
Hari, Moment yang paling menegangkan dan ditunggu selama ini dimulai juga, Senin pagi yang menegangkan karena hari ini dimulai nya Ujian Nasional kelulusan untuk angkatan Vellic n Cs, semua sudah berkumpul di depan kelas masing masing sesuai urutan nomor ujian, satu kelas hanya ada 15 siswa siswi yang nomernya sudah di acak, dan tata cara Ujian tahun ini setiap nomor Siswa akan mendapat soal yang berbeda, jadi kecil kemungkinan untuk mereka saling bagi contekan jawaban
Vellic terpisah dari Rista dan Mody, tetapi ternyata dia satu ruangan dengan Girvan, laki laki yang sejak sore itu jadi bersikap dingin, acuh dan selalu ketus padanya, tapi Vellic tak menghiraukan nya, toh setelah ujian ini selesai, mereka udah jarang ketemu kalau pun ketemu jika gak kebetulan ya pas reuni alumni... jadi ngapain diambil pusing...
Setelah di cek kerapian, dan segala peralatan ujian satu persatu siswa di persilahkan masuk dan duduk sesuai nomor Ujian, ternyata lagi... Girvan duduk tepat di depan Vellic mereka berada di kursi urutan nomor tiga dari baris samping dan urutan nomor tiga dan empat dari baris depan
Karena sedikit terburu buru, Vellic dan Girvan bersenggolan sedikit begitu mau ke tempat duduk
" Eeehhh Sorry..." ucap Vellic refleks, tapi Girvan hanya diam tak menggubris, Vellic pun hanya mengangkat bahu dan segera ke tempat duduknya
" Pagi anak anak... hari ini hari pertama kalian mengikuti Ujian Nasional... jangan tegang, jangan panik tetap tenang dan focus... seperti biasa selesaikan terlebih dahulu soal yang menurut kalian paling mudah..." ujar bu Neli membuka sambutan di kelas sebagai pengawas ujian
" Sudah belajar semua kan...??? ingat di kelas soal tidak ada yang sama jadi tidak bisa saling ngasih jawaban ya..."
" Baik kita mulai ya..." bu Neli kemudian membagikan soal langsung dari meja ke meja sesuai tanda nomor
" Vellic sudah sembuh...??? sudah siap berfighter ya..." ujar bu Neli menyapa Vellic ketika sampai di tempat duduknya
" Siap bu..." jawab Vellic sambil tersenyum
Lalu ujian pun dimulai...
Soal pertama seperti biasa akan di berikan soal yang sedikit lebih mudah tapi membingungkan karena banyak jebakan apalagi kalau bukan Bahasa Indonesia, salah teliti dikit jawaban bisa meleset jauh jadi harus benar benar tenang dan focus
Jam terus berputar, masing masing siswa tengah sibuk membulat bulatkan lembar jawaban sebagai jawaban atas soal yang diberikan, para pengawas mondar mandir disetiap penjuru mengawasi kalau kalau ada siswa yang berbuat curang selama ujian
Beberapa siswa yang otaknya encer sudah mulai mengumpulkan jawaban dan keluar kelas, menbuat beberapa anak yang masih mikir jadi berubah gugup dan panik takut waktu habis dan belum kelar maka kelar lah hidupnya hihihi
Girvan pun sudah tampak bergegas meninggalkan kelas, tapi Vellic tetap diam dia sudah selesai sejak tadi tapi dia masih terus meneliti jawaban jawaban nya takut ada yang masih salah, dia tak mau ceroboh dia harus mendapatkan nilai terbaik meskipun setelah itu entah nilai itu akan dibawa kemana
Namun semua itu tak lantas membuat semangat Vellic menurun... minimal Mario harus bangga memiliki istri yang cerdas dan hebat...!!! biar setara dengan nya yang lulusan fakultas luarnegeri
" Oke anak anak waktu sudah habis silahkan kumpulkan jawaban kalian...!!" ujar bu Neli ketika melihat jam ditangan nya
Vellic berjalan dengan mengumpulkan lembar jawaban nya di meja pengawas, lalu keluar sambil tersenyum lega
" Satu hari sudah terlewati dengan sukses..." ucap nya sambil tersenyum
Dia bergegas ke kantin untuk mencari amunisi setelah berpusing pusing ria selama dua jam tadi, rupanya disana sudah ada dua bestie nya yang lagi asyik nyruput orange juice sambil menunggunya datang
" Haiii guys... wahhh seger nih kayaknya..." sapa Vellic
" Vell... gue pikir lu udah kesini... lama banget di kelas kita aja udah keluar dari tadi..." jawab Rista riang
" Hehe gue ngepasin waktu sampai habis aja... Eehh bentar ya gue ambil pesenan minum gue dulu..." Vellic segera kembali dengan segelas orange juice di tangan nya
" Gimana ujian pertama lancarkan...??" tanya Vellic
" Kelas Gue gak asyik Vell... lu tau nggak yang jadi pengawasnya siapa...??" jawab Mody tapi diakhiri dengan melemparkan pertanyaan
" Siapa...??"
