PE Teacher Is MyHusband

PE Teacher Is MyHusband
Mario Suami Ter Sabar...



" Pak Mario... seperti yang saya sampaikan tadi.. kondisi kehamilan Vellicia sangat rawan... mengingat usia nya yang masih sangat muda... rentan mengalami keguguran... apalagi setelah hasil pemeriksaan keluar ternyata kandungan Vellic sangat lemah.. dia akan mudah lelah dan sering drop... jadi harus benar benar di jaga segala aktivitas atau kegiatan yang dia lakukan...."


" Jangan sampai dia terlalu tertekan, stres... apalagi melakukan aktivitas yang menguras tenaga... seperti olahraga misalnya... itu lebih baik dihindari dulu..." ujar dokter memaparkan kondisi Vellicia


" Apakah ujian sekolah praktek olahraga Vellic tidak bisa ikut...???" tanya Mario


" Benar... lebih baik dia tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat... anda mungkin bisa membantu memberikan ijin pada guru olahraga..." jawab Dokter


" Kebetulan saya sendiri guru olahraga dok..."


" Bagus kalau begitu... saya akan membantu kalian untuk memberikan keterangan pada pihak sekolah kalau Vellicia mengalami riwayat penyakit yang sementara tidak bisa membuatnya beraktivitas terlalu berlebihan... tinggal anda dan Vellicia nanti bagaimana menutupi rahasia kalian... hanya ini yang bisa saya bantu..."


" Terimakasih dok... saya tau ini pasti bertentangan dengan hati nurani dokter... hanya saya benar benar butuh bantuan dokter...."


" Saya mengerti pak Mario..."


Setelah berbincang bincang dengan dokter selesai, dan Mario pun sudah mengurus resep obat Vellicia, Mario segera kembali ke ruangan Vellic


" Pak Guru... sore ini temen temen mau jenguk Vellic disini... apa pak Mario tetap mau disini...???" tanya Rista sembari memberi tahu Mario soal kedatangan murid murid nya


" Iya gak papa... saya disini... toh mereka tau kan kalau tadi saya datang sebagai penanggungjawab atas Vellic yang sudah diberikan kepercayaan dari kedua orang tuanya..." jawab Mario


" Baik pak...!!! semoga gak jadi bahan curigaan mereka ya..." Harap harap cemas si Mody


" Kalau kalian bisa bersikap biasa saja.. maka semuanya akan baik baik saja..." sahut Mario


" Eee pak kita permisi mau ke kantin dulu ya pak..." Mody n Rista pengertian memberikan Waktu buat Vellic dan pak guru nya untuk berdua


" Vell... kita cari makan dulu ya... laper..." pamit Rista ke Vellic


" Tapi balik sini lagi kan...??? kalian gak langsung pulang...!!!" tanya Vellic


" Iya tenang aja... kita nemenin lu sampai anak anak pada dateng kok..." jawab Mody


Vellic mengangguk sambil tersenyum, mereka segera pamit keluar ruangan Vellic


Mario duduk disebelah Vellic, menatap istri kecilnya dengan wajah sendu, saat ini tidak hanya Vellic yang menjadi tanggungjawab nya namun juga ada malaikat kecil yang masih rapuh dan mungkin belum berbentuk didalam perut rata istrinya itu, tak menyangka sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah


Vellic menatap Mario dengan sengit lalu memalingkan wajahnya kesal, entah kenapa rasanya Vellic ingin marah pada Mario, gara gara ulahnya yang selalu menggempurnya hampir setiap malam, kini Vellic harus menanggung resiko besar ditengah Ujian Nasional yang hampir dilaksanakan


" Happy yahh... tapi happy mu bikin repot aku...!!!" sungut Vellic


" Maaf..." ucap Mario pelan, dia gak tau harus berkata apa pada istri kecilnya itu


" Kalau udah kek gini maaf gak bisa ngerubah keadaan...!!!"


" Apa kamu benar benar tidak menghendaki anak itu...??" tanya Mario was was, sejujurnya dia tidak siap mendengar jawaban Vellicia


" Dia akan merubah hidup ku... merampas waktu bebas ku... dan akan menyulitkan ku...!!!" sahut Vellic


" Kalau aku bisa menggantikan posisi itu aku pasti akan menggantikan nya sayang... tetapi..."


