PE Teacher Is MyHusband

PE Teacher Is MyHusband
Kertas Tulisan Curhatan Mereka



Tumpukan keluh kesah dan mungkin curhatan dari murid murid nya di kelas Vellic kemarin masih menumpuk di meja kerja Mario, kemarin belum kelar semua dibahas bahkan malah baru membahas dua tulisan milik si Reno dan Iqbal selebihnya dibawa nya untuk dipelajari satu persatu dan akan dibahas di pertemuan berikutnya, ketika ada jam pelajaran kosong lagi... mengingat mereka kini sudah kelas XII akan lebih si focuskan untuk persiapan ujian nasional akhir sekolah


" Waaahhh aku sampai lupa kalau aku masih menampung keluh kesah anak anak...!!! hhhffff sangking sibuknya beberapa hari ini..." gumam Mario ketika beliau mendapati tumpukan kertas itu ada dimeja nya


" Bahkan istri kecilku juga beberapa hari ini aku anggurin terus... padahal aku lagi candu candu nya...aaahhh tapi biarlah setidaknya jalan nya gak kayak bebek beberapa hari ini hihihi..."


Mario membuka satu persatu tulisan murid muridnya itu dibacanya dengan teliti supaya dia bisa memahami, mempelajari baik itu karakter, pengembangan mental, emosional, penekanan batin, permasalahan yang sedang dihadapi maupun sesuatu yang memicu para murid susah konsentrasi belajar


" Hhhhmmm... lumayan random dan beragam curhatan mereka yaahhh... ada juga yang memprotes beberapa guru... eeehhh ada juga yang memprotes ku ini...!!!"


Mario memperhatikan lebih cermat lagi satu tulisan yang memprotes dirinya, setelah dilirik nama yang tertulis di pojok kanan atas rupanya atas nama Rista, Mario tertarik untuk langsung membaca nya sebab bisa jadi dari sini awal renggangnya persahabatan istri kecilnya itu


" Pak Mario... maaf kalau saya lancang...tapi mungkin ini adalah keluh kesah dan permasalahannya saya yang saat ini cukup mengganggu pikiran dan konsentrasi saya...." tulis Rista di kertas nya, Mario membaca pelan sembari sesekali menghela nafas berat nya


" Saya bukan mau ikut campur urusan pribadi bapak ataupun Vellic.. atau saya memprotes apa yang kalian lakukan.. karena itu bukan hak saya... tetapi sebagai guru bimbingan Konseling, pembina OSIS seharusnya bapak sudah tau peraturan guru dan murid disekolah..." tulis Rista di bait selanjutnya


" Bukan kah seorang siswi yang masih berstatus pelajar itu tidak bisa menikah....??? dan jika dilanggar maka konsekuensi nya adalah dikeluarkan dari sekolah, atau minimal di panggil guru BK dulu diberi peringatan ke orang tua nya sebelum bapak kepsek memgetahui, dan orang tua nya akan dipanggil kesekolah apabila bapak kepsek mengetahui nya...."


Mario menjeda membaca, menghela nafas panjang lagi sembari menggelengkan kepala dengan ucapan Rista lewat tulisan itu


" Tetapi malah suami dari siswi itu adalah anda pak Mario... dan orang tua kalian menyetujui nya...!!! apakah itu bukan suatu kesalahan yang fatal....???? lalu saya harus memcontoh siapa jika guru bimbingan Konseling saya saja melakukan kesalahan dan dirahasiakan dengan sangat rapi selama ini....!!!!!" lanjut tulisan Rista


" Jujur saya kecewa pak...!!! saya gak bisa menerima nya...!!! ini adalah kesalahan.. apapun alasan bapak, alasan orang tua Vellic, apapun alasan yang sudah bapak sampaikan kesaya... tetap bagi saya ini adalah kesalahan besar... merahasiakan kesalahan bukan kah lebih salah lagi...!!!!!" Rista benar benar mengeluarkan unek uneknya


" Dan kalau sekarang Vellic memilih menjauh dari kami karena kesinggung, marah atau gak terima dengan kejujuran keresahan saya ini ya silahkan... setidaknya saya masih baik pak Mario... saya masih mengingat pertemanan kita selama ini maka nya saya masih bisa tutup mulut menjaga rahasia kalian..."


