
Dokter langsung menangani Vellicia diruang ICU, Mario duduk bersandar pasrah di depan pintu ICU, seluruh badan nya lemas tak berdaya ada banyak ketakutan yang sekarang melanda hati dan pikiran nya, melihat Vellicia yang badan nya dingin pucat, gemeteran menahan rasa sakit yang mungkin Mario tidak bisa merasakan nya, lalu badan Vellic yang tiba tiba lemas tak berdaya, apalagi darah... darah yang mengalir sampai ke kaki Vellic dan ditelapak tangan nya...
Mario benar benar tidak bisa membayangkan apa yang telah terjadi pada istri kecilnya itu, dia sangat kesal marah dan kecewa mengapa Vellicia selalu keras kepala dan tidak pernah menurut dengan apa yang dia katakan
" Tuhan... Tuhan tolong lindungi istri dan calon bayi ku... aku tidak bisa membayangkan sesuatu yang buruk terjadi dengan mereka Tuhan...tolong aku... selamatkan mereka..." doa yang Mario panjatkan selama menunggu dokter memeriksa istri nya
Rista dan Mody duduk tidak jauh dari pak Mario, mereka tidak mau mengganggu pak Mario yang tengah kalut dengan pikiran nya, mereka juga sangat menghawatirkan Vellic saat ini, harapan mereka sama dengan harapan dan doa yang Mario panjatkan
Tak selang lama dokter keluar, wajahnya tampak sedih dan kuyu, Mario langsung terbangun dan menghampiri dokter yang berdiri lesu didepan pintu ICU, sedangkan Mody dan Rista memilih tetap duduk sembari mendengarkan seksama apa yang mau disampaikan oleh dokter
" Dokter...!!! bagaimana keadaan istri ku dok... bagaimana anak ku...!! mereka baik baik saja kan dok..." Mario langsung menghujani dokter dengan pertanyaan panik nya
Dokter menghela nafas sembari menatap Mario
" Pak Mario... bukan kah saya sudah mewanti-wanti anda soal ini... Vellicia tidak bisa melakukan aktivitas yang terlalu berlebihan... apalagi yang menguras tenaga nya... seperti kali ini... ini bahkan sudah melebihi kemampuan nya... apa anda lupa jika ini akan sangat membahayakan kandungan istri anda..." tegur dokter
" Saya pikir anda bisa menjaga itu... tetapi saya sangat menyanyangkan nya sekarang..." dokter menatap Mario dengan tatapan sedih
Mario meraup wajahnya, merasa bodoh, salah dan gagal tidak bisa menjaga Vellicia dengan baik, dia bahkan tidak bisa menghindarkan Vellic dari bahaya
" Saya sudah melarang nya dok tetapi istri saya sangat keras kepala...!!" keluh Mario setengah frustasi, dia benar benar takut jika terjadi hal hal buruk pada istri kecilnya
" Tetapi kalau sudah seperti ini..." kata kata dokter menggantung membuat hati Mario semakin ketakutan
" Dok bagaimana kondisi istri ku dok...!!!"
" Vellicia pingsan... drop total...tetapi dia baik baik saja...namun...anak anda..."
Mario langsung menatap dokter tajam, ini hal kedua yang amat sangat ditakuti nya, dia sangat mendambakan bayi nya, dia bahkan siang malam sudah membayangkan saat saat dia akan mengelus perut buncit Vellic, mendengarkan tendangan tendangan halus dari kaki mungil, lalu menjaga Vellicia siang malam bahkan siaga disaat kelahiran nya
Menggendong bayi kecil merah untuk pertama kali sembari memberikan adzan ditelinga nya, menciumi bayi itu yang wajahnya sangat mirip dengan nya mungkin mata dan bibirnya mirip Vellic, dia rela saat ini terus tersiksa dengan nyidam... ingin yang aneh aneh dan mual mual hingga membuatnya gak bernafsu makan
Asal... asal jangan ambil malaikat kecil itu dari dirinya, dia sungguh ingin memiliki dan menantikan kehadiran nya...
