
Sindy masih termenung memikirkan kejadian tadi, saat dia mendengar langsung obrolan Vellicia, pak Mario dan juga dokter diruangan Vellic, mereka membahas sebuah rahasia yang selama ini mereka tutupi dengan baik
Sebenernya dia sudah lama mencurigai hubungan Vellic dan pak Mario karena kedekatan mereka memang tidak seperti guru dan murid pada umumnya, tapi jika mendengar kenyataan kalau ternyata mereka sudah menikah diam diam tentu Sindy merasa syok....dia tidak menyangka se jauh itu hubungan mereka
Dan Hamil...!!! Vellic ternyata sedang hamil... jadi selama ini dia tidak ikut setiap pelajaran olahraga bukan karena sakit peradangan lambung atau usus...!!! tapi karena Vellic lagi hamil ..!!! pantas saja kemarin pak Mario amat sangat panik apalagi pas lihat Vellic pendarahan
" Kenapa mereka se konyol itu...!!! kenapa Vellic dan pak Mario berani melakukan pernikahan...!! harus nya pak Mario tau jika Vellic masih pelajar dan tidak bisa menikah... pak Mario adalah guru BK disekolah... tapi kenapa mereka melanggar semua itu... lalu contoh yang baik dari siapa jika guru BK saja bersikap seperti itu...!!!" keluh Sindy sembari memijat keningnya pening
" Gue udah lama naruh curiga... tapi gue masih syok banget denger kenyataan ini...!! ini gila sih... ini bener bener gila...!!!!"
Sindy melihat bu Murdia, bu Anya dan bapak kepsek berjalan sedikit tergesa gesa masuk keruangan Vellic, mendadak hatinya kalut dia tau apa tujuan kedatangan para guru itu, disana ada wali kelas nya ada juga pak Kepsek, Sindy langsung berlari membuntuti mereka
Rupanya di kamar rawat Vellic masih ada pak Mario yang sedang menunggui Vellic, untung nya mereka sedang tidak berdekatan apalagi bermesraan sehingga tidak menimbulkan kecurigaan apapun
Sindy mengintip dari balik pintu, dia harus mendengarkan semua percakapan mereka
" Selamat sore pak Mario... Vellicia..." ujar bu Murdia begitu masuk ke kamar rawat Vellic
Mario segera memperbaiki duduknya, lalu mempersiapkan rekan guru dan bapak kepsek untuk berada disebelah Vellic
" Sore Vellic... bagaimana kabar mu... maaf jika kedatangan kami mengganggu istirahat mu..." bapak kepsek menyapa Vellic dengan ramah
" Sore juga bapak kepsek... ibu guru... maaf saya belum bisa duduk..." sahut Vellic
" Tak apa istirahat saja..." jawab bapak kepsek
" Kedatangan kami kesini... kami sudah mendapat laporan dari anak anak teman kelas mu juga kami sudah mengkonfirmasi pak Mario mengenai kejadian yang menimpa mu..." pak Kepsek mengutarakan maksud tujuan nya
" Kami ikut menyayangkan kamu harus kembali sakit dan dirawat dirumah sakit menjelang Ujian Nasional... semoga semua ini tidak membuat mu kesulitan mengikuti ujian nanti..."
" Kami sudah mendengar soal kenakalan Sindy yang membuatmu seperti ini... dia memaksa dan mengancam kamu untuk melakukan aktivitas yang sebenarnya kamu belum bisa melakukan nya... ini termasuk tindakan kriminal yang berakibat merugikan orang lain... termasuk tindakan bullyng atas sesama murid disekolah..."
" Kami selaku dewan guru dan kepala sekolah akan menindak lanjuti dengan tegas masalah ini... Sindy harus mendapatkan sanksi agar dia jera dan tidak mengulangi perbuatan nya lagi..."
Sindy cemas ketakutan mendengar penjelasan pak Kepsek untuk nya, dia hanya bisa pasrah menerima konsekuensi atas apa yang sudah dilakukan nya pada Vellic
" Maaf pak kepsek... tapi sanksi apa yang akan bapak dan sekolah berikan untuk Sindy...??" tanya Vellic, dalam hati kecilnya ada rasa tak tega apalagi Sindy sudah menyesali dan meminta maaf atas perbuatan nya tadi
" Kami sangat menyayangkan sebenarnya jika ada salah satu murid kelas XII yang tidak bisa mengikuti Ujian Nasional itu artinya akan ada murid yang tidak lulus tahun ini... tetapi mau bagaimana lagi kesalahan tetap harus dipertanggungjawabkan... karena sekolah bukan hanya untuk belajar tapi juga untuk mendidik akhlak dan perilaku yang baik...." jawab bapak kepsek
" Besok kami akan memanggil Sindy dan juga kedua orang tua nya agar mereka tahu apa yang diperbuat anak nya hingga mencelakai teman nya sendiri... jadi pak Mario wajib hadir selaku Guru BK..." bu Murdia ikut menyela
" Iya bu saya akan menangani masalah ini... kenakalan Sindy adalah tanggungjawab saya sebagai guru BK... " jawab Mario patuh
" Gue bakalan di keluarin dari sekolah...!!! artinya gak ada kesempatan buat gue ikut ujian...!!! mama sama papa pasti bakalan marah besar dan kecewa sama gue... dan cita cita sekolah desainer gue bakalan berantakan.... hiks hiks hiks...." tangis Sindy diluar ruangan, hati nya bener bener hancur mendengar sanksi yang akan diberikan sekolah untuk nya
" Maaf pak Kepsek... bu guru... pak guru Mario... apa Sindy gak bisa dikasih kesempatan kedua...???" tanya Vellic, semua langsung menatap Vellic tajam termasuk Sindy yang tak menyangka Vellic menepati janji untuk memaafkan nya
" Maksud kamu...??" tanya bu Anya
" Kamu melakukan nya karena kamu di ancam Sindy kan...!!" tegas bu Murdia
" Apa ancaman yang dia berikan sampai kamu mau melakukan perintahnya sampai menbahayakan dirimu sendiri...???"