" Rupanya ini pemicu nya...!!!" Mario menyenderkan kepala nya dikursi sambil menatap tulisan Rista yang kini menusuk ulu hati nya dan mengganggu pikiran nya


" Dia gak salah sih... harusnya memang aku sebagai guru pembimbing mereka aku mencontohkan yang baik, yang benar bukan menipu sekolah merahasiakan sebuah kesalahan, dan melanggar amanah tanggungjawab ku sebagai guru pembimbing..." Mario jadi kalut, kepikiran dengan ucapan Rista


" Tetapi apapun konsekuensi nya itu sudah aku pikirkan matang matang... yang harus aku lakukan sekarang adalah menjaga dan melindungi Vellicia... bersiaga atas apa yang kemungkinan akan terjadi....!!!"


Mario meletakkan kertas milik Rista, lalu lanjut membaca kertas dari murid lain


" Soal perselingkuhan orang tua nya...!!!" Mario kembali berbelalak ketika membaca satu tulisan dari muridnya yang membuatnya mengiba


" Pasti mental dia ini...!!!" Mario langsung buru buru memulai membaca nya, menyipitkan mata berulang kali sambil geleng geleng kepala selama membaca tulisan itu


" Aku harus bicara empat mata dengan nya untuk membahas soal ini...!!!"


Mario meletakkan kertas tulisan Tiffano, lalu membuka tulisan yang lain nya, sepertinya bukan masalah serius kebanyakan curhat soal percintaan dan ada beberapa yang mengeluh dengan ketegasan dan wajah galak Mario pada mereka


Sampai di kertas milik Mody, Mario kembali membaca nya dengan serius dan teliti, ini kembali menyangkut istri kecil nya


" Aku gak nyaman dengan keadaan sekarang, sekolah jadi gak asyik...!!! persahabatan ku yang selama dua tahun lebih ini baik baik aja sekarang mulai gak jelas, mulai saling menjauh... Vellic malah milih pindah tempat duduk dan acuh pada kami... kapan diajak ngobrol gak mau lagi, diajak kantin juga nolak selalu menghindar dari kami dan menyibukan diri sendirian...." tulis Mody singkat jelas kurang padat tapi


" Rista tetep kekeh dengan pendirian nya... Vellic yang baperan jadinya... benar benar telah merusak persahabatan kami....!!! belum lagi ocehan si Sindy yang sepertinya makin mancing mancing Vellic dan memciptakan citra buruk Vellic dimata semua orang semakin membuat ku jengkel dan gak nyaman...!!! kita gak kaya dulu yang saling melindungi... sekarang merasa tak lagi perlu berteman..." lanjutnya panjang lebar


" Aku juga harus bicarakan ini semua dulu oada Vellic... biar dia tau kalau Mody sangat kehilangan dia, sangat nengharap Vellic kembali berteman akrab baik lagi seperti dulu...!!!" gumam Mario lirih


" Melihat istri kecilku pindah tempat duduk, menjauhi teman teman nya, dirumah manyun terus, cemberut gak seceria biasanya... membuat ku jadi serba salah... tanggungjawabku bagaimana membuat Vellic kembali tersenyum happy...aku harus mendamaikan mereka...!!!"


Mario menyruput kopi di cangkirnya, disesapnya pelan pelan sambil dinikmati, aroma kopi racikan dan cream susu yang lekat langsung meledak di indra perasa Mario


" Ssssrrrruuuttt aaaahhh....."


Kira kira begitu suara dan ekspresi orang meminum kopi sambil dinikmati penuh nikmat


" Sepertinya Vellic harus mulai aku ajari cara membuat kopi untuk ku, supaya nantinya dia akan terbiasa menyiapkan kopi di meja kerja ku seperti ini..." gumam Mario sambil mesam mesem membayangkan Vellic datang membawakan secangkir kopi untuk nya


Membayangkan Vellic membuat Mario ingat dengan kertas milik Vellicia, dia langsung penasaran dengan apa yang ditulis istri kecilnya di kertas itu, perkiraan nya hanya seputar keluh kesah tentang persahabatan nya itu, tetapi paling tidak Mario bisa membaca dari ketiga sudut pandang mereka, hingga tinggal dipelajari, ditelaah biar gak salah paham lagi...


Mario menyerngit ketika kertas milik Vellic tulisan yanh ditulisnya tidak sesuai elspetasi


" Om om mes*um... jangan ngliatin istri kecilnya terus... kalau dilihatin gitu terus jadi salting tau... nanti aku makin jatuh cinta... makin bucin kan repot... soalnya makin bucin makin overtingking sama mimisan lhooo...."


Bersambung~


Double Up nya langsung meluncur...


Happy Reading......