new life new world

new life new world
pembuatan



Elina menjelaskan bahan-bahan yang dibutuhkan "pertama kamu harus mencari goblin dan ambil matanya ku sarankan goblin yang berlevel tinggi, makin tinggi levelnya makin besar pula efeknya"


Hmm aku tahu desa goblin di sekitar sini dan ada banyak yang sudah aku jadikan pertimbangan expi tapi dari masalahnya gimana aku bisa tau goblin yang berlevel tinggi aku mengalihkan semua goblin dengan cara sembunyi-sembunyi.


Elina lanjut menjelaskan "bahan ke 2 carilah grock dan ambil inti grock"


"Tunggu-tunggu grock itu apa?" Pertanyaan ku


Elina menjawab "grock itu moneter yang terbentuk dari berbatuan"


"Ohh... Maksud kamu Golem?" Kata ku


"Buka, grock dan Golem emang sama, sama-sama terbuat dari bebatuan tapi bedanya grock memiliki akal karena dia memiliki akal grock bertarung bisa menghindar dan memakai senjata dari bebatuan juga semakin tinggi level grock semakin pintar grock itu" penjelasan eline


"Trus kalo Golem?" Aku sengaja bertanya meskipun sudah tau Golem itu aku cuma mencari informasi tentang Golem di Duni ini apakah sama dengan di game?.


Elina lanjut menjelaskan "kalo Golem mereka tidak punya akal tapi jauh lebih besar dari dan keras daripada grock semakin besar dan keras Golem semakin tinggi levelnya"


"Trus cara membunuh grock dan Golem" pertanyaan ku


"Kalo grok sebisanya kamu kalahkan dengan cara mengambil inti grock atau Bayangi saja inti grock itu adalah jantung grock sedang kan golom kamu hanya perlu memisahkan badannya meskipun kamu langsung memotong kepala Golem, Golem itu masih bisa bertarung" penjelasan Elina.


Hmm seperti kata orang bijak, dari luar sana tapi dalamnya beda.


"Untuk bahan ke 3 dan 4 kamu bisa membuatnya sendiri" kata Elina


Setelah itu aku langsung pulang ke rumah dan meninggalkan beberapa senjata yang sudah aku buat di sana aku hanya membawa pistol dan beberapa peluru yang masih bisa di sembunyikan.


Ke esokan harinya aku latihan menembak di Padang rumput yang luas tentu saja aku membawa adik ku yang masih berumur 2 tahun. Malam pun tiba aku menuju ke desa goblin terdekat dengan terbang.


Aku menyerang dengan cara biasa sembunyi-sembunyi, karena aku tidak tau mana goblin yang berlevel tinggi aku hanya memilih mata goblin yang berotot dan tinggi, sekarang gimana caranya aku menemukan grock sampai fajar pun aku masih belum menemukan grock. Aku menyerah dan langsung pulang, ke esokan harinya aku ikut ibu ke desa dan tujuan ku untuk bertanya kepada petualang.


Beberapa menit aku bertanya dan mereka bilang "aku pernah bertemu grock saat aku mau melawannya tapi aku menyerah karena grock itu sangat kuat"


"Dimana itu" pertanyaan ku


"Grock tu di sekitar sungai tak jauh dari sini sebelah Utara"


Saat malam tiba aku langsung menuju ketempat grock dari informasi yang aku dapat. Beberapa dari kata petualang itu ada 1 grock. Aku mulai turun ke bawah sebelum sampai di tanah grock itu menatap ku dengan mata bersinar.


Cek aku membawa 50 anak panah cukuplah untuk gro-, eh mana tadi grok itu. Gawat aku kehilangan dia. Aku berjalan menuju tempat grok itu tadi secara seketika.


Saat aku hampir sampai di tempat grock itu tadi berada, seketika awalnya yang aku kira baru biasa tapi batu-batu itu melaju sangat cepat dan melesat hampir mengenai ku, batu-batu itu berkumpul menjadi grock kembali.


Tampa basa basi aku langsung menyerang sebelum menjadi sepenuhnya grock itu berkumpul semua menjadi grock.


"Elemen tanah cabang ke 6 penghancur batu" kata ku


Grock itu hanya berkeping keping hanya menyisakan inti nya.


"Yaa... Kukira keras ternyata kertas"


Sebelum fajar aku terbang dengan cepat untuk menuju ke Elina.


Sesampainya di depan goa aku melihat para monster sudah ada lagi dan ada montor baru lagi padahal cuma 2 hari aku tinggal. Dah positif ini emang pertahanan dari goa, beberapa menit aku sudah membunuh semua monster itu, sesampainya di Elina.


"Tidak aku sudah mengumpulkan semua bahannya" kata ku


"Cepat amat, WOI CEPAT AMAT, kalo cepat kek gini jadi tidak seru chapter kali ini" teriakan Elina


"Ya mau gimana lagi emang semua monsternya muda-muda" kata ku


Aku langsung bertanya bahan yang ke 3 dan 4 "jadi sekarang bahan apa lagi yang aku butuhkan?"


"Hiss haaa, hisss haaa (lagi menghela nafas), oke ya udah sekarang buat lah logam logam apa aja terserah dan buat lah bongkahan keristal untuk warna keristal sesuai selera" penjelasan Elina


Hem penjelasannya seperti restoran cepat saji.


Aku membuat keristal berwarna merah dan aku membuat logam emas, kenapa emas?, Seperti kalian kira ujung-ujungnya pas ti aku di suruh mengabulkan semua bahan ini dan membuatnya menjadi cincin atau kalung.


"Sudah, sekarang gabungkan semua bahan dengan elemen tanah dan bayangkan saja benda yang mudah di bawa kemana mana mungkin cincin, kalung, tau mungkin anting terserah kenyamanan"


Tapi sekarang penjelasannya seperti pelayan hotel


Buat cincin aja apa ya, tapi aku takut kalo saat aku tumbuh lebih besar tidak lagi jari-jari ku dan aku harus membuat lagi monster muda tapi sulit untuk di cari masalahnya kalo sudah jadi suatu barang ya akan menjadi barang itu selama lamanya..


Kalung aja kali yah tidak ah itu terlalu menganguh saat bertarung, hemn oh ya gelang... Tidak ah nanti tidak bisa di pake kalo dewasa aku seperti cincin. Tindik gak ah sakit saat di tindik.


Aku belum dapat bayaang bearng yang cocok... Tunggu oh Yaa itu aja kali ya


"Elemen tanah cabang ke 13 pengabungan unsur" mantra ku.


Bahan-bahan tadi berubah menjadi..


Menjadi


Menjadi


Wing


Wong


Ya penasaran ya sampai geser sampai sini.


Mata goblin, inti dari grock, emas dan keristal mereka berubah menjadi smartphone, yah aku gak salah ketik. Aku membuatnya menjadi smartphone karena ada 2 alasan.


Pertama aku kangen banget dengan smartphone, ke 2 aku bisa menyimpan semua senjata ku yang di sini menjadi sebuah foto Tampa harus membayangkan untuk di keluarkan kalo pake smartphone tinggal pencet langsung muncul tuh senjata.


Aku langsung menyimpan semua senjata ku yang tadinya berserakan kemana-mana dan sekarang menjadi file foto


"Benda apa lagi itu, apakah itu bisa dimakan?" Tanya Elina


"mana mungkin bisa di makan, kamu tau kan tadi terbuat dari apa aja" kata ku


"Terus benda kotak enak di makan itu apa?" Tanya Elina


"terserah kamu lah nyebutnya apa, ini itu...."