PE Teacher Is MyHusband

PE Teacher Is MyHusband
Lomba Class Meeting



Ketika pemilihan team inti sudah disetujui mereka langsung mempersiapkan diri, mereka langsung berkumpul di lapangan sekolah untuk persiapan mengambil nomor perserta lomba, Tiffano selaku ketua kelas menjadi ketua sekaligus komando di regu mereka


" Oke guys sesuai ide dari Girvan tadi... masing masing regu yang sudah di pilih untuk mempersiapkan diri yaa... dan jangan lupa temen temen yang jadi team cadangan juga bersiap siap tau tau tiba tiba dibutuhkan..." ujar Tiffano memberi arahan


" Tif... pak Gunawan bilang ketua kelas gak bisa ikut perlombaan loh... dia harus jadi komando..." ujar Vellicia yang kebetulan mendapat informasi dari salah satu panitia lomba


" Tadi gak dibilangin... kenapa dadakan...!!!" protes Tiffano


" Yaudah gak papa Tiff lu ngomando kita aja... nanti bagian lu biar di ganti Anjar aja..." sahut Girvan menengahi


" Yaudah deh...!!!" sahut Tiffano menurut


Girvan meskipun tergolong anak baru di kelas mereka namun sikapnya yang dewasa dan kadang banyak bijaknya menjadi leader bagi mereka semua, jadi ya mereka nurut nurut aja dengan apa yang disampaikan Girvan


Regu A mendapat nomor lomba 8 sedangkan regu B yang di pimpin Girvan mendapat nomor 4 itu artinya team B akan main duluan


" Guys... bersiap siap ya... team kita bakalan main duluan...!!!" Girvan memberi arahan ke temen temen team nya


" Gue minta Mody, Anwar sama Faix buat bersiap siap di pemain cadangan.. team B banyak yang tenaganya kurang maksimal soalnya..." lanjut Girvan


" Waaahhh lu ngeremehin gue..." protes Rista


" Ya bukan gitu Ris... jaga jaga gak ada masalah donk...!!!"


Prrriiiiiitttt.....!!!


Peluit yang dibunyikan Pak Wawan selaku wasit lomba sudah dibunyikan, kebetulan team Girvan langsung tanding pertama melawan kelas XI A


Rupanya team lawan memiliki strategi yang berbeda, mereka langsung mengerahkan pasukan terkuat mereka untuk masuk ke perlombaan langsung, melihat team Girvan yang tenaganya banyak yang ecek ecek mereka menyusun siasat agar segera menumpas habis mereka, membuat team lawan pontang panting dan kalah seketika


" Yakin Van... lu tunjuk mereka buat nandingin kita...!!!" ujar Romeo dengan meremehkan ketika mereka start di garis perlombaan


" Paling satu kali tarikan udah kalah semua mereka...!!!" tambah nya dengan senyum sinis


" Jangan dulu remehin kemampuan mereka Ro... lu belum tau kan strategi apa yang kita gunakan...!!!" sahut Girvan tenang


" Gue tau... lu bikin mereka jadi umpan duluan kan... dan begitu mereka terdesak lu langsung ganti pemain yang udah lu persiapkan dibelakang sana...!!! sayang nya trik lu ini udah kebaca... dan bakalan gue patahin langsung...!!! belum lu ganti pemain udah bakalan gue tumbangin mereka duluan...!!!" Jawab Romeo penuh percaya diri, tatapan nya benar benar sengaja membuat mental lawan down, itu termasuk trik dalam sebuah perlombaan


" Kita lihat aja nanti...!!!" sahut Girvan tetap tenang menanggapinya


" Ayooo guys....!!! kita harus kompak...jangan terkecoh dengan lawan yang berusaha menjatuhkan mental kita...!!! kita buktikan kekompakan kita membuat kita lebih kuat dari mereka...!!!" teriak Girvan menyemangati team nya


" SATU... DUA.... TIGAAA.... priiiiittttt......!!!!!"


" Ayo.... ayoooo ayooo ayooo....!!!"


Riuh suara suporter yang memberi semangat kepada kedua team yang sedang berlaga, rupanya benar team Girvan kelimpungan menghadapi team Romeo yang sudah dia persiapkan matang matang, bahkan beberapa kali team Girvan berhasil ditariknya maju, hampir mencapai garis batas


" Tenang guys jangan panik jangan panik.... kalau kita panik kita gak akan focus...!!!" teriak Girvan mengingatkan team nya


" Kita terdesak Van....lihat mereka lebih unggul bahkan benang penanda nya udah setengah di mereka..." keluh Rista yang berdiri tepat di belakang Girvan


" Hahahaha... Van... segini doank kemampuan kalian....!!!" ejek Romeo disertai gelagak tawa team nya yang sudah merasa sangat unggul di banding team Girvan


Vellicia meringis mencoba terus mengerahkan tenaga nya, tangan mulusnya mulai lecet terkena gesekan tambang yang ditariknya


" Aaa... aoooww...!!!" refleks Vellic berteriak ketika tangan nya tergores tambang yang mendapat tarikan kuat dari team Romeo


" Vell... lu kenapa...???" tanya Girvan penuh ke khawatiran


" Tangan gue sakit..." rengek Vellic


" Bertahan sedikit lagi Vel... belum dapat jatah ganti pemain soalnya..." sahut Girvan


" Ayooo guys mereka sepertinya lengah... ayo bangkitkan sisa kekuatan kita ayooo cepet tarik kuat....!!!!" teriak Girvan


