
Sesampainya di rumah aku langsung melakukan uji coba minyak dari hasil monster slem licin, apakah orang tua ku melarang ku?, Tidak malahan mereka penasaran dengan apa yang sedang aku lakukan.
Aku mencari kayu bakar membaut batu bata dengan skill tanah ku tentu saja sebelumnya saku sudah buat wajan dan aku juga punya beberapa irisan daging ayam untuk uji coba, adek ku ikut membantu ku membatu mempersulit keadaan maksud cuma bisa menggangu ku kalo ada yang bingung.
Api suda nyalah di dalam batu bata yang sudah aku susun, wajan di atasnya "oke... Jangan ragu masukkan" aku memasukkan minyak dari monster slem licin.
Selama 1 menit tidak ada keanehan minyak ini memanas layak minyak biasa, dan karena sudah panas aku pun memasukkan irisan daging ayam yang sudah aku siapkan tadi.
*Sreng* suara daging tergoreng.
Aku bair kan daging itu beberapa menit sambil membolak-balik, seketika suadah terlihat ke coklatan aku pun mengangkat daging ayam itu, dan menawarkan daging ayam goreng atau ayam goreng ini kepada keluarga ku.
Pertama ayah ku memakannya "nyam, nyam, Hem, woo... ini enak, kamu coba rasakan sayang beneran ini enak"
Ibu pun ikut mencicipi ayam gorengnya "nyam, nyam, emm... Iya ini enak bahan apa tadi yang aku maksukan?"
Aku juga penasaran dengan rasanya tapi takut nanti jika ada efek sampingnya aku sumpah hati ku tidak tenang tapi, masakan ini tercipta karena aku, aku juga harus merasakan dan bertanggung jawab apa yang nanti terjadi.
Aku mengambil 1 potong ayam gorengnya dengan perlahan aku mengarahkan ke mulut ku "ahhhemmm... Nyam, nyam, op (menahan ingin muntah) Hem, tunggu ini benran enak, enak banget"
Rasanya lebih enak dari pada ayam goreng yang ada di dunia ku dulu, ehhh apa mungkin aku sudah lama tidak makan ayam goreng jadi ini rasanya enak. Aku tidak tau yang penting ini beneran enak apa lagi kalo ada sambil dan nasi pasti jauh lebih enak.
"Tunggu dulu kamu yang membuatnya kenapa kamu sendiri yang heran?" Tanya ibu ku
Aku mejelaskan kepada ibu ku "sebenarnya Bu ini juga baru pertama kalinya aku mencobanya, dan ini adalah minyak, minyak adalah (singkat cerita selesai menjelaskan) jadi bukan cum ayam tapi bisa juga di gunakan untuk menggoreng yang lainya"
"Tunggu kamu bilang tadi minyak ini dari monster, monster apa tadi ahh selimut, selingkuh, SE, se-"
"Slem" aku memotong perkataan ibu
"Iya itu slem linca, ehhh lintah, li, Li-"
Aku memotong lagi "Licin... Sumpah kalo 2 kali malh jadi tidak lucu Bu, Jagan seperti itu ke 3 kalinya"
"Wajah kamu tidak berbohong ya, hebat juga kamu bisa membunuh monster" kata ayah ku
"Tidak juga kok, ini kan cuma mosnter slem jadi lebih mudah dari pada membunuh beruang" kata ku
Saat ibu ku mau pergi ke pasar aku pun mengehentikan ibu "ibu tunggu aku ikut" ibu ku pun menggunakan kepalanya
Tujuan ku di pasar adalah untuk mengenalkan produk atau minyak ini ke semua orang di pasar. Aku diam-diam membawa, membawa kayu bakar, irisan daging ayam, beberapa batu bata dan wajan yang aku simpan di hp ku. Ya tentu saja akan sangat mencurigakan kalo tiba-tiba ada bahan itu semua padahal aku terlihat tidak membawanya, aku akan mengeluarkannya di tempat yang sepi atau saat semua orang lagi terlihat sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
Aku pamit sama ibu ku dengan alesan ingin baung air kecil, aku berada di celah stap penjual dan aku dengan cepat mengeluarkan semua bahan ku tadi dari hp ku. Aku menyusunnya di depan antara 2 stap penjual itu, aku mulai manakah api dan menaruh wajan di atasnya aku pun mulai menggoreng irisan ayam.