" Itu tindakan kriminal Vellicia... memberikan ancaman dan bullyng tidak dibenarkan menjadi sebuah sifat atau karakter yang dilakukan oleh seorang pelajar... itu akan merusak norma dan tata krama saling nengasihi sebagai umat manusia yang bernegara...!!!" tambah pak Kepsek
Vellic melirik ke arah Mario, rahasia yang dijadikan senjata Sindy adalah sebuah kenyataan.. sebuah kesalahan fatal yang sudah dia lakukan dengan sadar bersama guru BK nya sendiri...
" Ada urusan pribadi buk... masalah pacar..." jawab Vellic bingung
" Eee maaf saya tidak bisa menjelaskan nya... intinya Sindy cemburu dengan pacar baru saya yang usia nya lebih dewasa dan ternyata Sindy juga naksir terus dia nyuruh saya putus..." Vellic terpaksa bohong
" Sebenernya Sindy tidak mengancam yang berlebihan buk pak... tapi saya aja yang terpancing dan meng iya kan tantangan nya... harusnya saya tidak melakukan itu semua karena saya paling paham bagaimana kondisi diri saya... saya yang salah... saya yang ceroboh... jadi bukan salah Sindy pak..."
" Tolong bapak kepala sekolah... pak Mario selaku guru BK... jangan kasih Sindy sanksi... dia sudah cukup mendapat sanksi dari teman teman sekelas kami yang sudah memusuhi nya... saya mohon... paling tidak kasih dia dispensasi hukuman sampai ujian... biarkan Sindy ikut ujian pak...."
" Sindy punya cita cita mau kuliah desainer di luar negeri... jangan patahin mimpi nya pak..."
Vellic memohon meminta keringanan hukuman untuk Sindy, Mario diam menatap istri kecilnya bingung, dia tidak tau harus menjawab apa sebab rahasia yang Sindy jadikan ancaman itu juga menyangkut kesalahan nya pada sekolah
" Tapi orang salah harus tetap dikasih hukuman... sekolah tidak bisa membiarkan begitu saja... dia harus jera... sebagai pelajaran..." bu Anya masih bersitegas
" Iya buk saya mengerti... makanya saya meminta dispensasi setidaknya sampai Sindy selesai ujian... setelah itu terserah pihak sekolah baiknya seperti apa... karena sekolah tentunya punya kebijakan untuk murid murid yang melanggar aturan..." jawab Vellic
" Bapak kepala sekolah saya mohon... kasihan Sindy pak... dia gak salah sepenuhnya... saya yang ceroboh..." Vellic mengiba
" Tumben kamu membela dia Vellicia... biasanya kalian kan suka bertengkar..." bu Murdia sedikit curiga
" Karena kali ini Sindy tidak sepenuhnya salah bu... saya yang lebih salah... harusnya saya kan bisa menolaknya... tapi malah saya iya kan..."
" Baiklah... bapak akan pertimbangkan lagi hukuman untuk Sindy... paling tidak bapak aoan memberikan dia dispensasi sampai Ujian Nasional selesai... tetapi setelah itu dia harus tetap dihukum untuk menjadikanefek jera dan pembelajaran atas kesalahannya..." bapak kepsek memutuskan kebijakan nya
" Terimakasih pak terimakasih...saya yakin Sindy udah jera... dia gak akan mengulangi kenakalan nya lagi..." Vellic berterimakasih sambil tersenyum lega, permohonan nya diterima oleh pak Kepsek
Sindy tersenyum haru dan lega ketika pak kepsek memutuskan untuk memberikan dispensasi dan kesempatan untuk tetap ikut Ujian sampai selesai
" Thanks Vell... lu orang baik... bener bener baik... gue gak akan ngelupain kebaikan lu ini..."
Bersambung~
Author kasih double Up ya biar cemungut Komen, ngasih Vote dan like nya
Hihihihiiii
Happy Reading...