
Mereka langsung merebahkan badan di atas kasur saat telah sampai di penginapan dekat pantai.
"Ternyata perjalanan kita lumayan jauh ya sayang,,lumayan menguras tenaga juga..heheh" Sambil memiringkan tubuhnya ke arah Bagas yang sedang tiduran terlentang.
"Iya lumayann,,tangan ku juga agak pegel"
Tanpa banyak bicara Nesya langsung duduk dan memijat lengan Bagas.
"Gausah sayang kamu kan juga capek!" Menghentikan pergelangan tangan Nesya yang sedang memijat.
"Gapapa sayang,,ini tuh udah tugas aku buat layanin suami,,lagian aku tadi kan cuma duduk jadi gak terlalu capek,kalau kamu kan nyetir jadi pasti capek banget."
"Itu mau kamu loh ya aku gak suruh badanku keras soalnya.nanti kalau kamu capek aku gamau mijitin kamu balik"Sambil memejamkan mata menikmati pijatan dari Nesya.
Setelah selesai memijat tangan kanan,Nesya beralih ke tangan kiri,kaki,pundak dan terakhir punggung Bagas.
Nesya memijat dengan penuh tenaga karena badan Bagas yang penuh otot membuat sedikit lebih keras.
Saat Nesya sedang memijat punggung Bagas tiba-tiba Bagas membalikkan tubuhnya,dan menarik tubuh Nesya sehingga ia terduduk di atas perut kotak-kotak milik Bagas.
"Ihhh...Bagas apa-apaan sih,kan belum selesai mijatnya."Berkata agak keras karena sedikit terkejut akan perliaku Bagas yang tiba-tiba.Tapi saat itu juga rona wajah merah bersemu di pipi Nesya.
"Memang belum,aku mau kamu mijat bagian depan" Sambil menepuk-nepuk dada bidangnya.
Nesya masih tak bergeming,ia masih setia dengan posisi duduk di atas kontrakan kecil di perut Bagas.Ia memandang lekat-lekat tubuh Bagas.
Kulit yang putih,mulus dan juga sangat berotot.Membuat Nesya sejenak berpikir bagaimana seorang tentara yang kehidupannya di hutan,dan lautan juga sering terpapar sinar matahari bisa memiliki tubuh sesempurna ini.Dan ia amat bersyukur bisa menikah dengan salah satu Abdi Negara ini.
"Heyy liurmu..."Ucapan Bagas yang membuat Nesya terpaksa menghentikan lamunanya,,dengan refleks dia mengusap bibir bagian bawahnya.
"Hahahaahaha...."Tawa Bagas menggelegar di seluruh ruangan kamar.
Ya Tuhan aku dikerjai Bagas....Bisa-bisa nya aku melamun tadi....Dasar bodoh.
Nesya pun akan bangkit dari posisinya,tapi gerakannya kalah cepat dengan Bagas.Bagas menarik tangannya dan membuat Nesya terbaring di bawah Bagas.
"Sayang minggir aku mau mandi" sambil mendorong pelan dada Bagas.
"Kamu mandi nanti saja,sekarang aku mau memakanmu." Dengan nada seksi
"Tapi aku belum selesai,dan ak......,,Mmappphh"
Ucapan Nesya seketika berhenti saat bibir lembut Bagas bersatu dengan bibir ranum milik Nesya.Bagas melakukannya dengan pelan dan agak kaku,karena ini juga pertama kalinya untuk Bagas.
Tapi ia berusaha membuat Nesya menikmati ciumannya,dan menggimbangi nya.Mereka berhenti sejenak saat mulai kehabisan nafas.
Bagas menarik dagu Nesya dan tersenyum,lalu berucap
"I Love You,,Bu.Persit" lalu melanjutkan ciumannya dengan Nesya.
Ciuman yang semula lembut,kini semakin menuntut,membuat mereka tenggelam dalam kenikmatan ciuman yang saling menghangatkan,dan mengalirkan rasa cinta yang tak bisa di ungkapkan dengan kata.
Ciuman Bagas beralih pada leher jenjang milik Nesya,memberikan kecupan cinta dan tanda kepemilikan disana.Membuat tubuh Nesya mengeliat merasakkan sentuhan Bagas yang sangat lembut.
"Ehmmmm...." Tanpa sadar Nesya mengeluarkan desahan lembut dari bibir nya,membuat Birahi Bagas memuncak dan ingin segera melakukan penyatuan,tapi Bagas sadar tidak bisa melakukan semua itu sekarang.
Tetapi tidak membuat Bagas menghentikan aktifitas nya.Tangannya sudah mulai menyusup masuk ke dalam kaos Nesya.Meraba-raba perut Nesya dari bawah hingga akhirnya menemukan dua buah benda sintal milik Nesya.
Ia meremas pelan milik Nesya tapi tidak melepaskan ciumannya.Nesya hanya menikmati sambil menjambak pelan rambut Bagas.
"Ehemmmmm..."Desah Bagas dan Nesya,saat merasakkan kenikmatan bercinta.
Bagas tiba-tiba bangun dari posisinya.Ia sudah merasai bahwa milik nya sudah tidak akan mampu bertahan jika ini diteruskan.Nesya yang melihat Bagas bangkit pun ikut bangkit dan duduk di sampingnya.
"Kenapa sayang,apa ada yang salah denganku?" Tanya Nesya binggung.
"Tidak sayang,kamu sempurna tapi kita tidak bisa melakukannya sekarang,kita lakukan lain kali ya" Sambil mengelus pelan puncak kepala Nesya dan mencium nya.
"Maaf ya sayang,karena aku keinginan kamu jadi tertunda"
"Gapapa sayang,mungkin memang belum waktunya.Bukan salah kamu,Kalau gitu aku mandi dulu ya..."Beranjak bangkit menuju ke kamar mandi.
Di kamar mandi Bagas mencoba menenagkan diri lalu mandi.
"Kenapa aku bisa seceroboh ini,kalau sudah begini siapa yang susah?
Sabar sabar Bagas semua pasti ada waktunya.Kalau Nesya udah selesai mau siang kek malam kek aku pasti bakal langsung makan dia
Mungkin ini belum saatnya,ok dia istrimu kapanpun kamu mau kamu bisa mendapatkannya,setelah dia selesai tentunya."
Sedangkan Nesya menunggu Bagas selesai mandi sambil memandangi diri sendiri di depan cermin.Memperhatikan tanda yang ditinggalkan Bagas membuatnya tersipu malu dan tertawa sendiri.
"Aku tau kamu seneng dan kecewa ini tertunda,tapi aku janji lain kali akan menuntaskan semua nya sampai akhir dan membuatmu puas."
Suara Bagas yang entah sejak kapan keluar dari kamar mandi san memperhatikan kelakuan istrinya,yang sedang malu-malu sendiri.
Bagas melangkah mendekatinya.Neysa pun berdiri lalu berujar.
"Aku menunggu hari itu sayang"Sambil berjinjit berucap tepat di telinga Bagas dengan nada menggoda lalu pergi begitu saja ke kamar mandi setelah menjatuhkan bom di hati Bagas.