new life new world

new life new world
percobaan



dihari Rabu yang cerah, ada anak muda yang sedang berbaring di kasur rumahnya sambil menjaga adiknya yang baru berumur 2 tahun. dia sangat bosan sampai ingin, ingin, ingin.....


"aku ingin main game kenapa dunia ini tidak ada game" anak muda yang berharap sesuatu yang mustahil, meskipun mustahil dia tetap berharap game akan di temukan pada suatu hari. dan anak muda itu adalah aku.


hari ini sangat panas... hawa panas meluap-luap di dalam rumah ku. aku ingin melatih elemen ku lagi tapi takut melukai adik ku.


saat aku menganti latihan elemen menjadi melatih fisik, rumah ku ingin rubuh. di lihat dari luar sampai dari dalam kelihatan banget rumah ku seperti gubuk yang mau rubuh, apa yang akan ku katakan saat orang tua ku pada pukul nanti.


ahh aku ingin keluar, dalam rumah ini benar-benar seperti oven, dan lagi ini kasur udah bau keringat ku semua, tapi aku tidak bisa keluar dengan meninggalkan adik ku sendiri di rumah yang mau rubuh ini. Jika aja aku punya tetangga mungkin bisa di titipkan ke tetangga.


ku ajak sekalian aja adik ku latihan di luar, hm hm ideh yang bagus. hm keknya ideh yang buruk dia baru 2 tahun kalo ku ajak keluar kemungkinan terbesarnya dia akan nangis tiada henti.


gak bisa keluar karena adek, ingin tidur tapi rumah sangat panas, dan yang penting ini rumah benar-benar ingin rubuh. haaaa kayak di chapter ini juga tidak ada pertarungan.


beberapa jam berlalu dari pada aku bosan, aku memperbaiki rumah yang mau rubuh sambil menjaga adik tak lama ibuku pulang, hati mulai sore ayah ku juga sudah pulang. tentu saja aku tidak boleh keluar saat sudah sore.


hari mulai gelap bulan pun mulai bersinar terang di atas, di Duni ini tidak ada jam aku tidak tau sekarang jam berapa.


orang tua ku sudah pada tidur dan sudah pada melakukan itu kemungkinan sekarang jam 1 atau jam 2 pagi. aku tidak bisa tidur sampai sekarang aku masih merasa bosan.


kabur dari rumah?, tidak nanti kalo ketahuan?, gimana kalo ada monster yang sangat kuat dan aku mati?. bodoh amat kabur aja lah kenapa aku takut di marahi dan kalo ada monster Tigal hajar aja biar ada aksi bertarung di chapter ini.


aku berlari masuk jauh kedalam hutan, jujur aja baru kali ini aku masuk lebih jauh di dalam hutan, beberapa menit aku berhenti berlari gak ada alasan lain tentu saja karena aku lelah.


aku berjalan Dengan detak jantung seperti kereta berjalan. aku melihat kanan kiri sungguh pemandangan yang sangat gelap, aku tidak bisa melihat dengan jelas aku juga belum pernah bertarung sebelumnya.


jalannya mulai menurun, berkerikil dan sangat curam tentu saja semua orang pasti tergelincir aku pun juga begit, saat berguling-guling menuju kebawah tangan ku menancap ke batu.


sakitnya luar biasa ku cabut batu itu Lukanya langsung sembuh, Hem skill regenerasi ini sangat berguna aku tidak menyesal.


aku melihat ada goa dan di dalam goa itu ada cahaya bersinar-sinar, tentu saja itu sangat menarik perhatian ku untuk segera kembali ke rumah Hem pulang aja lah.


"ARKHHHH"


Suara trial itu terdengar jelas dari goa, gak usah melihatnya aku sudah tau itu suara monster, pulang pulang gak usah pedulikan cahaya itu dan langsung pulang ke rumah.


tunggu bukanya ini kesempatan emas untuk bertarung yang sudah tertera di gener novelnya, aku menghela nafas oke....


emmm oh ya aku tidak punya senjata, Yap pulang aja lah chapter besok aja aku bertarung. tidak tidak kalo besok-besok apa gunanya ada gener action.


aku berjalan perlahan menuju ke goa baru berdiri di pintu masuk goa aku melihat ada monster berkepala babi dengan postur tubuh besar berotot. Kalo di game kayak ini orc ya ini orc.


"awo wo wo awo wo" kata orc 1


Aku tidak tahu apa artinya tapi aku ingin tertawa.


"aaaa woooo" orc 2


beberapa orc berlari menuju ke aku dengan mengangkat senjatanya, senjatanya seperti batu lonjong dengan ujung yang berdiri.


"elemen angin cabang pertama, HEMBUSAN ANGIN"


Orc yang mendekati ku terlontar dengan elemen angin ku, mereka kembali berdiri dengan beberapa orc lainnya.


"elemen angin cabang pertama HEMBUSAN ANGIN" mereka terlontar lagi "elemen angin cabang kedua 40 tebasan angin"


tebasan ku mengenai leher, kepala, badan, tangan, dan kaki mereka. beberapa organ tubuh orc berjatuhan seperti hujan tentu saja mereka mati karena aku mendapatkan expi.


AOWOOOO" kata entah orc yang keberapa.


sisa orc yang ada semuanya berlari menuju ke aku. Aku emang suka elemen angin tapi aku harus mencoba elemen tanah, siapa tau setelah aku mencoba aku tidak menyesal memilihnya


"Elemen tanah cabang pertama TEMBOK TANAH"


Tanah mulai mengeras dan membentuk dinding di depan ku "elemen tanah cabang ketiga PENGHANCURAN TANAH"


Tembok tanah tadi pecah dan beramburan ke segala arah, dan mengenai orc-orc tadi. Haha kayaknya aku tidak akan menyesal menyesal memilih elemen tanah ternyata bisa di combo sehebat i-, aduh kepingan tanah mengenai pipi ku, aduh sekali lagi mengenai hidung ku, mengenai tangan ku, perut ku, kaki ku, meleset kena rambut hehe kayak aku sudah bisa menghindar.


*Tak* kena kuping ku


Semua orc tadi tergeletak dan mati di sisi lain aku juga tergeletak berukuran darah.


"Se,skill regenerasi" semua luka di tubuh ku sembuh tapi darah ku masih terlihat jelas.


Aku mulai masuk lebih dalam ke dalam goa aku bertemu beberapa monster mulai dari tikus raksasa, ular punya tanggan, sampai kupu-kupu bisa meledak. Aku berulang kali hampir mati tapi ahlinya aku hampir sampai di sumber cahaya yang tujuan ku dari awal.


Aku memiliki firasat buruk timbah lagi jumlah mana ku tinggalkan ¼, oke... Mungkin di depan cuma setumpuk harta semoga aja itu aku bisa membangun rumah yang besar dengan AC, tunggu emang dunia ini ada AC.


Aku berjalan perlahan masuk ke dalamnya. Aku berdiri tak berkutik di depan ku yang mata ku lihat sesuatu yang besar dan sangat mengerikan, aku ingin berputar dan lari secepat mungkin tapi kakiku tidak bisa di gerakkan. Semuanya bergetar aku hanya berdiri terdiam ketakutan.


"Hmm" dia melihat ku


Mati lah aku, apa kata Dewi itu benar aku akan mati di awal-awal, tidak tidak aku adalah tokoh utama di novel ini kalo aku mati Tamat juga novel ini, dan ini baru capter ke 7. Gimana pun caranya aku harus tetap hidup.