
Kriiiiiiinggggg.....
Bunyi panggilan di ponsel Mario berdering nyaring, Mario yang masih berusaha membujuk Vellicia suapaya mau memaafkan nya harus meninggalkan Vellic sejenak di taman belakang, dia melirik ponselnya ternyata nomor rumah orang tuanya yang memanggil
" Tumben nomer rumah manggil kenapa ya...???" gumam Mario sembari menatap ponselnya dengan heran
" Hallo....!!!"
" Hallo Den... barusan ada perempuan datang kesini mencari aden... dia mengaku bernama Glacia...!!!" sahut suara bibi di ujung telephon
" Glacia...!!! di... dia datang ke rumah bi... terus mama dimana... dia nanya apa aja bi... bibi gak ngasih tau kan...!!!" tanya Mario berentent sangking kagetnya, Si bibi sampai kebingungan
" Anu den... nyonya lagi pergi... non Glacia sudah pergi Den sudah bibi usir soalnya bibi pusing ngeladenin nya... banyak halu... aden tenang aja rahasia aden aman sama bibi...!!!" sahut si bibi yang emang gayanya lebih comel
Mario menghela nafas lega
" Syukurlah... thanks bi....bibi memang andalan ku..."
" Youre Welcome den...!!!" sahut bibi dengan centil, dia bahkan sampai lupa kalau dia sempet keceplosan dan hampir membuat Glacia curiga
Mario segera menutup telpon nya, Dia berfikir sejenak... Glacia sudah sampai datang kerumahnya...!!! kenapa wanita itu berani sekali...??? apa dia pikir keluarga nya masih mengaharapkan nya...!!!
Mama Claudia memang dulu sangat suka dengan Glacia bahkan bisa dibilang sangat menyayango gadis itu, tetapi itu dulu... sekarang satu satunya gadis yang sangat dibanggakan dan kesayangan mama adalah Vellicia, gadis kecil itu pilihan kedua orang tuan Mario yang sangat di banggakan
" Rupanya dia tidak bisa ku anggap sepele...!!! jika Glacia semakin berani mencari ku lagi... mengusut kembali tentang masalalu kami..m bukan hanya dia akan tau kalau aku telah menikah... tapi Vellicia akan terancam dikeluarkan dari sekolah sebelum ujian selesai..." gumamnya waspada
Mario memang tak menyangka Glacia masih akan kembali mengusik kehidupan nya, di pikirnya gadis itu telah meninggalkan nya bertahun tahun, tak akan pernah lagi menuntut tentang percintaan mereka meskipun memang hubungan mereka belum ada kata putus, tapi bukan kah pergi tanpa kabar dalam waktu bertahun tahun sudah sama artinya dengan mengakhiri hubungan...???
Mario memang dulu mencintai nya, sangat mencintai gadis itu dengan sungguh sungguh, tetapi boleh bukan Mario membuka hati untuk orang lain setelah ditinggalkan nya begitu saja tanpa kabar...??? lalu kenapa sekarang dia kembali datang seakan ingin menuntut dan meminta kembali cinta itu...!!!!
Mario kembali menghampiri Vellicia yang masih sibuk dengan hobby baru nya merawat tanaman mama yang terbengkalai karena ditinggal pergi tanpa kepastian, sama seperti cinta Mario yang di tinggalkan begitu saja dengan Glacia
Mario duduk di belakang Vellic diam, pikiran nya sedang menelaah perasaan nya sendiri...
" Aku tidak egois bukan...??? aku tidak sedang mempermainkan perasaan nya bukan...!!! jika dia pernah meninggalkan ku begitu saja aku tak salah bukan jika membuka hati untuk orang lain...!!!"
Vellic menatap Mario heran, tadi abis mati matian berjuang meluluhkan hati Vellic, tiba tiba habis nerima telpon balik balik jadi orang bingung,
" Ada masalah kah...???" tanya Vellic
Mario menatap Vellic, dia tak bisa menyembunyikan perasaan nya lagi jika hati dan seluruh cinta nya kini sudah terpenjara pada gadis kecil ini, Mario sangat mencintai Vellicia yang cerewet, uring uringan, suka ngambek, cengeng, konyol, dan menyebalkan
" Apa ada waktu sebentar aku mau bicara serius...???" tanya Mario
" Waaahhh kayaknya ada hal serius beneran nih... mukanya kayak lagi jadi pengawas ujian sekolah..." sahut Vellic, lalu segera duduk menjajari Mario
" What wrong...???" tanya Vellic
" Tidak ada yang salah... tapi kau harus dengar beberapa hal yang mau aku katakan...!!!" jawab Mario
" Oke...!!!"
