
" Sayang... malam ini mama sama papa ngajak kita makan malam..." ujar Mario di perjalanan pulang
" Malam ini...??" tanya Vellic
" Iya... katanya sih kangen... udah lama juga kan kita gak main ke rumah..."
" Iya sih... kita jadi anak durhaka banget ya... yaudah kita kesana... lagi pula besok mapel Ujian nya bahasa Inggris jadi ya gak terlalu harus ektra banget belajarnya..."
" Oke...!!! pulang ganti baju terus istirahat ya jangan dulu nonton drakor..." pesan Mario
" Tapi nanggung kak.. aku masih penasaran kelanjutan series nya..." rengek Vellic manja
" Penasaran jadi ciuman apa nggak...!!! tontonan nya gitu sih...!!"
" Ya gak papa kan udah nikah ini... lagian aku juga udah ngelakuin yang lebih dari ciuman kan... tapi udah lama aja gak dikasih lagi... tumben biasanya di gempur tiap malem..."
" Ohhh ceritanya ada yang minta jatah ini ya... ada yang kangen makanya ngode ngode..." goda Mario
" Idiihhh..." cibir Vellic gengsi
" Sabar ya... kita tunggu sampai kamu ujian selesai dulu... nanti kalau langsung dikasih jatah malah jadi gak focus kan kamu suka ngantukan..." ledek Mario lagi
" Eeehhh iya kak kenapa habis gitu siangnya ngantuk ya...??" tanya Vellic keheranan
" Wajar donk... kan tenaga kita terkuras... pas kita sedang berc*nta seluruh pikiran, tenaga semua berpusat pada satu titik makanya setelahnya harus banyak minum air putih dan istirahat... karena badan lelah..." jelas Mario
" Ooohh gitu... apa kak Mario ngantuk juga...??"
" Ya sama... cuman karena aku guru olahraga jadi aku tau betul bagaimana cara mengolah tenaga supaya tetap bugar... beda ama kamu...tinggal diem aja masih lemes..." cibir Mario
" Ya gimana aku gak ngerti harus gimana..."
" Yaudah yang penting kamu menikmati nya..."
Obrolan orang dewasa ini terus berlanjut sampai tiba dirumah, mereka baru tak membahasnya lagi ketika masuk rumah sebab Vellic langsung di sambut bibi diajak makan, tapi Vellic menolak karena dia masih kenyang, rupanya bibi masih memperlakukan Vellic dengan sama seperti anak kecil padahal sekarang dia sudah remaja, sudah mau lulus SMA dan sudah menikah malah...
Vellic langsung naik ke kamar masuk kamar mandi, ganti pakaian dan tidur siang, Mario memilih beristirahat di kamar lamanya dia tak mau mengganggu istirahat Vellic sebab dia tau hari ini dia baru saja menyelesaikan pelajaran yang cukup menguras energi
***
Kedatangan mereka di rumah tuan Martin disambut dengan hangat oleh pasangan suami istri paruh baya itu, apalagi mama Claudia beliau langsung memeluk erat dan menciumi Vellic penuh kasih sayang, mama Claudia memang sangat menyayangi Vellic sedari gadis itu masih kecil
" Sayang... mama kangen banget lhooo sama kamu..."
" Iya mah.. maaf ya kami baru bisa main kerumah mama soalnya lagi mau persiapan ujian..." sahut Vellic agak canggung, cangging nya bukan karena soal keakraban mereka sudah akrab sejak Vellic kecil, hanya Vellic merasa kurang sopan jarang menjenguk oramg tua Kak Mario
" Iya sudah gak papa... ayo masuk kita langsung makan malam aja ya.. mama udah siapin makanan kesukaan Vellic dan Mario..." ajak Mama Claudia
" Waaah bener mah... udah lama aku kangen masakan mama..." Mario tampak bersemangat menyambut masakan buatan mama nya
Seketika Mario dengan predikat guru killer atau suami berwibawa untuk Vellic berganti dengan anak laki laki yang manja pada ibu nya, Mario bahkan gak sungkan menggelendot di pundak ibu nya
" Jaga sikap mu Mario... sekarang kamu ini sudah menjadi suami...!!" tegur Mama, Vellic cuman cengengesan menertawakan tingkah manja Mario layaknya anak kecil, ternyata cowok mau se dewasa apapun berada disamping emak nya akan kembali menjadi anak kecil yang manja
" Sesekali mah... aku udah lama gak di peluk mama..."
" Sudah ayo kita makan nanti makanan nya keburu dingin...!!! Vellic jangan lupa makan yang banyak ya... kamu kan lagi masa pertumbuhan..."
" Iya mah..."
