
" Berarti aku ini bukan istri mu...!!!" protes Vellic sepontan
" Lhooo kalau itu tergantung kamu... mau nggak di anggap istri sama aku.... bukan nya selama ini yang gak pernah mengakui nya itu kamu.... " sahut Mario santai
" Tapi kan kita udah nikah....!!!!" Vellic makin protes
Mario meraih tangan Vellicia dan di dekap nya langsung
" Jadi kamu istri ku....!!! mau jadi istriku....????!!!!" tanya Mario penuh arti
" Ya... ya bukan gitu... kenyataan nya emang kita udah nikah kan...." sahut Vellicia yang merasa terjebak dengan kata kata nya sendiri
" Betul.... memang....!!! tapi kata mu pernikahan kita hanyalah status di kertas dan dimata kedua orang tua kan.....!!!! sekarang aku pengen tau dari kamu.... kamu sendiri menganggap kita ini suami istri atau bukan...????"
" Kalau... kalau suami istri...???" tanya Vellic balik
" Kau harus bersedia melayani ku sebagai suami mu... menyerahkan seluruh hidupmu untuk ku....!!!!"
" Hiiiiiuhhhh....modus...!!!" Vellic mendorong pelukan Mario
" Om om modus....!!!! bisa bisa nya gue kepancing....!!!"
Mario kembali menarik tangan Vellicia
" Bukan modus...!!! tapi kamu sendiri kan yang bilang kalau kita sudah menikah artinya kita adalah sepasang suami istri sungguhan.... gak salah bukan kalau aku meminta hak ku....!!!!"
" Iya itu modus...!!!! pinter banget menggiring opini supaya dapet apa yang di pengen....!!!" cibir Vellicia
Kali ini doi udah gak bisa berkuti lagi, Mario sudah mengunci pelukan nya
" Apa gak bisa kamu ngasih aku kesempatan untuk memperjuangkan pernikahan kita ini...???" tanya Mario serius
" Maksudnya....!!!!"
" Kamu gak ngebayangin gimana kecewa nya daddy sama mama ketika kita harus berpisah setelah kamu lulus sekolah nanti....???"
Vellic terdiam, dia juga gak tega kalau harus melihat daddy dan mama kecewa, menantu idaman nya harus kandas...tapi... tapi apakah Vellicia juga sudah membuka hatinya untuk Mario....???? memberi kesempatan Mario untuk memperjuangkan pernikahan nya....!!!! apakah Vellicia sudah merasa nyaman dengan Mario dan tak mau pisah lagi....!!!
" Aku gak bisa mikir sekarang... aku belum mau mikir sejauh itu..." sahut Vellic setelah beberapa saat terdiam
" Tapi seandainya membuka hatimu sedikit untuk belajar menerima ku apakah bersedia...???" tanya Mario penuh arti
Vellic memberanikan diri untuk menatap mata Mario, tatapan mereka bertemu
" Apa kamu serius menjalani pernikahan ini...??? umur kita terpaut jauh... kau bahkan bisa menemukan wanita dewasa yang bisa mengerti mau mu.... yang bisa membuatmu bahagia bersama nya... kenapa harus mau membuang buang waktu mu untuk aku....!!! aku terlalu susah, keras kepala, egois... aku bahkan gak tau bagaimana cara mengimbangi kamu...." ucap Vellicia penuh tanya
" Karena aku ingin belajar..... belajar mengerti kamu, belajar bersabar mengahadapi egois mu, keras kepala mu, dan aku ingin belajar bahagia bersama mu..." sahut Mario
Tangan nya mulai naik mengunci pinggang Vellicia, posisi mereka kini semakin dekat, bahkan Vellic bisa merasakan hembusan nafas hangat Mario yang menyeka poni nya
" Aku pengen melihat mu setiap hari tersenyum, tertawa untuk ku.... aku juga mau kamu selalu mencari ku dan tak butuh orang lain lagi....."
" Kasih aku alasan kenapa kamu mau melakukan ini semua....!!!!" tanya Vellicia yang sebenernya doi butuh diyakinkan atas keseriusan Mario
Tanpa mereka sadari sebenarnya saat ini mereka sedang saling mengungkapkan perasaan mereka masing masing, mereka tanpa sadar telah mengakui jika benih benih cinta sebenernya sudah tumbuh diantara kedua nya
" Apakah semua ini butuh alasan....?????"
