
Pagi yang tak biasa
Vellicia bangun dengan malas, beberapa hari ini tidak merasakan pelukan springbad empuk dikamarnya membuatnya lebih nyenyak dan enggan bangun jika alarm jam beker nya tidak terus berdering nyaring memekakan telinga
Sembari menggerutu Vellicia terpaksa segera beranjak ke kamar mandi, wajah ngantuknya masih doi bawa bahkan sampai berendam di buthup kamar mandinya.
Selesai dandan Vellic turun dari kamarnya bergegas berangkat sekolah, namun baru jalan menuruni tangga, langkah nya terhenti mendengar adanya suara obrolan dari arah ruang tamu, seperti suara daddy namun dengan beberapa orang lagi,
Sepagi ini daddy sudah kedatangan tamu...???? pikirnya heran
Namun bodo amat lah itukan urusan orang tua, tugasnya hari ini hanya berangkat sekolah jangan sampai terlambat supaya gak ketemu lagi dengan guru killer yang menyebalkan itu
" Pagi nona muda mau sarapan apa...???" tanya bibi ramah seperti biasanya menawari Vellicia sarapan, sebab gadis satu ini kalau sarapan tidak sesuai mood nya bakalan ngomel seharian
Yahhh namanya anak horang kaya bebas mau nglakuin apa aja
" Nasi goreng telor mata sapi bi... GPL..." sahut nya cuek lalu duduk di kursi meja makan menunggu
Bibi segera kembali kedapur, melaksanakan tugasnya dengan cepat
" Pagi Vellic... tumben sekali sepagi ini udah rapi..." sapa Daddy begitu masuk ke meja makan dan melihat anak gadisnya sudah duduk santai disana
" Bangun pagi tumben bangun siang salah..." balas Vellic malas
" Bagaimana hidup di luar rumah tanpa fasilitas dari daddy enak...????" sindir dady
Vellic hanya mendengus kesal, malas juga pagi pagi berdebat dengan daddy, hanya membuat mood nya jadi jelek
" Biii buruaaannn...!!!!" treak Vellicia menyueki daddy
" I...iya non..." sahut bibi dari dapur
" Hari ini kamu tak perlu masuk sekolah... daddy sudah mengijinkan kamu untuk tidak masuk hari ini..."
" Iiiisss maksud daddy apaan... giliran Vellic lagi semangat bangun lagi mau kesekolah mapah disuruh libur..." protes Vellic menggerutu
Belum daddy menjawab, dua orang tamu daddy masuk keruang makan bergabung dengan mereka, mata Vellicia langsung membulat kaget melihat siapa yang datang dan langsung duduk disebelahnya
" Pak Guru...!!!!" pekik Vellic berbelalak
" Aku sedang tidak mengajar mu... jadi cukup panggil Mario saja..." sahut lelaki itu santai yang tak lain adalah Mario dan ayahnya
" Issss....narsis... nanti abus itu disekolah dihukum... dibilang siswi tidak sopan memanggil guru nya hanya namanya aja...!!! uuuggghhh..." cibir Vellic kesal
" Vellic apa kabar...???" sapa om Marten ayah Mario
Vellic langsung mendekat menyalami om Marten, bagaimana pun dia tetap bersikap sopan pada orang yang lebih tua
" Kabar baik om... om sendiri apa kabar...???" jawab Vellic manis
" Om baik... udah nggak kabur lagi ya..." balas om Marten sambil mengelus pucuk rambut Vellic
