PE Teacher Is MyHusband

PE Teacher Is MyHusband
Fitting Gaun



Selama diperjalanan Vellicia hanya diam duduk disebelah Mario yang sedang focus menyetir


Mereka satu mobil dibelakang mengikuti mobil daddy yang melaju dengan sedang memandu jalan, rasa kesal di hati Vellicia masih segede gunung es, malas sekali ngomong dengan laki laki tua menyebalkan ini


Mario beberapa kali melirik Vellicia, gadis keras kepala yang selalu melawan ini terlihat lebih manis saat dia diam, meskipun wajah judes nya tak pernah lepas tiap mereka bersama, tapi bagi Mario, Vellicia adalah gadis yang spesial, dia bahkan harus berfikir keras untuk menaklukan gadis kecil itu


Vellic kesal mendapati Mario sedari tadi curi ciri pandang kearahnya


" Focus nyetir aja gehh...!!! gak usah lirik lirik gue colok ntar...!!!" omel Vellicia kesal


" Nggak bisa kah berbicara dengan kata kata yang lebih sopan.. agar enak didengar...!!!"


" Nggak...!!! nggak bisa buat lu...!!!"


" Kamu murid yang tak tau norma sopan santun rupanya...!!!"


" Nahhh lu guru yang tak tau malu.. murid sendiri lu nikahin...guru apaan lu ngajarin murid kagak bener...!!!" balas Vellicia jengkel, punya ruang juga doi buat ngolok olok guru killer satu ini


Mario memilih diam, semakin berdebat dengan gadis itu semakin membuatnya terpojok,


Bukan tak ada alasan kenapa Mario mau menikahi Vellicia yang jelas jelas masih berstatus pelajar sekaligus murid nya yang paling bandel,


Tapi tak perlu Mario jelaskan bukan, cukup nanti seiring berjalannya waktu Vellicia akan paham kenapa Mario mau melakukan semua ini


" Kenapa diem...!!! malu.. atau kagak bisa jawab...!!!!" cibir Vellicia


" Kamu terlalu berisik...!!!"


" Tadi gue diem lu ajak ngomong... sekarang gue ngomong lu katain berisik...!!! iisss Sumpah lu cowok yang paling nyebelin...!!!!"


Mario masang wajah Cool nya, cuek aja dengan hinaan Vellicia yang terus mengejeknya


Semakin gadis ini diladeni dia akan semakin brutal, mulai hari ini Mario mulai belajar mencari cara untuk menaklukan gadis kecil satu ini,


Akhirnya sampai juga disebuah butik yang mereka tuju, membuat Mario sedikit bernafas lega sebab tak lagi mendengar ocehan Vellicia yang memaki dan menyudutkannya


" Ayo turun..." Ajak Mario pada Vellic yang tetap diam santai tanpa bergeming


" Ogah...!!!!"


" Ayoo... bisalah diajak kerja sama daddy mu udah nunggu tuh.."


" Ya lu ama daddy aja sono... yang mau nikah lu yang ngebet daddy ngapa gue harus repot...!!!"


Mario menghela nafas panjang, sabar... sabar Mario sabar....


" Ayolah Vellic... jangan kaya anak kecil..."


" Laghhh gue emang masih kecil... emang situ udah om om mau nikahin anak kecil...!!!" cibir Vellicia, benar benar menyebalkan bocah ini


Mario tak bisa negoisasi lagi, langsung menarik paksa tangan Vellic untuk keluar


" Woeee apaan sih tarik tarik... pemaksaan...!!! kasar...!!!" treak Vellic memberontak


Namun Mario tak menggubrisnya, sepertinya salah satu cara untuk menaklukan Vellic adalah dengan dia lebih bersikap tegas dan arogan, semakin di lembutin gadis satu itu makin nglunjak


" Selamat datang Mr George... sesuai pesanan Anda kemarin... kami sudah menyiapkan bebrapa gaun... nanti nona Vellicia bisa mencobanya..." ujar si pemilik butik dengan ramah


" Thank you...!!! Vellic.. go... pilihlah gaun yang kamu suka...!!" daddy berujar sembari duduk santai menunggu di ruang tunggu


" No dad...!!!" tolak Vellic memasang wajah cemberut


" Please Vellic... jangan bikin daddy marah...!!"


Vellic tak bisa lagi membantah, daddy tak bisa terbantahkan..!!!


Mario lebih dulu masuk, setelah beberapa saat doi keluar memakai setelan jas berwarna biru dongker, dengan kemeja putih dan ada bunga putih terselip di saku jas nya,


Wajah nya nampak begitu tampan dengan stelan jas ini,


Vellicia menatap nya terpana


Baru kali ini doi ngliat sisi ketampanan guru killernya itu


Vellicia sampai mlongo membuat Mario salting


" Gimana Vel...???" tanya Daddy sengaja menggoda Vellicia


" Handsome..." sahut Vellicia meradang namun tetap di dengar semuanya


Mario tersenyum, untuk pertama kalinya doi mendengar pujian dari Vellicia


Namun cepat Vellicia menyadari nya doi kembali memasang wajah jutek nya dan membuang muka dari Mario


" Oke gantian nona Vellic...mari ikut saya..." ucap si pemilik butik sekaligus desainer langganan keluarga Mr George


Vellic mengikuti dengan malas, namun begitu masuk di ruang pakaian, mata doi tak bisa memungkiri, gaun gaun disini begitu cantik dan indah, bahkan Vellicia sampai bingung pilih yang mana


" Eee... eee aku... aku bingung pilih yang mana... semua cantik..." ujar Vellicia jujur


" Mari saya bantu untuk memilihnya..."


