
Glace berdiri menghampiri Mario yang kini diam mematung di depan pintu, sepertinya dia telah melakukan kesalahan seharusnya dia memastikan dulu diruangan Vellic ada siapa, tetapi... kenapa ada Glace bersama Vellic...!!! bukan kah tadi Rista menelpon kalau Vellic sedang istirahat dan sendirian... makanya dia buru buru datang
" Mario...!!! apa yang kamu lakukan disini...??? malam malam kau menjenguk murid mu...!!!" tanya Glace penuh selidik, lebih tepatnya dia merasa curiga
" Lalu kau.. tumben sekali kau datang menjenguk Vellicia...!!!" balas Mario cepat
" Tentu saja... aku sedang menjenguk murid ku yang katanya sakit dan dirawat dirumah sakit... kebetulan tadi aku tidak sempat datang makanya aku sempatkan menjenguknya sekarang... dan kasihan sekali rupanya dia disini sendirian... makanya aku putuskan untuk menemaninya dulu sebentar..." jawab Glace
" Lalu kau...??? apa yang kau lakukan malam malam datang menjenguk Vellic...??? bukan kah siang tadi kau sudah seharian menunggui nya...!!!"
" Ohhh aku ee..." Mario tampak gugup, Vellic cuman bisa diem pasrah, pokoknya Mario harus pinter cari alasan dia gak mau tau
" Aku datang karena mendapat tugas dari orang tua Vellicia untuk menjaga nya..." jawab Mario beralasan
" Waoow benar kah...??? mengapa harus kamu...??? apa tidak ada guru atau orang lain untuk menjaga Vellicia sampai harus kamu...!!!"
" Kau tau bukan jika tuan George memang menitipkan Vellicia kepada ku karena dia adalah murid yang harus mendapat perhatian khusus, kenakalan yang biasa dia lakukan tentunya menjadi PR ku selaku guru BK disekolah... selain itu papa ku dan tuan George adalah sahabat baik... so... bukan hal yang aneh jika orang tua Vellic mempercayakan nya kepada ku..." Mario memberikan argumen
" Apa harus dengan panggilan Sayang...???" Glace memicingkan mata nya menaikkan alisnya, dia mendengar dengan sangat jelas ketika Mario memanggil kata sayang untuk murid nya itu
" Sayang...???" Mario berekting bego
" Kau sepertinya salah dengar Glace...!!!"
" No...!!! jangan membodohi ku Mario... aku bahkan belum tuli..." bantah Glace tegas
Mario bersikap acuh dan biasa saja, dia berjalan mendekati ranjang Vellic, istri kecilnya masih diam menatapnya dengan tatapan cukup khawatir
" Bagaimana keadaan mu...??? apa sudah minum obat...!!!" tanya Mario tenang
Untung nya otak Vellic ini encer jadi doi langsung paham kalau Mario sedang mengajak nya ber ekting
" Sudah pak...!!! ini sudah lebih baik..." sahut Vellic pelan
" Syukur lah... ini baju ganti dan beberapa makanan yang bibi titipkan kepada ku...oya dan satu lagi malam ini mungkin bibi akan sedikit lebih malam datang kesini jadi kau harus bisa mengurus keperluan mu sendiri..." Mario sok cuek dan bersikap dingin pada Vellic
Glace mengerutkan jidat, dia sedang berfikir keras, mengapa disini Mario tetap bersikap dingin sama seperti ketika di sekolah, dan Vellic juga tampak nya acuh dengan Mario
" Aku udah makan..." celetuk Vellic membuyarkan kebingungan Glace
" Bagus lah... kau memang harus tau apa yang harus kau lakukan..." sahut Mario lalu duduk di sofa ruang rawat Vellic
" Mario... apa kamu mau menunggui nya malam ini...???" tanya Glace
" Belum tau..." sahut Mario sambil pura pura Focus menatap layar ponselnya
" Apa kau mau menunggui nya...???" tanya Mario balik
" Aku bukan pengasuhnya... lagi pula aku kesini hanya menjenguknya..." jawab Glace
" Lalu mengapa masih disini...!!!"
" Aku tidak mau kalian berduaan dalam satu ruangan..." balas Glace
" Ciiihhh.... kau bukan sangat mengenal aku Glace... harusnya kau tau kelakuan ku seperti apa... bahkan dengan mu aku tidak pernah melakukan hal hal yang memalukan... apalagi menyentuh mu..." Mario sengaja berucap seperti itu di depan Vellic
" Lalu kau mencurigai ku dengan gadis ingusan ini...!!!"
