
Vellic menangis tersedu sedu... dia masih syok dan tak terima dengan apa yang baru saja terjadi dengan nya, hatinya masih berkecamuk memaki dan marah atas apa yang sudah terjadi... tetapi dia juga amat ketakutan... dia tak punya keberanian untuk menatap kembali wajah teman teman seangkatan nya disekolah... dia pasti akan menjadi momok cerita terhangat di sejarah kelulusan mereka, orang akan mengingat dirinya sebagai hal terburuk... sangat menyakitkan...!!!
Susah payah Vellic memperbaiki diri, merubah Image buruk nya menjadi lebih baik, malah sekarang harus hancur dengan sebuah kenyataan...
" Sayang... jangan nangis terus...!!! bukan kah memang ini resiko yang harus kita terima...kita sudah memprediksi nya kan kalau hal ini bakalan terjadi..." Mario menggenggam tangan Vellic lalu mencium pucuk rambutnya dengan lembut
" Nama baik ku hancur sudah... image yang selama ini ku bangun dengab baik hilang seketika... berganti tatapan hina dan bullyan dari mereka... aku akan menjadi icon terburuk yang tak akan mereka lupakan ceritanya... aku akan menjadi kenangan terburuk disepanjang sejarah kelulusan kami..."
" Kita tidak akan ketemu mereka lagi sayang...setelah keputusan dewan komitile sekolah untuk ku... aku akan langsung mengurus kepindahan kita ke Swiss...kita akan memulai hidup baru disana...kita tinggalkan semua yang menyakiti kita disini... kita buka lembaran baru... hidup bersama orang orang yang tidak akan tau kesalahan apa yang sudah kita lakukan..."
" Kita pindah ke Swiss...??"
" Yahhh... papa sudah menyiapkan tempat baru untuk kita disana... kebetulan disana ada perusahaan baru milik papa dan daddy..mereka mempercayakan ku untuk memegang dan menjalankannya... kita bisa memulai hidup baru disana bukan...??"
" Swiss juga salah satu tempat terindah yang cocok untuk kamu menenangkan diri... kamu harus pikirkan langkah selanjutnya untuk mengejar cita cita mu... kamu mau kuliah kan...??"
" Tapi rumah tangga kita...??"
" Kenapa dengan rumah tangga kita bukan kah semua baik baik aja...??" tanya Mario balik
" Kalau aku kuliah... terus aku jadi gak focus sama kamu... kalau aku hamil... apa gak ribet...!!"
" Sayang...di luarang sana banyak istri yang masih terus melanjutkan pendidikan nya, mengenjar cita citanya, dia masih tetap bisa melayani suami, hamil bahkan mengurus anak... tenang sayang kita akan jalani sama sama... aku tidak akan memberat kan mu sendirian..."
" Atau kita tunda dulu kehamilan kamu sampai kamu lulus kuliah..."
" Kamu yakin kak...??? aku juga gak mau hal yang kamu inginkan harus ditunda hanya karena apa yang ku mau... aku juga pengen kamu dapetin apa yang kamu mau..."
Mario menengadahkan wajah Aileen menangkup dengan kedua tangan nya, lalu bibirnya menaut lembut bibir tipis Aileen, dises*p nya dengan pelan namun dalam
" Terimakasih ya sudah mau peduli denganku... aku senang tandanya sekarang aku adalah orang yang penting untuk mu..." ucap Mario pelan
" Tetapi sesuai janji ku... aku akan menempatkan kebahagiaan mu diatas kebahagiaan ku sendiri... jadi membuatmu bahagia adalah tanggungjawab ku...asal kamu tersenyum bagiku aku sudah sangat bahagia..."
" Kenapa sih kak Mario segitunya mencintai aku...??" tanya Vellic sembari menatap mata Mario
" Karena aku mencintai mu..."
" Ya kenapa...???"
" Ya gak kenapa napa sayang... cinta ku gak ada alasan apapun.. aku cinta kamu... itu aja titik...!!!"
