
3 jam perjalanan udara mereka lalui, sekarang ia sudah berada di mobil menuju ke pulau X. Nesya hanya diam membisu selama di perjalanam, sedangkan Killa sudah menangis sesengukan di pelukan Candra.
"Sabar dik, Bagas pasti baik-baik saja. Aku yakin itu," ucapan Candra menenangkan Killa yang masih menangis. Kanaya menarik tubuhnya, ia mengusap air mata yang merembes di pipinya.
Killa menoleh pada Nesya yang duduk di sebelahnya, ia menepuk bahu kakak iparnya itu memberi kekuatan dan keyakinan bahwa Bagas baik-baik saja.
"Dimana Suami saya pak?" tanya Nesya kepada anggota tim sar yang bertugas.
Anggota tim sar pun hanya menggelang, ia mulai menjelaskan bahwasannya proses pencarian masih dilakukan, sekarang mereka sedang fokus mencari titik jatuhnya helikopter tersebut. Di karenakan cuaca yang kurang mendukung, menyebabkan proses pencarian titik jatuhnya helikopter pun terkendala.
Bahkan hingga tiba waktu matahari kembali keperaduannya, proses pencarian masih belum bisa berjalan lancar karena terkendala cuaca.
"Nesya, kamu makan dulu ya! Tadi siang kan kamu cuma makan sedikit jadi sekarang kamu makan ya daripada sakit." Bujuk Candra kepada Nesya.
"Iya kak, kakak makan dulu ya sekarang biar tidak sakit. Nanti kalau kakak sakit siapa yang bakalan nyambut kak Bagas kalau dia udah ketemu?"
Mendengar ucapan Killa, Nesya pun mulai menoleh ke arah makanan yang dibawa Candra, dengan pelan ia mulai menyuapkan nasi kedalam mulutnya. Walaupun ia tidak berselera, ia tetap memaksakan makanan masuk ke dalam perutnya.
Melihat Nesya dan Killa sudah mulai makan, Candra bergegas ke luar tenda untuk mencari informasi lanjutan tentang proses pencarian.
"Bagaimana pak, apakah ada perkembangan?" tanya Candra pada kepala tim sar yang ada di lokasi.
"Titik jatuhnya helikopter sudah ditemukan pak, dan sudah ada beberapa barang yang sudah ditemukan dan teridentifikasi pemiliknya."
"Untuk korban penumpangnya pak, apakah ada kabar baik?"
"Saya berharap semua korban bisa selamat pak, mengingat penumpang helikopter ini adalah anggota TNI. Tapi kami juga belum bisa memastikannya karena proses pencarian juga masih terus dilakukan."
Penjelasan yang diberikan oleh kepala Tim sar sedikit membuka secerca harapan Candra untuk keselamatan sahabatnya itu, dalam hati ia selalu merapalkan doa agar Bagas bisa selamat dan dapat berkumpul dan bertemu kembali dengan keluarganya juga orang terkasihnya.
"Bagaimana Candra? Apakah ada kabar mengenai Bagas?" tanya Nesya cepat tatkala melihat candra memasuki tenda. Tenda yang sengaja dibuat untuk tempat peristirahatan sementara.
Candra duduk, ia menjelaskan kembali informasi yang ia dapat dari kepala tim sar di lokasi tadi.
"Sekarang yang bisa kita lakukan hanya berdoa agar Bagas bisa segera dutemuka dalam keadaan sehat."
***
Tengah malam suara riuh terdengar dari tim sar dan regu penyelamat lainnya. Terdengar teriakan dari sana sini yang menginfokan telah ditemukan 2 korban dalam keadaan selamat dan 3 korban meninggal dunia.
Nesya yang mendengar suara riuh pun terbangun dari tidurnya yang baru beberapa menit itu.
"Kak Nesya mau kemana?" tanya Killa saat tahu Kakak iparnya hendak keluar dari tenda.
"Tapi kak Candra sudah kesana kak, kita tunggu saja sampai kak Candra kembali. Di luar cuaca sangat dingin kak, jadi baiknya kita tunggu saja!"
Killa mengehentikan perverakan Nesya dengan kalimatnya.
"Tapi kakak ingin mengetahui kabar jelas Bagas dik." Nesya ngeyel ingin tetap melibat para korban yang sudah ditemuka tersebut.
"Baiklah, aku ikut kakak. Nih pakai jaket dulu kak, cuaca diluar sangat dingin!" ucap Killa seraya menyerahka jaketnya
Mereka bergegas mencari tempat dimana korban selamat, sesampainya disana mereka harus menelan kekecewaan karena ternyata tidak ada Bagas di sana, dan korban selamat pun segera dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan karena mereka mengalami dehidrasi.
Merkea juga mengecek nama korban tidak beruntung, dan tidak ada nama Bagas disana.
"Kita kembali ke tenda yuk kak, cuaca makin dingin dan sepertinya akan turun hujan. Pasti kak Candra cemas karena kita tidak ada di tenda!"
Killa mengajak Nesya kembali ke tenda, dan ternyata benar Candra sedang panik mencari keberadaan mereka.
"Kalian dari mana saja?" tanya Candra
"Tadi kak Nesya ingin memastikan apakah kak Bagas sudab ditemukan atau belum, jadinya kami cek sendiri ke sana." Terang Killa pada Candra.
Candra menghela nafasnya, ia tadi sempat panik saat melihat Nesya dan Killa tidak ada di tenda.
"Baiklah kalau begitu, sekarang kalian ikut aku ya!"
"Kemana?" tanya Nesya kemudian
"Aku tadi sudah carikan penginapan di dekat sini. setidaknya malam ini kalian bisa tidur nyaman dan tidak kedinginan, daripada kalian tidur di tenda."
"Tapi nanti-"
"Ayolah Nesya kamu menurut denganku kali ini saja, angin pantai malam tidak baik buat kesehatan. Lagi pula Bagas tidak akan senang bila melihatmu kedinginan."
Hanya dengan mendengar kalimat 'Bagas tidak akan senang' membuat Nesya langsung bergegas mengikuti Candra untuk ke penginapan yang telah di pesan.
Turut bedruka atas karamnya KRI Nanggala🙏
Percayalah mereka tidak karam, mereka hanya memilih menjaga negara di dasar lautan.
#PrayForKRINanggala402🙏