Perfezione

Perfezione
Episode 14



"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA GANESYA PUTRI MAHARANI DENGAN MASKAWIN TERSEBUT DI BAYAR TUNAI" Terdengar Bagas mengucapkan Ijab kabul dengan lantang dan satu tarikan nafas.Nesya yang mendengar Bagas berhasil mengucapkan ijab kabul dengan lancar pun akhirnya lega.


"Bagaimana para saksi sah?" Pak penghulu


"Sah...." Ucap seluruh yang hadir dalam acara tersebut.


"Alhamdulillah....,Baik silahkan panggilkan pengantin wanita nya kita." Ucap Pak penghulu.


Tak lama Nesya pun keluar di dampingi Ibu,Kak Dewi dan Andin.Nesya nampak sangat cantik dengan kebayak putih dengan riasan adat jawa.


Satelah itu Nesya duduk di sebelah bagas.Pak Penghulu langsung membacakan do'a untuk kedua mempelai yang sedang berbahagia ini.Lalu setelah itu Bagas dan Nesya menandatangani surat nikah.Setelah itu Bagas dan Nesya saling menautkan Cincin kawin di jari manis kanan.Setelah itu Nesya pun mencium tangan Bagas sebagai bentuk/simbol kasih sayang dan rasa hormat Istri kepada Suami,dan di lanjut Bagas mencium kening Nesya sebagai bentuk/simbol kasih sayang.


Setelah acara Ijab Kabul selesai di lanjut dengan acara foto foto keluarga.Dan di lanjutkan dengan Upacara Pedang Pora(Karena Bagas adalah seorang TNI). sebelumnya Nesya dan juga Bagas sudah berganti pakaian.Bagas dengan seragam kebanggaannya dan Nesya menggunakan gaun pengantin berwarna biru dengan model moderen.


Upacara Pedang Pora telah selesai dilaksanakan.Setelah nya di lanjutkan acara sungkeman,lempar bunga,memberikan ucapan selamat kepada raja ratu sehari dan acara ramah tamah.


Waktu sudah menunjuk kan jam 7 Malam tetapi para tamu undangan belum juga habis.Entah berapa orang tamu yang di undang.Bagas dan Nesya pun hanya istirahat pada waktu sholat saja.Untungnya Nesya sedang berhalangan jadi MUA tidak perlu repot-repot mendandani ulang Nesya,MUA hanya perlu menambah dan memperbaiki riasan Nesya.


"Ya Ampun perasaan udah lama berdiri tapi tamu nya kok gak habis habis ya?" Ucap Nesya lirih.


"Kamu capek ya?kalau capek ga usah di paksain kamu istirahat aja dulu!Lagian acara nya selesai nya masih lama." Ucap Bagas Saat mendengar keluhan Nesya.


"Sedikit sih cuma kaki aku aja rada pegel,tapi gapapa aku kuat kok!" Sambil tersenyum ke arah Bagas.


"Beneran kuat?Nanti pingsan lagi!" Ledek Bagas


"InsyaAllah enggak,kan aku Istrinya tentara jadi harus kuat dong." Sambil menirukan gerakan POPAY


"Iya deh iya aku cuma gamau kamu nanti malem kehabisan tenaga!" Ledek Bagas lagi pada Nesya,Yang membuat pipi Nesya seperti kepiting rebus.


"Ih apaan sih Bagas" Ucap Nesya malu malu


"Eh kenapa muka mu gitu? Hayo kamu mikir mesum ya!wah wah wah gak nyangka aku kalau aku nikah sama perempuan semesum kamu!" Bagas pun semakin meledek Nesya


"Ehh eng..enggak aku gak mikirin itu kok" Jawab Nesya semakin malu.


"Terua kenapa pipi kamu merah gitu?" Semakin memojokkan Nesya


"Ihhh Bagas di bilang endak ya endak ngeyel banget sih..."


"Ya udah endak...." Ucap Bagas menyudahi perdebatan dengan Nesya karena melihat muka Nesya yang sudah seperti kepiting rebus.


"Kamu mau aku ambilin makan enggak?kelihatannya kamu lapar?" Tanya Bagas lagi pada Nesya.


"Nanti aja deh,Gak enak tamu nya masih rame,nanti kalau tamu nya udah sepi kita makan."


"Iya udah kalau begitu."


Acara terus berlanjut tak terasa sudah jam 10 Malam tamu undangan pun sudah benar benar habis tinggal keluarga dekat yang masih di dalam Aula hotel untuk mengisi perut atau sekedar berbincang bincang.


Sementara di sudut ruangan Bagas dan Nesya sedang makan sepiring berdua.Bagas dengan telaten menyuapi Nesya.


"Udah aku udah kenyang!Kalau kamu mau nambah nambah aja aku tungguin" Ucap Nesya sambil mengelap bibirnya dengan tisu.


Bagas pun pergi mengambil minuman untuk nya dan Nesya.


"Ini minumnya!" Seraya memberikan Gelas pada Nesya.


"Makasih Suami..." Nesya pun langsung menengguk habis minuman tersebut.


"Kalau sudah kita ke kamar yuk!Aku mau mandi badan aku lengket semua.Kamj juga pasti udah capek!"


Nesya pun mengangguk dan mengikuti Bagas masuk ke kamar mereka.


Setelah sampai kamar Bagas langsung bergegas ke kamar mandi. Sedangkan Nesya tengah menghapus riasan dan melepas gaun yang ua gunakan di bantu oleh Mbak mbak MUA yang tadi pagi.


Setelah Nesya selesai dengan riasannya tak lama Bagas pun keluar dari kamar mandi dengan baju tidur.Nesya pun langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Saat Nesya keluar dari kamar madi ia melihat Bagas yang masih belum tidur.Nesya lalu berbaring di sebelah Bagas.


"Kenapa lama sekali?" Ucap Bagas seraya memeluk Nesya dari samping.


"Kan aku mandi ya lama lah sayang...." sambil membalikkan tubuh menghadap Bagas.


"Kamu makin cantik kalau dari dekat" Puji Bagas


"Kamu juga!"


"Kamu capek gak Sya?" Tanya Bagas pada Nesya


"Lumayan sih.Kenapa kamu mau di pijitin?" Dengan polos nya Nesya menjawab begitu.


"Kalau kamu gak capek aku mau minta hak aku sekarang!" Sambil mengeratkan pelukan pada Nesya.


"Maaf ya sayang hari ini sampai tujuh hari ke deoan gabisa!" Ucap Nesya sambil mengelus elus pipi Bagas.


"Kenapa?" Sedikit kecewa


"Biasa perempuan kan istimewa sayang!" Ucap Nesya dan setah itu ia mencium pipi Bagas.


"Good night Suamiku"


"Good night Istri.."


Mereka pun terlelap dengan saling berpelukan.


**SEE YOU NEXT EPISODE😊


Salam Kasih Author😘😘😘**