
Senja datang dengan indahnya semburat mega merah yang terpancar karena sinarnya membuat rasa hangat bagi yang menikmatinya.
Membuat semua ingsan takjub akan pesonanya yang indah.
Tak terkecuali Bagas dan Nesya yang sedang mengantarkan sang surya kembali ke peraduannya.
Menikmati pesona keindahan yang disuguhkan alam,dan menikmati romansa cinta yang sedang berkembang.
Hembusan angin dan suara deburan ombak pantai semakin membuat suasana menghangat,di tambah dua sejoli yang sedang di mabuk asmara.
"Sya....I Love You" Ucap Bagas sambil menatap Nesya yang sedang menikmati senja.
Nesya menoleh ke arah Bagas yang sedang menatap lekat Nesya.Entah datang dari mana kebranian Nesya.
Ia memegang pipi Bagas lalu mengecup lembut bibir Bagas.
"I Love you suamiku.Aku sangat sangat mencintaimu lebih dari diriku sendiri"
"Terimakasih sayang kamu sudah mencintaiku,aku harap kamu bisa setia denganku sampai hembusan nafas terakhir ku."
Ucap Bagas langsung memeluk Nesya dengan erat.Mereka pun saling berpelukan di saksikan senja.
Malam Hari Di Kamar
Nesya dan Bagas sedang duduk di balkon kamar,menatap langit yang cerah,bertaburkan bintang.
Nesya yang sedang memainkan dog tag Bagas sambil menempelkan kepala nya di dada bidang Bagas.
Bagas dengan lembut mengelus kepala Nesya sambil sesekali menciuminya.
"Sayang kalung ini buat apa sih gunanya?"Tanya Nesya menatap Bagas dan mengoyang-goyangkan kalung yang ia pegang.
"Ini kalaung identitas sayang,jadi nanti seumpama kita ada sesuatu kita bisa dikenali dari kalung ini.Dan biasannya kalau ada misi penting kalung ini harus dilepas.
Biasannya juga kalau ada misi penting kita para prajurit akan membuat surat wasiat jika mati dalam medan pertempuran maka surat itu akan diberikan pada keluarga.
Jadi kalau aku kenapa-napa dalam tugas orang yang pertama kali dapat surat wasiat dari aku kamu."
Jelas Bagas pada Nesya panjang lebar.
"Sayang aku kan cuma tanya soal kalung,aku gak nanya soal tugas kamu dan aku gamau tau,pokoknya kalau kamu tugas penting dan berbahaya kamu harus janji sama aku kalau kamu bakalan terus hidup titik aku gamau kehilangan kamu sayang"
Nesya memeluk Bagas erat seolah tak mau kehilangan.Entah rasa apa yang dirasakan Nesya setelah suaminya berucap demikian.
Tiba-tiba ada rasa takut kehilangan,rasa takut dibtinggal pergi yang menyeruak ke dalam hati Nesya.
"Iya sayang aku janji aku bakal selalu berusaha pulang dengan selamat,aku akan selalu berusaha dan berjuang tetap hidup apapun kondisinya agar tetap bisa bersamaamu."
"Kamu janji ya gabakal ninggalin aku,karena kalau kamu berani ninggalin aku,aku gak akan pernah maafin kamu."
Ucap Nesya yang masih berada dalam pelukan Bagas.
"Iya sayang ku cintaku hidup ku,tapi kamu juga harus janji kalau kamu bakalan setia sama aku saat aku tinggal pergi tugas.Karena kan kamu cantik nihh pasti nanti banyak orang-orang yang deketin kamu,apalagi kalau kamu jadi guru di SMA pasti di sana murid-murid sama gurunya juga pasti godain kamu,inget ya kamu gaboleh genit sama mereka." Peringatan Bagas diberikan pada Nesya.
"Mumpung lagi gaada suami aku genit ahh,mau liat apa suamiku marah liat aku genit ama mereka!"
Ucap Nesya yang juga mengoda Bagas.
"Aku percaya kalau kamu gak akan genit sama mereka,tapi kalau sampai itu terjadi aku bakalah hajar mereka sampai \*\*\*\*\*,bisa-bisa nya godain istri ku."
"Hahahha itu tidak akan terjadi sayang,aku akan setia padamu selamanya.Tapi kalau seumpama itu terjadi apa yang akan kamu lakuin sama orang yang genitin aku?"
"Aku akan lepaskan anjing liar biar gigit dia,habis itu aku doain biar dia cepet dapet istri yang baik biar gak gangguin istri orang lagi!"
Ucap Bagas dengan nada beecanda.
"Ihhh jahatnya suamiku...."dengan nada manja kepada Bagas
"aku sayang banget sama kamu,kita harus selalu bersama apapun yang terjadi,dan yang paling penting jangan ada orang ketiga diantara kita"