new life new world

new life new world
ilmu dari Elina



"Elemen angin cabang ke 1, hembusan angin" aku terhembus ke atas seperti yang dikatakan Elina.


Tahap ke 2 lebarkan sayap, tahap ke 3 "elemen angin cabang ke 5 (mulai turun ke bawah) udara hangat" WOHHHHH aku beneran melayang.


"Oke kamu cepat mengerti ya, sekarang untuk bergerak, apa kamu siap" kata Elina


"Siap sangat siap" jawaban ku


Elina pun menjelaskan "kamu bisa bergerak maju undur dengan elemen angin cabang ke 1, pusat kan ke titik telapak tangan dan aktifkan elemen angin cabang ke 1, trus-"


Aku langsung mencobanya kumpulkan ke titik telapak tangan trus "elemen angin cabang ke 1" aku lesesat cepat ke depan, ini sangat seru seperti aku-


*DUAR... Buk*


Seperti yang kalian bayangkan, aku menubruk dingin berbatuan goa dan jatuh ke tanah,ini sakit kepala ku terasa terbelah dua.


"Woi gimana kau akan bertanggung jawab dengan ini, kalo menjelaskan itu yang komplit jangan setengah-setengah" perkataan ku dengan nada kesakitan


"Yah aku memang belum semuanya ku jelaskan, tapi salah kamu sendiri memotong penjelasan ku" kata Elina


Elina lanjut menjelaskan "dan untuk berbelok kamu bisa menghentikan titik dari salah satu telapak tangan, kalo menghentikan telapak tangan kiri kamu akan berbelok ke arah kanan dan juga sebaliknya, cobah lah"


Aku pun mencoba dari awal "tadi gini trus buka sayap pake cabang ke 5, trus hembusan angin"


Aku melaju dengan cepat lagi ada dinding goa di depan ku "hembusan angin tangan kiri berhenti" aku pun berbelok ke kanan seperti yang dikatakan Elina.


"OKE STOP (aku turun ke tanah) ya gak usah turun juga, ah dah lah terserah kamu, sekarang untuk menambah kecepatan kamu bisa menambah hembusan angin lagi ke 2 telapak kaki mu, jika kamu ingin lebih tinggi lagi kamu bisa memperkuat dengan menambahkan mana ke cabang ke 5 udara hangat, tentu saja jika kamu makin cepat, makin tinggi, dan makin lama terbang kamu akan menghabiskan mana lebih banyak dan melelahkan-"


Stop dulu penjelasannya Elina aku akan menjelaskan lebih mudah di pahami kepada kalian, ibaratkan saja terbang itu adalah berkendara contohnya montor, pasti kalian tau jika kalian berkendara cepat pake montor kamu pasti menghabiskan bahan bakar lebih banyak dan jika kalian berkendara dari kota ke desa yang jaraknya sangat jauh dengan medan naik turun pegunungan pasti sangat melelahkan bahan bakar kalian juga akan terkuras banyak, nah sekarang paham?.


Lenjuntan penjelasan Elina "Terbang emang sangat sulit dan menghasilkan banyak mana, tapi saran ku, kamu lebih baik terbang dengan ketinggian dan kecepatan yang normal saja dulu, untuk lebih cepat dan lebih tinggi lebih baik kamu lakukan di saat-saat geneting"


"Genting? Ohh maksud mu yang terbuat dari tanah liat dan digunakan menjadi atap rumah"


"Bukan itu maksudku, genting maksudnya di saat kamu terpaksa melakukannya, para pembaca aja tau maksudnya" kata Elina


"Aku juga tau tapi aku lebih buat lelucon lah"


"Tapi lelucon mu tidak lucu lah"


Aku sangat bersyukur bisa bertemu Elina jika saja aku tidak kabur rumah mungkin aku tidak bisa bertemu dia, ilmu yang kudapatkan dari dia ini sangat lah berharga dan sangat mahal jika di juar di pasar.


