PE Teacher Is MyHusband

PE Teacher Is MyHusband
Harus Bahagia atau Sedih



Mario terbelalak kaget, dia bahkan tak mampu berkata apapun ketika membaca hasil pemeriksaan laboratorium


" Tuhan....!!!!" pekik nya pelan


Wajah pak Dokter malah makin tegang, mungkin pak dokter merasa ini adalah salah satu kenakalan remaja yang sulit untuk dicegah mengingat pergaulan anak jaman sekarang yang makin tak bisa dikendalikan


" Yahhh.. begitulah pak hasil laboratorium pemeriksaan atas nama Vellicia... saya sangat menyanyangkan... gadis yang cantik itu tidak bisa menjaga diri nya, padahal masa depan nya masih panjang..." ucap si dokter dengan lesu


Mario menatap wajah sang dokter dengan tatapan yang sulit di prediksi, dokter pun menatap pak Guru Mario dengan cemas


" Saya rasa bukan kenakalan seorang remaja dok... tetapi saya masih syok mendengar kabar ini... saya juga bingung apa saya harus bahagia atau saya panik..." jawab Mario


" M.. maksud pak Guru....!!!!" dokter tampak tercengang dan bingung, entah apa maksud guru satu ini


" Ya... eee...." Mario malah kebingungan sendiri, entah bagaimana caranya Mario memberikan penjelasan pada sang dokter


" Eee... begini dok.. apakah dokter bisa membantu saya untuk menyembunyikan informasi ini dari siapapun...???" Mario menatap dokter penuh harap


" Tapi kita harus bicarakan dengan orang tua nya pak..."


" Tidak perlu...!!!!"


Tatapan dokter makin tajam ke Mario, dokter sepertinya makin gak ngerti dengan Mario


" Begini...!!!!" Mario mengambil sesuatu dari dalam tas nya, lalu menyodorkan ke depan dokter


" Apa maksudnya ini...!!!!" wajah dokter makin tegang, menatap sesuatu yang disodorkan Mario dengan tatapan bingung


" Vellicia... dan saya... eee... " Mario kembali menarik nafas panjang, sepertinya dia juga sulit untuk memberikan penjelasan pada Dokter


" Ini adalah buku nikah saya..."


" Lalu...???" potong dokter segera, kurang sabaran ini pak dokter


" Iya... buku nikah saya bersama Vellicia...te..tetapi tolong... rahasiakan ini dok..." Akhirnya dengan susah payah Mario memberikan penjelasan yang sebenarnya


" Maksudnya bagaimana ini pak Mario...!!! bukan kah anda adalah guru dari Vellicia... anda tau bukan jika seorang murid yang masih berstatus siswa disekolah dilarang menikah...!!! mengapa malah anda yang menikahi nya...!!!" protes dokter


" Saya mengerti pak... dan saya tau ini adalah kesalahan... tetapi kesalahan ini terpaksa kami lakukan atas permintaan orang tua kami... terutama orang tua Vellic sebab mereka memberikan tanggungjawab pada saya untuk menjaga, melindungi dan mengarahkan Vellic menjadi lebih baik... intinya seperti itu pak dokter..."


" Tetapi sepertinya kami telah melakukan kesalahan... saya tidak menyadari kalau akan seperti ini... saya lepas kontrol... sampai lupa menggunakan pengaman..." lanjut Mario menunduk lesu


Dokter ikut diam, sepertinya dia juga ikutan pusing dengan kasus ini


" Yahhh... saya sangat mengerti dan paham... kalian pengantin baru... anda juga sudah cukup umur bertemu dengan gadis belia... tentu keinginan kalian pasti akan sangat menggebu gebu...tetapi Vellicia masih sekolah pak... bagaimana cara menyembunyikan nya... tentu ini adalah perbuatan yang tidak dibenarkan...!!!" dokter ikut menyampaikan keluhan nya


" Ya saya mengerti dok... tetapi saya juga bingung... saya sangat bahagia mendengar istri kecilnya Hamil... ini adalah moment yang sangat saya tunggu tunggu... tentu tidak mungkin jika saya akan menyakiti bayi saya..." jawab Mario


" Ujian Nasional tinggal menghitung hari... mungkin kami bisa merahasiakan nya terlebih dahulu..." tawar Mario


" Tetapi kondisi kandungan istri anda sangat lemah pak Mario... dia dehidrasi dan darahnya rendah... itu sangat berbahaya untuk keselamatan mereka.. apalagi Vellicia juga harus siap menghadapi ujian Nasional yang tentunya akan menguras energi dan pikiran nya..."