" Iihhh gak romantis... harusnya itu ada alasan nya kenapa.. apa karena aku cantik... manis.. aku menyenangkan...apa alasan nya kak..." rengek Vellic memaksa
" Karena aku mencintai mu sayang... cinta tak perlu ada alasan... cinta itu soal hati.. dan aku tidak bisa memberikan alasan apapun ketika hatiku memilih mu untuk aku cintai..."
" Yaudah deh... emang kak Mario gak romantis... seriusan..." Vellic langsung memeluk Mario erat
" Tapi orang kaku kayak kamu malah yang bikin aku jadi bucin..."
" Masa sih..."
" He'em... nihh udah bucin banget nih...!!!"
" Kamu aja gak mau yang lain..."
" Oya kak... aku kayaknya gak perlu sedih lagi yah... yaudah lah ya gimana lagi emang salah kita sih... kalaupun aku udah gak boleh sekolah lagi tapi aku masih tetep dapat ijazah kan...??" ujar Vellic
" Iya donk... kan kamu sudah ikut ujian sampai selesai... itu artinya nama mu tetap terdaftar... "
" Heemmm bagus lah... gegara Ica nih resek banget... aku pikir setelah Sindy tobat semua bakalan aman... ehhh gak tau nya si nini lampir satu itu malah ngebongkar di depan umum..."
" Mungkin dia memang sudah mencari tahu selama ini... dan dia merasa harus membongkar nya hari itu... karena kesempatan nya pas hari itu..."
" Tapi bentar...!!! kenapa Ica bilang dia nemu fotocopian buku nikah kita di tempat sampah ruangan kamu...??" tanya Vellic
" Kemarin aku baru aja menyiapkan berkas berkas kepindahan kita ke Swiss... buat pasport dan lain sebagainya... tiba tiba Ica sama Mega masuk ruangan ku sehingga membuat ku terpaksa menyembunyikan fotocopian itu di tempat sampah... ku pikir dia gak akan ngepoin tempat Sampah ku... gak taunya malah diambil..." jelas Mario
" Terus kamu gimana kak... kamu pasti akan dipecat secara tidak terhormat ya... dianggap guru dengan intregitas jelek dan contoh buruk buat siswa siswa..."
" Its oke... itu udah bagian dari resiko ketika aku menerima perjodohan dari papa dan daddy...setidaknya aku sudah banyak memberikan prestasi disekolah... sebagai guru baru... banyak murid murid yang berhasil mengikuti olimpiade olahraga dan berprestasi di bidang mereka..."
" Tetapi kebaikan akan sirna hanya dengan satu kesalahan yang ku buat...its oke...!!"
" Hhhffffhhh... gini banget akhir cerita SMA gue..."
" Aku janji... semua akan kembali indah ditempat baru nanti... gak akan ada lagi orang yang bully kamu... ngata ngatain kamu... ataupun kepo sama kehidupan kita...!!"
" Aku percaya kok...!!" Vellic kembali memeluk tubuh kekar Mario lebih erat
Mario mengecup pucuk rambut Vellic mesra, mereka adalah dua hati yang dijadikan satu untuk sama sama saling menguatkan... cinta memang tak beralasan... begitu pun cinta Mario yang tak ada alasan apapun untuk Vellic...
" Yaudah... mandi dulu.. ganti baju habis itu kita keluar makan gimana... udah lama kan kita gak keluar jalan jalan... ujian udah selesai jadi udah gak stres belajar terus donk..." ajak Mario menghibur Vellic
" Jalan jalan kemana...??"
" Kemana aja yang kamu mau... kamu suka..."
" Yaudah deh aku pikir sambil mandi...kamu juga mandi.. masa mau jalan jalan masih pakai baju dines..."
" Mandi bareng ceritanya...??" goda Mario
" Siapa takut..." tantang Vellic nakal
Merasa istri kecilnya mulai berani, Mario tak membuang kesempatan, dia langsung membopong istrinya dibawa masuk ke kamar mandi, tak lupa pintu ditutup rapet biar readers gak bisa ngintip hihihihi
" Jangan salah kan aku kalau mandi mu bisa sampai dua jam ya...!!!"
Bersambung~
Jangan lupa VOTE...
Happy Reading