
Paginya Nenek memberitahu Nesya bahwa semalam Bagas telpon dan mengabarkan bahwa ia dalam keadaan baik
Sehat walafiat.
Dan nenek juga memberitahu Nesya bahwa Bagas telah mengirimkan voice note untuk Nesya.
Setelah mengatakan itu Nenek keluar kembali ke kamarnya untuk membersihkan badan.
Sedangkan Nesya memilih duduk di balkon.Ia mendudukkan dirinya lalu mengecek pesan yang dikirim oleh Bagas.
Ia membuka satu persatu pesan Bagas
"Asalamualaikum Istriku sayang,aku hanya ingin mengabarkan bahwa aku sudah sampai di kota X dengan selamat.
Maaf aku yang melarang nenek agar tidak membangunkan mu tidur.Oh iya aku juga ingin memberitahumu kalau untuk beberapa minggu ke depan aku akan sulit dihubungi.
Dan kalau kamu merindukanku dengarkan saja lagu yang sudah ku nyanyikan.
Ingat buka jika kamu memang sudah benar-benar tak bisa menahan rindumu ok.Karena kalau kamu membuka sekarang kamu akan semakin rindu denganku.
Jaga dirumu baik-baik ya sayang aku mencintaimu"
^^^23.17^^^
Nesya tersenyum setelah menerima pesan dari Bagas,di dalam hatinya ada kelegaan karena Bagas sampai dengan selamat,tetapi hatinya juga sedikit kecewa karena untuk beberapa minggu ke depan akan susah berkomunikasi dengan suaminya.
"Apakah aku sanggup menahan rindu padamu yang tak kunjung temu!" Gumam Nesya dalam hati.
Ia lalu melihat voice note yang di kirim Bagas.Jarinya hendak memutar voice note tersebut,tapi gerakannya tiba-tiba berhenti karena teringat pesan Bagas.
Akhirnya yang terjadi hanyalah ia membintangi pesan tersebut.
Nesya menghela nafas ia berdiri menatap langit seraya berucap pada dirinya sendiri.
"Ok Nesya kamu bisa,sekarang tugasmu hanya mendo'a kan Bagas agar ia selalu dalam lindungan Allah,dan sekarang kamu harus mencari kesibukan agar tak terlalu sedih dan kesepian." Setelah di rasa cukup Nesya kembali masuk dan bergegas membersihkan diri.
Saat hampir waktunya sarapan ia turun dan membantu bibi mempersiapkan meja untuk sarapan.
"Pagi Kak!" Sapa Resyakila kepada Nesya,di belakang nya diikuti Mbak Sisil dan anggota keluarga yang lainnya
"Pagi dek!"Balas Nesya sambil melempar senyuman
"Pagi semua!" Lanjut Nesya menyapa anggota keluarga lain.
Mereka sudah duduk di posisi masing-masing.Makan dengan tenang tanpa ada yang berbicara.
"Ok aku sudah selesai,aku berangkat ya!" Ucap Resyakila saat ia sudah menandaskan makanan yang ada di piringnya.
Saat ia hendak melangkah Ayah berujar "Dek,kamu gak bareng ayah saja?memang kamu mau berangkat sama siapa?"Cerca Ayah pada putri satu-satunya itu.
"Enggak yah aku mau barengan sama temen aku,udah janjian dia udah nunggu tuh didepan!" Saut Kila sambil menunjuk arah pintu.
Ayah mengangguk dan kembali berujar"Yaudah hati-hati ya dek!"
Resyakila mengangguk lalu berpamitan pada seluruh anggota yang ada disana.
satu persatu anggota keluarga sudah selesai dengan sarapannya.Kini tingal Nenek,Bunda dan Nesya yang sedang membereskan meja makan.
Nesya pun mulai membuka pembicaraan,lebih tepatnya dia akan meminta ijin untuk wawancara di salah satu SMA yang dulu ia pernah memasukkan lamaran kerja.
"Bunda,Nenek nesya mau bicara!boleh?" Seray menatap Bunda dan Nenek
"Iya nak bicara saja kenapa harus sungkan begitu"Jawab Bunda sambil tersenyum pada Nesya.
