
Selesai makan siang dan segala drama yang masih terus berlanjut diantara mereka gegara nyinyiran Rista, akhirnya Mario mengajak Vellic untuk jalan jalan sebentar disekitar candi... candi Arjuna dan beberapa candi candi lain disekitarnya..
Namun sepertinya Mario memilih candi Arjuna, selain sport lokasinya lebih nyaman dan luas disana mereka juga bisa duduk duduk santai di rerumputan sekitar candi untuk menikmati suasana sore di Dieng yang memang dingin
" Duduk disini Vell..." ajak Mario setelah mereka berjalan cukup jauh untuk sampai di candi Arjuna, Vellic patuh dan langsung duduk disebelah Mario
" Cuaca disini kayaknya aneh deh kak... kapan kita berteduh langsung dingin banget nusuk kulit... tapi begitu kita kena sinar matahari langsung malah menyengat sakit di kulit..." keluh Vellic
" Ya begitulah... tapi jangan salah cuaca disini sangat bagus membuat kulit tampak putih bersih kaya di Korea..." sahut Mario
" Masa sih...???!"
" Coba kamu lihat penduduk asli daerah sini.. meskipun mereka setiap hari ke sawah... tetapi kulit mereka putih bersih..." sahut Mario menjelaskan
" Selain makanan disini yang masih alami dan sehat... disini juga tidak ada polusi, tidak ada pencemaran lingkungan... meskipun banyak kawah tapi pemerintah daerah sangat menjaga dan melindungi wilayahnya... sehingga tepat dalam melokalisasikan semuanya... makanya masyarakat disini nyaman, damai dan orang nya makmur makmur... lihat banyak rumah rumah mewah dan bagus kan...???"
" Yahhh meskipun tidak semewah Jakarta... tapi untuk ukuran daerah gunung tentu ini sudah dikatakan makmur..."
Vellicia menatap haru para warga yang sedang asyik memanen beberapa sawi dan kol di kebun nya, lalu menerawang jauh menatap vila yang mereka sewa, betapa disini suasana yang begitu nyaman dan damai... orang tidak memikirkan harus mengikuti perkembangan zaman, fashionable, maupun hidup serba mewah di club ataupun mall mall mewah
" Rasanya aku pengen tinggal lama disini kak..." ucap Vellic
" Nanti kalau kamu udah lulus... kita bisa honeymoon lagi kesini...berdua aja..." sahut Mario
" Kenapa gak sekarang aja...??? siapa tau kan setahun lagi keadaan nya udah berubah..." tanya Vellic
" Gak bisa donk... kamu kan harus sekolah.. minggu depan udah kembali masuk sekolah sayang... lagi pula kalau baru satu tahun... aku rasa tidak ada perubahan yang begitu drastis... buktinya sudah beberapa tahun aku gak kesini.. begitu kesini suasana masih sama... hanya beberapa tempat wisata yang sudah di bangun lagi dan semakin di rawat dengan baik..." sahut Mario
" Yaaahhh...." Vellic memasang wajah lesu kecewa
" Bentar banget sih jatah libur sekolah...!!!" keluhnya manyun
" Libur sebentar mengeluh... kemarin dikasih libur satu tahun full ngeluh juga katanya bosan... manusia memang selalu mengeluh..." cibir Mario
" Kan beda kak... kemarin tuh gak masuk sekolah tapi juga gak bisa liburan... tiap hari tugas numpuk... malah tambah stres...!!!" rungut Vellic
" Udah sore... balik yuk bentar lagi kamu kedinginan kalau masih diluar..." ajak Mario kembali ke Vila penginapan mereka
" Iya eehhh... tiba tiba kabut tebel yahh..." Vellic segera beranjak dari tempat duduknya, meraih tangan Mario dan berjalan beriringan
" Yahhh beginilah Dieng... negri atas awan yang selalu penuh kabut..."
Mereka segera masuk ke kamar, udara diluar langsung terasa begitu dingin menusuk kulit, Mario menutup tirai jendela lalu menyalakan lampu, sedang Vellic merasa mulai duduk gusar dengan situasi saat ini... dikamar... berdua... suasana dingin...
Mario berjalan pelan menghampiri Vellic yang duduk di sofa kamar, lalu duduk disebelahnya
" Rista gimana...??? sudah berdamai dengan kenyataan kamu sekarang...!!!" tanya Mario membuka obrolan
" Yahhh masih gitulah...!!! Rista emang orang nya gitu... dia suka banget memprotes sesuatu yang menurutnya tidak sesuai dengan pemikiran nya... meskipun itu sama sekali tidak merugikan dirinya..." sahut Vellic
" Makanya kemarin Rista ngotot banget pengen bongkar rahasia aku kalau dia udah curiga soal hubungan kita...."
" Rista... Rista... sebenarnya bagus sih dia itu kritis dalam berfikir dan jeli mengamati sesuatu... hanya saja terlalu berlebihan... jatuhnya malah mengatur hidup orang lain..." balas Mario menanggapi
" Gimana lagi kak... gitu gitu temen ku... harus ku terima apa adanya hehehe..."