Pertama mereka memilih gaun dengan belahan dada rendah dan berekor panjang,


Akhirnya mereka mengganti gaun kedua


Gaun dengan brokat yang banyak, lalu di pakaikan rombe rombe di sekitar pinggang, gaun ini mengembang sehingga bagian bawah terasa begitu besar, tak mengikuti lekuk tubuh Vellic, sepertinya ini juga kurang cocok


Lanjut baju ketiga, gaun yang tak berlengan menyisakan gantungan yang menutupi area dada, Vellic langsung tak suka, terlalu sexy menututnya


Entah gaun berapa yang sudah dicoba nya, sepertinya doi belum menemukan yang pas


Sadar tak sadar Vellic begitu excited saat memilih gaun, seakan dia lupa kesal dan protesnya pada daddy atas perjodohan ini


Yang ada dipikirannya doi harus tampil se sempurna mungkin, secantik mungkin dan dengan gaun yang sebagus mungkin


Entah lah isi otak Vellic.. author jadi bingung hihihiii


Yah namanya masih bocah mungkin yak jadi plin plan


Sampai pada Akhirnya Vellic mencoba gaun satu ini, Gaun dengan brokat sampai setengah gaun, ada lengannya dan diujung nya juga berbrokat, juga membentuk lekuk tubuh Vellic, dengan bagian bawah tetap berbrokat dan tak berekor panjang,


Menurut Vellic ini cukup cantik, elegant dan simple, sebab acara nikah pasti banyak capek kalau pakai gaun yang ribet takut makin nggak nyaman, menurutnya


Vellic mencoba gaun itu, satu kata untuk dirinya saat ini


" Cantik"


" Waooo is beautifull nona Vellicia..." puji si pemilik butik takjub


" Thanks sis...." sahut Vellic senang, tak tau aja dia kalau itu trik marketing hihihiii


" Mari saya antar untuk meminta penilaian dari Mr George dan Tuan Muda Mario..."


" Loohhh sis tau calon suami ku...???" tanya Vellicia heran, dia bahkan refleks memanggil Mario sebagai calon suami


" Tuan Muda Mario adalah anak pertama dari Tuan Marten, salah satu pengusaha hebat yang namanya sering muncul di berbagai berita, hanya tuan Mario yang begitu humble dia lebih memilih mengabdikan dirinya jadi guru dan nggak nglanjutin usaha orang tuanya...."


" Bahkan nona... sering saya baca di berita berita tuan Mario tak pernah mau ambil gaji nya, dia sumbangkan untuk murid murid yang kurang mampu, atau ke panti asuhan..."


Vellicia terdiam mendengar cerita soal Mario, dia tak pernah menyangka guru killer nya bisa sedermawan itu rupanya


" Berita nya dimane sih kok gue kagak permah liat..."


" Nona tak pernah baca koran dan surat kabar kan... atau majalah majalah bisnis..."


" Hehe iya sih...."


" Mari nona saya antar ke depan..."


Vellicia melangkah dengan hati hati, rasanya gak elegant memakai gaun secantik ini berjalan dengan gaya amburadulnya


" Dad... look it...!!!" ucap Vellicia begitu menghampiri dua laki laki hebat yang tengah mengobrol santai diruang tunggu


Mario terpana melihat perubahan Vellicia, gadis itu makin terlihat makin cantik dengan balutan gaun yang begitu anggun, padahal wajahnya tanpa polesan make up dan riasan apapun


Mario menatap Vellicia intens, tersihir dengan pesona gadis kecil itu


Membuat sis pemilik butik tersenyum dibelakang Vellicia


" So pretty..." puji Daddy sambil bangga melihat kecantikan anak gadisnya


" Gimana Mario...!!!"


Mario masih diam terpaku akan kecantikan Vellicia,


" Eehheemmm....!!!" Daddy berdehem membuat Mario tersipu, tersadar dari lamunannya


" Ahhh ee... ee.. maaf om..." sahut Mario salting


" Gimana Vellicia dengan gaun nya kamu cocok...???"


" Cocok om... simple dan lebih elegant..."


" Oke berarti kami pilih yang itu..." Daddy memutuskan


" Baik Mr George akan segera kami persiapkan...!!!"


Vellic dibawa sis pemilik butik kembali ke ruang ganti


Dalam hati kecilnya ada terselip rasa Ge Er di puji Mario barusan


" Kesengsem juga lu ama gue hihihihiii..."


Bersambung~


Masih stay di Vellicia dan Mario...???


Up masih tipis tipis ya...


Jangan lupa kasih Vote yang banyak


Like dan bintang lima yaaaa


Happy Reading....