" Glacia tadi datang kerumah mencariku...!!!" ucap Mario tanpa basa basi, wajahnya datar intonasi suaranya pun datar dan dingin, Vellic menatap Mario serius, agak kaget juga dengernya
Mario meraih pipi Vellicia ditengadahkan dengan kedua telapak tangan nya, memaksa nya untuk menatap mata Mario serius
" Bisa kan nanya satu satu...????"
Vellic langsung tergagap diam, berada di dekat Mario dalam posisi sedekat ini membuat jantungnya tak terkendali, panas dingin Grogi
" Yahhh... Glacia datang kerumah ku kerumah ruan Martin... dia tau rumah ku bahkan pernah akrab dengan mama dan keluarga ku... kau tau kan kalau aku pernah ada hubungan dengan nya...??? jelas dia sering datang kerumahku dulu...!!! tetapi itu cukup dulu saja...!!!" ucap Mario dengan kata terakhir yang ditegaskan nya seolah meminta Vellicia paham
" Ta.. tapi untuk apa datang kerumah mu lagi...???" tanya Vellic gugup
" Aku tak tau.. dia hanya bertemu bibi... dan untung nya bibi berhasil mengusirnya...!! yang aku khawatirkan jika dia mulai datang kerumahku dan tau aku tidak disana lagi dia akan mencari tau dimana aku... aku lebih khawatir kalau rahasia kita terbongkar kamu bisa dikeluarkan dari sekolah sebelum ujian kelulusan...!!!!"
" Terus kita harus gimana...???" tanya Vellic lagi
Mario meraih tubuh Vellicia dipeluknya erat
" Bisakah kau percaya pada ku satu hal...???" pinta Mario
" Apa...???"
" Jangan lagi marah dengan ku dengan alasan Glacia... sungguh aku tak ada lagi perasaan apapun dengan nya... kau tau... semenjak aku bertemu kembali dengan mu disekolah meskipun kamu murid yang badung, menyebalkan dan suka protes tetapi sejak saat itulah aku memutuskan yakin menerima perjodohan kita... tidak ada alasan lain lagi untuk kamu menuduh ku masih ingin kembali pada masa lalu ku... aku memang menvintainya tapi itu dulu... sekarang aku hanya mencintai istri kecil ku... berharap pernikahan ini benar benar membawa kebahagiaan untuk kita.....apa kau mengerti....!!!!!" ungkap Mario dengan bersungguh sungguh, pokoknya siapa aja yang mendengarkan nya bakalan lumer meleleh
Vellic melepas pelukan Mario
" So sweet banget sih pak Guru... anda itu kan guru olahraga bukan guru sastra... pinter bener bikin syair...!!!" cibir Vellic
Mario mencubit hidung Vellic kesal, orang lagi romantis romantisan malah dia masih aja ngajak bercandaan
" Aa... aaaooowww....!!!!"
" Jangan bikin hati ku kayak di roller coaster bisa kan...!!! kamu bikin aku sering mendadak serangan jantung... kamu pikir aku juga tak mau hidup tenang... Haaahhh....!!!!!" rungut Mario
" Hihihiii iya iya biar impas gitu lhooo pak Guru... kamu kan kalau disekolah bikin ciut nyali semua murid... mau buang kentut aja gak berani kalau lagi kena marah kamu... yaaa kalau dirumah aku bales... dirumah istri kan ratu dan seorang raja yang bijaksana harus memuliakan ratunya... mengalah pada ratunya....!!!" balas Vellicia
" Terimakasih sudah menjadi ratu ku...!!! aku sangat bahagia kau mau berada disinggasana ku... ratu... teruslah disamping ku jangan pergi pergi merajuk hanya karena hal sepele... bisa...???!!!!"
" Iya kakanda tuan Raja..." celoteh Vellicia menanggapi ucapan Mario
Sebenernya sih bukan Vellic gak peka atau dia gak bisa diajak serius atau membercandai Mario, Vellic hanya sedang menyembunyikan rasa Ge Er nya yang udah di atas langit menari nari, hatinya yang udah penuh bunga setaman sangking lumer melelehnya dengan ungkapan Mario yang uuuuggghhhh bikin cenat cenut dag dig dug tersipu sipu
Makanya doi sok sokan cuek, gengsi aja biar gak ketahuan kalau dia juga kegirangan dan amat sangat happy dengan ungkapan cinta Mario
" Jadi... kita sudah baikan kan...????" tanya Mario
Bersambung~
Jangan lupa kasih Vote yang banyak ya Readers
Happy Reading...