new life new world

new life new world
isi pidato



Karena kemarin chapter yang membosankan mudah semua ujiannya dan aku bisa melakukan ujian itu dengan mudah, karena banyak mudahnya di chapter kali ini aku...


Setelah ujian selesai semua peserta ujian untuk menunggu hasil ujian selama 1 Minggu, tentu saja aku kembali lagi ke penginapan ku. Kalo di pikir-pikir dari pada khawatir tentang hasil ujian aku lebih khawatir uang ku saat ini.


Ini bukan tujuan untuk bisa masuk sekolah tetapi untuk bertahan hidup, sumpah tiap kali aku makin lama di penginapan ini makin berani juga para gadis penjaga penginapan di sini ya kalian paham ya yang aku maksud.


"Haaa~, sebenarnya aku ngapain sih disini"


Aku merasa telah salah milih sekolah di tambah lagi banyak waktu sebelum masuk sekolah membuat aku lupa tujuan ku untuk sekolah. Di lihat saja dari chapter sebelumnya masak ujiannya mudah dan membuat chapter kemarin membosankan untuk di baca.


Kita skip 7 hari aku untuk menunggu pengumuman ujian, hari yang ku tunggu telah tiba aku mendapatkan surat dan isinya aku lulus ujian, ya jelas lah para pembaca juga pasti sudah menduganya.


Aku membayar uang penginapan dan sekarang aku benar-benar mengucapkan terimakasih kepada penjaga penginapan karena di surat tertulis masuk dan akan langsung menginap di asrama sekolah.


Awalnya barang-barang ku yang aku masukkan ke dalam hp sekarang aku mengeluarkan semuanya ya biar terlihat seperti tidak aneh gitu ya masak masuk tak bawa apapun tiba-tiba ada banyak barangnya.


Di depan pintu gerbang sekolah ada banyak kerumunan dari terikat kerumunan itu mereka tidak terima dengan hasil ujian dan meminta untuk mengulang ujian, wajar ya mereka minta ulang uang pendaftaran saja sangat mahal dan tidak bisa di kembalikan meskipun gagal dalam ujian, pasti mereka yang di sini hanya ingin uang mereka kembali dari pada mengulang ujian.


Aku di arahkan untuk masuk ke pintu darurat oleh pihak sekolah melewati pintu bawa tanah, tidak hanya aku seorang tapi beberapa murid baru juga di arahkan ke pintu darurat itu.


"Kamu juga beruntung ya bisa lulus ujian" kata salah satu iblis di sebelah ku. Aku tidak tau dia bicara kepada siapa tapi...


"Kalo gitu kamu juga beruntung bisa lulus, kita sama hehe" kata ku


"Tidak, kita tidak sama aku bisa lulus gara-gara orang tua ku" kata iblis itu lagi.


"Hmm(menoleh melihat aku) kamu yang di ujian menembak itu, (melihat ke depan) tak kura orang sombong punya keberuntungan yang besar" kata iblis itu lagi.


Perkataannya menusuk benget, aneh aku tidak marah, ahh iya aku baru ingat perasaan ku sudah mati. Haaa~ kalo tidak mati pasti aku sudah memukul wajahnya yang sombong itu.


Kami keluar dari jalan bawah tanah dan di antara oleh pihak sekolah yang lain, yang pihak sekolah tadi kembali lagi ke jalan bawah tanah itu, ya mungkin dia mau mengarah kan murid yang lain lagi.


Kami di arahkan ke ruangan olahraga di sana sangat luas dan sudah ada lumayan banyak siswa baru, aku duduk di bangku yang masih kosong, aku melihat para pihak sekolah yang ada di sana lagi bercakap riang gembira seperti tidak ada apa-apa di luar sekolah. Pasti tiap tahun seperti ini juga sampai membuat mereka terbiasa.


3 jam sudah berlalu dan semua murid baru sudah berkumpul di gedung olahraga itu.


