
Hari ini adalah hari pertama Nesya mengajar.Sebelumnya ia sudah melangkapi syarat-syarat untuk menjadi pengajar di sekolah tersebut,jadwal pun sudah ia kantongi.
Ia juga sudah mendapatkan ijin bekerja dari seluruh keluarganya juga keluarga Bagas.
Saat ini ia sudah selesai bersiap,mengenakan seragam yang diberikan sekolah kepadanya beberapa hari lalu.
Ia menatap pantulan dirinya sendiri di depan cermin.Rok span hitam panjang dan seragam PGRI telah ia gunakan,rambutnya ia biarkan tergerai dengan mengunakan make-up natural membuat nya nampak sangat cantik,dan layak disebut guru muda rupawan.
Nesya nampak duduk di depan meja riasnya.Membuka hp nya,lalu mengecek pesan beberapa hari lalu yang ia kirimkan kepada Bagas yang masih centang satu.
"Ternyata kamu masih belum bisa di hubungi ya!" gumam Nesya pelan pada dirinya sendiri.Sedikit ada rasa kecewa dalam hatinya,tapi perasaan itu segera ia tepis.
Kemudian dengan cepat ia merekam suaranya
"Asalamualaikum Sayang,gimana kabarnya.oh iya sayang aku hari ini udah mulai masuk kerja loh!gimana kamu seneng gak dengernya?oh iya kamu di sana jaga diri baik-baik ya jangan lupa makan!jangan lupa sholat!Ya sudah kalau begitu aku mau berangkat dulu ya,Asalamualaikum suami!"
setelahnya ia mengirimkan pesan suara itu pada Bagas,lalu turun kebawah untuk sarapan bersama.
Setelah sarapan selesai,Nesya dan Kila di antarkan ayah ke sekolah.Pertama ayah mengantarkan Nesya lalu Kila.
"Mbak Nesya kok gak jadi guru di sekolah ku aja sih?" Tanya Resyakila saat mobil sudah melaju.
"Ya kemarin sih mbak udah coba lamar di sekolah kamu,eh gak ada lowongan ternyata.Yah jadi nya mbak taruh lamaran di sekolah lain,dan alhamdulillah ada lowongan dan diterima!" Jawab Nesya pada Kila
"Oh gitu toh!btw nih mbak di sekolah itu katanya murid nya tuh bandel-bandel banget!tapi disana katanya juga murid nya cakep-cakep dan horang kaya semua.Emang iya mbak?" Tanya Kila penasaran.
"emmm Mbak sih belum tau ya dek,kan mbak belum mulai ngajar di sana jadi belum paham sama kondisi sekolah juga siswa nya!"
"Ehehh iya ya kan mbak belum mulai ngajar!" sahut Kila cengengesan.
"Adek mah suka gak jelas kalau nanya!Lah wong mbak nesya aja belum mulai kerja kok udah di tanya gitu,kalau mau tanya kek gitu kalau mbak nesya udah mulai kerja beberapa hari!" Ayah ikut nimbrung pembicaraan anak dan mantunya.
Selama perjalanan mereka mengobrol tentang banyak hal,ngalor ngidul gak jelas tapi tetap mengundang tawa.
Tak terasa ternyata Nesya sudah samapai di depan sekolah tempat ia mengajar.
Nesya turun lalu berpamitan dengan ayah dan adik ipar nya
"Mbak Nesya yang semangat ya kerja nya!" Kila memberikan semangat pada Nesya .
"Oh iya nak nanti kamu pulang nya di jemput mang udin ya!" Seru ayah kepada Nesya.
Nesya mengiya kan ucapan ayah lalu masuk ke sekolah.Saat ia memasuki gerbang sekolah ada banyak mata yang memandangnya bisik-bisik para murid pun sedikit terdengar olehnya.
"wih siapa tuh?"
"Guru baru cantik ya!"
"Gila guru guru baru cantik ya!bisa kalah saing dong gua!"
yah seperti itulah bisik-bisik para murid yang melihat Nesya.
Ia tetap melangkah lalu memasuki ruang guru,yang disana sudah ada banyak guru, ia menyapa guru dan staf yang ada disana lalu berlanjut masuk ke ruang kelas pertama ia mengajar
"Selamat pagi semua!" Sapa Nesya pada orang yang ada di ruangan itu.
"Selamat pagu bu.nesya!" Balas ramah semua
" Pertama saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Perkenalkan nama saya Ganesya Putri Maharani, di sini saya akan mengajar Bahasa menggantikan Bu. Maria, kalian bisa memanggul saya Bu. Nesya ya!" Nesya memperkenalkan diri
" cantik kok di panggil Bu, dipanggil sayang aja gimana?" Ucap Gery salah satu trouble maker di sekolah ini.
" Huuuu dasar lu, dasar!" teriak riuh semua murid di kelas itu
" Bu, jangan mau sama Gery dia bau, mending sama saya saja yang sudah wangi dan terjamin gantengnya!" Ucap Tino congkah
Ya Tuhan ternyata benar murid disini hebat-hebat
" sudah cukup anak-anak. karena hari ini hari pertama saya mengajar maka saya akan meminta kalian memperkenalkan diri satu persatu ya!" Putus Nesya akhirnya
Jangan dikira walaupun hanya sesi perkenalan akan mudah, nyatanya tidak, murid di sini bahkan tidak mendengarkan saat Nesya bertanya nama mereka, dan mereka malah asik dengan urusan sendiri.
Hal itu membuat Nesya jengah, dan itu tidak hanya terjadi di satu kelas tapi di semua kelas yang ia masuki hari ini.
Nesya masuk ke ruang guru saat jam mengajarnya sudah selesai. Duduk dan menaruh kepala di atas meja. Mungkin hari ini dia sangat lelah.
" Hufftt..." Nesya membuang nafas lelah
" Bagaimana hari pertama bekerja disini? Apakah anak-anak berlaku tidak sopan?" Ucap Bu. Liliana yang tiba-tiba datang mengejutkan Nesya.
Nesya langsung membenahi posisi duduknya lalu tersenyum
" Alhamdulillah Bu, mereka semua sangat mengemaskan ya walaupun agak menhengkelkan tapi saya yakin mereka baik kok." Jelas Nesya
" Alhamdulillah kalau begitu semoga betah ya Bu. sebenarnya mereka semua anak yang cerdas, hanya saja mereka kurang perhatian." Bu.Liliana mengambil posisi duduk di depan Nesya.
Ia lalu bercerita, kalau semua yang sekolah disini adalah anak orang berada, yang orang tua nya selalu kurang perhatian. Dan akhirnya mereka menjadi anak yang bandel, tapi walaupun begitu mereka cerdas dan yang paling penting tidak pernah terjadi Bullying di sekolah ini, walapun muridnya terkenal aduhay nakalnya.
Pukul 4 Sore Nesya sudah sampai dirumah, melepas penat dengan mandi berendam. Cukup lama sepertinya hingga tangannya berubah keriput.
" Wah segarnya, seketika rasa penat dalam tubuhku hilang!"
Nesya mengambil HP nya, membuka pesan yang ia kirimkan ke Bagas tadi pagi dan masih belum ada jawaban. Ia meletakkan Hp nya lalu turun ke bawah untuk membantu menyiapkan makan malam.