Perfezione

Perfezione
Episode 29



Mentari meyapa penduduk bumi dengan hangatnya sinar yang memancar. Senyum Nesya menggembang mengalirkan kebahagiaan yang bisa di rasakan semua orang.


" Pagi Bunda, Pagi Kila " Sapanya hangat pada kedua orang yang sedang memasak di dapur


" Pagi sayang" Balas Bunda sambil menoleh dan tersenyum kepada Nesya


" Ciee yang habis di telpon suami, senengnya minta ampun" Ejek Kila


Nesya tersenyum lalu duduk di samping Kila dan membantu mengupas bawang.


" Ia dong dik, kakak seneng banget!"


" Iya deh iya yang baru di telpon suami, ngomong-ngomong nih kak, kita jadi kan ke Raja Ampat kan? Jangan bilang karena Kak Bagas bakalan pulang kita gak jadi berangkat, yahh padahal aku udah pamer ke teman-teman ku kalau mau pergi ke Raja Ampat sama kakak ipar" cerocos Kila tiada henti dan hanya di tanggapi senyuman dari Nesya dan Bunda.


...sebenarnya aku juga ingn begitu dik, tapi ya kakak mu sudah memberi titah untuk berangkat jadi aku bisa apa selain membawamu pergi jalan-jalan. Toh kalau aku pergi bersamamu bisa mempersingkat waktu. Dalam hati Nesya senang...


Hari ini hari Minggu jadi semua orang berkumpul di rumah, tapi mereka punya kesibukan sendiri-sendiri. Dan tersisalah dua manusia yang teronggok bergletakan di atas karpet depan TV.


Udara hari ini amatlah panas hingga mereka menyalakan AC dengan suhu yang amat dingin dan masih menyalakan tiga kipas angin untuk menyejukkan badan.


" Ya Tuhan panas banget hari ini kak" Ucap Kila sampil mengelap peluh keringatnya


" Iya gak biasanya ya, hemmm enaknya gini makan es krim" Nesya ingin makan es krim tiba-tiba


" Tapi di kulkas tidak ada es krim kak, padahal cuaca gini enaknya yang dingin-dingin ya" Kila mendesah kesal


Mereka berdua saling diam entah apa yang dipikirkan mereka, yang pasti mereka sedang kepanasan dan ingin makan es krim.


Akhirnya Nesya bangun dari acara malas-malasan bersama Kila, ia duduk di sofa lalu meminum segelas air putih. Saat ia hendak beranjak dari sofa kakinya di pegang Kila dari Bawah.


Nesya menunduk menatap Kila di bawah, dan Kila pun juga mendongak menatap kakak iparnya itu.


Setelah lama dalam posisi itu Kila akhirnya buka suara.


" Kakak mau kemana?" Tanyanya tanpa melepaskan cekalan tangan dari kaki Nesya.


" Mau keluar sebentar cari es krim dik" Jawab Nesya sambil menunduk hendak melepaskan cekalan tangan Kila dari kakinya.


Sedangkan Kila gigih tidak mau melepaskan cekalan tangannya, terjadi aksi tarik menarik antara kakak dan adik ipar itu.


" Ayolah Kila lepaskan, apa maumu, aku hanya ingin pergi mencari es krim untuk kita, kenapa kau mempersulitku?" Ucap Nesya memohon, bukan karena apa ya tapi cekalan tangan Kila agak sakit.


" Ikut..." Ucap Kila seperti anak kecil


Ya Tuhan salah apa aku, sampai punya adik ipar semenjengkelkan dan seimut ini, secara bersamaan.


" Kenapa tidak bilang dik, ya sudah lepaskan dulu kakiku, aku mau ambil uang sebentar di atas" Jawabnya sambil menunjuk arah tangga.


Kila melepaskan cekalan tangannya dari kaki Nesya. Setelahnya Nesya naik ke atas mengambil uang dan kembali lagi ke bawah untuk mengajak Kila pergi membeli es krim.


Saat sampai di bawah Nesya terkejut karena Kila memakai pakaian serba panjang di tambah kacamata juga payung yang ia bawa. Tak lupa ia juga sedang mengoleskan sun bloc**k di tubuhnya.


" Dik kamu?"


" Yuk kak berangkat udah siap nih" Langsung menarik tangan Nesya dan memayungi tubuh mereka berdua.


Mereka berjalan tidak terlalu jauh, jarak rumah dari minimarket terdekat hanya 30 meter. Hanya butuh waktu 10 menit karena mereka berjalan lambat sambil berbincang.


Saat sampai di minimarket mereka langsung mengambil banyak es krim untuk di makan disana. Mereka duduk di emperan minimarket sambil memakan es krim tersebut, tidak tanggung-tanggung mereka membeli 10 es krim varian rasa berbeda untuk mereka makan.


Belum lagi snak dan keripik-keripik juga minuman bersoda, dan mineral yang mendampingi mereka.


Alamak 2 orang manusia ini rakus atau bagaimana, dengan tubuh yang kecil mereka bisa memakan makanan sebanyak itu.


Setelah semuanya habis tandas tiada sisa mereka pun akhirnya berjalan pulang. Tidak langsung pulang, mereka malah mengambil jalan memutar dan duduk di kursi taman di bawah pohon yang rindang.


" kak.." Panggil Kila pada Nesya


Nesya hanya menoleh dan mengangkat satu alisnya.


" Aku mau ngomong nih kak, boleh gak?" Tanya Kila lagi


" Tapi kakak jangan bilang siapa- siapa ya ini cuma kita dan Tuhan yang tahu!" Sambil menyodorkan jari kelingking pada Nesya


Nesya menautkan jari kelingking nya seraya berujar " Iya, kakak janji gak akan bilang siapa-siapa. Memang kamu mau ngomong apa dik?"


