PE Teacher Is MyHusband

PE Teacher Is MyHusband
Saling Menguatkan



Mario masuk keruang rawat Vellicia dengan pelan setelah dokter memberi tahu jika istri kecilnya sudah bisa di kunjungi, Mario berusaha menghapus air mata nya dan bersikap tegar sebelum menyapa Vellic yang masih terbaring lemah, dia tidak mau menambah beban dan kesedihan ketika istrinya melihat rasa kecewa dan kehilangan yang saat ini dia rasakan


" Heiii sayang.. apa yang kamu rasakan saat ini...apa sudah jauh lebih baik...??" tanya Mario lembut


" Aku sangat cemas menunggu mu di luar bersama Mody dan Rista..." lanjutnya berusaha tersenyum hangat didepan Vellic


" Kh..kaakhh.." sahut Vellic dengan suara serak


" I'm sorry..." lanjutnya lirih lalu menangis tersedu sedu, dia tidak bisa melanjutkan kata kata nya, ini terlalu menyakitkan


Mario langsung mengecup kening istri nya memberi ketenangan


" Its oke... its oke... ini bukan salah kamu... mungkin emang dia belum saat nya hadir untuk kita...its oke... yang penting kamu sekarang baik baik aja.. cepet pulih...dan cepet sehat..." jawab Mario lembut


" Aku udah mematahkan keinginan mu.. mematahkan kebahagiaan mu kak... aku udah memisahkan kamu dari calon anak kita... kalau aja aku gak keras kepala dan menuruti omongan mu mungkin kita gak akan kehilangan dia..."


" Aku salah... aku ceroboh.. aku gak bisa jadi ibu yang baik.. aku gak bisa jagain anak kita... aku minta maaf...hiks hiks hiks..." tangis Vellicia pecah dipelukan Mario


Ternyata hati Vellic lebih rapuh daripada apa yang dia rasakan saat ini, Vellic yang sedari awal menolak kehamilan nya, tak terima dengan kehamilan itu ternyata dia sangat terpukul dan kehilangan, dia bahkan merasa amat sangat bersalah telah membuat calon bayi nya harus pergi dari mereka


" Its oke sayang... jangan menyalahkan dirimu.. gak ada yang salah... memang mungkin rencana Tuhan seperti ini... Tuhan gak mau membebani kamu makanya sementara anak kita Dia ambil dulu... sampai nanti kita siap baru Tuhan akan memberikan nya kembali ke kita sayang..."


" Jangan fikirkan lagi ya.. kamu harus focus segera sembuh.. inget sayang seminggu lagi kamu ujian.. jangan sampai kamu sia siakan kesempatan ini.. kamu harus lulus dengan nilai terbaik..."


" Aku...aku ngerasa aku sudah memisahkan kamu dari calon anak kita kak... aku sudah memusnahkan harapan kak Mario..."


" ssssstttt..... please jangan bilang seperti itu sayang...aku sudah ikhlas... aku sudah menerima semuanya... yang terpenting buat aku sekarang kamu baik baik aja... kamu bisa melewati masa kritis mu... udah ya jangan mikir apapun lagi..."


" Dengarkan permintaan ku ini ya sayang... kalau kamu sayang aku please jangan membantahnya..."


Vellic hanya mengangguk, Mario kembali mencium kening lalu mengecup bibir manis istrinya lembut, berusaha menghapus air mata Vellic agar tidak terus menyalahkan dirinya sendiri


Mody dan Rista masuk menjenguk Vellicia, mereka berjalan pelan mendekati ranjang rawat Vellic saat ini


" Vell... are you oke...???" tanya Mody lembut


" Guys... hiks hiks hiks...."


Mereka langsung berpelukan menenangkan Vellic yang keadaan nya masih kalut, sebisa mungkin mereka harus memberikan ketenangan untuk jiwa Vellicia yang tengah terguncang, kehilangan anak bukan hal yang mudah bukan...??? meskipun memang pada awalnya Vellic tidak menginginkan kehadiran nya secepat ini, tetapi naluri seorang ibu akan sangat hancur ketika kehilangan benih calon bayi nya


" Sssttt... its oke... mungkin Tuhan lebih tau yang terbaik buat lu... mungkin Tuhan mengerti kalau lu emang belum siap.. belum saat nya jadi mama muda... makanya Tuhan masih ngambil kembali calon babby lu..." ujar Mody sambil mengusap usap punggung Vellic yang berguncang karena mengisak sesenggukan


" Iya Vell... mungkin lu emang di kasih waktu buat bisa kuliah bareng kita dulu... gak langsung sibuk sama anak...udah ya gak usah sedih..." tambah Rista ikut memberi suport


" Guys gue gak tau apakah gue harus seneng atau sedih... seneng karena akhirnya gue masih bisa menikmati hari hari gue kayak kalian... gue belum siap jadi ibu muda, dipaksa keadaan buat ngerawat anak gue disaat gue belum siap kayak sekarang ini..."


" Tapi... kehilangan dia adalah hal yang berat buat gue juga... gue ngerasa hidup gue ada yang hilang, gue sedih... kecewa... marah sama diri gue karena gue terlalu bodoh... gue gak bisa jagain anak gue... gue gagal jadi ibu...!!!"


