
Malam pun tiba aku mengunakan teknik terbang biar lebih cepat sampai di goa, sesampainya di goa tak ku sangka goa ini sudah di penuhi monster lagi, perasaan baru ku tinggal 3 bulan suda kembali normal lagi ini goa.
Dengan muka datar aku "elemen angin cabang ke 1 hembusan angin" sambil melepaskan anak panah ku, bagi yang lepa combo itu itu combo ku namakan hujan anak panah.
Monsternya masih sama cuma ada tambahan 1 monster yaitu monster gaja terbang ini bukan lelucon ini beneran yang aku hadapi adalah gaja terbang dan jumlahnya lumayan banyak. aku tidak tau mengapa ada 1 tambahan mosnter tapi aku punya kemungkinan, kalo monster di goa ini di kalah kan akan ada tambahan 1 monster lagi untuk memperkuat pertahanan goa ini, ini hanya kemungkinan ku kalo fakta sebenarnya aku tidak tau.
Ku kalah kan semua monster di goa itu dengan mudah, beneran ini lebih mudah dari pada saat aku pertama kali masuk ke goa ini, mungkin karena aku sudah naik level banyak dan punya pengalaman bertarung selama 3 bulan menaikkan level.
Aku berjalan menuju ke Elina yang di segel di Paling dalam goa.
"Ah Zeck, lama gak bertemu" sambutan Elina.
Aku menjawab "Elina misi yang kamu berikan sudah aku selesai kan"
"Hah misi, ahh... Ya selamat telah menyelesaikannya ahahaha" kata Elina
"Woi gak usah sembunyikan suda kelihatan kamu lupa"
Aku menjelaskan misi yang dia berikan kepada ku.
"Ahh... Itu, jadi gimana suda terbuka elemen tanah cabang ke 15?" Tanya Elina
"Tentu saja aku sudah membukanya kalo belum mana mungkin aku kembali ke sini, jadi apa hadiah yang kamu janjikan" kata ku
"sebenarnya ini tidak dapat di sebuah hadiah sih. tapi sesuai janji apa kamu sudah siap?"
Aku tidak tau apa yang dia maksud tapi aku mengagukan kepala.
"Oke sip, sebelum mulai sekarang lihat pasif elemen tanah cabang ke 15 itu"
Aku melihat pasif elemen tanah cabang ke 15, oke katanya aka aku jelaskan saja biar kalian tidak bingung dan sulit memahaminya mulai dari chapter ini kedepannya akan lebih sulit untuk di pahami.
Akan ku jelaskan dari awal, saat pertama kali atau saat elemen tanah masih di cabang ke 1 aku hanya bisa mengendalikan atau membuat tanah dan mulai aku membuka cabang ke 5 aku bisa mengendalikan atau membuat batu bukan hanya tanah lagi, di cabang ke 10 aku bisa mengendalikan atau membuat logam.
Ya logam bukan hanya besi kalian pasti tau logam kan?, Ada banyak jenis logam mulia dari besi, emas, tima, dan lain-lain kalian cari sendiri aja di google jenis-jenis logam masak aku harus menulis semuanya di sini. Sampai lah aku di cabang ke 15 di cabang ini aku bisa mengendalikan atau membuat keristal.
Tiap aku membuka kelipatan 5 aku makin banyak yang bisa aku kendalikan atau membuat hal-hal yang ada di tanah, kemungkinan saat aku sudah membuka cabang ke 20 aku sudah bisa mengendalikan atau membuat diamond, kenapa aku berkesimpulan begitu? Karena tiap kelipatan 5 cabang elemen tanah aku bisa mengendalikan atau membuat sesuatu yang lebih keras jadi setelah keristal pasti diamond yang batu sangat keras.
Oke paham kan lenjunt lagi ke cerita.
"Oh aku sudah bisa mengendalikan dan membuat keristal, trus sekarang apa?," Pertanyaan ku.
"Hem ini gampang kok sekarang buat lah besi dan keristal" kata Elina.
Aku pun membuat besi dan keristal "trus ini mau diapakan?"
"Gunakan lah elemen tanah cabang ke 13 untuk menggabungkan 2 bahan tersebut dan bayangkan sebuah pedang" kata Elina
Aku terkejut tak ku sangka besi dan keristal tadi berubah menjadi kodok.
"WOI KU SURUH BAYANGKAN PEDAGANG BUKAN KODOK" teriakan Elina
"Maaf tadi ada kodok lewat, jadi otak ku langsung memikirkan kodok" alesan ku
"Ah terserah lah apa pun alesan mu, yang penting sekarang kamu bisa melakukannya kan?" Kata Elina
"Dah gini doang, ah membosankan..."
Elina menjawab "tenang-tenang ini baru awal penjelasan ku kok, di elemen tanah cabang ke 13 aku bisa membuat benda apa pun mulai dati senjata sampai patung kodok ini contohnya"
"Oh... Gitu, tetap aja membosankan masa cuma gitu doang" kata ku
"Coba kamu cari kayu deh" perintah Elina
Aku tak tau tujuannya aku tampa bertanya aku segera berlari keluar goa untuk mencari kayunya, aku mencabut pohon berserta akarnya dengan elemen tanah dan membawanya mengunakan elemen angin, Yaa ini batang pohon berat lah lagi pula aku masih bocah berumur 7 tahun.
Batang pohon sampai di Elina "ini kayu yang kamu minta"
"Oke mantap tapi... Kenapa kamu membawanya utuh, potong-potong cepat potong" perintah Elina.
Aku memotong batang pohon itu dengan elemen angin.
"Oke buat lagi permata dan besi" perintah lagi dari Elina.
Aku segera membuat keristal dan besi.
"Sekarang gabungkan ketiga bahan tersebut fokus untuk membayangkan pedang" kata Elina
"Elemen tanah cabang ke 13, pengabungan unsur" ketiga bahan tersebut berubah menjadi pedang.
"Eh tunggu kok ada yang aneh mengapa kayu juga bisa aku kendalikan pake elemen tanah?, Tapi ini pohon kan tidak dari tanah, Yaa emang tubuh dari tanah tapi ini kan, ahh... Bingung aku"
Elina menjelaskan "sebenarnya ini sebuah kecurangan di Dunia ini, saat mengunakan elemen tanah ke 13, tak peduli bahan apa pun yang kamu campur yang panting ada suatu yang berasal dari tanah walupun itu cuma 1 bahan, kamu bisa mencampurnya"
Dia lanjut berkata "ini lah yang aku maksud elemen tanah lebih kuat dari elemen lainnya, bisa menghentikan uang lebih mudah kamu tinggal membuat emas dan menjual emas itu tau usah susa susa kamu dapat uang dengan mudah, dan saat persenjataan mu mulai rusak gak usah bawa ke pedagang senjata untuk memperbaikinya kamu tinggal buat aja senjata yang baru, jadi uang mumasih utuh"
Seketika rasa penyesalan ku memilih elemen tanah pun berubah menjadi rasa bersyukur telah memilih skill ini, saking bersyukurnya air mata ku ingin keluar, eh tunggu sesuatu terlintas dari pikiran ku.
"Elina tadi kamu bilang aku bisa mengabulkan beberapa bahan asal kan ada bahan dari tanah" pertanyaan ku
"Iya tadi aku kan mengatakan itu mengapa harus di ulang".
Woi, woi, jadi aku bisa membuat hal yang tidak ada di dunia ini menjadi ada. Hehehe kalo gitu aku akan membuat bendat itu