
Sudah satu bulan Nesya menjalani profesinya menjadi guru di sekolah ini, dan satu bulan juga Bagas pergi bertugas dan belum memberikan kabar lagi setelah malam itu.
Hari ini sekolah mengadakan ClaasMet. Acara yang amat ditunggu- tunggu seluruh siswa sekolah, karena pada hari ini akan diadakan banyak lomba dan yang paling penting tidak pelajaran itu point utamanya.
Seluruh warga sekolah sibuk lalu lalang, mempersiapkan ini itu, juga ada yang santai. Tpai yang paling sibuk adalah panitia dan Osis.
Nesya sudah duduk di depan panggung, ia bertugas menjadi juri menyanyi. Sudah ada puluhan siswa yang ikut, bukan karena hadiahnya tapi karena mau pamer kalau dia bisa nyanyi, dan mereka meramaikan suasana. Itu yang ditangkap Nesya kala melihat semua siswa dengan congkahnya naik ke panggung dan dapat tepuk tangan dari seluruh sekolah.
Lihatlah mereka semua sangat mengemaskan, untuk suara mereka benar-benar merdu kalau tidak bisa pusing kepalaku.
Dan saat ini penampilan peserta terakhir Tino, iya Tino yang itu, masa gak ingat.
riuh sorak semua peserta saat ia naik ke atas panggung. Dengan paras yang tampan dan cap Bad Boy yang melekat padanya ditambah dia adalah anak seorang pengusaha sekaligus pemilik yayasan sekolah ini membuat ia digilai seluruh siswi.
" Hai semuanya! Kali ini gua mau nunjukkin suara emas gua ke kalian semua, ingat dengerin baik-baik karena jarang gua mau nunjukin bakat ini ke orang lain"
" Wuahhh Tino keren banget!" Histeris semua kaum hawa di gedung ini, Bahkan Bu. Jenika yang ada di sampingku juga ikut histeris.
"Ya Tuhan bu, lihat deh Tino. kalau saya inget belum punya tunangan uadah tak ajak nikah dia!" Sambil menoel-noel bahu Nesya ia berucap gemas.
sedangkan Nesya hanya tersenyum menanggapi
Ya Tuhan adakah orang yang gaka aneh di sekolab ini, murid sama gurunya sama saja. Batin Nesya
" Oke langsung saja, daripada gua banyak bacot gua akan nyanyiin sebuah lagu dari Tulus, Pamit!"
Jreng
Suara petikan gitar di mulai dan Tino mulai mengeluarkan suara emasnya.
Tubuh saling bersandar
Ke arah mata angin berbeda
Kau menunggu datangnya malam
Saat kumenanti fajar
Sudah coba berbagai cara
Agar kita tetap bersama
Yang tersisa dari kisah ini
Hanya kau takut kuhilang
Perdebatan apapun menuju kata pisah
Jangan paksakan genggamanmu
Izinkan aku pergi dulu
Yang berubah hanya
Tak lagi kumilikmu
Kau masih bisa melihatku
Kau harus percaya
'Ku tetap teman baikmu
Oh wo-uu
Sudah coba berbagai cara
Agar kita tetap bersama
Yang tersisa dari kisah ini
Hanya kau takut kuhilang
Perdebatan apapun menuju kata pisah
Jangan paksakan genggamanmu
Hu-uu -uu
Yang berubah hanya
Tak lagi kumilikmu
Hu-uu-uu
Kau harus percaya
Kutetap teman baikmu
Izinkan aku pergi dulu
Yang berubah hanya
Kau masih bisa melihatku
Kau harus percaya
Kutetap teman baikmu
Oo- uu-uu oh-haa
Aa-aa-aauuuuuuu
Aaa-aa- uu
Tepuk tangan terdengar riuh setelah Tino selesai bernyanyi, memang perlu diakui bilamana suara Tino sangatlah merdu.
" Lagu ini teruntuk kalian semua yang di tinggal pacar atau kekasihnya, harapan gua semoga kalian makin galau setelah gua nyanyi. Ok gua Tino salam literai " Ucapnya sebelum menuruni panggung membuat semua siswa ber HUUU ria.
Acara belum selesai tapi sekarang Nesya sudah duduk di taman belakang sekolah sendirian.
Duduk diam entah apa yang dipikirkannya. Ia membuka Hp nya lalu membuka pesan dilihatnya pesan untuk Bagas masih sama belum terbaca bahkan saat ia telpon nomornya tidak aktif.
