new life new world

new life new world
perjalanan sekolah



Matahari telah terbit aku membuka mata ku semua kejadian kemarin seperti di mimpi saja namun itu kenyataan. Seharusnya aku gugup dan merasa tak ingin berpisah dengan orang tua ku namun perasaan ku sudah mati.


Aku lebih baik memasang topeng untuk membuat orang tua ku tidak khawatir saat melepas ku nanti, oke mandi-mandi untuk awali hari emang lebih enak mandi dulu. Aku pergi ke kamar mandi dengan topeng tersenyum.


Mandi sudah persiapan baju ku juga sudah oke uang di dompet hmm cukup lah. Aku pergi keluar dari kamar dan di sambut oleh keluarga ku di ruang tamu, namun tak di sangka bukan hanya orang tua ku saja yang ada tetapi ada pak lurah juga di sana.


"Lah ada pak, tidak sibuk pak malah kesini" kata ku


Pak lurah pun menjawab "ha-ha-ha tidak kok sibuk apanya kerjaan ku cuma tidur, apa yang bisa di lakukan bangsawan di desa, gak ada yang bisa di lakukan".


"Oh ya benar juga ya, bangsawan kan cuma naggih uang rakyat, eh maksudnya mengingatkan pajak" kata ku.


"Ehhh, ehem oh ya ayo keluar aku punya kejutan kepada mu" kata pak lurah.


Aku, keluarga ku, dan pak lurah keluarga dari rumah tak di sangka hampir semua penduduk desa ada di depan rumah ku, wahh... Ini ada apa ya aku akan cuma ingin sekolah kenapa seperti aku mau pergi haji sumpah aku tak paham.


Meskipun aku bilang perasaan ku suda mati namun itu tidak mati sepenuhnya aku masih memiliki perasaan waspada dan saat ini aku punya perasaan tidak enak daeng banyaknya warga di depan rumah ku.


"Skill telekomunikasi aktif" aku mengucapkannya dengan suara pelan.


"Wah hebat semoga anak ku punya tekad seperti dia" "sombong amat palingan baru 2 Minggu sudah balik lagi" "hmm aku tak tau siapa dia aku cuma kesini karena ada pak lurah" suara hati para kerumunan di depan rumah ku


Sudah aku duga pasti mereka kesini ada yang tersanjung ada yang hanya iri melihat ku dan ada juga yang mengikuti alurnya saja, lebih baik kalian kerja dah gak ada untungnya ke sini seana Keja.


"Ini adalah kereta dan kuda milik ku, gunakan saja ini untuk menuju ke provinsi rawner, meskipun masih membutuhkan waktu lama juga untuk sampai ke provinsi rawner tapi ini lebih baik kan dari pada kamu berjalan kaki" kata pak lurah


Ehhh maaf pak mungkin bapak kira aku akan berjalan kaki, lagian pikir pake logika mana ada orang yang berjalan kaki sejauh itu, Yaa wajar kalo pak lurah mengirah aku berjalan kaki tetapi aku akan pergi ke provinsi rawner dengan terbang itu jauh lebih cepat daripada menaiki kereta kuda ini.


Oke aku akan menolaknya tertentu saja dengan cara sopan "Aduhh... Gak usah pak, aku mau pergi ke provinsi rawner dengan... Dengan.... Ya dengan numpang para pedagang"


"Haha, gak usah sungkan, anggap saja ini adalah sebuah penghargaan dari ku" kata pak lurah


Ya lebih baik kasih uang saja dari pada barang tak berguna seperti ini. Aku pergi terpaksa mengunakan kereta kuda dari pada aku menolaknya lebih dari itu nanti aku akan di kita bocah Taka sopan, ini saja aku sudah di omongin jelek oleh para warga di dalam hati mereka.


Ahh, lambat banget kalo 2 kuda mungkin lebih cepat kali ya oh ya kalo sampai di kota akan...


"Aduhh kalo segitu gimana ya, aku masih curiga ini barang curian atau tidak" kata penjual barang rongsokan.


