
Sang surya menyapa penghuni bumi melalui kehangatan sinarnya.Membuat pagi hari penghuni bumi menjadi cerah karena sapaan sang surya yang menghangatkan udara dan menghangatkan perasaan para penerima cahyanya.
Tak terkecuali Nesya dan Bagas yang sedari pagi sudah bersiap akan jalan-jalan di sekitar pantai.Meskipun bukan pertama kali mereka pergi ke pantai berdua tapi kali ini statusnya berbeda,mereka sudah menjadi suami istri.
Yang paling semangat jalan-jalan kali ini adalah Bagas.Sejak usai sholat subuh dia sudah membangunkan Nesya dan menyuruhnya agar segera bersiap.Karena menurutnya Nesya kalau bersiap sangaf lama.
"Sayang kamu pagi-pagi udah bangunin aku heboh sendiri suruh cepet mandi lah itu lah! kamu semangat banget ya hari ini,biasannya kalau liburan kamu paling males." Nesya menggandeng tangan Bagas dan berjalan menyusuri pantai yang masih sepi pengunjung.
Jelas masih sepi karena waktu masih menunjukkan pukul 7 pagi.Sebelum mulai jalan-jalan mereka mampir untuk sarapan di salah satu warung yang sudah buka.
"Dihh Perawan kok males malesan apaan itu gak keren!" Ucap Bagas mengejek Nesya.
"Ehhh Tuan Bagas yang terhormat....,anda lupa ya kalau anda sudah menikahi saya 4 hari yang lalu?"Melepaskan pegangan tangan nya dari Bagas dan berkacak pinggang.
"Nona saya tidak lupa,tapi ucapan saya memang benar kan anda masih perawan karena belum saya perawanin." Dengan nada enteng mengucapkan hal tersebut dan dengan volume suara yang keras.Membuat Nesya tersipu dan melihat sekeliling apa ada orang yang mendengar ucapan Bagas tadi.
Setelah di rasa tidak ada orang yang mendengar,Nesya mendongakkan kepalanya.
Plakkk.. Nesya memukul pelan lengan Bagas.
"Kamu tu ya kalau ngomong mbok ya jangan keras keras,aku gak tuli sayang,kalau kedengeran orang gimana?dikira aku gak berbakti sama suami!" Hardik Nesya sedikit kesal
"Hehehh canda,sans sayang kamu gak perlu marah-marah,,lagian kan gaada orang yang denger."sambil merangkul bahu Nesya dan melanjutkan jalan-jalan.
Di Tempat lain Candra sedang sibuk dengan berkas-berkasnya.
Tok...Tok...Tok....
ketukan di pintu mengalihkan sejenak pandangan Candra dari berkas-berkas nya dan laptop nya.
"Masuk,," Candra mempersilahakan
"Pak anda tidur di kantor lagi?"Tanya Jordan Asisten pribadi Candra, pada Candra setelah melihat ruangan Candra yang berantakkan dan ada bantal juga selimut di atas sofa.
"Iya banyak pekerjaan yang tidak bisa aku tinggal dan harus diselesaikkan segera,aku tidak mau membuang waktu."
Jawab Candra tanpa mengalihkan pandangan dari pekerjaannya.
Candra hanya mengangguk menanggapi ucapan Jordan
Sudah beberapa hari ini Candra selalu lembur,dia selalu tidur di kantor nya,lebih tepatnya di sofa.Entah kenapa ia tidak mau beristirahat di kamar tidur yang ada di dalam ruangannya.
Candra bahkan tidak mengizinkan siapapun masuk ke dalam ruangannya,hanya Jordan yang diperbolehkan.
"Pak sekarang ruangannya sudah rapi dan bersih,silahkan anda makan dulu,biar pekerjaan saya yang urus." Sambil mendekat ke meja kerja Candra.
"Tidak perlu Jo,aku masih bisa mengerjakannya kalau aku butuh bantuanmu pasti aku akan memanggilmu,sekarang kita duduk di sofa temani aku makan ya."
Berdiri melangkah meninggalkan meja kerja menuju sofa,duduk dan menikmati sarapannya bersama Jordan
Jordan adalah sepupu jauh dari Candra.Keluarga nya tinggal di kota X untuk membangun usaha.Candra dan Jordan sebenarnya jarang bertemu karena jarak,tapi karena Jordan dan Candra dulu sangat dekat jadi tidak susah untuk kembali akrab.
Seperti saat ini Jordan yang seorang sarjana hukum,bersedia menjadi asisten pribadi,sekertaris,sekaligus penasehat hukum Candra,begitu sekiranya tugas yang di emban Jo.
"Kalau tidak ada orang panggil aku Candra saja tidak perlu Bapak,memang kau pikir aku Bapakmu apa?kita ini seumuran ya ingat!" Ucap Candra pada Jordan di sela-sela makan mereka.
"Tapi kan ini di kantor,dan saya adalah bawahan anda."
"Baiklah terserahmu aku lelah berdebat dengan batu!"
Segera menyelesaikan suapan terakhir nya lalu kembali berkutat dengan pekerjaan yang sepertinya tiada habis nya.
"Apakah anda tidak ingin istirahat atau berlibur sebentar?,saya rasa anda mencoba melupakan masalah dengan bekerja tak kenal waktu seperti ini!"
pertanyaan yang mengganggu pikirannya beberapa hari ini. mengapa Candra tiba-tiba gila kerja akhirnya terucap.
"Jangan membual kamu,aku begini karena memang pekerjaan sangat banyak,lagipula ini kan bisnis baru jadi aku harus mencari orang yang mau menanamkan saham nya di usaha ini!,agar usaha ini lebih maju dan di kenal banyak orang" Ucap Candra berapi-api.
"Baiklah,saya percaya...sekarang saya miminta anda untuk mandi karena 1 jam lagi kita ada pertemuan dengan calon penanam modal baru,baju nya sudah saya siapkan.Sekarang saya permisi keluar."
Pergi dari ruangan Candra masuk ke ruangannya sendiri,melanjutkan pekerjaan yang menggunung.