" Jangan ngomong gitu Vell..."


" Kebodohan gue... kenapa gue harus kepancing sama omongan Sindy... padahal gue tau kalau kandungan gue lemah dan gue gak bisa melakukan aktivitas yang terlalu berat... kenapa gue malah memaksakan diri... huhuhuhu hiks hiks hiks...."


" Bukan salah lu Vell.. mungkin jalan cerita nya harus kek gini... yang paling penting sekarang lu gak papa dan lu harus cepet sembuh...!!!"


Setelah beberapa saat mereka berpelukan untuk saling memberikan kekuatan, Vellic melepas pelukan dua sahabat nya, dia dibantu Mario duduk bersandar di tepian ranjang


" Beberapa hari ini lu harus bener bener istirahat Vell... pemulihan kesehatan lu... biar pas ujian nanti lu bisa mengikutinya dengan baik... lu mau lulus kan...??" Mody ngasih saran dengan penuh kasih sayang


" Gue mau jadi nilai terbaik di kelulusan ini..." sahut Vellic pelan


" Kak..." panggil Vellic ke Mario pelan


" Iya sayang... aku disini... kamu mau apa...??? butuh sesuatu yang bisa aku bantu...!!" tanya Mario penuh antusias


" Aku cuman mau nanya... tadi nilai praktek ku sempurna belum...??? aku sudah sampai garis finish kan...!!" tanya Vellic


" Yahhh... kamu sudah sampai garis finish... dan nilai mu masih cukup bagus untuk ukuran cewek... hanya sedikit lebih lambat dari waktu biasanya..." jawab Mario


" Kenapa nanya nilai praktek...???" tanya Mario balik


" Aku pengen tau aja... biar gak sia sia perjuangan ku untuk bisa sampai di garis finish... dan aku harus kehilangan anak ku gegara hal itu..."


" Sudah ya... setelah ini please... jangan lagi melakukan tindakan apapun yang membahayakan diri kamu... apapun itu... meskipun demi menjaga rahasia kita... tapi aku gak bisa ngliat kamu terkapar kritis seperti kemarin ini... dunia ku hampir berhenti berputar...!!!" pesan Mario


Vellic tersenyum hambar lalu menatap Mario dengan tatapan cinta meskipun sayu


" Maaf ya..."


" Vell... temen temen dan beberapa guru mau jenguk lu kesini... mereka lagi OTW..." ujar Rista memberi tahu Vellicia setelah dia membaca informasi di pesan WA Group teman sekelas nya


" Eee pak Mario Vellic udah bisa di jenguk kan...??" tanya Rista lagi memastikan


" Iya gak apa apa yang penting jangan dulu memberikan pertanyaan yang macam macam atau mungkin ada temen nya yang rusuh membuatnya tidak nyaman atau suasana gaduh... karena itu akan sangat menggangu kesehatan Vellic dalam tahap penyembuhan ini...." sahut Mario


" Kira kira kalau mereka tanya apa yang terjadi sama Vellic kita jawab apa ya...??? mereka kan tadi udah lihat kalau Vellic keluar darah..." tanya Mody


" Tenanglah... itu bagian saya nanti untuk menjelaskan..." sahut Mario datar membuat Mody dan Rista hanya meringis ngeri


" B..baik pak Guru... kita lega soalnya kita bingung mau jawab gimana... kita ini gak ada yang paham soal masalah penyakit..." tambah Mody sambil menghela nafas panjang


" Salah salah malah kita yang salah ngasih penjelasan... bisa gagal paham nanti...!!" lanjut si Rista menggumam


" Tapi kalian jangan pergi ya... jangan tinggalin gue..." pinta Vellic memelas


" Iya Vell kita disini buat lu... nemenin lu... ngebela lu... jadi lu tenang aja...!!!"


" Oya Vell... lu pengen makan buah apa nih...??? ada apel, pir, melon... ahhh banyak nih kamu mau makan yang mana Vell...??" tanya Mody lagi yang sangat antusias membantu menyambut kesembuhan Vellic


" Jeruk mau Vell... biar gue kupasin...??" tambah nya, Vellic hanya tersenyum sambil mengangguk pelan....


Bersambung~


Adanya perbedaan ketika sudut pandang cerita, atau keinginan alur cerita antara author dan readers itu sudah biasa


Karena author bisanya memiliki kejutan kejutan cerita disetiap alur perbab nya, hanya saja jangan sampai perbedaan itu dijadikan sebagai tempat untuk menghakimi karya karena dianggap tidak sesuai dengan keinginan para readers


Setiap author pastinya sudah menyiapkan alur cerita, penokohan dan lain sebagainya jauh sebelum menulis cerita...cukup hargai dan nikmati karya nya, jangan sampai komen para readers membuat semangat kami para author menurun....


Andai ada alur atau apapun di dalam cerita yang kurang sependapat dengann keinginan Readers harap dimaklum....dan tetap di nikmati saja yaaa


Jangan lupa dukung karya kami dengan kasih Like, Vote setelah selesai baca....


Oke...!!!!


Happy Reading...