
Hari kelulusan Nesya tiba,ia sangat bahagia karena akhirnya bisa menyelesaikan pendidikan nya.Kedua Orang Tua Nesya pun sangat bangga dan bahagia karena Nesya mendapat nilai memuaskan.
Nesya juga sangat bahagia karena di hari bahagia ini semua orang terkasih menemaninya.Ada Ibu dan Bapak Nesya,ada Kak Andri dan Kak Dewi,Candra,dan juga Bunda.Lalu dimana Bagas?yah dia sedang berhalangan hadir karena ada urusan pekerjaan begitulah yang di Ucap kan Bagas pada Nesya.
Saat ini Nesya sedang melakukan sesi foto foto dengan keluarga dan teman temannya,Tak lupa Candra yang ingin minta foto berdua dengan Neysa sebagai kenang kenagan karena setelah ini Candra akan menetap di Papua untuk membangun usaha di sana.
"Sayang ya Bagas ga dateng padahal gua pengen kita foto bertiga pas kayak jaman SMA dulu." Ucapan Candra yang membuat Nesya agak sedih.
"Iya sayang banget, padahal gua juga pengen foto bertiga kek jaman SMA biar bisa di before after!" Balas Nesya sambil membayangkan wajah SMA mereka.Candra pun hanya menepuk bahu Neaya sambil berucap"Sabar Nes."
"Saya hanya telat bukan berarti saya gak datang." Ucap Bagas yang entah muncul dari mana sambil membawa boneka besar lalu di berikan lada Nesya "Ini untukmu!"
"Makasih Bagas,tapi kenapa tiba tiba dateng?Katanya ada urusan pekerjaan."Nesya
"Iya tadi aku ijin sebentar, ini buktinya aku masih pakek baju dinas!" Ucap Bagas seraya tersenyum manis pada Nesya.
"Ehemm......,Serasa jadi nyamuk gua." Cletuk Candra menyadarkan dua orang yang sedang kesemsem ini.
"Eh lupa kalau ada elo.Maaf ya Ndra!" Ucap Nesya sambil mengacungkan jari 'Piss'
"Yaudah kalau begutu kita langsung foto yuk!" Ajak Candra pada bagas dan Nesya.
Mereka bertiga pun melakukan foto bertiga.Tak lupa Bagas dan Nesya juga foto berdua.
Setelah itu mereka semua makan di salah satu restoran yang sudah di pesankan Candra khusus untuk hadiah wisudah Nesya juga untuk pesta perpisahan karena Candra akan menetap di Papua.
Candra memesan meja panjang yang memang di peruntukan untuk acara makan banyak orang/pesta.
Setelah mereka sampai makanan terbaik langsung datang karena Candra sudah memesan makanan terbaik di restoran ini.Mereka makan bersama sambil di iringi obrolan obrolan santai.
Setelah selesai makan Candra pun memukul gelas agar perhatian semua orang di meja tersebut tertuju padanya.
"Baik saya meminta perhatian nya sebentar!" Ucap Candra ketika semua orang fokus padanya.
"Kamu mau ngomong apa nak kok kayak serius banget?" Tanya Bu Fatma.
"Iya Bu ada hal serius yang ingin saya sampaikan pada kalian semua!jadi saya sengaja mengajak kalain semua makan di restoran ini karena yang pertama syukuran atas kelulusan saya dan Nesya,kedua syukuran merayakan persahabatan Saya,Bagas juga Nesya dan yang ketiga ini adalah pesta perpisahan saya." Ucap Candra sambil menahan tangis saat mengucapkan kata pesta perpisahan.
"Ha?Maksud lo apa Ndra?Lo mau kemana?Apa lo sakit terus dokter bilang kalau umur lo gak lama lagi jadi lo buat pesta ini?Apa lo mau keluar Negeri?"Tanya Nesya beruntun sambil mata berkaca kaca.
" Lo itu Nes,ngerusak momen yang udah mellow aja"Ucap Candra sambil melirik sinis Nesya.
"Tapi menurut Bunda Candra kayaknya sehat deh mungkin dia mau pindah untuk melanjutkan belajarnya di luar negeri!" Bunda yang agak ngeri mendengar asumsi Nesya.
"Iya dek mulut mu itu loh dijaga,jangan asal njeplak kalau ngomong!" Kak Andri menimpali.
"Habisnya Candra tiba tiba ngomong perpisahan aku kan jadi takut,karena Candra gak pernah cerita kalau dia sakit atau apa gitu!" Nesya
"Betul itu.Silahkan Nak lanjutkan kalimat mu tadi!" Pak Suryo menimpali.
"Jadi begini benar kata Bunda kalau saya akan pindah, tetapu saya pindah bukan untuk melanjutkan belajar saya tetapi saya akan pindah Ke Papua untuk membuka bisnis di sana,dan rencananya saya akan menetap disana.Mungkin saya akan jarang pulang Ke Jakarta jadi saya membuat pesta ini." Ucap Candra menjelaskan
"Apa lo bakalan pindah?dan lo gak ngasih tau gue?Wah hebat banget lo ya!Padahal gua selalu cerita sama lo."
