Perfezione

Perfezione
Episode 22



sore pun menjelang kini Bagas,Nesya,Bunda serta Ayah sedang berada di dalam mobil menuju ke rumah orang tua Nesya.


Saat sampai dirumah Nesya semua orang langsung turun dari mobil.


Bu.Fatma yang sedang menyirami tanaman pun terkejut melihat kedatangan keluarga besannya.


Apalagi penampilan Bagas yang sudah lengkap dengan seragam kebanggannya itu.


"Asalamualaikum" Salam dari rombongan Nesya.


"Waalaikumsalam,mari-mari masuk ayo,Ayah nya Nesya ada di dalam!" Ajak Bu.Fatma.


Mereka semua masuk dan sudah duduk di ruang tamu.Ayah yang baru saja selesai menguras aquarium pun kaget saat ada keluarga Bagas datang ke rumah nya.


"Jadi kedatangan saya kesini mau meminta ijin sama bapak dan ibu karena saya mau berangkat dinas ke luar kota selama tiga bulan!"


ucap Bagas setelah semua duduk dan sesi berbasa basi sudah selesai.


Ayah dan Ibu Nesya saling berpandangan,seolah bertanya benarkah,padahal ijin cuti saja belum genap sudah mau pergi.Begitu kiranya yang dipikirkan mereka.


"Maaf sebelumnya saya kurang faham,bukankah kamu cuti sepuluh hari nak?bahkan ini belum genap seminggu ijin cuti mu dan kamu sudah mau ke luar kota?" Tanya Ayah Nesya meluruskan penjelasan Bagas.


"Iya pak,sebelum nya saya minta maaf.Ini semua juga di luar kehendak saya.Ya mau bagaimana lagi jika komanda sudah bilang saya harus berangkat ya siap." Bagas agak sungkan menjelaskan kepada Ayah Nesya.


"Baiklah saya paham nak,kamu jangan kuatir atau punya rasa tak enak hati.Tapi saya masih punya pertanyaan kalau kamu selama tiga bulan di luar kota berarti Nesya akan tinggal di sini ya." Tanya Ayah Nesya lagi meminta kejelasan.


"Kalau soal itu saya tadi sudah bicarakan dengan Nesya pak,bahwa Nesya tetap akan tinggal di rumah orang tua saya selama saya tugas.Tapi kalau Nesya mau menginap di rumah Bapak saya tidak melarang,Iya kan Sayang!" Ucapan Bagas pada Ayahnya Nesya lalu beralih ke Nesya.


"Iya yah,nanti aku bakalan sering main ke sini kok tenang aja!" Ucap Nesya lembut pada Ayahnya.


"Iya betul itu kata Nesya,keluarga besan jangan kuatir ya saya akan jaga Nesya seperti saya menjaga Resyakila putri saya." Bunda ikut menimpali.


"Baiklah kami ikut kemauan anak-anak saja ya pak." ujar Bu.Fatma


Mereka pun masih melanjutkan perbincanggan.Dan setelahnya langsung mengantar Bagas ke kantor nya.


Mereka semua turun dari mobil di parkiran,terlihat di sana juga ada parjurit yang akan bertugas mereka diantar keluarga masing-masing.


Tapu pikiran nya buyar saat tiba-tiba Bagas memeluknya.Nesya membalas pelukan dari Bagas.Pelukan hangat yang pasti akan di rindukan kedua ingsan Tuhan ini.


"Sayang aku masuk dulu ya!kamu hati-hati saat aku tinggal,aku mencingaimu sayang" Ucap Bagas lirih saat memeluk Nesya.


"Aku juga mencintaimu sayang,aku akan setia menunggumu disini,ingat jangan khianati cinta ini ya!"


Tak lama suara komandan memanggil prajurit untuk berkumpul dan ada upacara singkat perpisahan.Setelahnya para prajurit di beri waktu 10 menit untuk berpamitan kepada keluarganya.


"Bunda,Ayah titip Nesya ya kalau bandel jewer saja telinganya yang kecil itu." Ucap Bagas pada Ayah dan Bundanya sambil masih memeluk Nesya


"Bagas apa kamu yakin akan pergi,Bunda gak tega liat pengantin baru udah pisah aja" Bunda masih mencoba menghentikan Bagas pergi.


"Sudah bun,itu kan memang udah konsekuensi pekrjaan Bagas dan Nesya pasti juga udah tau iya kan nak?"Ayah mengjngatkan Bunda


Nesya dan Bagas mengangguk setuju.Tak lama suara panggilan untuk semua prajurit agar masuk ke peawat khusus pun terdengar.


Sekali lagi Bagas memeluk tubuh Nesya dengan erat,bahkan ia juga mencium Nesya di depan umum.Nesya pun membalas semua perlakuan Bagas.


ia tak malu karena pasangan yang lain juga sama,lagi pula mereka juga sudah menikah jadi sah sah saja.


"Aku berangkat ya,inget pesan ku ya,Asalamualaikum." Ucapan terakhir Bagas sebelum pergi meninggalkan Nesya.


Setelah pesawat lepas landas segrombolan orang yang mengantarkan kepergian prajurit juga sudah mulai bubar.


Nesya langsung masuk ke dalam mobil saat di rasa Bagas sudah benar-benar hilang dari jangkauan pandangan.


"Udah nak?" Tanya Bunda saar Nesya sudah masuk mobil dan duduk di sebelah Bunda di kursi penumpang.Sedangkan Ayah duduk sendirian di depan.


Nesya hanya mengangguk dan langsung memeluk Bunda.Sedangkan Ayah menjalankkan mobil nya meninggalkan tempat parkir.


Terdengar suara isakan tangis saat Nesya memeluk Bunda.Bunda hanya bisa menepuk-nepuk kepala Nesya untuk menenagkan menantu nya itu.


"Kamu yang sabar ya nak,Bunda tau perasaan kamu!kamu harus kuat kamu kan istrinya tentara masa cengeng!" Hibur Bunda pada Nesya.