Mereka pun makan malam sembari berbincang bincang hangat
Setelah selesai makan Mama Claudia mengajak Vellic ke ruang keluarga untuk mengobrol memberikan ruang untuk papa Martin berbicara dengan Mario
" Vellic sudah baikan sekarang...???" tanya Mama Claudia membuka obrolan
" Mama sempet khawatir banget pas tau kamu masuk rumah sakit pendarahan... apalagi pas dokter bilang kamu keguguran dan harus melakukan operasi... mama kepikiran terus telponan sama mama kamu... tapi kita gak bisa pulang kemarin itu..."
" Its oke mah... lagian ada kak Mario yang selalu jagain aku..."
" Syukurlah... Mario itu anak yang penyayang Vell... dia sangat perhatian... kamu gak akan merasa terabaikan lagi..."
" Iya mah... kak Mario menepati janji nya ke daddy buat jagain aku dan selalu mengutamakan kebahagiaan aku diatas kebahagiaan nya..."
" Mama juga sudah denger soal Glace...mama menyayangkan sekali gadis semanis dia bisa bertindak sekonyol itu.. bahkan hampir mencelakai mu sayang..."
" Mama kenal baik mimisan...eee miss Glace...maksudnya...??" tanya Vellic kepo, kayaknya dia jadi tertarik untuk tau seberapa dekat Glace ke keluarga suami nya dulu
" Dia gadis yang manis... hampir setiap minggu dia datang kerumah... menemani mama mengurus tanaman... kamu tau kan mama gak punya anak perempuan... tapi papa memang dari dulu tidak terlalu suka dengan gadis itu hanya saja kami tidak bisa menentang hubungan Mario..."
" Tetapi ternyata jodoh gak kemana... Mario malah bersedia menikah sama kamu dan setuju dengan perjodohan itu..."
" Apa alasan nya karena pelarian mah...??" tanya Vellic
Mama menatap Vellic dalam, terlihat adanya keraguan di mata Vellic, membuat mama tersenyum hangat
" Kamu salah sayang...Mario mencintai kamu sejak kalian kecil... hanya saja dulu dia berfikir kamu tidak akan mau menerima nya karena terpaut usia yang jauh... makanya Mario memantaskan diri mencari wanita yang seumuran dengan nya... dia gak tau kalau kami memang sudah berniat menjodohkan kalian..."
" Kamu dan Mario itu sangat cocok sayang...percayalah Mario hanya mencintai kamu..."
Vellic tersenyum, dia merasa puas dengan jawaban mama, itu artinya mimisan emang udah kalah telak... cinta Mario udah cinta mati buat dia pokoknya
" Jaga kesehatan ya... mama gak buru buru pengen punya cucu kok... yang penting kalian happy menjalani pernikahan kalian..."
" Iya mah makasih..."
Selain itu, di teras kolam renang Mario dan tuan Martin sedang duduk mengobrol, obrolan mereka terlihat cukup serius
" Vellicia sudah selesai ujian...??" tanya tuan Martin
" Dua hari lagi pah.." sahut Mario
" Kau sudah lihat apa yang kemarin terjadi dan menimpa istri mu kan Mario... papa rasa kalian juga sudah mulai jenuh menutupi rahasi kalian... atau bisa jadi sebentar lagi akan terbongkar..."
" Bawa istri mu pergi sejauh mungkin... mulailah dengan hidup baru... lembaran baru di tempat orang yang tidak mengenal kalian... agar istrimu tidak terus tertekan dengan status pernikahan kalian... dia masih sangat belia... dia masih kesulitan untuk menyesuaikan dan mengimbangi kamu..." saran tuan Martin pada anak lelaki nya
" Jadi papa menyarankan kami pindah...???" tanya Mario mempertegas
" Kejadian kemarin cukup membuat papa dan George memikirkan hal terbaik yang seharusnya kita berikan pada Vellic... jika masih tetap disini... dia akan mendapat kecaman dari teman teman nya... tudingan yang bukan bukan.. dia akan tertekan ketika rahasia kalian terbongkar..."
" Jadi papa putuskan selesai ujian bawalah istrimu pergi... mulailah dengan hidup baru..."
" Jika itu menurut papa dan papa George adalah yang terbaik untuk Vellic akan aku ikuti pah... apapun terbaik untuk Vellic... aku mau dia happy... dia tenang dan dia bisa melanjutkan sekolahnya..."
" Kadang aku tak tega melihat dia merasa mimpi mimpi nya tak bisa dia raih karena pernikahan ini... aku mau Vellic masih bisa menikmati masa masa indah diusia nya...aku tidak mau merampasnya..."
" Papa tau... tapi semua ini kita lakukan demi kebaikan Vellic..."
" Akan segera aku urus pah keberangkatan nya... dan akan ku pastikan dia bisa nyaman ditempat baru nanti..."
" Good job boy.. papa yakin kamu bisa membahagiakan Vellic..."
Bersambung~
Jangan lupa Kasih VOTE yaaa
Happy Reading...