
Aku kuatkan tekat untuk turun lebih dalam, anak tangganya juga terlihat lebih kecil maksud ku ukuran ke bawanya lebih banyak karena kecil-kecil, dan suasana anak tangganya sesuai dengan ukuran mosnter di berikutnya.
Yap monster berikutnya adalah ent atau semut parah sih semut-semut ini agak besar tapi kalinya kecil kemungkinannya kalo aku naik ke atas lagi semut ini masih bisa mengikuti ku, dengan awalan serangan aku menginginkan 2 pistol dulu.
*Dor, Dor*
Yap seperti dugaan ku pelurunya tidak mempan pada kulitnya karena monster di atas sangat sulit di kalalahkan yang aku maksud slem licin, tentu saja makin ke bawa makin sulit pula mosnternya.
Aku melumpat kebelakang melewati segerombolan mosnter semut mungkin kepalanya keras tapi apakah perutnya juga keras.
*Dor, Dor*
Peluru ku berhasil menebusnya aku tidak tau dia akan mati atau tidak, monster semut lainnya mulai mengadakan kedepan lagi dan aku melompat ke belakang mereka lagi, aku meluncur kan seragan seperti itu berulang kali.
30 menit kemudian "haa... haa... (Aku duduk kelelahan) oke kayak sudah semuanya"
Aku mencari jalan menuju kebawa akan tetapi tidak ada jalan yang terbuka untuk kebawa, awalnya aku mengira ini sudah jalan paling dasar dai goa bawah tanah ini, akan tetapi jalan-jalan yang awalnya buntuh terbuka semua.
"Tunggu-tuggu ini terlihat aneh, perasaan ku tidak enak"
Perasaan ku benar jalan itu mulai muncul monster semut lainnya dan jumlahnya lebih banyak dari pada yang tadi.
"Woi, woi apaan ini ronde ke 2 kah, oke maju kalian semua"
Aku melakukan serangan yang sama seperti yang tadi seperti yang aku lakukan. 50 menit kemudian semua monster semut itu sudah mati semua lagi.
"Nah... Akhirnya.... (Sekarang aku berbaring kelebihan) tunggu kok perasaan ku makin tidak enak"
Aku yang berbaring langsung berdiri lagi dan jalan yang lainnya terbuka dengan monster semut lainnya keluar, sekarang monster semut itu lebih besar dan makin banyak.
"Woi mau sampai kapan ini habis, tolong lah aku sudah lelah"
Ronde ke 3 pun dimulai sekali lagi aku melakukan serangan yang sama, 1 jam kemudian semuanya sudah aku kalah kan.
"Haa... (Berusaha untuk tetap berdiri)" karena persasan ku masih belum tenang
1 Jalan terbuka ini hanya 1 kemungkinan itu adalah jangan yang benar untuk aku menuju kebawa, kakiku gemetaran karena terlalu lelah melompat-lompat dengan 1 pistol di tangan kanan ku aku berjalan menuju ke jalan yang baru terbuka itu.
Akan tetapi seketika keluar seseorang yang berlak mengunakan kaki dan tangan, dia bukan mosnter melanjutkan iblis yang berjalan merangkak mukanya sangat kusam rambutnya acak-acakan tidak karuan dan dia telanjang bulat.
Aku mundur perlahan sambil mengacuhkan pistol ku ke arahnya, kaki ku gemetar bukan karena masih lelah tapi aku takut. Aku heran kenapa saat lelah seketika hilang bila lagi takut. Pasti kalian juga iya misalnya kalian takut hantu dan lari dengan cepat dan hantu itu magikuti kalian, pasti kalian terus lari tanpa lelah yang penting jauh dari hantu itu. Sampai sekarang belum ada teori yang sesuai kenapa saat Takut lelah kita hilang
Kembali ke cerita, Tampa pikir panjang aku menembak iblis merangkak itu.
