
" Vel...Vellicia...!!!" panggil Mario sambil mengetuk pintu kamar Vellicia
Wajah Vellic langsung ditekuk kesal, Suami dewasa nya mengganggu kefocusan nya yang sedang menonton drama indonesia Little Mom, lagi focus focusnya kan memperhatikan Keenan sampai ter Keenan Keenan malah di panggil panggil
" Ada apa...!!!" tanya Vellic judes sambil membuka pintu, wajah nya benar benar tak bersahabat
" Daddy telpon... kau harus berekting bukan...!!" jelas Mario sambil menyodorkan layar ponselnya, jelas tertera nama Om George Calling
Vellic menghela nafas panjang, mengatur ekspresi wajahnya, menekan dulu kekesalan nya, waktunya berekting di depan Mama dan Daddy
Mario menggeser layar ponselnya
" [ Haii mah dad....]" sapa Vellic serenyah dan seramah mungkin, senyum manis nya mengambang cantik membuat kesan dia sangat happy
" Hayyy anak mama... how are you...???" tanya Mama dengan girang dari ujung panggilan
[ I'am fine... ]" sahut Vellicia
" Kamu bersikap baik kan sama Mario suami mu... kamu menurut dan tidak membangkang apa yang dikatakan suami mu Vellicia...!!!" ucapan Daddy terkesan memberi penegasan
" [ Fine daddy... ini juga kita habis ngobrol ngobrol santai di kamar....mau makan bareng rencana nya eehhh daddy udah telpon..]" balas Vellicia ngeles
" Betulkah itu Mario...???" Daddy berbalik nanya Mario, sepertinya Daddy gak percaya dengan ucapan Vellicia
" [ Betul dad...]" jawab Mario sambil merangkul pundak Vellicia,
Seketika mendapat plototan tajam dari Vellic, namun Mario tetap cuek dan melanjutkan ekting nya
" [ Daddy bisa lihat kan... kita baik baik aja makin akur dan makin terlihat harmonis... Vellic juga gak lagi protes dan membantah setiap Mario kasih tau...]" lanjut Mario berekting
" Nice... daddy suka mendengar itu... itulah yang daddy harapkan pada kalian... saling melengkapi, menjaga dan mencintai...daddy happy dengernya jadi gak kepikiran disini...."
Vellicia menepuk nepuk wajah Mario gantian, biar makin meyakinkan gitu ekting nya makannya sekalian doi totalitas kan
" [ Daddy bisa lihat kan kalau kita akur... tambah romantis....]" sahut Vellicia sambil mengelus elus pipi Mario
Mario menatapnya jengah, ada sedikit rasa heran tapi juga seneng bisa dielus elus Vellicia
" Oke my girl... mama ikut seneng ngliatnya... baik baik ya kalian dirumah... Vell harus nurut sama suami ya jangan banyak protes dan berulah....!!" pesan Mama pada anak gadis nya
Vellic cengar cengir
"[ Iya mah... mama tenang aja gak usah ngawatirin kita... kak Mario baiiikkk banget sama Vellic... sabar banget gadepin Vellic...]"
" Nitip Vellic ya Mario...."
" [ Pasti mah pasti akan Mario jaga dengan baik... mama sama daddy tenanglah tak perlu khawatir...]"
" [ Yaudah ya mah dad... telpon nya besok lagi... Vellic sama kak Mario mau makan udah laper...]" Vellic yang makin gak nyaman sama ektingnya buru buru menyudahi panggilan
" Oke byeee..."
Telpon dimatikan
Vellicia langsung menarik tangan nya yang sejak tadi mengelus elus pipi Mario
" Ekting nya gak usah terlalu di dalami banget kali... udah selesai masih aja nyari kesempatan buat peluk peluk aku...!!!!" sungut Vellicia saat tangan Mario masih terus memeluk pundaknya
Mario segera melepas pelukannya, doi udah disindir dengan nada paling ketus
" Kamu juga tadi menikmatikan... ngelus ngelus pipiku modus aja..." cibir Mario gantian
Pokoknya gak mau kalah
" Idiiihhh ke ge er an banget sih...siapa juga yang mau megang megang pipi om om... itu cuman ekting aja biar mama sama daddy percaya...!!!!"
" Sama aku juga ekting...!!!"
" Kenapa setelah selesai masih meluk meluk...??? mau modus kan...!!!"
" Gak modus... tapi kalau kamu mau ya gak papa gak ada masalah..." balas Mario santai
" Dasar om om Modus...!!!!!" umpat Vellicia kesal, doi segera kembali ke kamarnya
" Om.... om om...!!! om om Modus....!!!!!" ejek nya sambil pergi
" Nantang beneran nih pengen di modusi beneran...!!!"
" Wleeeeekkkk om modus... om om...!!!!"