" Mungkin kau tidak tapi aku tidak yakin dengan dia..." tunjuk Glace ke Vellic
" Heiii... dia sedang sakit... bahkan untuk bangun dari tempat tidurnya aja dia harus dibantu... lalu bagaimana dia kan melakukan hal yang tidak tidak pada ku...!!!"
" Justru itu... dia akan memanfaatkan kelemahan nya untuk mencari perhatian mu...!!!"
" Sorry ya... gue bukan lu kali...!!!" Vellic menjawab, jengkel juga dengan tuduhan Glace yang seenak jidat itu, lagian kalau mau ngapa ngapain juga terserah Vellic donk... suami sah ini... siapa yang mau ngelarang...
" Sudah cukup...!!! Glace aku rasa curiga mu tidak ada dasar...!!! " sela Mario cepat, dia tak mau ada perdebatan, apalagi dia harus menjaga kestabilan emosi Vellic
" Aku kenal bocah itu... dia emang nakal... bandel... tapi dia tidak semurahan itu...!!! jadi jaga bicara mu kalau kamu mau dihargai orang lain..." Mario memperlihatkan sikap nya membela Vellic
Glace tampak Marah dan gak terima melihat Mario membela Vellic, tapi dia hanya diam tak membantah
" Baiklah aku akan pulang... lagi pula siapa yang bersimpati dengan penyakit nya...!!! aku hanya ingin memastikan apa penyakitnya...!!!"
" Lagian siapa juga yang pengen di perhatiin lu... gak ada faedahnya buat gue... yang ada kedatangan lu bikin tidur gue keganggu...!!!" balas Vellic
" Sudah...!!! lebih baik kamu pulang Glace..."
" Antar aku pulang...!!!" pinta Glace pada Mario
Mario mengerutkan jidat
" Bukan nya kau bawa mobil...???"
" Aku bisa menyuruh sopir ku pulang duluan... jadi kau harus antar aku pulang..."
" Kau datang kesini sendiri jadi silahkan pulang sendiri juga... aku masih punya tanggungjawab untuk menjaga Vellic sampai bibi nya datang..." tolak Mario, seketika membuat Vellic tersenyum bangga
" Emang enak ditolak...huhuhu....!!!!" sorak batin Vellic
" Aku tidak suka penolakan Mario...!!!!" geram Glace yang kesal campur malu karena Mario menolaknya mentah mentah didepan Vellicia
" Aku juga tidak suka di perintah...!!!" balas Mario
Mereka malah terlihat kayak anak anak yang saling memperlihatkan keegoisan nya, Vellic terkekeh melihat tingkah dua orang tua ini
" Tau pintu keluar nya kan...??? silahkan pulang dan jangan bikin keributan disini.. pasien butuh istirahat dan ketenangan...!!! bukan begitu Vellic...???" lanjut Mario
" Aahhh iya betul pak... saya cukup terganggu dengan mimisan ini... dari tadi pengen nya ngajak berantem aja... tau lagi sentimen kali..." jawab Vellic memojokkan
" YOU...!!!" Glace tak terima
" Ssssttt...." Mario langsung menyetop nya
" Dilarang berisik...!!!!"
Glace dengan kesal langsung putar arah dan keluar dari ruangan Vellicia, Mario mengikuti Glace sampai depan pintu untuk memastikan gadis itu benar benar sudah pergi
" Sayang... kamu baik baik saja...??? Glace tidak melakukan apapun yang menyakiti mu kan...!!!" tanya Mario khawatir begitu dia kembali masuk dan langsung menghampiri Vellic
" Dia cuman ngajak debat..." sahut Vellic singkat
" Hampir aja ketahuan kan...!!! pakai acara manggil sayang... kenapa gak ngecek dulu sih...!!!" omel Vellic
" Aku pikir kamu sendirian... mana aku berfikir kalau Glace bakal dateng menjenguk kamu..."
" Tapi aku pandai kan ngelesnya..."
" Belum bisa dikatakan aman ya... karena aku yakin orang kayak mimisan itu pasti bakalan kepo dan cari tau apa aja soal kita... aku khawatir dia nanya nanya ke dokter atau perawat..."
" Tenang sayang mereka sudah berjanji akan membantu kita menjaga rahasia ini..."
" Janji doank mana bisa dipegang... banyak janji janji yang udah diobral tapi gak ada yang ditepati...!!!"
" Pokoknya aku gak mau tau ya kak... aku harus ikut ujian sampai selesai... aku gak mau gegara rahasia rahasia kita ini aku di DO dari sekolah...!!!" Vellic memberi peringatan
" Aku akan melakukan apapun untuk menjaga rahasia kita sayang... percayalah..."
Bersambung~
Untung Aman... Mario masih pinter ngeles di depan Glace hihihi...
Jangan lupa kasih Vote yang banyak yaaa
Happy Reading...