PE Teacher Is MyHusband

PE Teacher Is MyHusband
Olahraga Estafet



Pelajaran jam kedua adalah olahraga sampai nanti istirahat pertama, setelah berganti pakaian olahraga semua siswa berkumpul dilapangan sekolah untuk mengikuti pemanasan sebelum praktek materi olahraga hari ini dimulai


Vellicia mengikutinya dengan setengah hati, pasalnya badan nya sangat lemas lesu dan letih, bolak balik dia menguap memgusir kantuk yang begitu berat disangga oleh si kelopak mata


" Gara gara kak Mario nih...!!! semalaman digempur ampe lemes ngantuk kan jadinya sekarang... harusnya dia kan tau kalau jadwal pelajaran hari ini olahraga... mapelnya dia sendiri... mana materinya pas lari estafet lagi...!!! huuuuhhhffff...." Vellic berulang kali menggerutu mengumpat ulah Mario semalam


" Dia mah enak tinggal nunjuk nunjuk doank gak keluar banyak tenaga... wajarlah gak lesu meskipun semalem habis kerja keras...!!!!"


" Hoooaaammmmhh..."


" Vell lu kenapa sih kayak orang kurang darah aja dari tadi nguap mulu..." tegur Morgan yang berbaris disebelah Vellicia


" Lebih mirip kayak orang sakit kuning sih..." timpal Tiffano sambil cengengesan


" Gak sekalian Diabetes...!!!" Rungut Vellic


" Nah bener tuh diabetes...!!! oma gue dulu dia sering banget jam jam segini ngantuk, lemes wajahnya pucet persis banget si Vellic... eeehhh gak taunya kena diabetes..." Morgan tampak sangat antusias meledek


" Hahahaha.... penyakitan lu berarti Vell..." Tiffano gak kalah resek bikin barisan mereka bertiga jadi gaduh dan mengundang perhatian pak Guru Mario


" Heiii kalian...Tiffano Morgan... mengapa sedang pemanasan malah ngobrol...!!!" tegur Mario dengan nada dingin nya


" Vellic kena diabetes pak..." sahut Morgan santai


" Heeehhh ngawur...!!!!" sembur Vellic cepat


Mario berjalan mendekati barisan tiga bocah rusuh itu


" Kamu sakit Vellicia...??" tanya Mario dibuat se dingin dan seprofesional mungkin


" Ng....nggak pak cuman lemes aja..." sahut Vellic tapi ujung ekor matanya melirik Mario dengan sinis


" Apa mau istirahat saja...??" tawar Mario


Rista dan Mody cekikikan lirih dari barisan seberang


" Pasti semalem abis digempur habis si Vellic..." ujar Mody sambil cekikikan


" Huhuhu jelas nya... lihat aja si Vellic nguap dari tadi... matanya sayu... lemes lesu gitu..." sahut Rista


" Pinter juga pak Mario bersandiwara... pakai acara nanya lagi kan dia yang menyebabkan Vellic kek orang kurang darah gitu hihihi...."


" Nggak usah pak... saya gak papa kok cuman kecapean aja kurang tidur...!!!" jawab Vellic ketus, penekanan dalam intonasi nya seakan memberi tahu Mario kalau semua ini akibat dari ulahnya


" Makanya jangan begadang biar bisa istirahat penuh..." sahut Mario seolah tak peduli lalu melangkah pergi meninggalkan Vellic


Mody dan Rista makin terkekeh menahan tawa, pak Mario sangat lucu rupanya... bisa bisa nya beliau nyuruh Vellic banyak istirahat sedangkan semua itu adalah ulah nya


" Ngeselin ya... enteng banget tuh ngomong...!!! bukan nya anda yang membuat gue begini...!!!" umpat batin Vellic menahan kesal


" Oke pemanasan cukup anak anak... selanjutnya silahkan pilih kelompok lima orang lima orang diisi 3 cowok 2 cewek lalu berbaris sesuai kelompok..." instruksi pak Mario setelah dirasa gerakan untuk pemanasan sebelum lari cukup


