
" Hhhffffhhhh... Oke..." Vellic maju ke depan dengan langkah tak yakin, dia sendiri tak tau cita cita seperti apa yang dia inginkan... semua sudah pupus ketika Vellic meng iya kan perjodohan itu
Mario kembali menatap Vellic tajam, wajahnya datar tanpa Ekspresi, seakan dia ingin tau seperti apa gambaran keinginan istrinya... apakah Masih memiliki harapan atau pupus begitu saja...
" Hy Guys... kenalin gue Vellic... sebenernya gue masih bingung cita cita gue apa... karena ada banyak hal yang gue pengen... cuman gue gak tau mana yang gue mulai terlebih dahulu... karena salah satu cita cita gue adalah jadi murid terbaik, nilai terbaik saat ujian... dan itu udah gue capai tahun lalu..." ujar Vellic bercerita
" Setelah lulus nanti mungkin gue bakalan break dulu... gue juga belum tau mau ngapain... atau gue bakalan ngikut apa kata daddy aja..."
Ucapan Vellic terdengar ucapan orang yang sedang pasrah dengan keadaan, atau ucapan orang yang pesimis terhadap sesuatu, sangat disayang kan... gadis energic seperti Vellic malah tak ada harapan seperti ini
Pak Kepsek dan beberapa guru yang ada di aula menatap Vellic dengan tatapan menyayangkan
" Vellicia... menjadi anak dari seorang pengusaha sukses yang mendapatkan segala fasilitas adalah impian banyak orang... kamu termasuk anak yang beruntung... tetapi akan lebih membanggakan lagi jika kamu bisa sukses atau bisa lebih sukses dari pencapaian yang sudah diraih daddy mu sekarang ini..." bapak Kepsek menanggapi, memberikan petuah dengan arif
" Ada banyak cara untuk bisa meraih apa yang kamu mau... mungkin kamu tak perlu banyak kerja keras sudah pasti jalan mu lebih mudah dari yang lain... justru manfaatkan itu dengan baik.. itu salah satu poin plus tersendiri atas mimpi mimpi kamu..."
" Terimakasih pak..." jawab Vellic menanggapi nya dengan singkat, Vellic gak mau menyela ataupun mengomentari panjang lebar
" Ya wajarlah Vellic gak ada cita cita setelah lulus... dia tinggal duduk manis dirumah jadi istri yang baik...!!" celetuk seseorang dibalik kerumunan
Seketika celetukan itu membuat orang orang di Aula saling bingung, mulai mendesas desus, Vellic menatap gadis itu nanar, Mario pun langsung duduk dengan tegap pandangan lurus serius, ini benar benar di luar dugaan
" Heiii apa maksud lu ngomong gitu...!!"
" Maksud lu Vellic lulus sekolah langsung married gitu...!!"
" Gila gak mungkin lah... masa orang tua Vellic pikiran nya kolot...!!!"
Tanya teman teman saling bersahutan membuat gema yang seakan menyakiti telinga Vellic, gadis itu tetap diam di depan
" Apa maksud Ica... coba jelaskan...!!" pak Kepsek angkat bicara, sepertinya ucapan murid nya itu cukup membingungkan
Yahhh... siswi yang seenak jidat main nyeplos tadi adalah ICa
" Sorry ya temen temen.. dan pak kepala sekolah beserta semua dewan guru...sepertinya kalian semua ketinggalan satu berita penting... atau lebih tepatnya adalah sebuah rahasia besar yang selama ini ditutupi dengan rapat rapat..." Ica mulai melancarkan aksi nya, entah apa motif bocah satu itu mengapa dia begitu berambisi ingin membongkar rahasia Vellic
" Rahasia apa Ica...!!!" bapak kepsek mendesak Ica untuk memberikan keterangan yang jelas
" Mohon ijin bapak kepala sekolah... sebenernya sejak lama saya dan Sindy udah mencurigai gelagat Vellic dan pak Mario..."
Namanya di sebut sontak membuat Mario kaget, tapi dia tetap berfikir tenang, dia sudah bisa membaca arah nya akan kemana dan dia sudah menyiapkan segala sesuatu yang akan terjadi, tidak akan dia biarkan istri kecilnya dipermalukan dam dihakimi sesuka hati mereka tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi
" Kita hampir setiap hari mencari bukti... mulai dari penasaran mengapa pak Mario dan Vellic jadi lebih intens, bahasa tubuh mereka berbeda... mobil pak Mario parkir di garasi rumah Vellic, setiap ada masalah apapun soal Vellic pasti pak Mario akan menjadi pahlawan alasan nya sih karena pak Mario diberikan tanggungjawab penuh untuk menjaga Vellic... ditambah Sindy pernah lihat sepatu pak Mario di rumah Vellic...."