" Kamu tau kan kalau hal ini tidak mungkin bisa kamu lakukan... ujung ujung nya aku yang harus menanggung nya...!!" potong Vellic dengan nada marah, tatapan nya memicing menatap Mario tak bersahabat


" Aku tau... kita melakukan nya bersama... suka sama suka... tapi kalau udah seperti ini... cuman aku kan yang nanggung resiko nya... kamu...!!! kamu tetap baik baik aja... bahkan ganti posisi gak bisa kan...!!!;"


Hati Mario terasa begitu sesak dan perih, penolakan Vellicia benar benar menbuatnya kecewa, anak itu adalah dambaan hatinya selama ini, anugrah yang sangat ditunggu tunggu nya, apalagi mengingat usia Mario yang sudah berkepala tiga seperti sekarang, namun sepertinya dia salah... tepatnya adalah pasangan nya tidak tepat, usia mereka memang terpaut cukup jauh...


" Tapi aku juga gak mungkin membunuh nya... membuang nya... bagaimana pun bayi ini berhak hidup seperti Tuhan yang memberikan ku hak untuk hidup...!!! tapi aku benci semua ini kak Mario... apa kamu tau...!!!!"


" Sungguh Vellic... aku tidak tau aku harus berbuat apa... tetapi apapun keputusan mu aku akan menyetujui nya asal itu terbaik untuk kamu..."


" Telat...!!! semua udah terjadi... yang terbaik buat aku adalah kita tidak menikah...!!!" jawab Vellic


" Aku janji... aku akan melakukan apapun yang kamu minta, aku akan siaga untuk menjaga dan melayani semua kebutuhan kamu... kalau kamu merasa sakit aku akan melakukan apapun... anggap saja aku juga merasakan apapun yang kamu rasakan..."


" Terserah...!!!" jawaban Maut dari seorang wanita, kata kata mutiara itu yang membuat lelaki harus berfikir keras mengartikan maksud dan tujuan nya


" Sekarang kamu mau apa sayang...??? biar aku buatkan...!!!" tawar Mario sedikit merayu


" Aku gak mau apa apa...!!! aku lagi kesel, marah... sedih.. panik takut campur aduk...!!!"


Mario mengusap rambut Vellic membelai nya dengan lembut


" Jangan terlalu stres...aku ada disini... aku akan melakulan apapun untuk menjaga dan melindungi kamu... kita hadapi semua ini sama sama... aku janji... kamu tidak akan merasakan intimidasi apapun aku akan melakukan apa saja untuk memastikan semua itu sayang..."


" Aku ngantuk...!!!" Vellic berusaha memejamkan mata, dia juga gak tau lagi harus ngapain... menyalahkam Mario pun percumah nyatanya semua sudah terjadi, yang bisa dia lakukan sekarang adalah menghadapi kenyataan ini, siap dengan apapun resiko yang akan terjadi kedepan nya


" Tidur lah sayang.. aku disini jagain kamu... bentar lagi pasti temen temen mu pada dateng..."


" Terus kalau mereka tanya aku sakit apa.. aku harus jawab apa...???" tanya Vellic sebelum beneran tidur


" Biar aku yang ngasih penjelasan..."


" Yakin... gak bikin mereka curiga karena kak Mario disini...!!"


" Udah semua sudah ku pikirkan.. kamu tenang aja..."


" Hhhffff.... baiklah aku sekarang mau percaya... terserah mau ngapain... aku capek.. aku lagi males mikir capek overthingking...."


Mario mengelus kembali pucuk rambut Vellic, membiarkan istri kecilnya beristirahat sejenak, sepertinya keadaan saat ini membuat nya lelah, terutama pikiran nya yang cukup stres karena panik dan marah, mungkin Mario harus lebih sabar dan legowo lagi dalam menghadapi mood Vellic sekarang, namanya orang hamil kan pasti gampang moodian..


Mario bersandar di sebelah Vellic mencoba menenangkan pikiran nya sejenak, dia juga cukup lelah... tetapi bibirnya tak ada hentinya tersenyum lebar dia tak bisa menyembunyikan kebahagiaan nya saat ini..


" Anak... aahhh.. aku tak menyangka sebentar lagi aku akan jadi seorang ayah... menimang bayi mungil dengan jemari yang lentik menggemaskan... dia pasti akan cantik seperti ibunya jika perempuan... dan akan gagah seperti ku jika laki laki.... aku akan menjadi ayah...." ucapnya penuh haru


Mario mengelus perut Vellic yang masih rata dengan sangat pelan takut mengusik tidur istri kecilnya itu, dia seakan sedang menyapa malaikat kecil jagoan nya....


" Tumbuh dengan baik ya sayang di dalam rahim ibu mu... ayah disini menunggu dan akan menjaga mu dengan baik...."


Bersambung~


Aahhh jadi gak tega nih sama Mario hihihi


Jangan lupa kasih Vote nya yaaaa


Happy Reading....