Vellicia hanya nyengir, malas menbahas soal acara kaburnya itu
Lalu kembali duduk dikursinya
Mario hanya melirik Vellic masih tetap diam dengan sikap cool nya
" Hari ini kamu ikut daddy...daddy sudah mengatur rencana hari ini untuk fitting baju pengantin dan mencari cincin nikah untuk kalian..." lanjut Daddy tanpa basa basi
" APAAA...!!!!" pekik Vellicia kaget,
Aaahhh rupanya mereka sudah menjebak Vellic menjeratnya hingga menbuat dirinya tak bisa berkutik lagi
" 3 Hari lagi acara pernikahan mu akan digelar... memang hanya dihadiri beberapa rekan bisnis daddy, keluarga daddy dan om Marten... karena mengingat kamu yang masih berstatus pelajar..." tambah Daddy
" Tau masih pelajar udah dinikahin gimana sihhh..." gerutu Vellic ngedumel
" Tapi sepertinya aku nggak bisa ikut George... aku hari ini ada meeting penting..." om Marten menyela
" Tak masalah... aku bisa menghandle ini dengan Mario..." sahut Georce alias daddy Vellicia dengan santai
" Vellic juga dad... hari ini ada ulangan Fisika... Vellic gak bisa ninggalin ulangan ini..." Vellic ikutan ijin
" Bukannya hari ini disekolah sedang ada ekskul... dan semua mata pelajaran diliburkan..." potong Mario memprotes Vellic
" Anda kan hanya guru olah raga... ya mana tau lah urusan kelas masing masing... orang emang kelas ku ada ulangan kok..." balas Vellicia ketus
" Akan saya tanyakan pada bu Amira selaku guru Fisika..." ujar Mario lagi mematahkan argumen Vellic
Membuat Vellicia membulatkan matanya panik
" Selamat pagi bu Amira maaf sekali saya mengganggu anda sepagi ini..." ujar Mario menelpon seseorang
" [ Ohh pagi juga pak Mario ada yang bisa saya bantu...???"] sahut seseorang dengan ramah dari ujung panggilan
" Begini buk saya hanya ingin memastikan apa hari ini anda ada mata pelajaran fisika di kelas X1 2...???"
"[ Tentu di cancel pak karena sesuai rapat minggu lalu hari ini dan besok sekolah kita difocuskan untuk acara ekskul....]"
Jawaban dari bu Amira membuat Vellicia makin terpojok
" Jadi hari ini ibu tidak ada ulangan ya..." Mario sengaja memperjelas
" [Tidak pak...semua di cancel jadi minggu depan....]"
" Baik bu terimakasih penjelasannya, semoga ekskul hari ini berjalan lancar..."
Klik
Telpon dimatikan
" Tidak ada ulangan apapun hari ini... karena disekolah sedang diadakal ekskul untuk memilih beberapa siswa mengikuti lomba antar sekolah.." Terang Mario pada George
" Baik... berarti tak ada alasan untuk Vellic menolak acara daddy..." George menjawab sembari memberi penekanan pada putrinya
" Vell... om yakin kamu pasti bisa jalani ini..." om Marten menyemangati Vellicia
" Om tau ini berat untuk mu... tapi... pilihan kami menjodohkan kamu dengan Mario adalah pilihan yang tepat... sebab tidak hanya sekedar urusan ikatan pertemanan dan bisnis, Mario akan mampu menjaga mu dengan baik... melindungi mu setiap saat..."