Semua sekuat tenaga berusaha menarik team Romeo yang sedang lengah, rupanya benar team Girvan berhasil menarik benang penanda sudah kembali ke garis tengah, tetapi semua diluar dugaan mereka rupanya team Romeo segera menyadari dan memberi serangan balik, langsung ditarik dengan kekuatan power sehingga Al hasil team Girvan kelimpungan jatuh, untungnya masih ada Roni dan Anjar yang tetap siaga dan sekuat tenaga mempertahankan team mereka


Semua terpelanting dan terombang ambing, kali ini gak hanya lecet sedikit tapi tangan Vellic terasa sangat perih mengelupas, Vellicia menjerit kesakitan membuat Mario yang berada dikursi Juri langsung terkesiap menatap istri kecilnya dengan khawatir


Girvan refleks mengejar Vellicia dia bahkan meninggalkan barisan pertama sebagai pertahanan dan berlari mengejar Vellic, Rista yang melihat Girvan lebih memperdulikan Vellic seketika langsung kesal, kenapa dia yang lebih parah luka nya dan harus ditolong tapi malah lebih memilih Vellicia


" Vell mana yang sakit...!!!" tanya Girvan panik


" Van jangan tinggalin barisan kita bisa kalah...!!!" omel Mega yang menyadari benang penanda mereka semakin jauh


" Kita harus ganti pemain... lihat tangan Vellic luka...!!!" sahut Girvan masih panik


" Gak cuman Vellic kali... lu gak lihat lutut gue luka jatoh barusan...!!!" sahut Rista ketus


Vellic yang menyadari jika Rista masih marah karena Girvan yang lebih peduli dengan nya langsung melepaskan pegangan tangan Girvan


" Gue gak papa kok...!!" ucap Vellic


" Gak papa gimana..??? ini lhoo kulit lu mengelupas ada juga yang melepuh... ini bahaya Vell...!!" sahut Girvan tetap dengan kepanikan nya


" Terus aja mentingin Vellic doank... katanya team harus kompak apanya yang kompak kalau gini...!!! pantesan aja lu milih satu team sama Vellic... biar dapet kesempatan mesra kek gini...!!" tuding Rista yang cemburu buta


Rista langsung berjalan keluar barisan, membuat personil mereka kurang satu dan itu menambah poin kekuatan team lawan untuk menglahkan mereka


Melihat Rista keluar Mody langsung berlari masuk barisan, dia tau dia harus siaga menggantikan pemain inti


" Team Girvan ada penggantian satu pemain berarti sementara belum bisa ganti pemain lagi..." ujar pak Gunawan sebagai wasit


" Tapi pak tangan Vellic melepuh...!!! dia gak bisa melanjutkan pertandingan pak...!!!" usul Girvan


" Peraturan nya begitu Girvan... kalau Vellic gak bisa ikut terpaksa personil mu kurang satu...!!!"


Girvan putus asa, dia menatap Vellicia yang meringis kesakitan, kulit tangan nya terasa terbakar, perih sakit...


" Trik lu gak berhasil Van... lu lihat kita semakin terpojok.. palagi dengan Vellic yang cidera..." celetuk Roni menyalahkan


" Sorry guys....gue gak tau kalau keadaan nya bakalan kek gini...!"


" Bukan waktunya kita saling menyalahkan guys... ini waktunya kita kompak... bukan nya kekuatan terbesar kita adalah kekompakan kita...!!!" Mega melerai sambil mengingatkan


" WOOOOEEEE.... ayooo gerak ini gue udah pontang panting nihhh...!!!" teriak Mody yang sedari tadi berusaha berjuang mempertahankan


Semua langsung berlari kebarisan termasuk Vellic, mereka berusaha sekuat tenaga untuk mempertahan benang penanda di garis tengah meskipun sampai saat ini mereka belum bisa memberi serangan balik pada team lawan


Mario memperhatikan Vellic dengan sangat khawatir, Mario tau saat ini Vellicia pasti sedang menahan sakit di tangan nya, dia tetap harus melanjutkan pertandingan sampai diperbolehkan ganti pemain


" Gue masih kuat... gue bisa... ayoooo guys kita lawan merekaaaa....!!!!" teriak Vellicia ditengah tengah rasa perik dan sakit yang menggores talapak tangan nya, rupanya teriakan Vellicia memberikan kekuatan pada teman team nya membuat mereka bangkit dan terus berjuang melawan team lawan


Akhirnya Anwar masuk menggantikan Vellicia, di sisa sisa tenaganya Vellic tersenyum keluar barisan meskipun tangan nya saat ini sudah berdarah darah, dari kejauhan Rista menatap Vellic marah... Rista merasa saat ini Vellic bukan teman yang baik... dia bahkan selalu mengambil semua yang Rista mau termasuk Girvan...!!!


Bukan kah harusnya Vellic tau kalau dia menyukai Girvan...!!!!"


Dan ternyata usaha tidak menghianati hasil, disaat kekuatan team Romeo mulai berkurang team Girvan yang kedatangan dua orang baru yang masih Fresh berhasil menguasai keadaan, bahkan mereka tidak hanya sekedar bertahan, tetapi benang penanda berbalik tertarik ke area mereka membuat team Romeo ikut tertarik terdesak dan akhirnya kaki Romeo masuk ke garis batas dan melewatinya


Prrriiiiittttt.....


Peluit kembali di bunyikan sebagai pertanda jika team B menang perlombaan


Semua bersorak bahagia... termasuk Vellic yang berdiri di pinggir lapangan sambil tersenyum, sakit ditangan nya terbayar rupanya


" YEEEEE KITA MENAAAANGGGG......" teriak Girvan sitengah lapang


" KITAAA MENAAANGGGG......!!!!!"


Bersambung~


Jangan lupa kasih Vote lhooo yaaa


Udah lama gak Vote kan huhuhu


Happy Reading guys...