PE Teacher Is MyHusband

PE Teacher Is MyHusband
Hari Kedua Ujian



Vellic sedang santai sembari ketawa ketiwi menatap layar laptopnya, gadis itu tengah menonton drama korea kesayangan nya edisi terbaru, entah sudah berapa episode yang ditonton nya, sejak pulang sekolah tadi dia langsung cekikian sendiri di taman buatan mama


Mario menghampiri Vellic sambil menggeleng gelengkan kepala melihat kelakuan istri kecilnya, bungkus snack, kulit kacang, kuaci sudah berserakan di sekitar Vellic duduk


" Kalau sudah nonton drakor lupa waktu lupa kebersihan kerapian... lupa semuanya...!!!" komen Mario sambil memunguti plastik bekas snack


" Ssssttttt.... apaam sih kak jangan ganggu deh... lagi seru ini filmnya... lagi romantis romantis nya....!!! udah sana sana... kak Mario kan gak bakalan suka juga kalau diajak nonton drakor...!!! lagian aku juga gak berisik orang jauh ini dari kak Mario..." sahut Vellic protes balik, tetapi tatapan nya tetap focus pada layar laptopnya


Klik


Mario mematikan layar laptop, membuat Vellic mengaduh kesal


" Kak apaan sih...!!! itu lagi seru seru nya... aduh itu jadi dicium apa nggak kan si cewek nya...!!!" protes Vellic


Mario mendelik membuat Vellic langsung tutup mulut, sepertinya dia salah berucap


" Mm..maksud nya itu lagi seru kak... aku masih mau nonton...!!!" ralat Vellic cepat


" Mau sampai kapan...??? sampai mata kamu bengkak..!!! "


" Aahhh kak dikit lagi... sini balikin laptopnya...!!" Vellic merengek rengek ketika laptop diambil Mario


" Kamu harus belajar Vellic... Ujian Nasional baru di mulai sehari bukan sudah selesai...!!!"


" Iya nanti..."


" Kapan...!!! kamu pikir aktor korea mu ini bisa membantu mu mengerjakan soal matematika, ngitung logaritma, phytagoras atau aljabar mu...!!!"


" Oh iya gue lupa besok Ujian Matematika... aduh...!!" seketika Vellic panik, bahkan bayang bayang adegan ciuman yang entah jadi apa tidak di drakor nya tadi sekejap langsung terlupakan, rumus matematika lebih mengerikan dari apapun


" Hm..hm.. hm... kalau udah gini baru panik... seharian dari pulang sekolah drakoran aja..." Mario ngedumel kayak mamak mamak lagi marahin anak remaja nya


" Iya sorry kak... aku terlalu keasyikan drakor... sampai lupa besok pelajaran matematika... duhhh mana gak bisa nyontek lagi...!!! aahh gimana ini... moga aja besok yang jadi pengawas bu Anita... sibuk selfie tambah aja main tiktok ngapalin gerakan dance... kan lumayan bisa nyontek dikit hihihi..."


Mario hanya tersenyum penuh arti, entah artinya apa kita lihat saja besok


" Sudah... gak usah terlalu bermimpi bisa nyontek... mending belajar yang benar...ingat matematika adalah nilai yang dihitung penting untuk kelulusan..." balas Mario


" Semua penting kali pak Guru... kalau gak penting gak mungkin jadi mapel Ujian nasional... mana cuman 4 mapel kan yang dipilih..." ralat Vellic


" Cepat lah belajar... aku temani... jika ada yang tidak paham tanyakan saja... biar gak bikin otak kecil mu itu semakin menyempit...!!"


" Iiihhhh ngeremehin banget ya...!!!" Vellic tak terima


" Kalau bukan karena otak yang kecil kenapa harus kepikiran mau nyontek... dan berharap guru pengawas malah main tiktok...!!!"


" Ya tapi intinya otak ku gak kecil ya... aku ini cerdas cuman kurang di perlihatkan aja selama ini karena mau ngasih kesempatan yang cerdasnya nanggung biar jadi juara kelas...!!"


" Oke... berarti di ujian Nasional kali ini waktunya pembuktian...!!" tantang Mario


" Ssstttt.... orang belajar jangan diajak debat donk... gimana mau konsentrasi coba...!!" Vellic ngeles


" Okay l'll be quiet not noisy..." jawab Mario langsung stay diam


" Oke silent..." jawab Vellic


***


Bell masuk berdering, setelah mereka berbaris dan di cek satu persatu semua murid langsung masuk ruang ujian masing masing, suasana kelas hari ini lumayan tegang sebab mapel di Ujian hari kedua adalah pelajaran yang paling memusingkan apalagi kalau bukan Matematika, MAkin TEkun MAkin TIdak KAruan begitulah kepanjangan nya


Kelas Mody kebetulan yang jadi pengawas nya adalah bu Neli, guru cantik yang terkenal paling baik dan lembut pada siswa, meskipun pelajaran menegangkan tapi kehadiran bu Nelu bagaikan penyejuk di ruangan itu


Kelas Rista ada bu Tamara guru yang terbilang cukup cuek, asalkan murid tertib dan tidak berisik beliau tidak banyak berkomentar, masih cukup oke dan aman


Kelas Vellic tadinya yang jadi pengawas adah bu Murdia wali kelas Vellic, tetapi tak selang lama bu Murdia di panggil Kepsek dan diganti oleh seorang guru yang akan menambah suasan kelas makin mencengkam, yahhh siapa lagi kalau bukan Mr Mario guru terkiller disekolah namun suami teromantis Vellic kalau dirumah


Semua murid mendecak berat ketika Mario melangkah masuk keruangan mereka


" Selamat pagi anak anak... sudah siap kan ujian hari ini...!!! ingat tetap tenang, tertib dan kerjakan soal yang menurut kalian paling mudah... jangan habiskan waktu untuk mengerjakan soal yang menurut kalian sulit... meskipun sebenarnya tidak ada soal yang sulit karena semua sudah pernah dipelajari..."