" Aku nggak butuh bodyguard..." gerutu Vellic kesal
Mario hanya tersenyum smirk, rasanya kesal sekali melihat gadis itu yang terus menolaknya
" Baik... ganti pakaian mu Vellic kita berangkat sekarang..." titah Daddy tak terbantahkan
Vellic hanya menggerutu tak jelas, bibirnya monyong 180°,
" Non... sarapannya..." bibi tergopoh gopoh datang membawa sarapan untuk nona muda nya
" Nggak jadi bik... nggak laper..." sahut Vellic sambil pergi kembali ke kamarnya
Bibi yang udah capek capek ngebut masak hanya bisa menghela nafas panjang
" Buat sarapan bibi aja..." Mario menyarankan dengan bijak,
Mario adalah orang yang sangat menghargai kerja keras orang lain, apapun itu
" Makasih Tuan muda..." bibi segera kembali ke belakang
" Bersabarlah sedikit Mario... kamu harus bisa menaklukan hati Vellic..." George menyemangati calon menantu pilihanya itu
" Tenang om... saya masih punya segudang stok sabar untuk Vellicia..." sahut Mario sambil tersenyum
" Itu salah ku memang... sedari kecil aku terlalu memanjakannya, menuruti apapun yang dia inginkan... hingga membuatnya manja dan tidak bisa menghargai apapun... aku juga lalai dalam mendidiknya.. terlalu sibuk dengan bisnis bisnisku... aku lupa kalau mendidik anak laki laki tak sama dengan anak perempuan..." George menyesali keteledorannya sebagai orang tua Vellicia
" Untuk itu aku percayakan Vellicia padamu... selepas kalian menikah... aku harus kembali ke Las Angel's... aku titip Vellicia pada mu... "
" Tak usah kawatir om... itu sudah menjadi tugas dan kewajiban ku nanti... aku janji akan menjaga Vellicia dengan baik... aku akan membantunya menjadi pribadi yang sesuai om harapkan... dia hanya butuh bimbingan om... dan orang yang mengerti dirinya..." sahut Mario membuat lega George
" Saat ini dia memang belum bisa menerima ku ataupun perjodohan ini... tapi aku yakin om seiring berjalannya waktu aku bisa membuatnya menerima ku om...."
" Aku mungkin egois memaksakan kehendakku pada putriku... menikahkan dia disaat dia masih sekolah... tapi aku lebih kawatir jika dia sampai terjerumus dalam pergaulan bebas... belum lagi banyak saingan bisnis ku yang mungkin akan menargetkan dia untuk melumpuhkan ku... sedang aku tak bisa 24 jam bersamanya... seketat apapun penjagaan ku... aku tetap khawatir akan keselamatan putriku...." George tampak kawatir, sampai wajah tampan nya berkerut
" Tenanglah om... aku akan menggantikan om menjaga Vellicia dengan jiwa dan nyawaku..." Mario berusaha menenangkan George, dia bahkan sampai berjanji atas nyawanya itu tandanya dia sedang tidak main main
" Terimakasih Mario... Marten... kalian telah membantuku menyelesaikan satu urusan besar ku..."
" Sudah menjadi kewajiban ku sebagai sahabatmu George..." sahut Marten
" Jadi nggak dad...??? kalau nggak jadi Vellic mau nonton drakor udah kepalang libur...!!!!" ucap Vellicia menggerutu
Semua menoleh kearah Vellic, gadis itu memakai kaos panjang dan celana pendek diatas lutut memamerkan paha dan betisnya yang jenjang
Mario langsung berjalan kearahnya
" Bisa pakai celana yang lebih panjang...???" ujar Mario datar
" Kenapa sih... lagian ini emang trand anak milenial... orang tua mana paham..." sahut Vellic nyolot
Mario melotot dikata tua sama Vellicia, bocah ini memang kurang ajar
" Ganti atau aku yang akan menggantinya...!!!"
Vellic ikut mendelik, berani kali laki laki ini bicara seperti itu bahkan didepan daddy
" Jangan kurang ajar ya...!!! lu masih bukan siapa siapa gue...!!!" ancam Vellic sambil mengepalkan tinju nya
" Tiga menit waktu mu untuk berganti celana...!!!"
Dengan kesal terpaksa Vellic menuruti perintah Mario
" Dasar nyebelin...!!! belum apa apa aja udah ngatur ngatur...!!!!"
Marten dan George hanya terkekeh melihat perlakuan Mereka
Tapi dalam hati George selaku ayah Vellicia merasa bangga, Mario sedetail itu memperhatikan keselamatan Vellic
Tak salah pilih memang...
Bersambung~
Author minta maaf ya Readers
Up di novel ini lama banget, soalnya masih sibuk menyelesaikan BUJANG DUSUN dan merevisi CINTA TANPA STATUS
jadi harap sabar yaaa....
Jangan lupa kasih Vote nya
Suport dari kalian sangat membantu author dalam pengembangan dan kemajuan novel ini
Happy Reading....