PE Teacher Is MyHusband

PE Teacher Is MyHusband
Ujian Telah Usai



Hari terakhir ujian telah selesai... setelah kurang lebih dua jam setengah tadi berjuang menyelesaikan mata pelajaran IPA sekarang semua telah diselesaikan dengan baik, tinggal menunggu hasilnya apakah sesuai dengan harapan atau belum memuaskan tapi semoga tidak mengecewakan ya...


Anak anak tak langsung pulang seperti hari ujian biasanya, hari ini mereka semua di kumpulkan di Aula serba guna, ruangan luas biasa untuk segala kegiatan sekolah


" Anak anak ku... Congratulation atas usaha dan keseriusan kalian mengikuti ujian... akhirnya kita semua bisa menyelesaikan ujian dengan tenang dan sebaik baik nya... tinggal kita bersama sama menunggu hasil dari perjuangan kita... yakinlah tidak ada usaha yang sia sia..." ujar pak kepsek memberi petuah


" Siang ini sengaja saya kumpulkan kalian semua disini untuk mengukir sebuah kenangan diantara kita... kalian pasti tau bagaimana situasi setelah ini... dimana nantinya kita akan berpisah dan tak bisa bersama sama lagi seperti sekarang... semua cerita kita akan menjadi kenangan..."


Ucapan pak kepsek yang satu ini tiba tiba bikin nyesek semua orang yang ada di aula, mereka semua merasakan jika kebersamaan mereka saat ini adalah detik detik terakhir menuju perpisahan, rasanya ada sesuatu yang menyakitkan jika mendengar kata perpisahan... tetapi inilah siklus kehidupan dimana ada pertemuan pasti akan ada perpisahan...


" Kami para dewan guru... ingin mendengar langsung apa rencana kalian serta cita cita kalian setelah lulus dari SMA tercinta kita ini...kami berharap kalian semua bisa sukses dikarang sana... bisa mencapai cita cita kalian... jangan ada yang gagal..."


Vellic tertunduk, tiba tiba hatinya makin sesak, rasanya hanya dia yang mimpi nya tak akan terwujud, semua sudah terenggut dengan pernikahan nya dengan pak Mario...


" Apalagi nikah muda... itu akan sangat menjadikan penghalang mimpi kalian.."


Jleebbb


Kata kata pak Kepsek seakan menampar Vellic, dia adalah orang yang gagal itu...


" Kalau udah kebelet gimana pak..." celetuk si Voni cengingisan


" Ingat masa depan...!!! menikah lah ketika sudah siap bukan karena hanya penasaran..." sahut pak kepsek menanggapi celetukan Voni


Mario menatap Vellic, istri kecilnya tampak sedih dan menunduk.. dia hanya bisa diam memperhatikan, andai Vellic tau.. Mario tak akan pernah merenggut mimpi istrinya, apalagi menjadikan Vellic seorang yang gagal... karena pernikahan yang mereka jalani bukan lah pernikahan seperti kebanyakan orang... Mario akan mengorbankan apapun demi Vellic demi cita cita istri kecilnya...


" Baiklah anak anak... bapak minta satu persatu kalian maju ke depan dan sampaikan apa cita cita serta planning kalian setelah lulus nanti..." pinta pak Kepsek


Raffa maju pertama kali... siswa kelas XII A yang cukup famous itu mengawali cerita nya dari teman teman yang lain


" Haii guys gue Raffa... setelah lulus dari SMA ini gue bakalan lanjut kuliah ke luar negeri gue mau ngambil jurusan bisnis... rencana nya sih mau buka restaurant gitu di Prancis join sama kakak gue...so planning gue setelah ini langsung persiapan buat berangakat ke LA..." ucap Raffa menyampaikan planning nya


" Keinginan yang sangat bagus Raffa... kau harus bersungguh sungguh mengejarnya... kau juga harus menjadi pembisnis yang hebat seperti ayah mu..." puji pak Kepsek bangga


" Terimakasih pak..." jawab Raffa sambil kembali ke tempat duduk nya


" Oke selanjutnya..."


Revaldi maju ke depan, gaya nya yang cool, kalem pkoknya vibes cowon cowok soft boy membuat semua mata tertuju padanya


" Kenalin aku Revaldi... setelah lulus nanti... aku bakalan ngambil kuliah kedokteran.. cita cita ku mau membantu orang orang yang kesulitan berobat..." jelasnya singkat


" Cita cita yang mulia Revaldi... semoga Tuhan selalu menuntun jalan mu..." puji bapak kepsek


Jean maju ke depan, gadis itu tampak kesal dengan tatapan mata tak bersahabat


" Gue Jean... gue setelah lulus harus masuk ke jurusan dokter pilihan orang tua meskipun gue maunya jurusan Akuntansi bisnis sesuai passion gue... tapi gue gak bisa nolak.. dan harus nurut karena seluruh keluarga gue adalah seorang dokter... akan jadi aib jika gue berbeda dari mereka..." ucap Jean tanpa ekspresi


Semua terdiam mendengar keluhan Jean, ini bukan cita cita tapi lebih ke keluhan yang selama ini membuatnya tertekan


" Its oke Jean... pilihan orang tua anggaplah yang terbaik .. jika kamu menjalani nya dengan ikhlas maka akan menjadi kebaikan untuk mu kedepan nya..." nasehat pak kepsek


" Terimakasih pak..." jawab Jean acuh sembari kembali ke tempat duduknya


" Nasib kita sama Jean... sama sama dipaksa kehendak orang tua... lu mending cuman disuruh kuliah kedokteran... gue dipaksa nikah muda yang gue gak tau lagi masa depan gue bakalan gimana..." keluh batin Vellic


" Selanjutnya...."


