini." Tolak Kiran



"Heyy nona,ini sudah malam tidak mungkin polisi mau mengurus kasus ini,lagipula kau tak punya kenalan di sini jadi ikut saja kami,besok kami akan mengantarkanmu membuat laporan!Bagaimana sepakat?" Jo mengajukan kesepakatan.



Setelah di Kiran berfikir dan akhirnya ia memutuskan ikut dengan Candra dan Johanes.Ia yakin ikut dengan mereka karena dulu Nesya sering menceritakan tentang kebaikan Candra.