"Emm, ehem-" tidak usah batuk kenapa aku sudah tau kalo kamu mau pidato.


"Ehh-" gak usah di tambah ehh langsung saja berpidato.


"-pada kalian yang di sini, kalian sudah menjadi murid elite di seluruh negeri ini, kepada menjadi elite? kalian sudah sudah mengalahkan 3 ribu lebih iblis seperti yang kalian lihat tadi di depan gerbang sekolah mereka adalah kumpulan iblis rendah yang tidak terima dengan hasil ujian yang adil."


wahh paru ini orang eh iblis mereka ingin uangnya kembali bukan karena tidak terima, kasih saja mereka uang pendaftaran pasti mereka akan bubar dengan sendirinya.


"Oh ya aku belum memperkenalkan diri ku ya" gak usah gak perlu kamu pasti kepala sekolah di sini.


"Aku adalah wakil kepala sekolah-" eh salah ya, maaf.


"Dan yang di sana (orang yang di tunjuk berdiri melambaikan tangan) yang sedang melambai-lambai adalah kepala sekolah di sini"


"Oke sekarang aku akan ke inti pidatonya, sebenarnya ada 180 siswa baru yang nilainya belum mencukupi untuk masuk ke sekolah ini karena sekolah ini negeri kami mengambil seribu Siwa baru meskipun ada 180 siswa yang belum cukup nilainya kami tetap mengambilnya karena lebih mending dari pada siswa ribuan yang di luar sana"


Tunggu seribu jadi di sini ada seribu siswa, dan kalo ada 3 ribu libeh siswa yang tidak di terima berarti ada 4 ribu siswa lebih yang mendaftar, wah banyak banget tak heran kalo dia tadi mengucapkan kepada kami elite.


"Yang merasa 180 siswa tadi lebih baik kalian keluar dari sekolah ini saja, ya terserah kalian sih kalo masih mau di sini, siapa tau kalian masih bertahan selama 3 tahun di sini"


Aku sudah tau maksudnya, ku ceritakan 7 hari ke gabutan ku. Aku mencari informasi tentang sekolah ini aku juga bahkan sudah berkeliling sekolahan, tensaja aku izin sama penjaga sekolah untuk berkeliling.


Fakta dari sekolah ini adalah tiap tahun ada ratusan siswa yang dikeluarkan dari sekolah, lebih parahnya peraturan sekolah aku tidak tau tujuannya tetapi peraturan tidak terlalu ketat. Kalo tidak terlalu ketat terus kenapa selalu ada ratusan siswa yang dikeluarkan tiap tahun.


"Satu tambah untuk pidato ku (memasukkan kertas di saku) meskipun ini sekolah negeri tetapi kami tidak memandang status siswa tak peduli dia anak bangsawan, anak iblis kaya, dan bahan kan anak iblis kere pun. Kami memandang kalian dengan status sama"


Hmm berarti aku bisa tenang karena fakta aku anak orang kere dari desa. Upacara penyambutan siswa baru pun berlangsung beberapa guru mengenal kan dirinya dan tambahan pidato, karena membosankan kita skip saja.


4 Jam sudah berlalu upacara penyambutan siswa baru pun selesai. Kami di bedakan wanita dan laki-laki, terus di arahkan ke asrama sekolah. Gedung asrama tinggi dan besar sekali tak heran kalo ada banyak banget siswa.


Di asrama ini tergabung dengan kakak kelas ku, ruangan yang kosong di dari alumni yang baru lulus di berikan kepada kami siswa baru. Aku mencari kamar ku, kamar ku ada di lantai 6 nomer 2771, asrama ini ada 8 lantai berarti aku termasuk di lantai paling atas.


Aku menemukan asrama ku dan tak sengaja.


"Eh, tak ku sangka ternyata tetangga ku adalah iblis sombong" kata Ibis tadi di jalan bawah tanah.


"Hehe keknya sudah takdir kita bersama" kata ku


"Takdir? Aku tidak percaya dengan begituan, salan kenal aku...