
Mario tertawa lirih sembari melipat kertas milik Vellicia, pikiran nya menerawang jauh mengingat sesuatu yang sering membuatnya tergelitik, ekspresi wajah istri kecilnya ketika mereka sedang olahraga ranjang, wajah imut itu terlihat lebih agresif dan tak bisa menyembunyikan apapun yang dirasakan nya, bahkan ketika malam pertama yang mereka jalani, Vellic hanya diam menahan sakit sembari sesenggukan, sama sekali diluar ekspetasi Mario yang dipikir nya Vellic akan menjerit menangis meraung raung
" Rupanya kamu nakal juga ya dikelas...!!! awas aja aku akan membuat mu makin salah tingkah..." gumam Mario membalas tulisan Vellicia dan melipatnya
Selesai membaca semua tulisan dari murid murid nya, Mario menulis beberapa langkah yang akan dilakukan nya untuk menyelesaikan semua permasalahan yang dihadapi para muridnya, rencana nya besok pas jam pelajaran olahraga nya akan dia gunakan untuk membahas hal itu
Bel pulang sekolah berdering dengan nyaring membuat semua siswa berhamburan keluar kelas berdesakan saling ingin keluar kelas duluan, padahal andai mereka ngantri juga semua akan kebagian buat keluar
Vellic berjalan cepat mencari tempat yang aman untuk menunggu mobil Mario, semenjak dia jauh dari dua sahabatnya Vellic selalu pulang bersama Mario meskipun harus melipir kesegala arah yang penting aman dan tidak ada orang yang melihat nya
" Vellic tunggu...!!!!" Mody memanggil Vellic mencengkal langkah gadis itu
Mau tak mau Vellic menghentikan langkahnya menoleh kebelakang dan menunggu Mody sampai menghampirinya
" Vell... gue cuman mau ngembaliin buku lu ini... makasih ya udah mau bantuin kita..." ujar Mody sembari menyodorkan buku paket milik Vellicia
Vellic menerimanya sambil tersenyum
" Oke sama sama..." sahutnya singkat lalu bergegas pergi
" Vell... apa kita beneran udah gak bisa deket lagi...!!! kita beneran saling jauh jauhan kek gini...lu gak kangen gue apa...???" Mody berusaha mencari celah untuk mengajak Vellic bicara, keadaan seperti ini benar benar membuatnya tak nyaman
" Gue gak nyaman Vell dengan keadaan kita ini...gue gak bisa kek gini... kita ini temen tapi kenapa sih kita harus menjaga jarak kek gini... dari awal gue tau rahasia lu gue kan gak mempermasalahkan nya..."
" Gue tau lu mungkin kesinggung sama omongan Rista... tapi kita ini sahabat Vell... sahabat adalah keluarga, saudara...masa harus tercerai berai kek gini...!!! apa udah gak bisa diperbaiki lagi... gak bisa lagi dibicarain baik baik....???"
" Udah lah Mo... ini yang terbaik buat kita... nanti lama lama lu juga terbiasa kok..." sahut Vellic tanpa menoleh
" Vell... gue gak terima lu jaga jarak sama kita kek gini...!!! temen macam apa...!!!" Mody mulai kesal mengumpat judes
Vellic menoleh menatap Mody dengan tatapan tajam, wajahnya datar dan bibirnya mengatup rapat, seperti ada banyak hal yang ingin Vellic katakan tapi ditahan nya, Vellic menghela nafas panjang
" Gue salah Mo... gue udah bohongin kalian selama ini, gue gak mau jujur soal keadaan gue... kak Mario juga gagal jadi guru kita... beliau malah ngasih contoh yang jelek... lalu apa yang bisa lu harepin dari gue... dari persahabatan kita ini..." sahut Vellic sesak
" Gue gak mau lu sama Rista bakalan keseret seret dalam masalah besar... lagian gue pengen kalian terbiasa tanpa gue... kalian jalani hari tanpa gue.. gue gak bisa kayak dulu lagi yang pasti bisa hangout, nongkrong sama kalian sampai lupa waktu...gue ini istri orang sekarang...!!! yang harus patuh dengan segala aturan dan perintah suami..." jelas Vellic sembari menahan sesak didadanya, sejujurnya dia juga terluka dengan keputusan nya ini, meninggalkan sahabat nya adalah hal terbodoh yang harus dia lakukan
" Bukan nya selama ini kita udah biasa menjalani hal kek gini Vell... lu juga dari dulu gak bebas kan pergi kemana mana selalu di awasi daddy lu...!!! apa beda nya...!!!" protes Mody
" Lu tega Vell ngliat gue sama Rista di bully Sindy... persahabatan kita ditertawakan dia...!!!"