Mario langsung mengejar Vellicia
" Kayaknya boleh juga nih anak ABG dimodusi om om...!!!!"
" Ayoo Vel kalau mau dimodusi om om....!!!" Ledek Mario
" Ogahhh...!!! wleeekkkk....!!!! "
***
Thoookkk tookkk
Pintu kamar Mario diketuk pelan,
Malam ini cukup sepi, selain hujan yang turun dari sore belum juga reda ditambah listrik disekitar komplek perumahan Vellicia mendadak mati,
Thookkk toookkk
Sekali lagi pintu kamar Mario diketuk pelan, dengan malas Mario beranjak dari tempat tidurnya dan membuka pintu
" Vellic...!!!" pekik Mario yang kaget, mendapati Vellic berdiri didepan pintu kamar nya
" Aku takut gelap....." ucapnya dengan nada manja
" Namanya juga mati lampu ya wajar kalau gelap... tadi bi Minah sudah ngasih lilin kan di kamar mu...???" sahut Mario menanggapi dengan santai
Vellic hanya mengangguk, samar samar terkihat wajah Vellic yang terkesan ketakutan
" Yaudah sana balik tidur ini udah malem..."
" Aku takut gelap...." rengeknya sekali lagi
" Lalu...???"
" Pak Mario mau kan temenin aku di kamar... aku takut..." pinta Vellic memelas
Entah antara sadar apa karena sangking panik ketakutan sampai Vellicia meminta Mario menemaninya tidur di kamar
" Kalau aku gak mau..." Mario sengaja mengerjai Vellicia
" Please... aku takut..." Vellic makin merengek, kali ini wajahnya semakin memelas, sepertinya dia memang takut beneran
" Kemarin kamu ngusir aku dari kamar tapi kenapa sekarang malah ngajak aku nemenin kamu tidur....!!!!"
" Aku takut gelap kak Mario... aku takut...."
" Baiklah aku temani kau tidur... tapi hanya malam ini aja... besok besok jangan paksa lagi... kamu ngerepotin aja..." gerutunya pura pura, padahal sih sebenernya seneng diajak tidur di kamar Vellicia, biar terkesan jual mahal aja gitu pura pura keberatan
Vellic mengekori Mario yang jalan mendahului nya, mereka segera masuk ke kamar Vellic
Mario duduk disofa sedangkan Vellic langsung kembali tiduran di kasurnya, tetapi sedetik kemudian Vellic kembali bangun dan menghampiri Mario, menarik tangan nya menuntun ke kasur
" Jangan jauh jauh aku takut..." rengeknya lebih manja, wajah manis nya begitu memelas pada Mario
" Kau takut gelap beneran...???" tanya Mario
Vellic mengangguk, lalu meraih tubuh Mario dan memeluknya erat
Jujur dalam keadaan seperti ini hasrat kelelakian nya langsung On, malam yang gelap dengan dingin nya deras air hujan, berdua dikamar dengan gadis cantik berstatus istrinya, gak munafik bukan sebagai laki laki tergugah hasratnya....
Ditambah pelukan Vellicia yang makin erat, benar benar merapatkan tubuhnya bahkan sampai Mario bisa mendengarkan detak jantung gadis itu, ini bukan suatu kebetulan, tetapi Berkah mati lampu, hihihihiii
" Jangan pergi ya... biarin aku peluk kamu seperti ini... biar aku bisa tenang...." pinta Vellicia lembut
Pengen banget Mario langsung sikat habis, tapi sebisa mungkin di tekan nya jauh jauh, Mario harus bisa menjaga hasrat yang telah bergelora, dia hanya membalas memeluk tubuh mungil Vellicia, membiarkan gadis itu tenang dalam pelukan nya, hingga pelan pelan nafasnya kembali teratur dan tertidur pulas
" Kamu lucu... gelap aja takut... tapi sok bandel disekolah huhu..." gumam Mario pelan sembari memandangi wajah Vellicia yang sudah terlelap
" Kamu itu cantik... semakin cantik kalau sedang tertidur seperti ini... jangan takut lagi ya... aku disini menemani mu..."
Tanpa sadar Mario mendekatkan wajah nya, lalu meraih bibir ranum gadis itu dan menyesapnya pelan pelan, bibir tipis Merah merona itu terasa begitu hangat berpagut di bibirnya, Mario tak membuang kesempatan, di kul*m dalam dalam sembari sesekali di sesap nya lembut, Vellic yang sudah pulas hanya bisa diam tanpa perlawanan
Bersambung~
Jangan lupa Vote ya
Novel ini masih On Going, butuh dukungan dari para Readers untuk mengembangkan novel ini lagi,
Ikuti terus perjalanan cinta Vellicia dan pak Guru Mario, kita tunggu nih sampai mereka saling bucin dan tambah menggemaskan
Hihihihiii
Happy Reading....