PE Teacher Is MyHusband

PE Teacher Is MyHusband
Apa Yang Terjadi Dengan Vellicia



Temen temen pada berteriak memberikan Vellicia semangat, mereka tentu tau betul bagaimana kemampuan Vellicia selama ini, bocah badung satu itu meskipun sering membuat onar tapi dia memiliki kemampuan yang bagus, bisa di katakan siswi berprestasi hanya ya kadang tidak dimanfaatkan dengan baik... entah lah selama ini dia seperti bersikap memprotes keadaan nya...


Untung nya sekarang udah nggak lagi, Vellicia jadi rajin, gak pernah dateng telat, nilai pelajaran nya juga bagus malahan waktu kenaikan kelas kemarin dia menjadi bintang pararel seangkatan


Mody, Rista dan pak Mario harap harap cemas, apalagi Mario sebagai seorang suami tentu dia sangat menghawatirkan hal hal buruk yang kemungkinan terjadi, dia masih inget betul pesan pak dokter


" Kandungan Vellicia sangat lemah, rentan untuk mengalami keguguran... dia sementara ini tidak bisa melakukan aktivitas yang terlalu menguras tenaga atau terlalu berat... itu akan sangat membahayakan Vellicia dan bayi nya..."


DEGGG


Mario mengusap keringat dingin di pelipisnya, matanya terus menatap Vellicia yang kini telah berlari cukup jauh


" Tuhan... aku mohon jaga istriku...!!!"


Vellic masih terus berlari sekuat tenaga nya, tetapi entah mengapa perutnya mulai terasa nyeri dan nyeri nya semakin kuat, ada rasa yang tidak bisa dijelaskan, semakin dia mengayuh kaki nya untuk berlari semakin sakit perut nya


" A...aaaoooww..." pekik Vellic ditengah larinya, wajahnya meringis sembari memegangi perutnya


" Sakit banget...!!! aaahhh ssss..." desisnya kesakitan


" Sedikit lagi Vell... lu pasti bisa.. lu harus buktiin ke Sindy kalau lu gak papa...!!!"


Vellic tetap memaksa melanjutkan lari nya, meskipun rasa sakitnya makin menjadi jadi, kali ini bukan hanya sakit tapi juga terasa nyeri yang amat sangat luar biasa, seperti ada sesuatu yang amat sangat tajam menusuk nusuk perutnya


" Anak ku... please bantuin mama... mama harus membuktikan... biar rahasia kita gak kebongkar..." desis Vellic lagi


Vellic tak menggubris rasa sakit yang semakin nyeri di perutnya, riuh tepukan tangan dari temen temen yang memberi semangat membuatnya tetap melanjutkan lari nya bahkan semakin di percepat


Dari kejauhan Mario sudah merasa tak enak hati, rasa khawatirnya semakin meningkat ketika melihat Vellic berhenti sebentar sembari memegangi perutnya lalu menoleh kearahnya, dia terus focus menatap Vellicia sembari berdoa yang terbaik untuk istri kecilnya


" Heeehh... Mody...!!! lu liat kan temen lu itu kelihatan banget kesusahan... padahal kan dulu dia paling jago maraton...!!" cuit Sindy mendekati Mody dan Rista


" Bacot lu...!!!" bentak Mody marah


" Kalau sampai ada apa apa sama sahabat gue lu harus tanggung jawab...!!" ancam Mody


" Lu gak tau kan kalau Vellic itu lagi sakit...!! tapi gegara lu fitnah kemarin dia jadi memaksakan diri buat ngelakuin hal yang seharusnya belum dia lakuin..." tambah Rista


Sindy hanya diam sembari mencibir sinis, kesel juga sih dia karena rencana nya gagal dipatahkan gitu aja sama Vellic, harusnya Vellic tidak menerima tantangan nya, dia tetep menolak dan memilih tidak ikut penilaian lari maraton supaya masih ada kesempatan Sindy untuk terus mengolok oloknya


Sedikit lagi Vellic tiba digaris finis, meskipun waktu yang ditempuh nya sedikit lebih lama dari waktu yang biasanya Vellic gunakan, peluh keringat sudah membahasi sekujur tubuhnya tetapi kali ini bukan keringat seperti biasanya, melainkan keringat dingin...


Wajah Vellic memucat dan bibirnya membiru, Vellic tidak menyadari ada sesuatu yang sangat membahayakan nya sudah terjadi, dia terus mengayuhkan kakinya menuju garis finish


" Tumben Vellic agak lambat...biasanya dia pelari maraton terbaik di kubu cewek lu..." ujar si Nizam


" Gue malah agak cemas lhoo... gue denger denger kan si Vellic lagi sakit... makanya selama ini dia gak ikut setiap pelajaran olahraga..." balas Tiffano disebelah Nizam


" Emang sakit apa sih si Vellic...??" tanya Marko


" Kalau gue tanya dari dua sahabat nya sih katanya radang usus gitu...apa apa ya..." jawab Tiffano sambil mikir mikir


" Waaahh bisa bahaya kalau peradangan... bisa bisa habis ini Vellicia masuk rumah sakit lagi..." sahut Marko


" Kita doakan jangan deh... kasihan seminggu lagi udah mau Ujian..."


" Vell... lu janji lu gak bakalan kenapa napa ya... kalau sampai ada hal buruk sama lu gue bakalan bikin hidup Sindy gak tenang..." gumam Mody


" Gue khawatir Mo... gue gak mau Vellic sakit lagi..." Rista juga ikut menggumam


Taapp taaapp taaappp


Dan...


