PE Teacher Is MyHusband

PE Teacher Is MyHusband
Janji Mario



Mario diajak om George keruangan pribadinya, ruangan yang terletak di sebelah ruang kerja beliau, tidak banyak orang yang bisa masuk kesana, bisa jadi Vellicia sebagai putri kesayanga nya pun belum pernah diajak nya masuk keruangan ini


" Ayoo masuk Mario..." ajak Om George saat dilihat Mario ragu ragu


" Duduk lah... aku hanya mau berbicara sefikit pada mu..."


Mario duduk di sebelah om George, jujur saat ini pak Guru berbadan kekar berotot ini lagi canggung dan deg degan, pasti ada hal serous yang ingin tuan George bicarakan


" Mario... jujur pada ku... apa kau yakin siap menikahi putri ku Vellicia...???" tanya om George membuat Mario bingung


" Tentu saya yakin dan siap om... bukan kah saya sudah menyanggupi perjodohan ini dan bersedia menjalani nya...???" sahut Mario


" Kau tau bukan... menjadi suami Vellicia itu tak mudah... kau harus lebih banyak bersabar... dia itu keras kepala...susah diatur dan manja... karena dia anak bontot kami sekaligus putri satu satunya... makanya baik aku atuapun istriku selalu menuruti apa maunya..."


" Saya rasa saya sudah cukup kenal dan pahak karakter Vellicia om... menjadi guru nya selama dua tahun dan selalu berurusan dengan dia membuat saya paham betul seperti apa sikap Vellicia om...jadi om tak perlu khawatirkan soal itu... saya pasti akan berusaha semaksimal mungkin untuk lebih mengerti dan memahami sukap labil Vellicia ...


" Om lega rasanya kalau kau paham dengan apa yang sedang kau hadapi... aku menjodohkan putri kesayangan ku semata mata bukan hanya karena aku telah memiliki janji pada Martin untuk menikahkan anak kita... tapi aku memilihmu karena ku rasa kamu laki laki yang cocok yang bisa membimbing, melindungi dan menjaga Vellicia..."


" Aku sudah pernah bahas ini dengan mu sebelumnya... kalau aku dan istriku tak bisa menjaga nya selalu, mengawasinya seperti orang tua lain nya... tuntutan pekerjaan yang memang mengharuskan kami untuk lebih banyak meniggalkan anak anak dan sulit membagi waktu bersama mereka... tapi... sebenarnya ada hal lain yang menjadi pemikiran utama kenapa aku ingin menikahkan putri ku diusia nya yang masih belia..."


Tuan George seperti tertekan oleh sesuatu saat mengatakan hal ini, wajahnya berubah sedih dan seperti merasakan adanya beban berat di wajahnya


Tuan George menghela nafas panjang sembari menatap Mario serius


" Aku adalah salah satu dari anggota Mafia di Amerika yang cukup berpengaruh... "


Ungkapan tuan George benar benar menohok membuat Mario kaget tak percaya


" Aku terikat pada sebuah perjanjian di dalam nya... karena selama 6 tahun belakangan ini aku sudah berusaha untuk keluar dan menjauhkan diri dari anggota itu... kau masih ingat bukan saat kita tiba tiba diserang orang dijalan...???"


Mario mengangguk, dia ingat betul saat mereka pergi menuju butik untuk fitting baju dan tiba tiba mobil mereka diserang orang


" Putriku Vellicia dalam bahaya... aku takut anak buah mereka nekat dan menculik Vellicia sebagai sandera... karena aku sudah memutuskan hubungan kerja dengan mereka... selain itu Vellicia tidak pernah aman dan aku khawatir keselamatan nya...jadi tolong jaga Vellicia... lindungi putriku Mario..."


" Om hanya takut dia ikut terseret dalam masalah bisnis ku... aku bahkan tak bisa merawatnya dengan baik..."


Mario mengangguk mengerti


" Saya janji om... saya akan menjaga Vellicia segenap jiwa raga saya... saya akan mempertaruhkan hidup mati saya demi Vellicia... om tak usah khawatir saya akan pastikan Vellicia baik baik saja... dan saya akan menempatkan kebahagiaan Vellicia diatas kebahagiaan saya sendiri.." janji Mario pada tuan George


Janji itu membuat om George benar benar lega sekaligus yakin tak salah pilih menikahkan putri nya diusia dini dengan laki laki pilihan nya


" Terimakasih Mario.... om lega jika kau bersedia menjaga putriku... om tidak salah pilih laki laki untuk mendampingi Vellicia..."


" Saya janji om... om tak perlu khawatir...tidak akan ada satupun orang yang bisa menyakiti Vellicia..."