" Tapi semua itu buntu.. selalu dipatahkan Vellic dan geng nya... sampai pada hari Sindy nantangin Vellic buat ikut lomba penilaian lari maraton... dari awal kita emang udah curiga soalnya Vellic selalu beralasan tiap pelajaran olahraga.. padahal kita tau kan kalau Vellic itu jago lari..."
" Lu kan tau kalau Vellic ada riwayat sakit...!!! wajar donk kalau akhirnya dia harus dikasih dispensasi... ini bukan soal jago atau gak jago...!!" Mody angkat bicara ngebela sahabatnya
" Oke gue lanjutin cerita... terserah kalian mau nganggep gue aneh.. banyak omong atau apapun tapi gue pengen mata kalian kebuka lebar lebar... selama ini kita udah berhasil dibohongi habis habisan...!!" tegas Ica
" Gue sama Sindy udah yakin banget kalau Vellic sama pak Mario ada hubungan... tapi lagi lagi buntu apalagi pas Sindy tiba tiba kicep dan pindah haluan ke kubu nya Vellic... gue kehilangan informasi penting yang gue yakin Sindy udah tau..." Ica sengaja menuding Sindy, sekalian balas dendam karena dia kesal Sindy tak mau membagi tau apa yang sudah dia ketahui
" Ca Stop...!!! lu itu apa apaan sih...!! ini acara kita lagi bahas planning setelah lulus lho.. lagi ngebahas cita cita... ngapain lu mau buat malu orang sih...!!" Sindy angkat bicara, doi juga geram dengan kelakuan Ica, bagaimana pun dia sudah berjanji pada Vellic untuk menjaga rahasia itu
" Diem deh lu lu pada... terutama lu Sin... lu itu pengecut...!!" cibir Ica
Vellic udah gak karuan, rasa takut nya sudah membuatnya tak bisa berpikir cerdas seperti biasanya, badan nya sudah dingin gemeteran, dia tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini... dia akan di maki... di cap jelek.. dikucilkan.. dibully.. dan di keluarkan dari sekolah...
" Gue nemu bukti... Tuhan begitu baik ke kita supaya kita tau kelakuan busuk mereka.... gue nemu fotocopian surat nikah... disitu tertulis nama Vellic dan pak Mario... ternyata mereka sudah menikah sejak setahun yang lalu..." Ica mengeluarkan secarik kertas yang langsung membuat hidup Vellic seakan dihempaskan ke dasar bumi yang mengerikan
Ibu Murdia langsung mengambil kertas itu, rupanya benar itu adalah fotocopian surat nikah atas nama Vellicia dan pak Mario
" Ya Tuhan...!!" pekik bu Murdia kaget, guru itu langsung menutup mulutnya syok
Beberapa guru yang lain juga langsung melihatnya sebab mereka penasaran
" Saya menemukan itu di tempat sampah depan ruangan pak Mario... sepertinya pak Mario baru aja ngebuang nya..."
Air mata Vellic lolos tak terkendali, dengungan suara teman teman nya mulai membuatnya semakin ketakutan... hal yang sangat ditakutkan nya terjadi...
Pak Kepsek menatap Vellic dan pak Mario bergiliran, lalu menatap kertas fotocopian yang diberikan bu Murdia ke tangan nya
" Pak Mario... tolong jelaskan semua ini... di depan anak anak dan para guru... anda adalah seorang guru BK disekolah kita... guru yang mengajarkan norma norma kehidupan... meluruskan apa yang salah atau kurang tepat... tentu nya anda tau apa yang sudah anda lakukan ini..." tegas pak Kepsek
" Haaaahhh... Vellic Merried sama pak Mario...!!"
" Gila... itu contoh terburuk yang menjijikan dari seorang guru...!!"
" Bisa bisanya mereka nikah udah setahun...!!! waahhh ini gila sih... harusnya mereka dikeluarkan secara tidak terhormat...!!"
" Mati sudah nasib Vellic... ini yang gue takutkan dari dulu Mo..." bisik Rista
" Ica emang any*ng...!!!! gue gak terima...!!" Mody mengepalkan tangan nya marah
Girvan tetap diam tenang menunggu sikap Mario, bagaimana lelaki itu berusaha menjaga Vellic disaat seperti ini.. apakah pak Mario masih terlihat lelaki sejati...!!!!"
Bersambung~
Gimana nasib Vellic setelah ini...!!!
So.. jangan lupa kasih Vote yaaa
Happy Reading...