Ucap Nesya dengan nada kesal bercampur kecewa dan mata berkaca kaca.Bagas memegang pundak Nesya berusaha menenangkan seraya berkata"Kamu jangan marah dulu Nes mungkin Candra punya alasan sendiri!"
"Saya punya alasan kenapa saya pindah secara mendadak,tetapi saya minta maaf karena tidak dapat memberitahu alasan saya karena ini bersifat pribadi.Dan saya sangat sangat minta maaf kepada kalian semua karena sepeetinya saya tidak akan menghadiri acara pernikahan Nesya dan Bagas dan ini hadiah dari gua buat lo Nes ini untuk Bagas dan yang ini untuk kalian!" Jelas Candra
"Jahat lo Ndra!tega lo gak ngehadirin acara paling bahagia gua!" Ucap Nesya yang sudah menangis dan memeluk Bagas.
"Bagas bilangin sama Candra hiks hiks aku gapapa kalau dia pindah tapi hiks tolong minta dia hadir di acara pernikahan hiks kita nanti dia itu sahabat kita Bagas walaulun dia nyebelin Tapi dia harus datang di pesta pernikahan kita hiks hikss...,aku ga butuh hadiah dari dia aku cuma butuh kita bisa berbagi kebahagiaan sama Candra saat pernikahan kita hikss..."
Bagas pun mengelus pundak Nesya seraya menenangkannya.
"Mungkin kalian butuh waktu berdua buat ngobrol" Ucap Bagas setelah dirasa Nesya sudah tenang."Kamu bicara dulu berdua dengan Nesya kami akan tunggu disin"ucap Bagas pada Candra.
Nesya dan Candra pun pergi ke taman restoran, mereka duduk di bangku kayu.Nesya yang masih sesikit sesenggukan mulai mendongakkan wajah menatap tajam Candra.Dan orang yang ditatap malah menunjukkan ekspresi datar nya dan tetap terdiam.
"Jelasin" Ucapan singkat Nesya pada Candra
"Jadi sebelum nya gua minta maaf Nes kalau gua gak ngasi tau lo soal ini,bukan maksud gua nipu lo atau apa,tapi gua cuma gamau lo kepikiran,lagian kan lo kemaren kemaren lagi sibuk skripsi dan akhir akhir ini lo juga lagi sibuk ngurusin berkas nikahan lo sama Bagas."
Penjelasan Candra
"Tapi gak gini cara nya kalau lo bilang dari kemaren kemaren kan gua bisa bujuk loh buat bisa dateng ke nikahan gua!Gua mau semua orang yang gua sayang bisa dateng.Dan lo tau gua udah siapin baju khusus buat lo pakek di acara nikahan gua Ndra......!!!!"Marah dan menahan Tangis.
" Gua minta maaf Nes,tapi ini udah kelutusan gua.Dan gua harap sebagai sahabat lo dukung dan hargai kelutusan gua."Candra
"Ok kalau memang itu keputusan lo gua bakal dukung." Menarik nafas lalu kembali berujar."Tapi gua ada permintaan sebelum lo pergi!gua minta lo luangin satu hari buat jalan sama gua dan Bagas.Anggap aja ini kado pernikahan gua." Nesya.
"Maaf Nes tapi gua gak bisa penuhi permintaan lo,karena gua berangkat nanti malam." Ucal Candra sambil tertunduk sedih.
"Gila lo jahat banget sih lo ama gua!!!" Sambil memukuli Candra.Candra pun langsung memeluk Nesya berusaha menenagkan emosi sahabatnya itu.Nesya pun kembali menangis di sela tangisan nya dia berujar "Lo kenapa sih jahag banget,gua hiks cuma pengen lo menghabiskan waktu lo hiks sebelum lo berangkat hiks sama gua dan Bagas Tapi kenapa lo gak bisa nurutin kemauan kecil gua." Maaf hanya itulah yang bisa di ucapkan Candra.
Tak lama Bagas datang dia juga ikut menenangkan Nesya yang masih sedih dan mencoba memberikan pengertian.akhirnya Nesya paham dan mau mengerti.
"Nes,Bagas kalau begitu gua pamit ya gua belum berkemas." Pamit Candra tetapi langkahnya terhenti saat Nesya berucap "Tunggu dulu!" Candra pun berbalik menghadap Nesya dan Candra."Lo ikut gua ke rumah,gua mau kasih baju nya ke lo sekarang."
Candra pun mengiyakan keinginan Nesya.Candra Nesya juga Bagas pulang untuk mengambil baju yang di buatkan Nesya untuk Candra.sedangkan keluarga yang lain pergi ke butik untuk memilih kain yang akan di gunakan keluarga besar saat pernikahan Bagas dan Nesya.
**SEE YOU NEXT EPISODE Kakak Pembaca
*Salam Kasih Authorπππππππ***