Ucap Mario lantang langsung di bidig tepat pada sasaran nya, siswa yang sudah siap menyahut langsung kena mental di ulti nya diakhir kalimat


Vellic mendecak kesal, bisa bisa benar benar otak nya mengecil kalau seperti ini, andai Mario bersikap manis suka mengalah seperti dirumah mungkin dia akan meminta Mario mengerjakan soal ujian nya sampai selesai dia cukup duduk santai sambil main game hihihihiii


Sayang nya Mario disekolah tetaplah guru menyebalkan yang selalu mengintimidasinya, seperti saat ini senyum nya terkesan mengejeknya, apalagi kerlingan matanya yang seakan menggoda nya membuat Vellic seketika lupa rumus rumus yang sudah dihafal nya semalaman


" Yang habis dikasih semangat... bakalan langsung cerdas habis ini..." sindir Girvan yang duduk di depan Vellic tepat


" Enak ya... murid lain ujian tegang... ciiihhh... ini mah serasa lagi curi curi pandang keromantisan...!!!"


" Apaan sih Van... kita tetep profesional ya..." sahut Vellic


" Ohhh oke... yang profesional...!!!"


Vellic tak menggubris omongan Girvan lagi dia langsung focus dengan lembar soal ditangan nya, tak lupa sebelumnya mengisi kolom nama lengkap dan nomor ujian nya


Waktu bergulir terasa begitu lambat, soal demi soal dibaca dengan hati hati, tetapi semakin di tekuni serasa makin tidak karuan memang, soal soal itu seakan sedang menertawakan nya, menganggap dia terlalu cupu karena tidak bisa menebak jawaban yang padahal sudah tersedia di pilihan ganda... tawanya makin keras dan makin mengejek bersamaan dengan otak Vellic yang makin mendidih dipaksa terus berpikir


Untung nya ada beberapa trik yang sudah Mario ajarkan pada Vellic untuk menghadapi ujian, ada untung nya juga menikah dengan guru cerdas disaat ujian seperti ini, walaupun bukan memberikan bocoran kunci jawaban setidaknya memberikan beberapa trik untuk menyelesaikan permasalahan tersulit


Aileen mencoba menggunakan teory dan rumus simple yang Mario ajarkan, dan ternyata itu lebih akurat dan lebih menyingkat waktu, hingga tepat sebelum waktu habis Vellic sudah bisa menyelesaikan semua soal dan sudah sempat mengoreksinya dulu sebelum di kumpulkan


Mario tersenyum bangga ketika Vellic berjalan kearahnya menyerahkan lembar jawaban, Mata Mario menyiratkan ucapan selamat pada istri kecilnya, Vellic hanya cuek dan langsung pergi keluar kelas, baginya di sekolah Mario adalah guru killer yang suka menghukumnya


" Hhhfff... akhirnya kelar juga ujian hari kedua... pelajaran termati matian..." ujar Mody sambil menghela nafas panjang nya, seakan menggambarkan betapa sumpeknya dan lega nya dia saat ini


" Nahh lu aja yang ikut lomba olimpiade matematika ngomong pelajaran termati matian gimana gue yang emang mati matian beneran buat ngerjain nya..." Rista menimpali


" Yang penting lu gak mati beneran kan..." balas Vellic


" Hampir sih dikit lagi..." jawab Rista


" Yaudah kita hidupkan lagi dengan makan mie ayam gimana...??" tawar Vellic sembari merangkul akrab kedua sahabatnya


" Boleh... udah lama gak makan mie ayam kan.. biasanya makan mie ayam kalah mau renang..." Rista langsung setuju, perutnya emang udah treak treak minta diisi sih


" Kayak Lili aja lu mau renang sama habis renang harus makan mie ayam ..." komen Mody


" Yeee Lili mah makan baso bukan mie ayam..." protes Rista meralat Mody, jawaban nya salah


" Yahh apalah itu tapi kan harus seyuyur yuyur nya..."


Hahahaha mereka tertawa bareng...


Kalau yang bingung Lili itu siapa nonton aja series i love you silly ya readers hihihihi


" Guys mau ke kantin kan gue boleh gabung...???" Sindy menawarkan diri


Seketika tawa tiga bocah itu terhenti, Mody n Rista langsung pasang muka judes tak bersahabat, mereka hampir aja menolak Sindy jika Vellic tidak langsung menyela jawaban


" Oke gabung aja... kantin free untuk siapa aja dan kita juga welcome bareng siapa aja..." jawab Vellic sambil tersenyum hangat


" Vell...!!" Protes duo sahabatnya bebarengan


" Its oke... kita udah mau lulus lhooo masa masih mau gini terus... kapan lagi kita makan dikantin bareng Sindy kan...!!!" jawab Vellic merayu dua sahabat nya


" Masa bareng mak lampir sih...!!" keluh Mody


" Guys..." Vellic menatap mata kedua sahabatnya


" Yaudah deh... tapi jangan resek ya... gue lagi panas nih bisa aja makan orang..." sahut Rista setuju, diakhiri dengan ancaman tanda tak ramah pada Sindy


Mereka berjalan beriringan berempat menuju kantin....


Bersambung~


Makin kesini makin sepi hihihi


Nanti kangen lhooo sama Vellic