" Aa..anak...anak saya kenapa dok.. apa yang terjadi...!!!" tanya Mario dengan panik setelah beberapa saat terdiam memikirkan kemungkinan yang terjadi
" Maaf...maafkan saya pak Mario.. tapi anak anda tidak bisa ditolong lagi... istri anda mengalami keguguran waktu perjalanan kerumah sakit...!!!" jelas dokter dengan wajah sedih, sepertinya dia tidak tega menjelaskan hal menyakitkan ini pada calon ayah muda
Mario kembali terduduk lesu, seluruh tulangnya terasa lemas, aliran darahnya berhenti seketika, entah... dia tak bisa menjelaskan keadaannya saat ini, dia hancur dan kecewa
" Vellic...!!! kenapa kamu keras kepala...!!!" pekiknya lirih sembari memegangi dada nya yang terasa amat sangat kesakitan
Mody dan Rista juga langsung ternganga kaget, air mata mereka jatuh tak bisa ditahan, mereka begitu kasihan melihat pak Mario yang terpuruk sedih dan kehilangan
" Saya sudah memperingati nya pak Mario... kandungan Vellicia itu lemah dan sangat rentan... untuk itulah saya menganjurkan untuk dia tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat... hal yang dia lakukan tadi tidak hanya berat tapi sudah melampaui batas sehingga kandungan nya tidak bisa tertolong lagi..."
" Istri anda masih belum sadarkan diri... tetapi kondisinya baik baik saja dia sudah melewati masa krisis... kita tinggal menunggu dia siuman..."
" Boleh saya melihat nya dok...??"
" Jangan dulu... biarkan Vellicia benar benar beristirahat... kita tunggu sampai dia siuman baru benar benar kita pastikan bahwa dia sudah baik baik saja..."
" Baiklah dok terimakasih... terimakasih karena sudah menyelamatkan istri saya.. bagaimana pun kondisi kesehatan istri saya lebih penting dari apapun...saya mau dia baik baik saja dok..." ucap Mario pada dokter
" Iya pak Mario... saya harap anda yang tabah dan kuat... saling menguatkan terutama untuk istri anda... dia masih terlalu muda jangan sampai ada trauma atau mungkin mengganggu psikisnya... anggap saja belum rejeki... percayalah Tuhan akan mengganti nanti disaat waktu yang tepat..." nasihat dokter
" Memang kehamilan diusia belia sangat rentan dengan keguguran... untuk itulah pemerintah mulai mengurangi pernikahan dini... karena calon ibu dan kandungan nya masih belum kuat... terkadang bisa membahayakan kedua nya..."
" Jadikan ini pembelajaran pak Mario... untuk tidak gegabah dan mungkin harus diobrolkan kembali jika ingin memiliki anak lagi... anda harus lebih mengerti dan itu resiko menikahi perempuan yang masih remaja... jangan sampai kejadian ini menjadikan traumatik bagi istri anda..."
Seakan tertampar kenyataan, hampir saja Mario menyalahkan Vellic atas musibah ini, menganggap Vellic yang terlalu keras kepala membangkang nya dan menantang bahaya, tetapi ucapan dokter seakan menyadarkan nya bahwa masa depan Vellicia serta kesiapan dia untuk hamil sangatlah penting
Bukan kah dia memiliki komitmen bahwa dia akan menempatkan kebahagiaan Vellic diatas kebahagiaan nya...!!! lalu mengapa dia egois untuk hal ini....!!!!
Vellic hanya melakukan hal yang menurutnya tidak membuat rahasia mereka terbongkar, ini bukan salahnya ini adalah bagian upaya nya untuk tetap menjaga rahasia mereka sampai ujian selesai...
Seharusnya yang harus Mario focuskan saat ini adalah bagaimana Vellicia cepat sembuh, pulih supaya bisa mengikuti Ujian Nasional minggu depan... bukan sibuk memprotes keadaan atas ketidakterimaan nya pada kenyataan ini
" Pak Mario... kami ikut prihatin... kami minta maaf karena gak bisa nahan Vellic supaya gak nekat..." ujar Mody lirih sembari mendekat ke tempat Mario berdiri menatung
Rupanya Mario melamun bahkan sampai dokter pamit tak disahutinya lagi, dia terlalu kalut dengan pikiran nya saat ini
" Salah kita juga pak seharusnya kita bisa cegah Vellic biar gak terprovokasi sama omongan Sindy... " lanjut Mody
" Sudahlah ini bukan salah kalian... bukan salah siapapun.. sekarang tugas kalian bantu saya untuk membuat Vellic tetap nyaman dan tidak tertekan... supaya dia cepat pulih.. karena seminggu lagi kalian akan menempuh Ujian Nasional..."
" Saya tidak mau karena kejadian ini Vellic tidak bisa mengikuti Ujian...dia pasti akan sangat kecewa..." pinta Mario pada kedua sahabat istri kecilnya
" Iya pak... pasti... kita akan jaga Vellic..." sahut Mereka kompak
Mario hanya mengangguk sambil tersenyum sekilas, lalu kembali kalut dalam pikiran nya lagi...
Bersambung~
Jangan Lupa VOTE nya ya Readers
Happy Reading...