*Dor*
Akan tetapi dia melompat tinggi dang mengarah kepada ku.
Kalo aku tidak mengunakan skill refleks bertahan mungkin aku akan kenah serangan. Dia merangkak trus melompat tinggi lagi mengarah kepada ku. Untuk menghindari serangannya aku memakai skill refleks bertahan lagi.
Aku berguling kedepan karena skill refleks bertahan dengan cepat juga aku langsung menembak dia.
*Dor*
Tembakan ku mengenai bokongnya dan iblis itu melompat menuju ke jalan yang tadi, aku berusaha mengejar tapi karena jalan itu gelap tidak ada cahaya obor aku tidak bisa melihat iblis itu.
Oh ya sebenarnya walaupun ini goa bawah tanah setiap jalan pasti ada obornya di dinding tidak seperti goa tempat Elina berada pencahayaan cuma dari perisai-perisai tembus pandang yang menyegel Elina. Tapi masuk akal juga sih kalo goa seharusnya tidak ada obornya untuk penerbangan seperti tempat Elina tapi kenapa goa ini ada obornya di setiap jalan.
Karena gelap aku mengurungkan tekat ku untuk lanjut ke bawah lagi pula ini juga sudah mulai malam, lebih baik aku pulang dari pada kena ceramah lagi dari orang tua ku. Aku berjalan naik untuk keluar.
Setelah aku keluar dari pohon laknat jalan untuk masuk ke goa bawah tanah ini, aku di sambut oleh beberapa iblis merangkak seperti tadi, jumlahnya ada 29 iblis tentu saja aku heran dari mana mereka bisa langsung di atas permukaan padahal tadi aku tidak merasakan ada yang mengikuti ku.
Salah satu dari mereka ber kata "gos gass nying gas you"
Aku tidak paham yang mereka katakan aku langsung mengeluarkan 2 pistol dan mengarahkannya kepada mereka, tabggan ku gemetar aku juga menahan untuk tidak ngompol di celana. Kenapa tidak 1 aja tadi menakutkan lah ini ada 29 mukanya berbeda-beda tetap berlanan merangkak.
Salah satu dari mereka berkata lagi "you nati hentu yok lano"
Tangan ku yang tadi bergetar sekarang tidak bergetar lagi.
Dia berkata lagi "you ijek yok lano"
Tangan ku turun kebawa
Dai berkata lagi "you kolino yok lano"
"AKU TIDAK PAHAM YANG AJU KATAKAN, aku tau kamu lagi bertanya dari nada bicaramu TAPI AKU TIDAK PAHAM YANG KAMU TANYAKAN" aku berteriak kepada merak.
"You kolino... GI DEM KOLON ATIKSOBA" teriakan salah satu dari mereka.
Mereka merangkak bersama untuk menyerang ku "skill refleks bertahan 30 kali" aku menghindari semua serangan mereka, tapi mana ku pun berkurang sangat bayak karena aku memakai skill refleks bertahan sampai 30 kali, ini tidak seperti dulu saat aku melawan monster beruang melompat-lompat saat itu aku cuma bisa mengunakan skill refleks bertahan cuma bisa 4 kali, Hem aku sudah berkembang ya.
"Elemen tanah cabang ke 4 kabut butiran debuh" aku melakukan itu untuk membuat mereka terhambat sementara.
Selagi mereka tidak menyerang lagi aku melihat hp memilih-milih skill yang cocok. Aku mengerutkan M4 (M for) saat efek asap debuh mulai hilang aku langsung menghujani mereka dengan peluru M4 ku.
"Derd, de de de de...." Suara tembakan M4
Mereka cuma merangkak kesan kemari saat aku isi ulang peluru M4 mereka merangkak ke arah ku.
Beberapa dari mereka terluka karena tembakan ku ada juga beberapa yang mati karena tembakan ku.
"STOP... JANGAN KAMU MEMBUNUH LEBIH DARI ITU"