
aku setuju dengan solusi Elina aku bertanya "trus darimana aku harus mencari slem licin itu?"
Elina menjawab "kamu bisa meneruskannya di... Di... Dimana ya aku lupa"
"Kalo kamu jawab begitu trus apa gunanya di baut ganjal di chapter sebelumnya" kata ku
Ahhh pada akhirnya aku tidak biasa memproduksi minyak. Meskipun tau bahannya Kalo tidak tau dimana tempat bahannya ini sama saja padi yang tumbuh tidak berbiji.
"Ya maaf, aku di sini ratusan tahun, tapi kenapa kamu tidak mencoba mencarinya keluar dari desa ini, kemungkinan kamu akan mendapatkan slem licin itu" saran Elina
"Aku juga inginnya juga gitu tapi masalahnya adalah waktu, aku tidak punya waktu luang" kata ku
"Tapi kamu kan bisa terbang, terbang aja dengan cepat, dari yang aku lihat kamu sudah terbiasa terbang" kata Elina
"Wah otak kamu emang sangat jangih ya, kalo terbang dengan cepat giman caranya aku mencari slem licin?" Sangkalan ku
"Ya sesekali berjalan kaki untuk mencari" kata Elina
"TRUS GIMANA WAKTUNYA. ah dah lah aku menyerah saja lah*
"Jangan menyerah sebelum mencoba" kata Elina
Aku menoleh ke arah Elina, dia terlihat tersenyum sedikit senyuman itu seperti sepenuhnya menyemangati aku. Benar juga kenapa aku langsung menyerah di awal-awal, bisa-bisanya aku ingin kembali seperti kehidupan ku sebelumnya.
Hanya 1 Kalimantan tersebut dan senyumannya aku akan melakukannya meskipun pasti akan terasa pahit dan berduri, oke semangat diri ku
Aku berpamitan dengan Elina dan mulai lang ke rumah karena hari mulai gelap malam hari puntiba aku berada di sedang kamar bersama adik, ayah, dan ibu, aku mulai kabur ke rumah dan ingin mempertahankan keberadaan slem Licin . Kalo saat siang hari para petualang pada memburu Monster, saat malam mereka pada berpesta minum miras di guil.
Aku memakain jubah hitam dan menutupi kepala ku, baru sampai di depan guil aku sudah melihat beberapa petualang sedang menikmati minumannya dan bercanda gurau. Tapi aku langsung aja melewatinya, aku tidak bertanya kepada orang yang lagi mabuk kalian pasti tau alasannya.
Aku masuk kedalam guil dan langsung di sambut oleh pelayan "wahh... Selamat datang tuan" suaranya mengemaskan sambil tersenyum. Demagenya itu emmm bikin hati ku melepeh.
"Eh emm, ada meja kosong mbak" kata ku.
"Kalo gitu tolong ikut dengan ku" kata pelayanan
Aku mengikutinya saat sampai di tempat duduk yang kosong aku pun.
"Skill telekomunikasi aktif" dengan suara pelan.
Suara demi Sura hati seseorang yang aku dengar bahkan ada suara yang tak ingin aku dengar seperti "baunya busuk ngapain coba sok dekat" "cewek itu cantik nanti ku ikuti sampai ke penginapannya ah biar bisa merasakan tuh cewek" "wah uang ku tidak cukup untuk membayar, kabur apa ya".
Selama 30 menit aku berada di guil itu dan tidak mendapatkan informasi sama sekali tentang keberadaan slem licin, aku merasa buang-buang waktu saja lebih baik tadi aku tidur saja untuk bisok menaikkan level.
Aku berdiri dan mau berjalan ke kasir, seketika ada seseorang yang menghalangi ku. "Yo bocah ngapain bocah ada di tempat ini di tengah malam, dasar bocah zaman sekarang emang sudah rusak" kata orang itu
Aku sangat marah keran di panggil bocahz tapi aku harus bersabar ini ada di tempat umum, "aku cuma ingin cari informasi om" kata ku
"Informasi?, Dari raut wah ku kelihatan serius duduk dulu santai dulu sambil berbicara tentang informasi yang sedang kamu cari" katanya
Aku duduk dan mulai bertanya kepadanya "apakah om tau tempat monster Slem licin berada"
"Monster slem licin (meminum minuman keras) ahh... Aku tidak menyangka ada orang yang mencari monster lemah itu" kata om itu
"Om tau tempat slem lecin itu?" Pertanyaan ku
"Hmm... Gimana Yaa (minum minuman keras) ahh... Apakah kamu punya uang untuk informasi maisi tempat nya?" Tawaran dari om pemabuk itu
"Uang? Tidak punya, om bisa lihat sendiri kan pakaian ku saja seperti ini, sudah terlihat aku tidak punya uang sama sekali" tolakan ku
"HA-HA-HA" dia tertawa Tampa ada lelucon, orang lagi mabuk emang mengerikan, dari sisi gilanya, jadi karena itu kalian yang baca novel ini jangan mabuk-mabukan ya nanti bisa gilan seperti om ini.
Om pemabuk itu berbicara lagi "kalo gitu maaf (minum minuman keras)-" kok minumannya masih ada ya ini gelas isinya berapa liter sih.
Kelanjutan omongnya setelah minum "ahh... Kalo gitu tidak ada informasi Masi tentang tempat monster Slem licin itu Ha-ha-ha"
Tertawa lagi sumpah ini iblis sudah gila benran "ohh gitu ya, maaf telah mengagu"
Aku berdiri dan mau mulai berjalan tapi om itu memegang tangan ku "tung-" aku memukul kepalanya.
"Heee bocah punya nyali juga kamu" kata om itu
Kesabaran ku sudah habis padahal baru beberapa menit bersanya, om itu berdiri lagi sambil memutar kepalanya, dan para iblis di guil itu melihat kita berdua.
"Hmmm... (Melihat kanan kiri) bocah giman kita keluar sebentar?" Kata om itu
Aku tau maksudnya pasti dai malu di lihat semua iblis yang ada di guil itu, aku juga tau pasti aku di ajak keluar untuk bertarung bersama ku 1 lawan 1 diangan dia Tampa ada iblis yang lihat. Aku berjalan ke kasir untuk membayar setelah itu aku mengikuti om pemabuk itu.
Kali berjalan menuju ke dalam hutan dan sesampainya di tengah hutan "dah di sini saja ini pasti sudah aman" kata om itu
Tempat yang gelap sepi dan tidak ada iblis lain kecuali kita berdua, palingan yang bagus kamu kira bisa mengalahkan ku, aku tidak takut kamu kira aku cuma bocah nakal biasa, malahan kamu yang sekarang dalam bahaya.
"Pukulan mu keras juga untuk seukuran bocah" kata om itu
Aku mulai bersiap untuk bertarung
"Gak usah bersiap-siap begitu aku tidak marah kok, aku cuma penasaran siapa kamu sebenarnya" kata om itu
"Gak usah bohong mana ada orang dewasa tidak marah karena di pukul oleh bocah" kata ku
"HA-HA-HA" tertawa lagi apakah dia masih mabuk atau mungkin emang dia sudah gila dari awal.
"Mana mungkin aku bisa menang melawan mu" kata om itu
"Heh apa maksud om?" Pertanyaan ku
"Gak usah berpura-pura menjadi bocah jiwa dalam diri mu adalah jiwa orang dewasa mungkin kira-kira umur nya 27 atau 28 tahun, tapi fisik mu seorang bocah, sekaki lagi aku bertanya siapa kamu sebenarnya"