Semua sibuk mencari kelompok masing masing, Vellic ketemu dengan Putri, Regan, Bagas dan Girvan di regu nya... awalnya Vellic ragu harus satu kelompok dengan Girvan apalagi di depan suami killernya, tapi ya mau gimana lagi gak ada anak cowok yang nganggur lagi semua sudah kebagian kelompik masing masing, jadi mau gak mau ya Girvan harus satu regu dengan nya


" Sudah dapat kelompok semua...???" tanya Mario


" Sudah paaaakkk...!!!" sahut Murid murid serempak


" Silahkan berbaris sesuai kelompok masing masing....!!!"


Setelah semua berbaris sesuai kelompok masing masing, pak Guru Mario mulai mengabsen per kelompok, sampai di kelompok Vellic, setelah memanggil nama Girvan dan selanjutnya di susul nama Vellic di bawahnya, Mario langsung diam membuat Vellic udah mulai ketar ketir, namun ternyata Mario pura pura acuh dan langsung menyuruh mereka berada di posisi masing masing


Bagas kebagian bawa tongkat pertama di garis start, lalu di bagian kedua ada putri, disusul Vellicia, sebelah nya ada Girvan dan di bagian terakhir yang membawa tongkat sampai finish adalah Regan, doi terkenal si kaki panjang karena satu langkahnya sama dengan dua langkah temen lain, kalau langkah Vellic jadi tiga langkah


Priiiiiitttttt


Peluit di tiup oleh pak Mario, kali ini giliran kelompok Vellic yang lari, yang dinilai adalah kecepatan lari, waktu yang dibutuhkan serta kekompakan tiap kelompok


Bagas ancang ancang siap lari, Bagas ini berbadan kecil tapi larinya sangat cepat mungkin hampir mirip kancil atau kalau gak kaya pemain Persija Riko Simanjuntak hihihi


Bagas lari dengan kecepatan diatas rata rata orang lain hal itu membuat team Vellic se... bamyak langkah lebih cepat dari team lain, tongkat langsung di serahkan Putri dan Putri segera lari semampu nya, Putri yang badan nya kecil tinggi membuatnya lebih gesit berlari sehingga saat ini dia sudah tukar posisi dengan Vellic dan Vellic yang saat ini berlari siap menyerahkan tongkat ke Girvan


" Buruan Vellic...!!!! jangan sampai kalah sama Eci lari nya...!!!" teriak Regan di bagian ujung, Girvam juga ketar ketir melihat lari Vellic yang lambat, harusnya dia sudah lebih dulu berlari menyerahkan tongkat itu ke Regan


" Vell... buruan Vell...!!!" treak Putri


Vellic berusaha sekuat tenaga untuk terus mengayun kakinya, namun terasa semakin berat dan susah melangkah,


" Sedikit lagi Vellic... sedikit lagi lu nyampe di Girvan... lu pasti bisa Vell...." batin nya menguatkan


" Ayooo Vell...!!!" teriak Girvan yang udah gak sabar menunggu Vellic


Vellic terus berupaya semaksimal mungkin berlari, sedikit lagi dia sampai di bagian Girvan, dia bisa istirahat setelah ini, namun tepat ketika Vellic ingin menyerahkan tongkat yang dibawanya tiba tiba kaki Vellic tergelincir dan badan nya tak seimbang sehingga Vellic terpeleset dan hampir jatuh


Girvan langsung sigap dia langsung menangkap tubuh Vellic yang hampir jatuh, alhasil membuat tubuh mereka terpelanting, Girvan menahan kuda kuda kakinya supaya tidak ikut jatuh, Vellicia saat ini berada di pelukan nya dengan selamat


Semua mata tertuju pada nya, bahkan si Tio yamg seharusnya bisa memanfaatkan keadaan langsung berlari dan menang setelah mendapat tongkat dari Eci, malah diam menyaksikan adegan romantis dan langka yang sedang berlangsung saat ini