Mario tertunduk dalam kebimbangan, benar apa yang dikatakan nya tadi... mendengar berita ini harus seperti apa dia menyikapi nya...!!! harus bahagia ataukah harus bingung....


" Sayang...." panggil Mario lembut, istri kecilnya tengah terbaring lemah


" Kak... aku... aku takut... kita harus gimana aku gak mau di keluarin dari sekolah kak..." Vellic langsung menyambutnya dengan panik, Mario langsung duduk sembari meraih tangan nya dan di genggam erat


" Kalau kemarin aku biasa aja... aku yakin daddy bisa bantu.. tapi kalau sudah seperti ini aku beneran takut kak... aku gak siap malu didepan temen temen... terus nasib kamu gimana...??? kamu pasti juga bakalan di pecat dengan tidak terhormat kan...!!!"


" Ssssstttt... tenang sayang... tenang... jangan banyak pikiran dulu... semua akan baik baik aja..." Mario berusaha menenangkan Vellic


" GAK...!!! semua udah gak baik baik aja kak... aku... aku hamil anak kamu sebelum ujian Nasional selesai...ini akan jadi masalah besar...!!!" bantah Vellic


" Tenang lah dulu saya... semua tidak seburuk yang kamu pikirkan... kita masih bisa rahasiakan ini..."


" Satu rahasia aja sudah mulai tak aman tambah satu rahasia lagi...!!!" protes Vellic


" Aku belum siap hamil kak... aku masih pengen menikmati usia remaja ku...!!!"


Mario langsung terdiam, penolakan dari Vellic yang tidak pernah dia bayangkan terasa menyakiti hatinya saat ini, walau bagaimana Mario sangat bahagia menyambut kehadiran jabang bayi itu


" Vellic dengarkan aku... kita akan sama sama melewati semua ini... kita tidak bisa membuang anugrah Tuhan... dia adalah titipan yang Tuhan percayakan pada kita... kita harus menjaga nya dengan baik... aku janji... aku janji akan menjaga dan melindungi kamu..."


" Hiks hiks hiks......aku gak tau... aku harus bahagia atau sedih... yang pasti aku takut, aku panik, aku gak siap... dan aku belum bisa menerima semua ini... semua terlalu tiba tiba kak... perubahan ini terlalu memaksa ku... aku merasa dipaksa menerima semua ini....!!!!" tangis Vellic bersamaan dengan ucapan kejujuran nya


Memang untuk Vellic ini tentu bukan hal mudah, dari status gadis remaja langsung berubah menjadi seorang istri apalagi sekarang akan segera menjadi seorang ibu, disaat usia nya yang masih belia, status nya yang masih pelajar... tentu bukan hal yang mudah.... tentu banyak ketakutan, pertimbangan dan perubahan perubahan dalam hidupnya yang mungkin dia belum siap menerimanya


Mario memeluk istri kecilnya, dia pun tak tau harus menjawab keluhan Vellic dengan jawabam apa, dia sendiri juga masih dalam kebingungan


" Aku tau ini berat buat kamu... ini tidak mudah... ini terlalu terburu buru... tapi anak adalah karunia Tuhan sayang... kehadiran nya bukan untuk kita tolak...!!!"


" Ya lu enak bisa ngomong gitu... lu gak ngerasain...!!! tapi gue... gue yang bakalan nanggung semua nya... lu gak mikir beban ini berat banget kak buat gue...!!!" Vellic tampak marah dan tak terima


" Aku minta maaf... ini semua salah ku..."


" Maaf lu sekarang gak bisa ngerubah keadaan... gue udah bunting...!!!"


" Lalu...!!! apa mau mu sekarang...???" Mario mulai memperlihatkan ketegasan nya


" Kamu mau menggugurkan bayi itu begitu...!!! mau membunuhnya...??? apa kamu gak tau kalau itu berdosa...!!!!"


" Tapi mempertahankan dia sama artinya membunuh kehidupan gue...!!!" bentak Vellic balik


" Vellic aku mohon dengarkan aku... aku tau ini tidak mudah untuk mu... kamu bahkan mungkin belum siap dengan semua ini... tapi kita bisa mengupayakan nya sayang... kita bisa menyembunyikan rahasia ini sampai kamu lulus ujian... aku janji aku akan lebih ekstra lagi menjaga mu... aku juga sudah bicara dengan dokter untuk mau membantu kita...." pinta Mario memelas


" Biarkan dia hidup sayang... dia adalah darah daging kita... buah cinta kita....apa kamu tega mau menyakitinya...???"


" Haaaahhh... a.. apa...!!!!!! Vellic Hamil....!!!!!"


Bersambung~


Jangan lupa kasih Vote yaaa


Happy Reading...