" Siapa lagi kalau bukan guru Killer kita dan kesayangan lu... pak Mario..."
Hahahahaha
Mereka bertiga tertawa lepas
" Gak kebayang ya gimana tegangnya..." sahut Vellic
" Bener... untungnya ini pelajaran Bahasa Indonesia yang cukup diamati baek baek jangan ampe kejebak doank... bayangin kalau pas matematika atau fisika... bisa langsung dehidrasi berat gue... kita napas aja salah Vell..." keluh Mody
" Kalau kelas gue sama bu Neli sih jadi gak tegang malah... beliau bisa memberikan kenyamanan biar anak anak gak tegang..." jawab Vellic menceritakan kelasnya
" Itu mah enak..."
" Kalau kelas gue sama bu Anita... selfie selfie aja kerjaan nya...untung aja gak sambil tiktokan..." keluh Rista
" Tenang... kita bakalan ngerasain semuanya ada giliran nya masing masing..."
" Eeehhh ngomong ngomong habis ini kalian kemana...??" tanya Mody
" Ke mall yuk nongki nongki dulu ngilangin stres..." ajak Rista
" Eee gue langsung pulang kayaknya..." jawab Vellic cepat
" Noohh udah ditungguin pak komandan..." Vellic memajukan dagunya ngasih isyarat kalau tuan paduka nya sudah menunggunya
Rista n Mody menoleh bersamaan, melihat pak Mario sudah berdiri dengan tegap menunggu Vellic
" Lu mau balik bareng pak Mario dari sekolah...?? gak kaya biasanya nunggu di perempatan...!!" tanya Mody serius
" Gak tau nanti... gue ngikut dia aja..." jawab Vellic
" Heeemmmm... kayaknya gak cuman lu yang bosen pak Mario juga kayaknya udah bosen kucing kucingan... udah main terang terangan sekarang..." nilai Mody lagi
" Mungkin aja mau go publik hihihihi..." balas Vellic sambil cengengesan
" Jangan dulu Vell... tunggu ujian kelar... masih 3 hari lagi..." larang Rista
" Hehehe iya iya kita juga tau kali... paling lagi mantau istri kesayangan nya aja itu takut digodain cowok lain yang masih kinyis kinyis takut kalah saing kan..." gurau Vellic
" Sekinyis kinyisnya cowok disekolah ini tetep kalah sama pak Mario Vell... lu gak lihat pak Mario itu paket lengkap komplit cuman minusnya dingin aja kayak kulkas dua pintu, killer abis..." potong Mody
" Itu kalau disekolah... kalau dirumah beda lagi..." jawab Vellic
" Di rumah mode romantis yak..."
" Banget....!!!"
" Vell... udah gusar tuh nungguin lu..." Rista mengingatkan
" Yaudah deh kalau gitu gue cabut duluan yaakkk..." Vellic pamit
" Oke hati hati..."
Vellic segera nyamperin Mario yang berdiri tak jauh dari kantin menunggunya
" Haiii... mau ngajak pulang bareng...??" tanya Vellic
" Mastiin aja kalau istri ku ini gak nakal mau ngumpul nongkrong sama temen temen nya selesai ujian... padahal kan harus banyak istirahat dan belajar buat persiapan ujian selanjutnya besok..." balas Mario
" Yaudah yoookk pulang..." Vellic menarik tangan Mario menggandengnya
" Yakin mau pulang bareng dari sekolah kek gini...??" tanya Mario menantang keberanian Vellic
" Hehe..." Vellic melepas gandengan tangan nya tanda tidak berani
" Yaudah tunggu di perempatan seperti biasa ya... aku menyusul..." perintah Mario
" Oke...!!" Vellic segera berjalan mendahului Mario
Dari kejauhan Girvan melihat moment kecil barusan yang tetap saja terasa ngilu perih di hatinya
" Vell... se bahagia itu lu sama dia..." keluhnya lirih meratap menahan sakit
" Mo... jadinya kita kemana...??" tanya Rista, kayaknya mereka gabut mau ngabisin waktu kemana seharian ini
" Mall aja deh... siapa tau bisa cuci mata kan.. dapet yang komplit kayak pak Mario kan lumayan..." sahut Mody
" Aduuhhh itu limited edition... cuman khusus buat Vellic doank..."
" Aahhh masa sih gak ada copy an nya dikit... ada lah..."
" Yaudahlah gasss yuuukkk gue juga mau nyari hihihi... ngarepin Girvan keburu gue makan ati mulu..."
" Hahahaha nyadar lu... lagian masih banyak kali cowok lebih dari Girvan... ketimbang ngarepin yang gak pernah nyadar kehadiran lu..."
" Iya sih... goblok emang gue..."
" Emang..."
Hahahaha....
Bersambung~
Jangan lupa Vote dan komen nya yaaa
Happy Reading...