Vellic kaget!!! tatapan matanya bertemu dengan mata teduh milik Girvan yang saat ini sangat jelas terlihat kekhawatiran nya, membuat Vellic terdiam tak berkutik di pelukan Girvan, Vellic lupa membiarkan sepasang mata cekung yang saat ini sangat kesal dengan adegan yang mereka buat


" Lu gak papa...???" bisik Girvan dengan hembusan nafas segar yang menyeka wajah Vellic membuat Vellic makin terhipnotis


" Gue gak papa makasih...!!! tapi lu harus buruan lari kalau gak kita kalah..." bisik Vellic mengingatkan


" Apalah artinya nilai... gue lebih khawatir sama lu.. apa lu lagi sakit...??? kenapa lu lemas gak kaya biasanya...???" tanya Girvan dengan penuh perhatian


Vellic menggeleng


" Gue gak papa cuman kurang tidur aja jadinya lemes..." sahut Vellic sambil tersenyum


" Apa mau terus berpelukan ditengah lapangan seperti ini...!!! kalian itu sedang pelajaran praktek untuk mendapat nilai bukan mengobrol romantis...!!!" tegur Mario dengan nada dan wajah yang super duper galak, tatapan matanya Kedung tajam dan bibirnya dingin tanpa ada ramah tamahan disana


" Maaf pak tapi Vellic lemas..." jawab Girvan sambil melepas pelukan nya, Vellic langsung sempoyongan dan berkunang kunang,


Mario meliriknya dengan sinis meskipun dia sebenarnya juga sangat khawatir, apalagi pelukan dari Girvan tadi mengundang kekesalan orang dewasa yang gak terima istri kecilnya dipeluk cowok lain


" Lanjutkan tugas mu...!!! biarkan Vellicia urusan ku..." tanpa Ragu ragu Mario menepis tangan Girvan yang masih memegangi Vellic lalu menyerahkan tongkat dan menyuruhnya lari, sedang tangan Mario sendiri langsung menggenggam tangan Vellicia erat


Girvan tak bisa membantah lagi, dia langsung berlari secepat kilat membuat Tio terkesiap sadar dan langsung menyusulnya berlari


" Kenapa...???" bisik Mario lirih


" Pusing... kepalaku berat mataku berkunang-kunang..." sahut Vellic lirih


" Eee Mody Rista tolong bantu Vellicia antarkan ke UKS...!!" pinta Mario yang langsung mempercayakan istri kecilnya ke mereka, karena sudah pasti aman tidak terganggu predator


" Tapi nilai kami pak...???" tanya Rista sebelum mereka membawa Vellic ke UKS


" Saya samakan dengan nilai Vellic..." sahut Mario singkat


" Nahhh gitu donk kan bermanfaat..gak rugi rugi amat kita....!!!" lanjut Mody ikutan menimpali, secara mereka tau kan selambat lambat nya lari Vellic tadi masih mendapat apresiasi dan mengalahkan si Eci, Lalu mereka segera membawa Vellic ke UKS


" Makanya Vell... kalau tau ada mapel olahraga... jangan olahraga duluan malam malam jadi gini kan...!!!!" nasehat dari Rista


" Mentang mentang guru olahraga sendiri langsung main hajar aja... "


" Kak Mario gak ngira ngira...gue udah ngingetin ..." sahut Vellic dengan lemah


" Yaaahhh maklumin aja sih Ris namanya juga pengantin baru ya lagi gayeng gayeng nya...." Mody menimpali sambil tersenyum


" Kenapa harus dipeluk Girvan sih Vell...!!!!" gerutu Mario yang masih jengkel dengan adegan pelukan didepan matanya tadi


" Kamu seregu sama dia aja aku udah ketar ketir malah ini di peluk..... huuufffhhh..."


Bersambung~


Jangan lupa kasih Vote, Masuk kedaftar favorite biar gak ketinggalan bab baru soalnya authornya UP nya random kadang iya kadang gak sekaline iya up nya banyak lhooo hihihihi...


Happy Reading...