
30menit aku memilih dan melakukan percobaan aku menemukan percobaan yang mengerti, ya skill angin di kombo dengan elemen tanah. Hehehe ini emang agak gila elemen tanah kelemahannya adalah elemen angin tapi saat aku kombo angin bisa menghempaskan debu-debu, tidak hanya debu batu juga bisa di hembuskan dengan angin.
"Dewi elemen tanah, aku memilih elemen ini"
Tunggu kenapa mukanya kayak lagi tahan tawa, emang di awal chapter baru ini, aku sudah buat lelucon ya.
Dua berbicara dengan menahan tawanya "o-oke pff. (Menghela nafas) persiapkan diri mu kumasukkan ya, dan juga nanti jangan nyesel ok-Pff"
Sumpah deh emang aku udah buat lelucon tadi. Dia memasukkan elemen tanah ke pada ku.
"Pff, pff, GAK KUAT DAH, HA-HA-HA, GO***K BANGET, GO***K HA-HA-HA" tawaan Dewi.
"Haa..., Oke sekarang ikut aku ke tempat pemilihan job"
"Tunggu dulu, jelaskan mengapa kamu tertawa seperti orang gila"
Dewi menjawab "yaa aku berfikir kamu ini bennnar-benar bodoh ya, mana bisa elemen angin di kombo dengan elemen tanah, Yaa karena kamu orang bodoh ku maklum aja lah"
"Heh, kamu tadi melihat sendiri kan elemen angin dan elemen tanah ku kombo sangat luar biasa, aku membuat batu dan debu dengan elemen tanah terus ku lontarkan batu dengan elemen angin dengan bersamaan debu bisa menghilangkan pandangan, batu tadi yang aku lontarkan tidak akan terlihat, apa lagi aku tambah kan kekuatan elemen anginnya batu itu bisa memesan layaknya peluru" penjelasan ku
"HA-HA-HA ini orang bener go***k HA-HA-HA" tawaan dewi
"Yap, kubelikan Pill segi tiga ya, apakah di sini ada warung terdekat?" Kata ku
"Yaa, kamu emang bisa melakukan itu di sini yang tidak ada perumahan dan juga permohonan tapi apa kamu bisa melakukan itu di dunia, coba kamu pikir angin dan batu lebih berat batu, jika batu bisa melayang dan terbang dengan angin bukan sana aja kamu membuat angin topan tentu saja bukan hanya batu yang terlontar pohon dan rumah yang ada di sekitar pasti ikutan terlontar"
"Lh benar juga" aku baru menyadarinya
"Sebenarnya kamu tidak perlu repot-repot melontarkan batu dengan elemen angin, elemen tanah tidak cuma bisa membuat tapi juga bisa melontarkan benda yang dibuat"
"KENAPA KAMU BARU MENGATAKANNYA SEKARANG...." Teriakan ku
"LAH SALAH SENDIRI KENAPA TIDAK TANYA"Dewi membalas teriakan ku
Hah kesalahan ini membuat hati ku down, padahal aku sudah tau informasi adalah segalanya. Dulu di game aku selalu memilih carakter yang memiliki elemen angin, mana tahu kalo elemen lain bisa di kendalikan dengan melayang. Kedepannya aku harus benar-benar mencari informasi terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu.
Setelah itu aku di antara Dewi ke tempat pemilihan job
"Disini ada lima job yang diantaranya Tank, archar, warrior, megic, dan assassin. Baca sendiri keunggulan tiap job aku males membacakannya untuk mu, Pilih job yang kamu suka tidak usah terburu-buru, oke kutinggal makan sebentar ya" penjelasan dewi
"Eh tunggu dulu mau makan di mana" pertanyaan ku
Sumpah ini novel udah hancur parah, udah latarnya di sini-sini aja dan alur ceritanya makin aneh gak jelas.
Oke untuk keunggulan dan pasif tiap job akan ku jelaskan, haaa ini akan menjadi sangat panjang sih tapi semoga kalian tidak bosan. Job tank seperti di game mobile lagends atau bisa di sebut ML, tank unggul dari pertahanannya yang paling kuat dan pasifnya memperkuat pertahanan. Wah wah udah keras makin keras ini namanya
Archar pasti berubunggan dengan serangan jarak jauh keunggulannya Yaa Serangannya jauh pasifnya bisa memberi demage paling besar entah itu dengan berturut-turut atau menahannya biar makin sakit.
Warrior keunggulannya saat pertarungan jarak menengah pertahanannya yang lumayan dan demage juga lumayan ini juga keunggulannya pasif memper kuat keyakinan hati biar makin percaya diri saat pertempur, lebih gampangnya meningkatkan keberanian.
Megic unggul dalam jumlah mana karena memiliki banyak mana megic sangat cocok untuk serangan mengunakan kombinasi elemen, pasif bisa menyerang dari jarak jauh dan menengah. Hmm sangat menarik hatiku tapi sayang aku udah salah milih kombinasi elemen, karena itu aku gak bakalan memilih job ini.
Assassin unggul dalam kelincahan mereka sangat gesit dan jarak Serang depan dan menengah demage nya juga lebih banyak dari warrior pasif sekitarnya menjadi agak lambat untuk sementara biar bisa mengimbangi kecepatan assassin.
Hmm job nya juga bikin bingung jika saja aku bisa memilih lima akan ku pilih semuanya, hanya bisa memilih satu job Yaa hmmm. Aku berfikir cukup keras lagi jujur saja aku tidak akan bingung seperti ini jika aku tidak salah memilih kombinasi elemen, karena dari awal job megic sangat-sangat aku sukai.
Beberapa menit kemudian aku sudah menyempit pilihan ku tingal dua pilihan archar dan warrior untuk tank kayak tidak ya aku tidak butuh memperkuat pertahanan nanti skill regenerasi ku tidak berguna, Assassin juga tidak aku sudah punya skill refleks bertahan, ini juga memiliki pasif linca jadi aku tidak butuh lincah-lincah lagi.
Archar ya job ini aja lah palingan kalian juga sudah bosan membaca aku kebingungan memilih skill berserta membanding bandingkan pasifnya, padahal sudah jelas gitu pasifnya. Ngomong-ngomong sih Dewi sebleng itu belum saja kembali, mau sampai kapan dia makan.
Tak ama kemudian Dewi datang "gimana sudah memutuskan memilih job yang mana?"
"Aku memilih job archar, cepat masukkan Kediri ku"
"Kenapa!, Coba jelas kan" tanya dewi
"Udah lah cepat masukkan, pembaca sudah bosan latar belakangnya di sini Mulu"
"Iya pembaca juga akan penasaran kenapa kamu tiba-tiba memilih job archar tampa penjelasan"
Ahh... merepotkan benar benar merepotkan aku sebenarnya sudah capek mengetik dan juga sudah sangat mengantuk, emang benar juga sih kalo tidak aku jelaskan pembaca juga akan penasaran dan kebingungan, tapi masalah gimana aku menjelaskannya otak gw udah buntuh
"kamu masih ingat kan saat awal-awal, aku memilih skill mata elang itu akan sangat mendukung job archar, bahkan mungkin bisa menjadi kombinasi yang sempurna, gimana udah paham kan"
Dewi memasukkan job archar Kediri ku. Dan tiba waktunya untuk aku terlahir kembali ke dunia lain, tenang saja chapter besok akan berada di latar yang berbeda. Sebelum keberangkatan ku Dewi pun berpesan kepada ku
Dia mengucapkan "selama menjelankan puasa" tidak-tidak bukan itu, bercanda-bercanda
Dewi berpesan "