"Hmm apa yang di lakukan oleh anak itu" "apa an itu" "ma orang itu melakukan hal aneh" "biarin saja jangan lihat nak" suara-suara dari orang yang lewat.
Aku berteriak "AYAM GORENG, AYAM GORENG, MAKANAN BARU, MASIH HANGAT GRATIS KOK, AMBIL SAJA BAGI YANG PENASARAN"
ini emang sangat memalukan sih tapi aku harus melakukan ini untuk mengenalkan produk ku, dari apa untuk mengenalkan produk aku mirip seperti penjualan tahu bulat. Sumpah ini sangat aku ingin menutup wajah ku dengar masker.
Ada Seseorang yang lewat dan berhenti mengambil ayam goreng ku "nyam, nyam, Hem EANAK makanan ini ENAK BANGET" terikat orang itu.
Karena terikan orang itu beberapa orang mulai ikutan mengambil ayam goreng ku. "Wah enak" "eh ini enak" "enak banget aku baru pertama kali merasakan rasa ini"
Beberapa organ mulai menyaksikan pertanyaan kepada ku singkat cerita aku pun menjawab semua pertanyaan mereka dan berkata kepada mereka.
"Produk ini akan di jual mulai besok tunggu saja besok Yaa" seketika ibu ku muncul dan membawah aku pulang.
Singkat cerita ibu ku setuju dengan ide ku untuk menjual minyak goreng ini ke masyarakat ayah ku juga setuju untuk mencari ayam lebih banyak dari biasanya. Besok siangnya aku membuka stap dan tak lama stap ku.
Ini aneh sangat aneh padahal aku ingin menjual minyak ku tapi kenapa malah ayam goreng ku yang laku, ini tidak salah sih kemarin aku memberikan ayam goreng ku tentu saja yang akan terjual adalah ayam gorengnya.
Beberapa menit kemudian tidak sampai 1 jam ayam goreng ku sudah habis aku dan ibu ku menutup staf ku, kami mendapatkan uang lebih banyak dari pada menjual ayam hasil buruan, hah ini bukan usaha pemroduksi minyak goreng melainkan usaha makanan gorengan. Jujur ini bukan yang aku inginkan tapi yaudah lah kayaknya ini tidak buruk juga.
Hari demi hari aku menjual ayam goreng dan tanpa aku sadari minyak goreng ku sudah habis, terpaksa aku harus kembali ke pohon laknat itu untuk membunuh slem lecin itu lagi.
Saat ini aku sudah sampai di pohon laknat atau bagi yang lupa ini pohon besar tapi sudah mati jalan untuk masuk ke goa bawah tanah, untuk lebih jelasnya lagi baca aja ulang chapter 22. Aku masuk ke dalam pohon itu seperti yang aku duga ini seperti goa tempat Elina berada monster makin banyak dari pada saat aku sudah membunuh semua monster di sinih.
Singkat cerita aku sudah sampai di lantai yang terdapat monster slem licin, aku mengunakan teknik yang sama saat untuk membunuhnya, Yap pertama serang dulu pake flame thrower baru aku tembak dengan pistol.
Ini yang terhir ini ya karena ini judul chapter ini singkat cerita aku sudah membunuh semua monster slem licin, aku mengeluarkan karung dan mengarunginya trus kumasukkan kedalam hp ku.
Dari chapter kemarin aku masih penasaran apa yang ada di bawah kata Elina lebih baik aku tidak turun kebawa. Tapi karena ini aku aku Zack toon tidak pernah takut dengan apapun aku akan turun kebawa lagi di chapter berikutnya.