"Saran ku terakhir jika kamu hanya punya mana yang cukup lebih baik kamu terbang 1 atau 2 kali sehari, apa kamu sekarang punya mana yang cukup untuk pulang?" Kata Elina


Iya sebenarnya aku punya mana lebih dari cukup untuk pulang.


"Eh ngomong-ngomong kata mu tadi kamu punya 2 elemen, kalo boleh tau elemen ke 2 mu itu apa?"


Aku menjawab "cuma elemen tanah kok, elemen yang sangat ampas"


"Ampas? Ha-ha kamu ini ngomong apa?, Elemen tinah adalah elemen yang sangat kuat"* kata Elina


Lah emang kenyataannya apas aku baru awal-awal momen bertarung saja sudah di buat hampir mati dari elemen tanah.


"Oke... Kamu bilang ampas ya, kalo gitu ku berikan misi pada mu naikan level untuk membuka buka cabang ke 15 elemen tanah, nanti akan ku tunjukkan betapa mengerikannya elemen tanah itu.


"Oke ku terima misi mu" sebenarnya aku ingin menolaknya tapi dari raut wajahnya dia sangat serius.


"Sampai jumpa lagi lain waktu" kata Elina


Aku pergi keluar dari goa matahari mulai terbit lebih tinggi Dari sebelumnya, aku terbang untuk pulang, Tampa berbasa-basi aku langsung terbang dengan cepat karena hari sudah pagi mungkin orang tua ku sudah pada bangunan.


Sesampainya aku di rumah, aku melihat ibu Dati ketinggian ibu sedang berjalan ke sana kemari dengan wajah pucat mungkin dia mengkhawatirkan ku, tunggu mana ayah apakah ayah sedang mencari ku? Bodoh amat lah aku sudah sampai rumah, sekarang tinggal turun dan-.


Lagi-lagi perasaan ini muncul lagi rasanya aku harus mencari ayah ku kalo tidak mungkin akan gantikan ayah yang tidak pulang-pulang, tapi ya... Mungkin dia akan pulang sendiri jika sudah capek dia akan merasa lega jika melihat ku sudah pulang ke rumah.


Perasaan ku makin kuat dan makin tidak enak di rasakan, kok perkataan ku kayak ngomong kayak lagi makan tai. Aku menghela nafas kayaknya aku harus mencari ayah ku dulu paru pulang.


Ini masih pagi mungkin ayah masih tidak jauh dari dari rumah. Aku terbang lebih tinggi untuk mencari ayah, Yap apa yang ku lihat aku hanya melihat daun permohonan yang berwarna ijo, sekarang gimana aku menemukan ayah. Oh ya aku kan punya skill mata elang aku dulu belum membaca pasifnya dan langsung pilih itu karena namanya keren.


Sekarang waktunya untuk uji coba gimana sill ini bekerja "skill mata elang aktif".


Tadinya aku hanya melihat ijo-ijo daun permohonan sekarang aku bisa melihatnya jelas sampai ke tanah, bahkan celah-celah daun pohon bisa aku lihat menembusnya. Oke... Sekarang di mana ayah berada.


Beberapa menit kemudian aku akhirnya menemukan ayah "ohh disitu rupanya".


Aku terbang menghampirinya tapi aku mendarat 5 meter agak jauh darinya kalo aku mendarat tepat di depan matanya entah apa yang akan terjadi tapi aku punya firasat buruk tentang itu. Sesampainya aku di tanah aku berjalan menuju ke arah ayah, sontak ayah saat melihat ku dia berlari dengan cepat dan dengan cepat juga menjewer ku.


Aku pulang bersama ayahnya dengan telinga kiri di jewer ayah, seketika ibu ku saat melihat kita berdua ibuku juga lari dengan cepat dan dengan cepat juga... Ayo tebak ibuku ngapain, Yap betul dia memukul ku di pipi kanan ku. Aduh sakit banget meskipun ibu ku wanita pukulan sangat sakit.


Misi baru kah.... Kayaknya kedepannya hidup ini akan lebih sulit