new life new world

new life new world
keterpaksaan



Kalo aku mati Tamat juga novel ini, ini baru chapter 7 gimana pun caranya aku harus tetap hidup. Di depan ku ada naga ukurannya sangat besar, warnanya hitam, tubuhnya bersisik tajam, dan aura nya terasa sangat gelap. Pertama tenang jangan gemetaran, oke udah mendingan sekarang tarik naf-.


"Uhuk, uhuk, uhuk, Ha... Ha..." Saking takutnya aku lupa bernafas "ha... ha..."


"Kau baik baik saja bocah"


"Ihhh(mata ku terbuka lebar)" naga itu bertanya kepada ku apa yang harus aku jawab.


"Yaaa..." Kata ku


"Yaaa...?" Naga


"Iya..." Aku


"Iya...?" Naga


Jangan tiru aku lah naga jelek, aku makin tegang.


"Issss hahaha (aku menghela nafas) mohon maaf telah mengganggu, tolong ampuni aku, aku cuma bocah yang penasaran aku benar-benar minta maaf, oke baik lah dengan rasa menyesal aku akan segera pergi sejauh mungkin, Sekali lagi mohon maaf"


Aku memutar badan ku dan bersiap-siap untuk berlari dengan cepat, akan tetapi


"Tunggu Kao benar-benar baik-baik saja?" Naga itu berbicara dengan suaranya yang keras.


Kaki ku kembali bergetar bahkan sekarang gigi ku juga ikut bergetar.


"Kemari lah bocah, aku tidak akan mengigit mu kok"


Mana mungkin aku Oku percaya dengan pertanyaan mencurigakan seperti itu...


"Hmm... Beneran aku tidak akan menggigit, aku cuma ingin mengeringkan celana mu itu, kamu bisa masuk angin dengan celana bekas opol-"


"JANGAN LANJUTKAN STOP JANGAN LANJUTKAN, aku sengaja gak mengasihi tau ke para pembaca, TAPI KENAPA KAMU MALAH MEMBERI TAHU PARA PEMBACA"


"MANA AKU TAU... eh, SIAPA ITU PARA PEMBACA"


"Jangan takut kemari lah, pasti kamu akan tau jika lihat lebih dekat" kata naga itu


Aku pun mengumpulkan sisa-sisa keberanian ku, aku perlahan mendekatinya. Di sekeliling naga itu ada perisai tembus pandang yang saling menyatu membentuk lingkaran.


Aku pun bertanya "kenapa kamu di kelilingi perisai?, Ah mungkin kamu yang buat ini untuk menghalangi kamu dari para monster yang ada di goa ini. Hem Hem bagi naga pun pasti kerepotan melawan monster tiap kali"


"Iyaa bukan karena monster lah malahan para monster itu adalah penjaga goa ini biar tidak bisa sampai sini, dan juga ngapain aku membuka perisai yang tidak bisa aku hancurkan sendiri" kata naga


"Perisai ini adalah segel untuk menyegel ku biar tidak bisa berkeliaran ke mana-mana" penjelasan naga itu


Aku makin penasaran dengan keadaan naga tersebut "jadi... (Aku duduk di tanah) tolong cerita kan mengapa kamu di segel"


"Gak ah males ceritanya sangat panjang aku juga sangat lapar ratusan tahun gak makan"


"KENAPA WOI (sambil berdiri)*


"Jadi intinya itu gini, emm berapa tahun ya raja iblis sudah mati lupa gw, jika kalian yang masih ingat di chapter 2 atau baca dari chapter 2 langsung sampai sini bisa comen di bawa ya biar yang lain juga ingat lagi"


"Tunggu kamu bicara sama siapa, comen di bawah emang ini Chanel YouTube"


"Saat raja iblis mati aku aku yang dulu salah satu pasukan raja iblis yang masih hidup dari peperangan, aku pun di segel di sini oleh para pahlawan, kenapa di segel Bunya di bunuh?, Aku pun tidak tau mungkin ini adalah sebuah hukuman dari para pahlawan" penjelasan naga


Pasukan raja iblis!! Hmm sekarang aku tidak heran mengapa ras ras lain sangat membenci iblis, ya coba bayangkan kalo naga ini adalah pesawat tempur, dulu Indonesia melawan penjajah dengan bambu runcing apakah bisa melwan pesawat terbang jauh di atas dan menyerang balik dengan menjatuhkan bom, sama halnya para manusia melawan naga dengan tombak dan pedang dan naga melawan dengan semburan apinya.


