
Pulang sekolah pun tiba aku segera mungkin memberikan buku-buku ku di atas meja dan ingin langsung ke asrama, tetapi seseorang mendorong ku dari belakang dia terlihat menahan tawanya.
Aku terjatuh berguling-guling di anak tangga kelas dan semua buku ku berserakan kemana-mana, semua orang melihat ku tak lama 1 orang ada yang tertawa dan semuanya pun ikut tertawa.
Aku bangun dan membereskan semua buku-buku ku, aku hanya diam dan segera keluar kelas. Di luar kelas ada banyak orang yang melihat ku berjalan di lorong. Aku segera kembali ke asrama.
Sesampainya di asrama aku melihat goresan kecil di lengan ku, aku tidak merasakan sakit pada fisik maupun perasaan karena aku sudah kehilangan rasa sakit.
"Skill regenerasi aktif"
Goresan luka itu sumbuh, aku berbaring di atas kasur dan merenungkan.
"Di bully kahh... Apanya yang setara, sekolah ini sama saja dengan di dunia ku dulu"
Ini masih jam 4 sore, namun aku tidak berani keluar dari kamar asrama ku. Aku merasa bosan dan takut keluar kalo aku masih punya perasaan mungkin saat ini aku sudah nangis.
"Haaa.... Ini baru hari pertama tapi sudah ingin keluar dari sekolah, tidak-tidak aku sudah di terima di sini yang lebih penting aku sekolah dengan gratis"
Dari pada aku tidak ngapa-ngapain di kamar asrama, aku keluar lewat jendela dan terbang tinggi untuk pergi kehutanan terdekat memburu monster untuk menaikkan level ku.
Hari demi hari aku kuatkan diri ku untuk tetap masuk sekolah meskipun tiap hari aku selalu di bully tetapi aku tetap masuk sekolah. Hari Minggu sudah pun tiba.
"Aaaa... Aku ingin pulang, ini bukan sekolah ini neraka dah"
Perasaan ku baik-baik saja namun aku tidak bisa konsentrasi ke pelajaran dan mengalami luka-luka ringan di tubuh ku, aku capek dalam hal fisik dan otak.
"Ha... Dah lah besok sekolah di buka ya?"
Di buka maksud ku adalah di buka untuk para siswa bisa bebas berada di kota, ini bertujuan untuk para siswa tidak bosan berada terus di sekolahan, makanya sekolah di buka saat hari Minggu.
gimana dengan hari biasa? Kalo hari Senin sampai Sabtu para siswa tidak boleh keluar dari lingkungan sekolah, kalo ketahuan keluar dari sekolah sekolah saat hari biasa, akan mendapatkan hukuman yang berat bukan cuma hukuman tetapi dapat SP juga.
Tetapi itu cuma Kalo ketahuan jadi tidak masalah kalo tidak ketahuan, selama seminggu kemarin aku selalu keluar dari sekolah untuk kehutanan memburu monster, ya aku yakin banget kalo tidak akan ada tamu ke kamar asrama ku karena aku tidak punya teman.
Hari esok Minggu telah tiba, rencana hari Minggu ku adalah tidur di asrama sampai malam, aku tidak punya teman ya mau ngapain lagi kalo tidak di kamar saja. Itu lah pikiran ku tadi pagi sekarang baru jam 10 tetapi aku bosan banget di kamar asrama.
"AKU INGIN MAIN GAME.... oyah buat game sendiri aja ya, YA GAK SERU KALO AKU BUAT GAME SENDIRI YANG SUDAH TAU ALURNYA"
Yup keluar aja lah lagi pula aku juga butuh sabun di desa dulu aku jarang mandi mungkin cuma 2 kali dalam seminggu, itu pun kalo air sungai bersih kalo tidak bersih? Ya tidak mandi selama seminggu.
Aku keluar dari asrama dengan normal lewat pintu asrama berjalan keluar dari gerbang sekolah pokoknya dengan normal tidak lewat jendela lagi dan terbang. Aku berjalan dengan santai menuju ke pusat kota.
"Wahhh.... Ramai, kenapa ada kemacetan padahal cuma saling berjalan KAKI"
Di pusat kota ada lingkaran dan ada patung di tengahnya, aku tidak tau siapa dia tetapi aku yakin dia pasti iblis penting di provinsi ini atau mungkin cuma di seluruh kota. 20 menit sudah berlalu aku berada di toko makanan.
"Permisi aku ingin memesan"
Aku memesan menu paling murah dan minuman murah tentu saja aku tidak punya uang banyak. Aku mendapat kan setengah roti dan segelas susu kambing.
"Ano... Mbak ini emang cuma segini?" Aku bertanya sambil memegang kepala ku.
"Itu roti toun terbuat dari gandum pilihan dan madu, karena kamu memesan murah jadi cuma dapat porsi segitu" kata pelayan di sini.
Ya kalo di pikir-pikir emang tidak akan kenyang tetapi ini jauh lebih baik dari pada makanan di kantin sekolah, mentang-mentang aku sekolah dengan biaya siswa SPP gratis asrama gratis sampai makan di kantin pun gratis aku cuma di kasih makan sisa kenari yang masih bisa di makan, sungguh menyenangkan hidup ku sekarang.
Aku memakan setengah roti tersebut dan meminum susu kambing, aku berjalan di kasir untuk membayar. Setelah keluar dari kedai makan itu aku melakukan tujuan ku untuk mencari sabun mandi.
Masalah tidak terduga pun terjadi di pusat kota tersebut ada jambret yang mencuri tas ibu-ibu. Awalnya Aku tidak peduli tetapi semua iblis di sini tidak peduli dengan ibu-ibu itu, aku melihat ibu-ibu itu sedang meminta bantuan tetapi semua menghiraukannya.
"Ahhh... Tidak di dunia ku dulu tidak di sini iblis emang parah, skill telekomunikasi aktif" aku berbicara dengan pelan.
"Pura-pura tidak melihat pura-pura tidak melihat" "wanita tua jangan nangis di depan toko ku" "cuma gitu aja heboh banget" "cepat kek ada yang menolong dia berisik banget nih" kata kata dari orang di sekitar dia.
Ahhh... Ini beneran aku harus menyelematkan ras iblis padahal sesama ras aja seperti ini apalagi dulu saat raja iblis masih hidup dan hampir menguasai seluruh dunia pasti sifatnya lebih buruk lagi dari pada sekarang, tidak heran kalo di benci semua ras di dunia ini.
Aku tidak tau jambretnya pergi kemana tetapi aku sempat melihat sekilas kalo jambret itu memakai baju abu-abu.
"Tunggu, KEBANYAKAN PADA PAKE BAJU ABU-ABU NIH"
Semua iblis di sekitar ku pada melihat ke arah ku "hehe cuma lagi latihan fokal, tau ya biar suara ku lebih merdu hehe"
Tak lama aku melihat ibu-ibu itu di datangi oleh para polisi, aku masih mengaktifkan skill telekomunikasi ku, para polisi itu berkata dalam hati "kenapa tiap hari seperti ini terus?, pura-pura peduli saja lah aku kan polisi, palingan juga tidak akan ketemu pelakunya cuma bikin lelah saja"
Mereka tidak niat menolong ibu-ibu itu, sial mau sejauh mana aku melihat kejelekan dari ras iblis, baru segini saja aku sudah tidak ingin menolong mereka lagi. Aku pergi dan tidak jadi untuk menolong ibu-ibu kata polisi tadi aja tidak pernah ketemu pelakunya apa lagi aku.
Aku berjalan melanjutkan mencari sabun mandi ku aku berjalan dengan santai akan tetapi di depan ku....