" Hhhmmm.... kalau aku apa kamu sudah menerima apa adanya....???" tanya Mario intens
" Iya donk... aku terima tua nya... kaku nya... gak romantisnya... pokoknya semua nya aku terima..."
" Emang yang romantis itu yang gimana sih...???" pancing Mario penuh arti
" Ya... ya... eeemmm... seperti... ngasih perhatian yang lebih, buat suasana yang nyaman menyenangkan, ngasih hadiah... atau apa kek peka sama kode kode mungkin..." sahut Vellic
" Kalau malam ini kita habiskan dengan memulai hal yang baru apa juga dikatakan romantis...???" tanya Mario lagi
" Heeeemmm mmm..mmaksud.. nya...!!!" Vellic langsung bergidik nyengir, suasana berubah meremang manja nih tiba tiba
Mario membelai rambut Vellic pelan, menengadahkan wajah Vellic dengan kedua tangan nya lalu ditatap mata bening itu dalam dalam
" Sayang... bolehkah jika aku meminta hak ku malam ini...??? ini adalah malam yang sudah aku tunggu tunggu...apa kamu bersedia...!!!" ajak Mario lembut
Vellic meneguk ludahnya seret, matanya berbelalak panik, jantungnya berdegup tak beraturan, suhu tubuhnya langsung memanas
" T.. tapi...!!! a..akk..akhu.. takut kak..."
" Aku janji akan melakukan nya dengan sangat pelan dan lembut...aku gak akan menyakiti kamu sedikitpun..."
Vellic tak berkutik, dia tak tau lagi harus mengelak seperti apa lagi untuk mengulur lagi permintaan Mario, mungkin memang malam ini sudah saat nya semua itu terjadi
Melihat Vellic yang diam, Mario mencoba mendekatkan wajahnya ke wajah Vellic lalu dengan pelan ******* bibir tipis istri kecilnya, disesapnya dengan lembut, sesekali memberikan sensasi gigitan kecil manja
Vellic diam, jantungnya yang sudah berpacu tak terkendali membuatnya sedikit gemetar, saat ini dia benar benar gak tau apa yang harus dilakukan nya, hanya diam pasrah
Mario mulai memainkan lidahnya, masuk mengabsen setiap inci bibir Vellic, tangan nakal nya mulai menggerayang mengelus lengan putih mulus Vellic, lalu masuk dibalik kaus dan mulai menjajaki si bukit kembar yang masih polos...
" Eemmhhh...." suara Vellic yang lepas begitu saja ketika Mario menyentuh bagian tersensitif
Mario memainkan nya dengan sangat pelan meskipun pada akhirnya dia tak mampu mengendalikan hasrat yang sudah diubun ubun nya, entah seperti apa kejadian nya intinya saat ini Mario sudah menggendong Vellic ke ranjang, melepas semua pakaian istri kecilnya dan mengabsen setiap inci tubuh mulus nya
Vellic hanya mengerang, menggelinjang merasakan sensasi aneh yang baru pertama kali dirasakan nya, Mario membiarkan bibir seksi Vellic meracau mengerang tak jelas, dia begitu senang melihat Vellic lupa diri hihihi
" Aaaaoowww sakiiittt....!!!;" teriak Vellic begitu Mario memaksakan meriam nya menerobos pertahanan Vellic yang masih terkunci rapat
Seketika Mario menghentikan aksinya menatap wajah Vellic yang meringis menahan ngilu dan sakit, ada sesuatu yang dipaksa menerobos dan merobek gawang nya
" S..sorry sayang... aku coba pelan yah..." Mario membujuk Vellic, jangan sampai dorongan yang sudah membuncah ini harus mati terkapar gegara Vellic berubah pikiran
Mario kali ini sedikit melupakan janji nya, dia membiarkan raungan tangis Vellic ketika permainan nya berlangsung, sepertinya Mario ingin menuntaskan meriam nya yang hampir memuntahkan lava nya
" Kkk..kak...kkaakk..." isak Vellic mengiba
" Sssttt aaaaoowww...."
Mario terus memaju mundurkan irama nya, mengoyak sprei putih yang kini sudah banyak bercak noda merah, Vellic mengerang entah erangan yang seperti apa, karena kadang menangis kadang juga mendesah, sampai teriakan Vellic makin kencang berbarengan dengan sesuatu yang hangat pekat meleleh diantara kedua nya....
Tubuh Mario ambruk memeluk Vellic erat, isak tangis Vellic bersamaan dengan deru nafas Mario yang masih tak terkendali menyucurkan keringat diantara keduanya, Mario mengecup kening Vellic penuh kasih sayang
" Terimakasih sayang... kamu sudah memberikan yang pertama untuk ku..." bisik Mario sambil tersenyum puas
" Sakit hiks hiks hiks....." sahut Vellic
Mario kembali meraih bibir Vellic, menenangkan istri kecilnya agar tak terus mengeluh hihihihihiii
Bersambung~
Jangan lupa Di VOTE yaaaa
Happy Reading...