Kila menatap lurus pandangannya kedepan memandang taman bunga, ia menghela nafas seolah membenarkan apa yang ingin ia bicarakan.


" Aku dapet beasiswa ke luar negeri."


Mata Nesya membulat sempurna, senyum juga langsung mengembang di wajahnya. Ia meraih tangan Kila.


" Selamat ya dik, kakak bangga sama kamu. Kamu hebat bisa dapat beasiswa ke luar negeri, kakak turut berbahagia untukmu!" Ucap Nesya tulus dengan wajah berbinar.


Kila tersenyum hambar mendengar ucapan Nesya. Menyadari hal itu Nesya bertanya " Kenapa dik? Kenapa kamu tidak bahagia? Apakah ada masalah, kalau iya bilang ke kakak mana tahu kakak bisa bantu kamu dik"


Kila menoleh ke arah Nesya, matanya sudah memerah menahan tangis, ia lalu memeluk Nesya dan menumpahkan tangisnya di pelukan kakak iparnya itu.


Nesya belum tahu ada apa dengan Kila, ia lalu menepuk-nepuk punggung Kila sambil menenangkan. Setelah waktu berselang akhirnya tangis Kila mereda, ia mendongakkan kepala ke menatap manik mata Nesya.


" Bicaralah kalau itu bisa membuatmu lebih baik dik"


Kila mengelap sisa air matanya, ia lalu menetralkan kembali suaranya dan memperbaiki posisi duduknya.


" Mungkin ini akan membuat kakak terkejut bahkan tidak percaya, tapi aku bersumpah ini benar adanya dan ini juga bukan kemauanku."


Deg..


Pikiran Nesya langsung buruk karena ucapan Kila. Apakah Kila ikut pergaulan bebas sampai dia.


Nesya menggeleng kepala kuat, menolak praduganya atas adik ipar kesayangannya itu.


" Aku tidak hamil kak, kakak jangan pikir macam-macam deh tentang aku!" Hardik Kila kesal


" Lantas?" Tanya Nesya masih bingung


" Kakak tahukan di keluarga hanya aku anak perempuan? ' Nesya mengangguk.' Mungkin ini terdengar lucu tapi percayalah kak ini benar terjadi denganku. Jadi kakek Adipati dulu mempunyai perjanjian dengan sahabatnya Kakek Jono, mereka adalah sahabat dekat, bahkan lebih seperti saudara kandung.


Dan saat itu mereka mengalami kecelakaan mobil hingga keadaan keduanya kritis, dan kakek Adipati mengalami kebutaan dari tragedi itu. Sedangkan Kakek Jono mengalami pendarahan otak dan koma selama 3 bulan.


Keluarga kakek mencari pendonor mata yang cocok untuk kakek tapi nihil semuanya sia-sia, mata hasil donor selalu tertolak. Dan pada suatu hari Kakek Jono bangun dari komanya dan mendonorkan mata untuk kakekku.


Tapi dia juga memberi wasiat agar kelak bilamana kakek memiliki cucu perempuan agar di jodohkan dengan cucunya. Itu wasiat terakhir kakek Jono sebelum meninggal karena pendarahan otak dan serangan jantung. Dan orang itu adalah aku, Resyakila yang sudah di jodohkan sebelum lahir."


Di akhir kalimatnya bibirnya mencebik seolah menertawakan takdirnya.


" Tapi kenapa harus cucu perempuan?" Tanya Nesya lagi


" Karena anak kakek Adipati dan kakek Jono semuanya laki-laki dan itu anak tunggal. Dan saat itu cucu kakek Jono sudah berusia 8 tahun, dan aku masih berada dalam kandungan tapi saat itu sudah terdeteksi bahwa aku akan lahir sebagai perempuan." Imbuh Kila lagi


" Tapi apakah Bunda dengan Ayah setuju? apakah Bagas dan kakak yang lain tahu bagaimana dengan nenek?" Tanya Nesya beruntun


" Kak Bagas dan Nenek menolak, tapi yang lainnya setuju dengan perjodohan ini. Kakak aku tidak ingin menikah muda, aku masih ingin belajar dan bermain dengan teman-temanku. Apalagi yang akan aku nikahi adalah orang yang lebih tua. Aku tidak mau kak" Keluh Kila kepada Nesya


Sedangkan Nesya tidak tahu harus berbuat apa, bahka ia tidak tahu kalau ada perjanjian semacam ini di keluarga Adipati. Tidak ada yang bisa ia lakukan sampai Bagas kembali dari tugasnya.


Ia berpikir bilamana nanti Bagas sudah pulang maka ia akan membantu Resyakila dalam memecahkan masalah ini.


Setidaknya menunda pernikahan bila tidak bisa membatalkan perjodohan, mengingat usia Kila masih sangat belia.


" Nanti kakak coba bantu ngomong ke Ayah, Bunda kalau mas Bagas sudah pulang ya dik, untuk saat ini kakak tidak bisa melakukan apapun kamu pasti paham ya maksud kakak.


Tapi kakak pasti bakalan bantuin kamu ok dik, dan sebagai gantinya nanti uang saku kamu selama liburan sama kakak tak tambahin deh."


Mata Kila berbinar mendengar ucapan kakak iparnya


" Makasih kak, kakak emang terdebest deh setelah kak Bagas. Jadi makin sayang sama kakak."


"Yaudah kalau gitu sekarang kita pulang ya dek!" Ajak Nesya pada Kila.