Putri maju menceritakan dirinya yang bercita cita menjadi seorang guru, dia sangat terinspirasi dengan bu Moana dan Murdia... Putri ingin seperti mereka mengabdikan kecerdasan nya untuk mencerdaskan anak bangsa, suatu cita cita yang mulia


Nizam mau jadi peneliti hebat, dia mau mencetuskan rumus rumus fisika kimia terbaru


huuuhhh entahlah mau nya bocah satu itu.. rumus yang sekarang sudah ada aja bikin puyeng ditambah mau bikin rumus baru penemuan dia... apa gak tambah pening pala... untung aja udah lulus hihihihi


Mody bercita cita mau jadi psikolog, kayaknya bocah satu ini berubah lagi cita cita nya emang gak konsisten banget... kemarin terakhir pengen jadi atlit sekarang jadi psikolog serah dia lah...


Rista tetep sama pilihan nya mau jadi desainer terkenal, jadi setelah lulus nanti doi langsung ke luar negeri buat ngejar cita cita nya...


Girvan maju, semua menunggu cerita dari cowok paling ganteng dan populer disekolah, mereka pada penasaran apa cita cita lelaki itu


Mario mendecak kesal... bisa bisa nya dia merasa bersaing dengan bocah ingusan itu, Vellic hanya terdiam...


" Sayang sekali Van lu kan cerdas... kenapa harus jadi pemusik...!!" protes Anya


" apakah jadi pemusik gak boleh orang yang cerdas dalam academik...???" tanya Girvan balik


" Apapun cita cita kalian semua baik anak anak... asal bersungguh sungguh menekuni dan mencapainya... musisi juga salah satu karya yang luar biasa... dan tidak semua orang bisa menjadi musisi..." pak Kepsek menengahi dengan bijak


" Bapak tunggu karya karya mu itu ya Girvan..."


" Terimakasih pak..."


Sindy maju ke depan, semua anak tampak malas dengan Sindy, mereka masih kesal dan marah dengan kelakuan Sindy waktu itu, padahal semua udah lewat tapi mereka masih dendam aja


" Gue setelah lulus mau jadi cheff... biar gue bisa jadi cheff terkenal...gue udah mulai latihan masak, ikut seminar bareng cheff terkenal...makanya habis lulus nanti gue langsung ke luar negeri..." ucap Sindy


" Tapi masakan lu gak lu kasih racun kan...!!! nanti lu belajar gimana ngeracun orang lewat masakan lagi..." cibir Meta


Huuuuu...


Semua bersorak mengejek Sindy


" Oke Sindy... itu juga cita cita yang mulia... semoga setelah kejadian kemarin kamu menjadi anak yang lebih baik ya..."


" Iya pak terimakasih..."


Selanjutnya Morgan maju ke depan, gaya slengean nya, tampang awut awutan dan sok berandalan menjadi ciri khas bocah satu ini, kalau tadi Rivaldi adalah si softboy ini adalah badboy nya


" Haii guys... gue Morgan.. pasti kalian udah kenal semua kan... kenal donk masa kagak sih..." basa basi Morgan


" Setelah lulus nanti gue mau lanjut ke academic kepolisian... gue mau jadi polisi..." ucap Morgan dengan penuh percaya diri


Sontak para guru yang mendengarnya merasa aneh, bocah badung yang suka bikin ulah mau jadi seorang Polisi...!!!


" Kau yakin Morgan... seorang aggota kepolisian adalah orang orang yang serius dengan tugas yang diemban nya, orang yang disiplin dan cinta pada negara..." tanya pak Kepsek menyangsikan Morgan


" Saya yakin pak..." jawab Morgan serius


Tatapan Mario berbeda dari guru guru yang lain, Mario tersenyum bangga dan meyakini jika Morgan akan menjadi anggota kepolisian yang handal dan tangguh


" Saya yakin pak..." jawab Mario membuat semua orang di aula menatap guru Olahraga satu itu


" Nahhh... hanya guru olahraga yang paham dan tau..." jawab Morgan sambil kembali ke tempat duduknya


" Yasudah... kita doakan semoga Morgan menjadi polisi yang perwira dan bertanggungjawab..." jawab pak Kepsek setelah beberapa saat


" Selanjutnya Vellicia silahkan maju kedepan... sampaikan cita cita dan planning kamu setelah lulus nanti..." tunjuk pak Kepsek pada Vellic, pak Kepsek penasaran kenapa seirang Vellic ditanya cita cita malah nunduk tak bersemangat


Vellic tergagap, antara bingung dan tak percaya diri,


" Vell... ayo maju Vell..." seru Rista memberi dukungan


" Gue harus ngomong apa... kan kalian tau.." Vellic pesimis


" Lu juga punya cita cita Vell.. lu berhak punya masa depan... justru ini moment yang baik lu bisa sampaikan keinginan lu didepan pak Mario..." Mody juga memberikan support


" Hhhfffhhh... Oke..." Vellic maju ke depan dengan langkah tak yakin, dia sendiri tak tau cita cita seperti apa yang dia inginkan... semua sudah pupus ketika Vellic meng iya kan perjodohan itu


Mario kembali menatap Vellic tajam, wajahnya datar tanpa Ekspresi, seakan dia ingin tau seperti apa gambaran keinginan istrinya... apakah Masih memiliki harapan atau pupus begitu saja...


Bersambung~


Jangan lupa kasih VOTE nya yaaa


Happy Reading...