" Kau tau kan Mario... kejadian hari ini benar benar membuat ku terpukul... aku merasa aku tidak terlalu bisa melindugi memberikan penjagaan yang ketat pada putriku.." sesal om George menunduk


" Anggap saja ini pembelajaran om untuk kita...saya akan pastikan kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi..."


" Setelah menikah tinggalah disini Mario... sampai Vellicia lulus sekolah... baru setelah dia lulus om akan benar benar melepaskan nya menjadi tanggungjawabmu seutuhnya... kau berhak membawa nya kemanapun kamu pergi..."


" Baik om... saya juga harus memikirkan segala kemungkinan yang terjadi, menjaga rahasia status Vellicia sampai dia lulus... terutama jika dia pindah rumah dan teman teman nya tau mungkin malah akan menimbulkan persepsi dan pertanyaan lain lain... aku akan disini om..."


Om George menepuk bahu Mario bangga, lelaki yang seperti ini memang yang diharapkan bersanding melindungi anak kesayangan nya


Keluar dari ruangan om George, Mario langsung dihadang Vellicia yang sudah menunggunya berjuntai di ruang tengah, Vellicia curiga kalau pak Mario dan daddy pasti habis membahas hal serius sampai daddy mengajak pak Mario berbicara diruang pribadinya


Mario heran mendapati Vellicia, namun gadis itu langsung menarik tangan Mario dan membawanya ke pinggir kolam renang


" Pak Mario itu kenapa sih... mau mah aja disuruh daddy nikah sama aku...!!! aku kan masih belia pak guru... murid mu juga... kenapa gak milih yang seumuran aja...!!!" protes Vellicia yang makin geram dan panik soal pernikahan Mereka yang sudah dekat


" Kenapa harus setuju setuju aja dengan permintaan Daddy...!!!!"


" Kenapa kamu menolak perjodohan ini...!!!" tanya Mario balik dengan tenang


" Ya karena aku gak cinta sama bapak...!!! aku masih punya banyak impian untuk mewujudkan cita citaku...bukan berakhir jadi istri bapak...!!! aku masih pengen main... nongkrong hangout sama temen temen aku... menikmati masa remaja...!!! aku gak mau terikat dengan siapapun pak...!!! ayolah tolong... please batalin perjodohan ini... ayo pak tolak perjodohan ini... aku mohonnn...." Vellicia menjawab sambil merengek panik, doi harus sebisa mungkin menghasut Mario agar mau membatalkan perjodohan ini


" Kenapa harus aku batalkan...???" tanya Mario lagi


" Ya harus...!!! gak pake karena apa...!!!"


" Kalau soal kamu yang gak cinta dengan ku atau tidak mau menerima ku itukan urusan mu... bukan urusan ku...kenapa harus memohon mohon seperti ini padaku untuk membatalkan perjodohan ini..." jawab Mario dengan santai, seolah benar benar cuek dengan kepanikan Vellicia membuat gadis itu makin kesal dan geram


" Kenapa sih ngebet banget mau nikah sama aku...!!!!"


" Kalau kamu punya alasan tersendiri untuk menolak perjodohan ini maka aku juga punya alasan ku sendiri kenapa aku mau menerima perjodohan ini...!!!" sahut Mario serius


" Ingat...!!! jangan banyak tingkah... diam dirumah karena kamu sedang di pingit...!!!" perintahnya


" Dan ingat...!!! seminggu lagi kita menikah..." lanjut Mario dengan menatap Vellicia tajam, seolah sedang mengintimidasi bocah itu


Lalu setelah itu Mario pergi ninggalin Vellicia yang masih syok sendirian


" Ta...tapi... tapi gak bisa gitu donk pak..." protes Vellicia begitu dia menyadari kepergian Mario langsung berlari mengejarnya


Mario tak menggubrisnya lagi


" Aku belum selesai bicara pak Mario...!!!"


" Negoisasimu udah cukup Vellic... cepat istirahat... dan pastikan kondisimu fresh pada saat acara sakral kita nanti... jangan sampai pura pura lemes apalagi loyo...!!!"


Mario langsung pergi tanpa menoleh lagi


" Iiisssshhh apaan sih...!!!" gerutu Vellicia sinis


" Acara sakral apaan...!!! ini acara pemaksaan...!!! emang gak pada punya hati kalian ini... mengintimidasi anak kecil...!!! mengambil hak anak anak untuk menyuarakan pendapat... kalian semua egois...!!!" gerutunya sendirian


Daddy hanya mengamati tingkah putrinya dari ruangan pribadinya


Bocah itu tak paham apa yang sebenernya daddy lakukan untuk nya...


Bersambung~


Happy Reading...