Nesya pun sejenak mengatur nafasnya,entah kenapa ia merasa gugup "Jadi---Ehem 'ia berdehem sejenak sebelum kembali berujar
Nesya mau minta ijin hari ini jam 9 ada wawancara kerja di salah satu SMA,apakah Nesya boleh pergi?"
Di luar dugaan Nesya ternyata Bunda dan Nenek sangat mendukung keputusan Nesya dan mereka mendo'a kan agar Nesya bisa lolos,dan bisa menjadi tenaga pengajar disana.
Saat ini Nesya sudah sampai di SMA PELITA JAYA,Salah satu SMA terkenal di kota itu.
Dia melangkah menuju ruangan kepala sekolah untuk melakukan wawancara.
sejenak sebelum mengetuk pintu ia menarik nafas menghilangkan guggup dalam dirinya."Bunda seneng kalau kamu nanti kerja,setidaknya kamu tidak akan bosen dirumah jadi semangat ya sayang!" Ia mencoba mengingat kata-kata bunda sebelum ia pergi tadi.
tok..tok..tok..
Nesya mengetuk pintu tiga kali di depan ruangan bertulis Kepala Sekolah.
Tak lama terdengar jawaban dari dalam mempersilahkannya untuk masuk.
Seorang kepala sekolah perempuan dan wakil kepala sekolah seorang pria muda yang akan mewawancarai Nesya kali ini.
Nesya di persilahkan duduk lalu ia memperkenalkan diri
"Selamat siang Bu,Pak,saya Ganesya Putri Maharani bisa dipanggil Nesya Bu!"Dengan sopan ia menjabat tangan kedua orang di hadapannya.
"Baik,perkenalkan saya Bu.Liliana Kepala sekolah disini,dan ini Pak Nathan wakil kepala sekolah disini!" Bu.Liliana memperkenalkan dirinya sekaligus wakil kepsek
Setelah saling memperkenalkan diri,sesi wawancara langsung di mulai,cukup lama sekitar 30 menit sesi wawancaranya.
"Baiklah Bu.Nesya selamat bergabung di sekolah ini!Untuk jadwal selanjutnya silahkan bicarakan dengan Pak Nathan!" Mereka berjabat tangan,lalu Nesya mengikuti Nathan pergi ke ruang tata usaha.
"Pak Didik,ini guru Bahasa.Indonesia kita yang baru namanya Bu.Nesya,yang akan menggantikan Bu.Maria.Untuk Jadwal nya langsung saja Jadwal Bu.Maria di gantikan kepada Bu.Nesya!"
Ucap Nathan kepada Pak Didik saat sudah di ruang tata usaha.Sedangkan Pak Didik langsung mengerjakan tugasnya.
"Bu.Nesya anda tunggu di sini sampai jadwal nya selesai nanti kalau sudah anda bisa pulang.Dan untuk langkah selanjutnya pihak sekolah akan menghubungi anda.Kalau begitu saya permisi dulu!"
Saat Nesya berdiri dan hendak bersalaman,tapi Nathan malah langsung mengangguk dan berbalik meninggalkan Nesya tanpa menyambut uluran tangannya.
"Bu.Nesya jangan ambil hati dengan sikap Pak.Nathan,beliau memang orang nya agak kurang peka,tapi sebenarnya dia baik kok."
Ujar Pak.Didik sambil menyerahkan jadwal yang baru kepada Nesya.
Sedangkan Nesya mengangguk memaklumi sikap Nathan.Sebelum pulang ia diantar Pak.Didik untuk berkenalan dengan guru-guru yang lainnya.Seharusnya ini adalah tugas Nathan tapi entah kemana orang itu pergi.
Saat hendak pulang Nesya juga masih sempat berbincang dengan Bu.Maria orang yang akan dia gantikan posisinya sebagai pengajar disini,karena ia sedang mengandung dan suaminya memintanya berhenti bekerja.
"Di sini memang sekolah elit bu,murid nya semua rata-rata dari kalangan menegah keatas.Tapi ya begitulah keadaan murid-murid di sini lumayan susah diatur.Apalagi di kelas 12-C Ips,wah disana sungguh luar biasa murid nya!jadi Bu.Nesya yang betah ya jadi pengajar disini!" Ucapan Bu.Maria kepad Nesya sebelum Nesya menjadi semakin tertantang.