" sudah sebulan kamu gak kasih kabar sayang, kamu dimana aku rindu." Nesya mendongakkan kepala menahan tangis yang akan keluar.
Walaupun sudah berusaha menyibukkan diri dengan bekerja tapi tetap saja ia merindukan Bagas, apalagi kalau sudah malam. Untung saja biasanya nenek tidur bersama Nesya sehingga Nesya tidak terlalu kesepian.
Drtt.. Drttt...
" Iya halo kenapa Candra? " Sahut Nesya saat sudah mengangkat telpon nya.
" Gak papa, gua cuma kangen aja sama lu dan Bagas. Oh iya Bagas belum pulang?" Tanya orang di sebrang
" Belum, bahkan dia belum kasih kabar."
" Tenang aja Nes, Bagas setia kok orangnya, lu gak usah khawatir ya!" Candra menghibur
" Bukan itu, gua cuma takut dia kenap-napa cand, kalau masakab setia gua yakin sama dia."
Saat Nesya sedang asik bertelponan dengan Candra, Pak. Nathan datang dan menyuruh Nesya untuk ke ruang guru.
" Eh cand udah dulu ya, aku di panggil atasan nih! Assalamualaikum hati-hati kerjanya, jangan lupa sholat. Bye!" Lalu panggilan diputus oleh Nesya sebelum mendengar jawaban Candra.
Nesya mengikuti langkah kaki Nathan yang sangat cepat.
" Pak, kenapa saya di surub ke ruang guru? Bukannya tugas saya sudah selesai ya?" Tanya Nesya saat sudah mensejajari langkah Nathan
" Kenapa? anda masih mau telponan bu, bukan bekerja?" Sarkisnya
" Eh kok anda gitu sih pak, saya kan cuma nanya."
" Nanti juga tahu sendiri, sudah jangan banyak tanya saya sibuk!" Nathan mempercepat langkahnya meninggalkan Nesya yang masih bingung dengan sikapnya.
Memang dari awal Nathan sudah seperti itu, pikir Nesya karena belum kenal saja. Eh ternyata tidak semakin kenal maka semakin menjengkelkan. Kadang ia juga bergosip tentang Nathan yang dingin, jutek dan aneh itu bersama guru-guru wanita lainnya.
Saat Nesya memasuki ruang guru, ternyata sudah banyak guru yang duduk dan menunggu.
" Maaf saya terlambat!" Nesya langsung duduk di samojng Bu. Jenika
" Baik karena sudah kumpul semua jadi kita mulai ya rapat hari ini,
Jadi selain membahas tentang hasil Classmet hari ini. Kita juga akan membahas tentang rekreasi. Karena setiap tahun kita selalu mengadakan rekreasi." Ucap Bu.Liliana selaku kepala sekolah dan pemimpin rapat hari ini.
Setelah semua pemenang lomba Classmet ditentukan. Pembahasan selanjutnya adalah rekreasi, dan akhirnya terpilih tempat rekreasi yakni RAJA AMPAT, dan semua guru sudah setuju kalau keberangkatan dilakukan 2 minggu lagi.
Nesya sempat terkejut saat mengetahui tempat rekreasi nya, bukan karena apa tapi semua biaya mulai dari tiket pesawat juga hotel ditanggung pihak sekolah, semua murid kelas 12 beserta guru juga semua staff. Dan untuk murid dibawah nya bisa ikut, dengan syarat beli tiket sendiri.
Wah sekolah sultan emang beda ya. Batin Nesya
Epilog :
" Dek ikut kakak ke RAJA AMPAT yuk, temenin kakak ya!" Ajak Nesya pada adik ipar nya.
" Wah seriusan kak, mau dong kapan nih?" Tanya Kila bersemangat
" 2 minggu lagi, sekolah kakak ngadain rekreasi kesana, dan guru juga staff bisa aja 1 anggota keluarga. kalau kamu mau ikut nanti kakak segera bilang ke pihak sekolah. Di sekolahmu rekreasi nya bulan depan kan dek?"
" Alhamdulillah, ok kak aku ikut tapi nanti kakak ya yang minta ijin sama Bunda dan Ayah, plus kasih aku uang jajan tambahan ya..
.. ya"
" ok sip dek, yang penting kamu ikut!"