" Sorry Mo... tapi ini keputusan gue... dan gue harap lu sama Rista menghargai putusan gue..." Vellic tetap dengan pendirian nya
" Gue minta maaf kalau gue ngecewain lu, gue egois... tapi gue bakalan selalu ada buat kalian... setiap kalian ada kesulitan kalian bisa cari gue..." Vellic langsung pergi
Dia menahan tangis dan menyeka air mata nya yang sudah berjatuhan, mengucapkan kata itu ke Mody rupanya begitu menyakiti hatinya
Mody hanya diam termenung berdiri dilapangan sekolah, melihat punggung Vellic yang pergi makin jauh dan akhirnya hilang dari pandangan nya
" Aku memang harus turun tangan... aku gak bisa terus membiarkan mereka berseteru seperti ini...!!!" gumam Mario yang ternyata berdiri tak jauh dari mereka dan mendengarkan semua obrolan dua gadis itu, yahhh anggap saja Vellic masih gadis meskipun sudah berstatus istri dan gak perawan lagi hihihi
" Aahh Glac... alangkah lebih baik lagi jika kamu tidak memanggil ku dengan panggilan itu disekolah... rasanya sangat kurang pantas..." tegur Mario yang tak nyaman dengan panggilan yang terus disematkan Glacia pada nya
" Why...???? bukan kah itu adalah panggilan kesukaan mu...!!! apa ada yang salah...???" protes Glacia balik, dia merasa tak terima dengan penolakan Mario
" Jelas salah karena yang manggil kamu... jika Vellic yang memanggilku dengan sebutan itu tentu adalah sesuatu yang sangat benar... karena memang hanya Vellic yang pantas....!!!" batin Mario menggerutu
" Itu dulu Glac... sekarang keadaan nya sudah berbeda..." sahut Mario
" Apanya yang beda Mario...kita masih sama sama Single... dan semua orang disini juga tau kan kalau you adalah mantan kekasih ku... lebih tepatnya hubungan yang belum usai... jadi gak masalah bukan...!!!"
" Sudahlah Glacia...aku sedang tidak ingin berdebat dengan mu... satu hal yang harus kamu tau... kita disini adalah guru...bukan lagi mahasiswa seperti dulu, yang mana segala tindakan dan attitude kita akan dilihat, dinilai dan ditiru oleh murid murid... jadi ku harap jagalah sikap mu dengan baik... pegang amanah kita sebagai guru..."
Mario segera pergi meninggalkan Glacia yang kesal dengan wajah tak terima,
" Beb... Mario... Mario...!!!"
" Isssss.... ngapain sih si mimisan kecentilan ke pak Mario... kalau Vellic lihat kan bisa berabe..." Mody menggerutu melihat Glacia yang berusaha memanggil Mario
Untungnya Mario tak menggubris gadis itu lagi, dia tetap berjalan ke arah parkiran dan langsung masuk ke mobil nya
" Teriak teriak aja mis... kayak lagi di hutan...!!!" tegur Mody ketus
" Heiii you sopan sekali you berbicara dengan guru you seperti itu...!!!" tuding Glacia balik, memberikan tatapan galak ke Mody, namun gadis itu tampak santai dan mengejek
" Lhaaa... anda aja yang merasa guru nya malah triak triak manggil guru cowok kek gitu... padahal pak Mario udah nyuekin..." sahut Mody mengejek balik
" Kalau you tidak tau yang sebenarnya tidak perly nencampuri urusan orang lain...!!! saya mau memanggil siapa berhubungan dengan siapapun bukan urusan you...!!! hubungan kita hanya sebatas pelajaran... saya mengajarkan materi pelajaran dan you mempelajari nya... selebihnya jangan ikut campur...!!!"
" Hehehe.... selama saya sekolah baru anda mis yanh berbicara seperti itu... biasanya guru akan berusaha menganggap muridnya adalah bagian keluarga, orang terpenting... ini malah beda yaaahhh... pokoknya cuman urusan ngajar mengajar sebagai formalitas sebuah tugas... anda sangat lucu...!!!"
Mody makin berani mengejek Glacia, karena kalau dilihat attitude Glacia malah sangat buruk didepan muridnya, tanpa dia sadar dia sedang membuat murid murid nya tidak ada yang respeck dengan nya
" Berani sekali kau...!!! aku akan memberikan mu hukuman... lihat saja kau tidak akan mendapat nilai bagus setiap pelajaran ku...!!!"
" Waaahhh baru anda guru yang menggunakan wewenang untuk mengintimidasi muridnya... gimana murid mau nencontoh anda jika jadi good sample aja gak bisa...!!!"
" You...!!!! aahhh siiittt....mengapa disekolah ini harus menerima murid seperti you...!!!" tuding Glacia makin marah, dia benar benar mendidih kemarahan nya melihat sikap Mody yang berani melawan nya
" Harusnya bapak kepsek yang salah... kok mau sih menerima tenaga pengajar yang bad attitude seperti anda ini... minta dihormati tapi tidak tau cara bersikap dan memberi contoh sikap ke muridnya... MIRISSS...!!!" Mody langsung pergi meninggalkan Glacia dengan sengit
Glacia merekatkan gigi giginya emosi
" Kalau bukan karena Mario... aku gak mungkin sudi berada disini... mengurusi kalian... murid murid norak...!!!!"
Bersambung~
Happy Reading...