Yeeeeee......


Sorakan dari semua teman teman yang menyambut keberhasilan Vellicia sampai di garis finish


Vellic tersenyum bahagia, rasa haru yang tidak bisa dijelaskan ketika dia berhasil menyelesaikan tantangan nya, bahkan dia berhasil melewati rasa sakit yang teramat sangat di pertengahan perjalanan tadi, tetapi semua terbayar lunas ketika dia berhasil sampai di garis finis


Vellic menatap sahabatnya dengan tersenyum bangga, meski pandangan nya mulai kabur dan kepalanya berdenyut semakin sakit yang tidak terkendali


Rasa sakit di perutnya semakin memuncak bahkan sekarang tidak bisa ditahan lagi, rasa sakitnya semakin menusuk nusuk ada sesuatu yang terasa amat sangat nyeri luruh mengalir disekitar ujung pangkal pahanya


" Aaaoooww...aaahhh ssss... kenapa makin sakit... aahh sakit banget..." pekiknya lirih, Dia meringis kesakitan sembari memegangi perutnya


Mario gak peduli lagi dengan apapun pendapat orang disekeliling nya, dia langsung berlari menghampiri Vellicia yang saat ini tengah membungkuk memegangi perut, ada firasat yang tidak bagus menyelimuti pikiran nya saat ini, terlebih melihat Vellic yang sedari tadi terdiam di garis finish


Mody dan Rista juga ikut berlari menghampiri Vellic, mereka merasa Vellic tidak baik baik saja


" Vellicia...!!" panggil Mario


Vellic menoleh dengan wajah pucat menahan sakit


" Kak perut ku sakit...!!" pekik Vellic


Mario langsung berlari lebih cepat menghampiri, beberapa temen yang melihat nya juga mulai penasaran dan panik termasuk Sindy, wajahnya tampak tegang menyaksikan, dia berharap semua nya baik baik saja


Mario langsung meraih tangan istri kecilnya, Mario langsung kaget...!!! tubuh istri kecilnya terasa amat dingin dan gemeteran, wajahnya benar benar pucat..


" Kak perut ku sakit banget... aku gak kuat...!!" hanya itu yang bisa Vellicia ucapkan begitu berada di dekapan Mario


Sungguh Mario tak bisa lagi menahan air matanya, dia langsung menangis sembari mendekap Vellicia yang kini tubuh nya benar benar dingin dan lemas, Vellicia terduduk dengan bersandar di dada bidang Mario, Rista dan Mody sudah sampai di samping Vellic


" Vell... kamu gak papa kan...??" tanya Mody amat sangat khawatir


" Perut gue sakit Mo... sakit banget..." keluh Vellic


" Gue udah bilang Vell.. gak usah lu ikutin omongan si mak lampir itu.. gue gak mau lu kenapa napa..." Rista ikutan panik


" Sayang tenang sayang... kita kerumah sakit ya.. kamu bertahan sebentar lagi dokter bakalan nyembuhin sakit kamu..." Mario menenangkan Vellic


" Sakit banget kak aku gak kuat lagi...!!!"


" Kuat sayang kamu kuat... bertahan sebentar ya..."


" Morgaann...!!! Girvan...!!! aahh siapa aja tolong... tolong bilangin pak satpam pinjem mobil sekolah... Vellicia harus dibawa kerumah sakit..." teriak Rista yang udah panik melihat Vellic pucat lemas


Beberapa anak cowok langsung bergegas lari menuju pos satpam


" Vell..." Mody memanggil lirih, tatapan matanya tertuju pada kaki Vellicia yang kini dilumuri darah, sepertinya darah itu keluar dari ujung pangkal paha Vellic


Vellic langsung menatap kaki nya, darah itu mengalir, Vellic merasakan rasa sakit dan nyeri yang bercampur aduk dan itu sangat sangat sakit, Vellic mengecek di sekitar bagian ujung pangkal paha nya tetapi ternyata... ternyata di telapak tangan nya sudah ada banyak darah


" Kak... kak Mario darah... ini darah... akk.. akku..." Vellic bergetar panik, sesuatu yang ditakutkan terjadi


" Sayang..." Mario tak bisa berkata apa apa lagi, hal yang ditakutkan nya kini tak bisa dihindarinya lagi, tetapi saat ini keselamatan istri kecilnya jauh lebih penting dari apapun


" Kak.. akhhu... akhhu.. suuddaaffhh.. ggaakkhhh..hhh...hhh kfuuwwaatt..."


Bruuugggg


Vellic jatuh pingsan tak sadarkan diri


Mario makin panik, dia langsung menggendong Vellicia sembari menunggu mobil sekolah disiapkan menunggu ambulance sepertinya akan lebih lama, Vellic langsung dilarikan kerumah sakit


Semua ikut panik melihat kondisi Vellic yang benar benar menghawatirkan, Sindy duduk lesu terdiam di pinggir lapangan, hatinya kalut dipenuh rasa yang tak bisa digambarkan


" Apa yang terjadi dengan Vellic....!!!"


Bersambung~


Maaf kalau baru UP lagi ya Readers


tiga harian ini aku tepar tak berdaya, jangankan mau nulis, bangun aja kepalay muter puyeng tuju keliling hihihi


Salam sehat ya buat readers... jaga kesehatan


Happy Reading...