Kemungkinan membunuh naga sangat lah sulit dan melelahkan, dari pada membunuh naga para pahlawan mengunakan sisa-sisa energinya di pake untuk membuat perisai ini untuk menyegel naga ini, sama juga sebagai tahanan perang.


Emang aku saat ini bocah tapi entah mengapa aku sangat kesal di panggil bocah.


"Apa kamu tersesat maaf aku tidak bisa mengantar mu pulang kamu bisa lihat sendiri kan aku di tidak bisa keluar" kata naga


Sumpah aku sudah sangat kesal, aku tidak mau di anggap bocah terus, terpaksa aku mengunakan skill ini sebenarnya aku sangat tidak mau menggunakannya, skill telekomunikasi aktif.


"Kasian sekali bocah ini, dia pasti sekarang di cari-cari orang tua nya" kata hati naga.


"Tenang saja orang tua ku masih tidur sangat lelap karena sekarang sudah tengah malam" ucapan ku dari bibir


"Ohh ini sudah malam ya, aku tidak tau karena di dalam goa ini" ucapan naga dari bibir.


"Aku makin kasian, pasti di gelapnya malam dia berniat beristirahat di dalam goa ini tapi karena banyak monster di goa ini pasti dia berlari sekuat tenaga masuk lebih dalam ke goa" kata hati naga


"Tidak, aku tidak berlari, aku telah membunuh semua monster di sini" ucapan ku dari bibir.


"Apa yang bocah ini katakan, ya namanya juga bocah pasti dia berbohong untuk terlihat keren" kata hati naga


"Aku tidak bohong kok, aku beneran telah membunuh semua monster" ucapan ku dari mulut meskipun aku ngomong sok keren seperti itu nyata aku hampir mati berulang kali untuk sampai ke sini.


"Tunggu kayak ada yang aneh seperti dia bisa mendengar suara hati ku" kata hati naga.


"Yaa suara hati mu terdengar jelas di pikiran ku" ucapan ku dari mulut.


"1 + 1 berapa" kata hati naga


"2" ucapan ku


"5 + 5" kata hati naga


"10" ucapan ku


"Ada ibu-ibu bawa apel 25 beratnya 10 kg, tapi sesampainya di rumah di timbang lagi Tinggal 7 kg, berapa apel yang hilang" kata hati naga


"Maaf Gak tau jawabannya" ucapan ku.


"WOHHHHH, ini beneran?, Wah wah bocil langkah nih kamu punya skill telekomunikasi ya, wah udah lama banget ga ketemu orang yang punya skill itu" ucapan naga.


"Hem kamu udah tau ya skill itu jadi aku tidak perlu repot-repot menjelaskannya" kata ku.


"Kayaknya aku tidak bisa merahasiakan semua yang ingin aku sembunyikan, mulai sekarang aku harus blak-blakan ya, ahh ini bakal menyusahkan Ha-ha-ha"


Tunggu kukira dia akan marah Suara hatinya aku baca kenapa dia malah senang.


"Kamu sangat menarik bocah"


"Bisa gak jangan panggil aku bocah panggil aja dengan nama ku"


"Oke kalo gitu aku akan memperkenalkan nama ku dulu, nama ku adalah Elina salam kenal"


Elina bukan kah itu nama cewek pikir saja itu nanti yang penting "nama ku zack toon salak Kenal kembali, ngomong-ngomong kenapa nama mu Elina bukan kah itu nama cewek?"


Dia tersenyum, meskipun tersenyum malah terlihat lebih mengerikan.


"Tunggu Yaa" kata Elina


Cahaya bersinar terang dari dalam perisai itu sangat terang sampai aku tidak sanggup membuka mata ku. Saat aku membuka mataku dia sudah berubah.