Vellic mengangguk
Mario langsung meraih tengkuk leher Vellicia dan menautkan bibirnya pada bibir tipis milik Vellic, Mario seakan sedang menuntun Vellicia cara nya berciuman
Sesapan demi sesapan ciuman Mario membuat Vellicia merasakan adanya sesuatu yang amant sangat ngilu di ujung pangkal perutnya, sesuatu yang membuatnya tak bisa berfikir jernih bahkan tak bisa mengontrol dirinya, Vellic terbawa permainan yang dipandu Mario
Rumah yang sepi... lelangang... membuat Mereka semakin ingin menuntut lebih,
Mario kembali menautkan bibirnya, kali ini lebih pelan, lebih mesra.... tangan nya mulai menggerayang disetiap lekukan tubuh Vellicia, dan Lagi lagi Vellic hanya bisa kaku, tubuhnya terdiam menegang tak tau apa yang harus dia lakukan, dia hanya bisa menikmati setiap sentuhan demi sentuhan yang Mario berikan pada tubuhnya
Pelan ciuman Mario turun ke leher jenjang Vellicia, menyesapnya pelan pelan membuat tubuh kaku Vellicia menggelinjang sedikit, ada suara aneh yang tiba tiba lepas dari bibir mungil nya
" Eeeemmmhhhhsss...."
Mario meninggalkan banyak tanda merah di leher Vellicia, bahkan mungkin sampai Velluc tak menyadari berapa banyak tanda kepemilikan yang ditinggalkan Mario disana, sampai Mario memberanikan melepas satu persatu kancing baju yang dipakai Vellicia, tangan nya cukup gemeteran, ini pengalaman pertama baginya
" Apakah Vellic siap melakukan ini....????" tanya batin Mario ditengah tengah hasrat yang sudah nyampai ubun ubun
" Kenapa dia pasrah aja dari tadi....!!!!"
Mario mengurungkan niatnya untuk membuka semua kancing baju Vellic, membiarkan bagian dada saja yang terbuka, dada kecil yang dibalut dengan miniset itu terlihat menantang, Mario makin kalap rasanya ingin langsung dia lahap semua nya
Mario kembali memainkan bibir Vellicia, mengabsen setiap inci di area mulutnya, lalu menyesap ludah Vellicia digigitnya kecil kecil, lagi lagi satu suara halus yang makin membuat merinding lolos begitu saja dari bibir Vellicia
" Eeemmmmhhhsss ssfssff...."
Tanpa pikir panjang lagi Mario langsung membuka semua baju Vellicia, sekalian membuka pengait miniset yang digunakan Vellic untuk menutupi dada mungilnya, Saat ini Vellicia sudah setengah tak berbusana, tinggal celana jeans yang dikenakan nya saja
Vellic refleks menutupi dada nya dengan kedua tangan, namun langsung di singkirkan Mario dengan pelan
" Malu...." keluh Vellic lirih, wajah nya memerah sembari menunduk
Mario tak menggubrisnya lagi, baginya dada kecil yang menantang hihihiii
Pelan Mario menciumi bagian dada atas, lagi lagi meninggalkan beberapa tanda merah disana, tangan nya mulai nakal, mulai naik dan merem*s gundukan kecil di dada Vellic, zeperti baru pertama kali merasakan adanya semsasi yang luar biasa Vellicia langsung nenggelinjang tak bisa mengontrol diri
Sebenernya antara penasaran dan terbawa suasana kondisinya saat ini yang membuat Vellicia diam membiarkan Mario melakukan apa yang dia mau pada diri Vellic, hanya Vellic tak tau sampai dimana nanti memberiakan batasan pada Mario untuk men stop permainan nya ini, atau malah mungkin Vellic yang terbawa suasana dan tak bisa menghentikan nya
Suasana sore yang benar benar mendukung apa yang sedang mereka lakukan saat ini diruang tv, antara ceroboh dan lupa diri sangking terbawa hasrat, mereka bahkan sampai lupa kalau dirumah itu tidak hanya mereka berdua masih ada bibi dan pak satpam yang menghuni rumah mereka
" Non Vellic ini baju sekolah nya mau....!!!! mau...." bibi tiba tiba datang dari arah belakang dan langsung syok melihat adegan yang sedang terjadi di ruang tamu
Kedatangan bibi jelas membuat mereka juga kaget, bahkan mereka terang terangan ke gep bibi sedang me.... me... ahhhh begitulah hihihiii
Vellicia hanya bisa pasrah, kondisinya saat ini dia sudah tak lagi memakai atasan baju nya, sedang Mario sedang asyik memainkan dada kembar milik Vellic
" Aduuuhh maaf maaf... bibi... eee bibi balik ke belakang non... bibi ee... bibi gak ada maksud... aduuuhh...." racau bibi sambil memejamkan matanya dan segera berlari kembali ke dapur
Mario dan Vellicia saling pandang, seketika gejolak yang tadi sudah menggebu gebu langsung hilang surut seketika
" S... sorry...." ucap Mario lirih
Vellic langsung nenutupu dadanya dan meraih baju yang dibuang Mario begitu saja, lalu segera berlari ke kamar dengan perasaan campur aduk, yang jelas malu, takut, gemeteran dan menyesal...
Aahhh gara gara bibi nihhhh....
Bersambung~
Yaahhh ada yang gagal nihhhh....
Setelah kejadian ini kira kira mereka akan semakin deket apa malah menjauh yaaa...???
Coba Kalian tebak....!!! tulis pendapat kalian di kolom Komen yaaaa
Jangan lupa Vote yang banyak
Happy Reading...