"Ini bukan curian pak, tapi ini kereta tua yang sudah tidak di pake dari bangsawan ordin dari desa verkus, karena sudah tidak di pake saya bawa saja untuk di jual, ini masih bagus loh dari meskipun rongsokan" kata ku


"Ya udah deh aku jual di pedang lain aja, kalo aja tidak curiga" kata ku


"Gak, gak, yudah ini uangnya" kata penjual rongsokan.


"Wah makasih ya pak, kalo gitu aku pamit ya" kata ku.


"Eh eh eh ini kudanya?" Kata penjual rongsokan.


"Ambil saja sebagai bonus, oke dah dan makasih banget" kata ku.


Aku berlari ke gorong bangunan dan dengan cepat terbang tinggi.


"Hehe Mayan uang tambahan"


Yap seperti yang kalian bayangkan aku menjual kereta beserta kudanya, sumpah kereta kuda sangat lema sekali, untuk menuju ke kota kecamatan saja butuh waktu 2 hari padahal jaraknya cuma 10 kilometer dari desa ku.


dan lagi saat malam hari aku tidak bisa tidur nyenyak, tiap kali aku mau masuk mimpi kudanya selalu berisik karena mau di makan serigala dan Apada akhirnya aku harus menjaga kuda tersebut sampai pagi, karena itulah aku menjualnya saja, ini sangat menghabat ku, aku bisa mati kelelahan sebelum sampai di provinsi rawner.


Hari demi hari berlalu kira-kira aku terbang selama 12 hari 11 malam tentu saja aku tidur Tapi aku tidur di pinggir jalan kota karena lebih aman dari pada di dalam hutan, maaf aku tidak punya banyak uang untuk menyewa penginapan tidur di pinggir jalan saja sudah cukup.


Kalo di pikir-pikir aku sangat menyediakan padahal kenapa aku bisa tidur nyenyak di pinggir jalan, ahh mungkin aku sudah terbiasa hidup miskin seperti ini, sial rasanya aku ingin merasakan hidup kaya lagi seperti hidupku dulu.


Aku sampai di ibukota provinsi rawner yang dimana ada sekolah raw negeri 1, aku masuk ke gerbang sekolah itu bangunan di sekolah itu sangat mewa dan ada banyak, entah kenapa ini seperti aku pertama kali melihatnya padahal ini masih mewah dari benggunan pencakar langit.


Aku bertanya sama petugas di sana cara daftar sekolah disini, dan katanya pendaftaran masih lama kira-kira masih 3 hari lagi, dan persyaratannya aku harus membawa identitas kewargaan dan mengisi formulir yang di sediakan, yang lebih penting dari semua itu aku harus membayar uang pendaftaran. Padahal negeri tapi kok tetep membayar ini beneran sekolah negeri?.


Untuk menunggu aku berburu monster terdekat di daerah hutan terdekat di ibu kota rawner, sekarang hasil sisa dari monster aku jual di penjual pembuatan obat, karena beberapa sisa monster bisa di jadikan obat.


Tetapi tidak semua monster, sisa monster yang tidak bisa di jadikan obat aku juga di toko perhiasan karena tidak bisa si jadikan obat itu karena monster tersebut bisa si jadikan perihasan.


Uangnya tentu saja aku gunakan untuk kehidupan ku di sekolah nanti, 3 hari sudah berlalu aku membayar uang penginapan ku dan menuju ke sekolah raw negeri 1, entah kenapa aku merasa tegang padahal aku dulu pernah sekolah bahkan kuliah sampai S2. Parah ini jantung ku tak bisa berhenti berdetak.


Aku masuk dan menyenangkan perawatannya.


"Wahh uang ku tinggal 3.000 rip, semoga saja nanti tidak ada urusan uang lagi"


Hanya uang pendaftaran saja sangat mahal apa lagi nanti untuk uang SPP, aku tidak bias membayangkannya harus bayar berapa tiap bulan. Setelah urusan pendaftaran selesai aku....